Agus Suryanto
Department Of Agronomy, Faculty Of Agriculture, Universitas Brawijaya

Published : 66 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) PADA BERBAGAI TINGKAT APLIKASI NITROGEN TERHADAP PADI GOGO (Oryza sativa L.) VARIETAS SITU BAGENDIT Nafiah, Vivi Imroatin; Suryanto, Agus
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/815

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) merupakan salah satu tanaman pokok yang digunakan sebagai tanaman pangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat Indonesia. Salah satu upaya untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi padi adalah intensifikasi berupa usaha pemupukan. Namun, pemborosan dan pemakaian pupuk yang tidak bijaksana menyebabkan leveling off produksi.  Sehingga diperlukan teknik budidaya yang ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk meningkatkan produksi padi dan mengefisien pupuk nitrogen, yaitu dengan penggunaan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) sebagai biofertilizer pada tanaman padi gogo.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh PGPR pada berbagai tingkat aplikasi nitrogen terhadap tanaman padi gogo varietas Situ Bagendit. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai April 2016 di Desa Surat, Kecamatan Mojo, Kediri. Metode yang digunakan adalah rancangan petak terbagi dengan petak utama adalah dosis nitrogen dan anak petak adalah konsentrasi PGPR. Hasil penelitian antara lain terdapat interaksi antara dosis nitrogen dan konsentrasi PGPR terhadap panjang tanaman, jumlah anakan, jumlah daun, dan luas daun, jumlah malai per rumpun dan bobot gabah kering panen (ton ha-1). Penggunaan PGPR mulai konsentrasi 5, 10, dan 15 ml/l dapat menurunkan dosis pupuk nitrogen hingga 45 kg/ha dengan potensi bobot gabah kering panen yang sama dengan pemupukan nitrogen 90 dan 135 kg/ha.
UPAYA PENINGKATAN HASIL TANAMAN PADI (Oryza sativa. L) INBRIDA DAN HIBRIDA DENGAN PENGATURAN SISTEM TANAM Zuanita, Reni; Suryanto, Agus
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.02 KB) | DOI: 10.21776/857

Abstract

Tanaman padi (Oryza sativa L.) merupakan salah satu kebutuhan utama bagi sebagian besar penduduk dunia. Di Indonesia jumlah penduduk mengalami peningkatan dan adanya perubahan pola konsumsi penduduk yang non beras ke beras menjadikan kebutuhan beras meningkat. Konsumsi beras rata-rata per kapita seminggu di Indonesia pada tahun 2014 adalah 1,626 kg atau 85 kg per tahun (BPS, 2014). Kebutuhan beras nasional adalah 20.203.451 ton/tahun. Sehingga, diperlukan teknologi baru dengan menggunakan varietas unggul dan sistem tanam yang sesuai. Menurut Ikhwan, Pratiwi, Paturohman dan Makarim (2013), mengemukakan bahwa sistem tanam dapat menentukan kualitas rumpun dan kuantitas rumpun tanaman padi, berpengaruh terhadap hasil. Tujuan penelitian adalah  untuk meningkatkan hasil tanaman padi (Oryza sativa L.) inbrida dan hibrida dengan pengaturan sistem tanam. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai Mei 2017 di Desa Tambi Bendo Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri, dengan menggunakan rancangan petak terbagi (RPT), yaitu petak utama (PU) adalah sistem tanam dan anak petak (AP) adalah varietas. Data hasil diuji dengan analisis ragam (uji F) taraf 5 % yang diuji lanjut dengan BNT taraf 5 %.Hasil penelitian menunjukkan perlakuan hibrida Sembada 168 dan sistem tanam jajar legowo 40 x 20 x 10 cm meningkatkan hasil yang lebih tinggi. Hasil analisis usaha tani hibrida varietas Sembada 168 dan sistem tanam jajar legowo lebih menguntungkan dari lainnya.
PENGARUH PGPR (PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA) DAN DOSIS PUPUK UREA PADA TANAMAN KAILAN (Brassica oleracea var. Alboglabra) Chaerunnisa, Sita Sarah; Suryanto, Agus; Sugito, Yogi
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/863

Abstract

Kailan termasuk sayuran daunyang memiliki kandungan gizi yang tinggi karena mengandung protein, karbohidrat, kalsium, fosfor dan zat besi yang bermanfaat bagi kesehatan.Pemberlakuan ISO 14000 tentang kesehatan pangan dan lingkungan pada era perdagangan bebas serta pertanian berkelanjutan memicu penerapan budidaya tanaman yang ramah lingkungan. Kebutuhan sayuran yang semakin meningkat berdampak pada bertambahnya konsumsi pupuk nasional. Kebutuhan pupuk anorganik terbesar adalah urea sehingga pupuk urea sangat sensitif terhadap harga dan sering mengalami kelangkaan.PGPR merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan ketersediaan nutrisi tanaman melalui efisiensi serapan hara oleh bakteri dan akar tanaman. Upaya pemanfaatan PGPR dilakukan untuk mempelajari efektivitas PGPR dalam rangka mengurangi penggunaan pupuk urea dan meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kailan. Percobaan menggunakan rancangan petak terbagi yang dilaksanakan pada bulan September sampai November 2016 di Agro Techno Park Cangar Universitas Brawijaya yang terletak di Desa Sumberbrantas, Kecamatan Junggo, Kota Batu. Hasil percobaan menunjukkan interaksi nyata antara PGPR dan dosis pupuk urea pada laju pertumbuhan tanaman (Crop Growth Rate). Kombinasi terbaik terdapat pada perlakuan PGPR dan urea 150 kg ha-1. Namun pemberian PGPR pada berbagai dosis pupuk urea tidak menunjukkan pengaruh nyata pada parameter indeks luas daun, bobot segar total tanaman, bobot segar konsumsi tanaman dan indeks panen.
Sistem Agroforestri Pinus (Pinus merkusii) dan Jahe (Zingiber officinale L.) dengan Tumpangsari Tanaman Perkebunan dan Sayuran Yoom, Lilis Irjayanti; Suryanto, Agus
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/892

Abstract

Umur panen jahe yang cukup lama memungkinkan penanaman jahe di tumpangsarikan dengan tanaman semusim seperti sayuran yang berumur 2 sampai 3 bulan. Tujuan penelitian untuk mempelajari hubungan antara faktor lingkungan tumbuh dengan hasil tanaman jahe yang ditanam di bawah tegakan pinus pada berbagai sistem tumpangsari. Lokasi penelitian dikawasan hutan pendidikan dan penelitian Universitas Brawijaya di kaki lereng Gunung Arjuna, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 29 Juli sampai 5 Agustus 2017. Alat yang digunakan: hygrometer, soil PH meter, lux meter. Bahan: rimpang jahe gajah (Zingiber officinaleL.). Metode yang digunakan adalah observasi langsung di lapang analisa dan interpretasi suhu udara rata-rata, maksimum dan minimum (ºC),  suhu tanah (ºC), kelembaban nisbi udara (RH) (%) dan intensitas radiasi matahari ( Lux meter ). Rancangan penelitian yang digunakan ialah Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana dengan 4  perlakuan, masing - masing perlakuan diulang 4 kali. Perlakuan pola tanam yang digunakan: Pola tanam I: Pinus + jahe, Pola tanam II: Pinus + kopi + jahe, Pola tanam III: Pinus + talas + jahe, Pola tanam IV: Pinus + sayuran + jahe. Data analisis uji BNT pada taraf 5%. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa Agroforestri pinus (Pinus merkusii) dan Jahe (Zingiber oficinale L.) dengan tumpangsari tanaman sayuran dan perkebunan tidak berpengaruh nyata terhadap variabel panen yaitu jumlah rimpang per rumpun tanaman (g/tan), bobot basah rimpang (g/m2) dan bobot kering rimpang (g/tan). Dan pada bobot basah rimpang (g/tan) dan bobo kering rimpang (g/m2) menunjukan pengaruh nyata.
Pengaruh Tata Letak dan Jumlah Biji Per Lubang pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays L. convar. saccharata var. rugosa) Marsela, Marsela; Suryanto, Agus
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/895

Abstract

Jagung manis (Zea mays L. convar. saccharata var.rugosa) ialah tanaman darifamili Graminaceae yang berasal dari Amerika yang tersebar ke Asia dan Afrika yang  digemari masyarakat karena memiliki rasa yang lebih manis dibandingkan dengan jagung biasa.Semua bagian dari tanaman jagung manis memiliki nilai ekonomis. Tujuan untuk memperlajari dan mengetahui pengaruh masing-masing perlakuan tata letak dan jumlah biji per lubang serta interaksi diantara kedua pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian dilaksanakan pada Kelurahan Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu pada bulan November 2014 – Februari 2015. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 2 faktor yang disusun secara faktorial dengan 4 kali ulangan. Faktor pertama terdiri dari J1:single row (70 x 25 cm) dan J2:double row (100/50 x 25 cm), faktor kedua terdiri dari 1 Biji per lubang, 2 Biji per lubang dan 3 biji per lubang. Parameter pengamatan terdiri dari pengamatan pertumbuhan(tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun), pengamatan hasil (panjang tongkol, bobot tongkol dengan klobot, tongkol tanpa klobot per tanaman, tongkol tanpa klobot per petak dan tongkol tanpa klobot per ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara kedua faktor pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun dan luas daun, sedangkan pada parameter hasil tidak terjadi interaksi. Terdapat pengaruh dari masing-masing faktor pada setiap parameter pengamatan. Pada parameter pertumbuhan, perlakuan single rowmenunjukkan hasil yang lebih tinggi, tetapi pada parameter hasil perlakuan double row menunjukkan hasil yang lebih tinggi. Sedangkan pada faktor biji per lubang, perlakuan 1 biji per lubang menunjukkan hasil yang tinggi dibandingkan perlakuan lainnnya.
Kajian Berbagai Bahan dan Tingkat Susunan Modul Pada Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) dalam Pola Vertikultur Modul Bertingkat Akbar, Mohammad Fani; Sumarni, Titin; Suryanto, Agus
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/900

Abstract

Cabai rawit merupakan tanaman sayuran yang mempunyai potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia. Berdasarkan data BPS (2015), produksi cabai rawit di Jawa Timur pada tahun 2015 ialah 227.49 ribu ton yang mengalami penurunan sebesar 16.55 ribu ton atau -6,78% dibandingkan produksi 2012 yang mencapai 244.04 ribu ton. Menurut Susilawati dkk. (2012) tanaman cabai dapat ditanam di dataran rendah maupun dataran tinggi sampai ketinggian 1400 m di atas permukaan laut. Beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya produksi cabai rawit adalah cara budidaya yang belum benar, kesuburan lahan maupun keterbatasan lahan pertanian. Semakin sempitnya lahan produktif khususnya didaerah perkotaan tentunya menuntut adanya suatu cara untuk memaksimalkan pemanfatan lahan terbatas tersebut agar tetap produktif, salah satunya budidaya tanaman dengan sistem vertikultur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari bahan dan tingkat susunan modul vertikultur yang efisien untuk mendapatkan produktivitas cabai rawit (Capsicum frutescens L.) optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang telah dilakukan pengamatan jumlah daun, luas daun, jumlah buah, dan bobot segar memiliki pengaruh berbeda nyata. Pengamatan tinggi tanaman dan bobot kering petak utama memiliki pengaruh tidak berbeda nyata.
Uji Efektivitas Pupuk Hayati pada Pertumbuhan dan Produktifitas Tanaman Terung (Solanum melongena L.) Erlambang, Rere; Dwi Yamika, Wiwin Sumiya; Suryanto, Agus
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/914

Abstract

Tanaman terung (Solanum melongena L.) mengalami penurunan produksi karena degradasi lahan akibat penggunaan pupuk anorganik secara intensif tanpa diimbangi dengan masukan bahan organik. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh dari kombinasi pupuk hayati dan pupuk anorganik N, P, K terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman terung. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2016 hingga Februari 2017, di Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang dengan ketinggian tempat 500 mdpl. Penelitian menggunaan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yaitu: P0: kontrol, P1: NPK 100%, P2: pupuk hayati, P3: pupuk hayati + NPK 25%, P4: pupuk hayati + NPK 50%, P5: pupuk hayati + NPK 75%, P6: pupuk hayati + NPK 100%. Variabel yang diamati ialah pertumbuhan (tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun dan jumlah cabang) dan hasil panen (bobot kering tanaman, jumlah buah dan bobot segar buah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuh hayati dan NPK mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah cabang, bobot kering tanaman, jumlah buah dan bobot segar buah. Pemberian pupuk hayati dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik NPK sebesar 25% dengan menghasilkan bobot segar buah 46,35 ton/ha dibandingkan dengan pupuk NPK 100% dengan nilai RAE> 100% dan R/C> 1.
Pengaruh Interval Waktu Pemberian Nutrisi Ab-Mix dan Metode Hidroponik pada Tanaman Melon (Cucumis melo L.) Simbolon, Santri Novalina; Suryanto, Agus
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/918

Abstract

Tanaman melon (Cucumis melo L) merupakan tanaman semusim yang banyak dibudidayakan di Indonesia dan salah satu produk hortikultura yang disukai oleh masyarakat. Berbagai kendala dalam peningkatan produksi tanaman telah banyak diteliti baik yang berkaitan dengan potensi produksi tanaman, manajemen budidaya terkait dengan faktor lingkungan yang tidak mudah dikontrol, maupun masalah kebutuhan unsur hara. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatan hasil tanaman melon yaitu dengan budidaya metodehidroponik.Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh interval waktu pemberian nutrisi AB-Mix, penggunaan metode hidroponik yang sesuai untuk pertumbuhan dan hasil tanaman melon (Cucumis melo L).Berdasarkan penelitian menunjukkan terdapat pengaruh antara perlakuan metode hidroponik dan interval pemberian nutrisi terhadap parameter jumlah bunga, dan luas daun pada 45 hst. Secara terpisah, penggunaan metode hidroponik substrat memberikan pengaruh nyata terhadap parameter waktu muncul bunga, jumlah daun, luas daun, bobot buah, volume buah dan tebal daging buah, sedangkan interval pemberian nutrisi berpengaruh nyata terhadappersentase bunga menjadi buah,  bobot buah, volume buah dan tebal daging buah.Metode hidroponik substrat dapat meningkatkan bobot buah sebesar 25,83%, volume buah sebesar 23,20% dan tebal buah 11,28% dibandingkan dengan metode hidroponik dutch bucket.Interval pemberian nutrisi 2 jam dapat meningkatkan bobot buah sebesar 22,68%, volume buah sebesar 20,71% dan tebal buah 7,31% dibandingkan dengan interval pemberian nutrisi 3 jam.
Kajian Jumlah Bibit Per Lubang Tanam Pada Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Inbrida dan Hibrida Ismail, Moch. Taufiq; Suryanto, Agus
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/955

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) ialah tanaman penghasil beras dan dibutuhkan peningkatan produksi. Peningkatan produksi dapat dengan optimalisasi jumlah bibit dan pemilihan varietas unggul. Tujuan penelitian mengetahui jumlah bibit tepat pada padi inbrida dan hibrida. Tempat penelitian di Dusun Templek Desa Sumberduren Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri Provinsi Jawa Timur. Waktu penelitian pada Februari sampai Juni 2017. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT). Petak utama adalah varietas Ciherang, Inpari Sidenuk dan Sembada 168. Anak petak adalah jumlah bibit 1, 3 dan 5. Penelitian dengan 3 ulangan. Parameter pertumbuhan non destruktif 30, 44, 58, 72 dan 86 HST yaitu panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah anakan dan jumlah anakan produktif. Parameter pertumbuhan destruktif 30 HST dan panen yaitu berat kering total tanaman dan laju pertumbuhan tanaman. Parameter pengamatan hasil panen yaitu jumlah malai, berat 1000 butir dan hasil gabah kering giling (GKG). Data diuji uji F taraf 5% dilanjutkan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) taraf 5%. Hasil penelitian tidak terdapat interaksi antar perlakuan. Perlakuan varietas dan jumlah bibit berbeda nyata pada panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, berat kering total tanaman, jumlah malai, berat 1000 butir dan hasil GKG. Laju pertumbuhan tanaman berbeda nyata pada perlakuan jumlah bibit.
Pengaruh Komposisi Media Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tiga Varietas Padi Gogo (Oryza sativa L.) Pada Sistem Budidaya Tanaman Di Atas Gedung Ramadhana, Syahrul; Nurlaelih, Euis Ellih; Suryanto, Agus
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/993

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman penghasil beras dan bahan pokok utama untuk dikonsumsi. Untuk menjaga kestabilan produksi padi perlu dilakukan inovasi pada sistem budidaya, yaitu dengan memanfaatkan ruang kosong diperkotaan dan media tanam organi seperti arang sekam, pupuk kandang serta cocopeat untuk mendukung pertumbuhan tanaman padi gogo.  Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tiga varietas padi gogo (Oriza sativa L.) pada sistem budidaya tanaman di atas gedung. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2017 hingga Desember 2017 di atap bangunan Fasin Lanud Abdulrachman Saleh, Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Tersarang dengan komposisi media sebagai faktor bebas yaitu M0 = Tanah, M1 = tanah : arang sekam : pupuk kandang kambing : cocopeat (5:3:3:5), M2 = tanah : arang sekam : pupuk kandang kambing : cocopeat (5:3:3:10) dan varietas padi gogo sebagai faktor tersarang yaitu, V1 = varietas Situbagendit, V2 = varietas Gogonitri 1, V3 = varietas Gogonitri 2 serta dengan 3 kali ulangan setiap perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian perlakuan komposisi media tanam tanah: arang sekam: pupuk kandang: cocopeat (5:3:3:5) memberikan pertumbuhan terbaik pada parameter panjang tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, jumlah anakan produktif dan luas daun, serta hasil pada parameter bobot gabah kering panen dan bobot 1000 biji. Komposisi media tanah : arang sekam : pupuk kandang : cocopeat (5 : 3 : 3 : 5) dengan varietas Gogonitri 1 memberikan bobot gabah kering panen sebesar 23,19% atau 5,7 ton ha-1 dan bobot 1000 biji sebesar 55,68%.
Co-Authors Adi Prawoto Aini, Nurul Ainurrasjid, Ainurrasjid Ainurrasyid, Ainurrasyid Akbar, Mohammad Fani Alislami, Tia Candra Khaula Anam, Syaiful Andriani, Putri Anggraini, Fita Arifin, Mochammad Samsul Cahyani, Agustina Rizky Chaerunnisa, Chaerunnisa Chaerunnisa, Sita Sarah Damanik, Sariah Aprianti Dewi, Suci Surya Dewi, Wening Tiara Didik Hariyono Dini Qowiyah Ula Dwi Yamika, Wiwin Sumiya Eko Widaryanto Eline, Merina Erlambang, Rere Febrianti, Annisa Fitri Ferdian, Herman Firdaus, Mohammad Nur Firokhman, Alnguda Fitriani, Riza Heddy, Suwasono Huda, Mukhammad Robitul Indrawan, Rahadyan Rizki Ismail, Moch. Taufiq Ivan C. Onggara Jatumara, Prawesty Dinnar Juprianto, Miki Karuniawan Puji Wicaksono Kestrilia Rega Prilianti Koesriharti Koesriharti Kumalasari, Septi Nuning Kurniawan, Berry Maitimu, Dyah Kartika Marcelinus A.S. Adhiwibawa Marsela, Marsela Medha Baskara Misromi, Misromi Moch. Dawam Maghfoer Mochammad Dawam Maghfoer Mudji Santosa Multazam, Mohammad Ainun Nafiah, Vivi Imroatin Nakhmiidah, Nisa Nararya, Mas Bagus Aulia Ninuk Herlina Nugraha, Hanggara Dwiyudha Nugraha, Mochammad Wildan Nugroho, Agung Nur Azizah Nurrohman, Mudhofi Oktavianto, Yoga Oscar Regazzoni Prastika, Angrenani Rindu Prayoga, Kharisma Marta Ramadhan, Apianto Rizky Ramadhana, Syahrul Regazzoni, Oscar Rinata, Mar’atus Eski Roedy Soelistyono Sa'aprita Kusumaningtyas Sellitasari, Shelvi Setyobudi, Lilik Setyono Yudo Tyasmoro Simbolon, Santri Novalina Sisca Fajriani Sitawati Sitawati Suchaida, Azziyaa Sudiarso, Sudiarso Suhatman, Yan Sunaryo, Sunaryo Tantra Septa Rahardian Tarigan, Maulana Ikhsan Tatas H.P. Brotosudarmo Tia Anggara, Dewi Shinta Tietyk Kartinaty Tinambunan, Erika Titin Sumarni Titin Sumarni Utomo, M. Dika Cahyo Utomo, Rizky Rachmadi Utomo, Yosafat Rio Wahyu Ramadhan, Reza Ardian Wahyuningsih, Inovian Wibowo, Ario Wahyu Wulandari, Angelia Norma Wulansari, Atikah Yogi Sugito Yoom, Lilis Irjayanti Zahra, Amellia Firdaus Zuanita, Reni