Lita Soetopo
Department Of Agronomy, Faculty Of Agriculture, Universitas Brawijaya

Published : 72 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENAMPILAN TUJUH GENOTIP PADI (Oryza sativa L.) HIBRIDA JAPONICA PADA DUA MUSIM TANAM Afandi, Sutanto Wahyu; Soetopo, Lita; Purnamaningsih, Sri Lestari
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 7 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.709 KB) | DOI: 10.21776/147

Abstract

Galur padi hibrida Japonica merupakan galur introduksi dari Jepang, resisten terhadap suhu rendah yang umumnya di daerah sub tropis. Seperti Indonesia yang memiliki dua musim yaitu kemarau dan hujan. Penelitian untuk mengetahui penampilan tujuh genotip padi hibrida Japonica pada dua musim tanam. Analisis yang digunakan adalah Rancangan Tersarang, dalam setiap musim menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Sebagai perlakuan adalah enam galur padi hibrida Japonica yaitu Bio-Jap 1, Bio-Jap 2, Bio-Jap 3, Bio-Jap 4, Bio-Jap 5, Bio-Jap 6 dan Taiken sebagai pembanding yang diulang 3 kali. Populasi tanaman padi per petak adalah 400 tanaman. Jumlah sampel yang diamati 10 tanaman per petak. Hasil penelitian diperoleh penampilan berbeda diantara tujuh genotip padi hibrida Japonica pada dua musim tanam ditunjukkan pada karakter panjang daun bendera, jumah anakan, panjang malai, bobot gabah per petak dan persentase gabah bernas. Tujuh genotip padi hibrida Japonica menunjukkan perbedaan karakter kualitatif pada warna tepi daun, warna pelepah daun, warna leher daun, warna telinga daun, warna pangkal batang, warna  stigma, warna ujung gabah dan karakter kuantitatif pada karakter tinggi tanaman, umur berbunga, lebar daun bendera, umur panen, jumlah gabah per malai dan bobot 1000 butir. Musim tanam menunjukkan perbedaan penampilan pada karakter umur berbunga, lebar daun bendera, umur panen, jumlah gabah per malai dan bobot 1000 butir.   Kata kunci: Padi Hibrida Japonica, Tujuh Genotip, Penampilan, Musim Tanam.
EKSPLORASI DAN IDENTIFIKASI KARAKTER MORFOLOGI PORANG (Amorphophallus muelleri B.) DI JAWA TIMUR Sulistiyo, Rico Hutama; Soetopo, Lita; Damanhuri, Damanhuri
Jurnal Produksi Tanaman Vol 3, No 5 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.938 KB) | DOI: 10.21776/210

Abstract

Porang termasuk dalam family Araceae, yaitu  jenis tanaman umbi-umbian yang mampu hidup di berbagai jenis dan kondisi tanah. Usaha peningkatan manfaat tanaman porang dapat dilakukan dengan observasi keberadaan plasma nuftah sebagai salah satu sumber daya alam terpulihkan, karena pengelolaan dan pemanfaatan plasma nuftah sekarang ini kurang sempurna sehingga banyak yang tererosi atau musnah. Hubungan kekerabatan merupakan informasi yang bermanfaat bagi pemulia. Hubungan kekerabatan antara dua individu atau populasi dapat diukur berdasarkan kesamaan sejumlah karakter dengan asumsi bahwa karakter-karakter berbeda disebabkan oleh adanya perbedaan susunan genetik (Purwantoro et al, 2005). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ciri atau karakter morfologi tanaman porang dan mengetahui hubungan kekerabatan tanaman porang yang terdapat di Kabupaten Malang, Blitar, Madiun, Nganjuk, dan Ponorogo berdasarkan persamaan dan perbedaan karakter morfologinya. Penelitian  dilaksanakan mulai bulan Februari  sampai dengan April 2014. Dari hasil eksplorasi ditemukan 28 sampel porang yang terdiri atas varian 1 dan varian 2.  Hasil menunjukkan bahwa terdapat nilai kemiripan tertinggi dan terendah pada seluruh hubungan 28 sampel porang.  Hubungan kekerabatan terdekat ada pada pasangan N4 (varian 1) dengan N6 (varian 1) dan berikutnya N2 (varian 2) dengan M5 (varian 2) dengan tingkat kemiripan sebesar 98,7%. Sebaliknya sampel porang M1 (varian 1) dan M7 (varian 2) memiliki hubungan kekerabatan yang terjauh  dengan tingkat kemiripan sebesar 73,3%. Berdasarkan hasil analisis kekerabatan, tanaman yang diamati dapat dikatakan memiliki tingkat keragaman yang rendah, hal itu dapat dilihat dari tingkat kemiripan terendahnya yang melebihi 50% yaitu 73,3%. Keragaman yang sempit tersebut disebabkan perkembangbiakan tanaman yang dilakukan secara vegetatif. Kata kunci : Eksplorasi, Identifikasi, Porang, Karakter morfologi
PENAMPILAN KARAKTER KUANTITATIF DAN KUALITATIF SERTA KEBERHASILAN PERSILANGAN PADA EMPAT VARIETAS STROBERI (Fragaria x ananassa Duch) Syahroni, Abdillah; Purnamaningsih, Sri Lestari; Soetopo, Lita
Jurnal Produksi Tanaman Vol 3, No 5 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.539 KB) | DOI: 10.21776/212

Abstract

Stroberi varietas lokal batu memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh varietas yang lain, yaitu aroma buah yang harum. Akan tetapi, produksi buah sedikit karena ukuran buah yang lebih kecil. Petani telah meninggalkan varietas lokal karena varietas introduksi memiliki keunggulan pada produksi dan ukuran buah yang lebih besar akan tetapi memiliki aroma buah yang kurang dibanding lokal. Pemuliaan stroberi dapat diarahkan menuju perakitan varietas stroberi berdaya hasil tinggi dan juga memiliki aroma buah yang wangi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter kuantitatif dan kualitatif serta kombinasi persilangan pada empat varietas stroberi. Penelitian dilaksanakan di lahan petani di Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu pada bulan September hingga Desember 2013. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan yaitu (EB) : varietas earlibrite; (SC) : varietas sweet Charlie; (CL) : varietas california; (LB) : lokal batu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas lokal memiliki jumlah anakan yang lebih banyak, umur berbunga yang lebih lambat dan bobot buah yang lebih kecil daripada varietas introduksi. Varietas lokal juga memiliki aroma yang lebih harum dan kekerasan buah yang lebih lunak daripada varietas introduksi. Hasil persilangan menunjukkan rata rata keberhasilan persilangan adalah 61.84 %. Kata kunci : Varietas Lokal, Karakter Kuantitatif, Karakter Kualitatif, Persilangan
SELEKSI CALON TETUA GALUR MANDUL JANTAN (F1) PADI HIBRIDA (Oryza sativa L.) TERHADAP STERILITAS POLEN DAN KETAHANAN PENYAKIT HAWAR DAUN BAKTERI (Xanthomonas oryzae) Purnamasari, Festhya Rytha; Yulianah, Izmi; Soetopo, Lita
Jurnal Produksi Tanaman Vol 3, No 5 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.375 KB) | DOI: 10.21776/216

Abstract

Calon tetua galur mandul jantan (F1) padi hibrida merupakan hasil persilangan antara galur mandul jantan (P1) dengan P2 (pewaris sifat tahan hawar daun bakteri). Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui sterilitas polen galur F1 dan karakter morfologis galur F1 serta (2) mengetahui ketahanan galur F1 terhadap penyakit hawar daun bakteri. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari–Mei 2013 di lahan riset PT. DuPont Indonesia (Pioneer) yang berada di desa Ngijo, kecamatan Karangploso, kabupaten Malang. 106 galur F1 (galur 13CCMS001A – 13CCMS108A) ditanam berdasarkan rancangan acak kelompok perluasan (augmented design) dan perbedaan rata-rata  antar galur dan kultivar pembanding didasarkan pada hasil uji LSI (Least Significant Increase) pada taraf 5%. Rancangan percobaan terdiri dari 6 blok acak. Tiap blok terdiri atas 19 plot percobaan, yaitu 18 plot galur F1 dan 1 plot cek. Cek terdiri atas varietas peka (IR64) dan varietas tahan (IRBB21 dan IRBB7). Pengamatan meliputi : (1) sterilitas polen diamati menggunakan mikroskop; (2) pengamatan karakter warna polen dan posisi malai; (3) skoring serangan penyakit; dan (4) intensitas serangan penyakit. Berdasarkan hasil seleksi yang diperoleh terhadap ke empat pengamatan tersebut, diperoleh 14 galur F1 terpilih hasil seleksi. Kata kunci: Galur Mandul Jantan, Augmented Design, Sterilitas Polen, Hawar Daun Bakteri
PENAMPILAN 15 KLON HARAPAN TEBU (Saccharum spp. Hybrid) DI DUA LOKASI Irsyad F., Mochamad; Widyasari, Wiwit Budi; Soetopo, Lita; Damanhuri, Damanhuri
Jurnal Produksi Tanaman Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.097 KB) | DOI: 10.21776/282

Abstract

Salah satu upaya peningkatan produksi gula adalah penggunaan varietas unggul yang mampu beradaptasi di lahan basah dan lahan kering. Penelitian bertujuan untuk mengetahui penampilan pertumbuhan agronomi 15 klon tebu harapan yang ditanam di dua lokasi. Penelitian dilaksa-nakan pada bulan Oktober 2012 sampai Maret 2013 di dua lokasi bertempat di lahan KP Jatiroto terletak Kab. Lumajang dan di kebun bibit Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI), Kota Madya Pasuruan. Bahan tanam yang digunakan yaitu 15 klon harapan bibit dua mata dengan varietas pembanding yaitu PS 881, Kidang Kencana (KK) dan Bululawang (BL). Data yang diperoleh dianalisa menggu-nakan analisis ragam pada masing-masing lokasi dan dilanjutkan dengan analisis ragam gabungan. Interaksi genotip lingku-ngan yang nyata di uji lanjutan dengan DMRT taraf 5 %. Dari hasil peneitian diperoleh perbedaan penampilan pertum-buhan yang ditunjukkan pada lokasi Pasuruan yang mempunyai nilai yang lebih tinggi dibanding lokasi Jatiroto. Perbedaan penampilan agronomis tersebut dapat dilihat pada karakter persentase perkecam-bahan, jumlah tunas, jumlah batang, dan volume tebu per juring. Interaksi genotip dan lingkungan klon uji yang di tanam di dua lokasi dapat ditunjukkan pada karakter persentase perkecambahan, jumlah rumpun umur 3 bulan, jumlah tunas, persentase serangan penggerek pucuk umur 3 bulan, jumlah batang, volume tebu (cm3/juring) dan persentase serangan penyakit pokkabung umur 6 bulan.
ANALISIS HUBUNGAN KEKERABATAN 20 SPESIES ANGGREK DENDROBIUM BERDASARKAN KARAKTER MORFOLOGI Hidayati, Noer Zein; Saptadi, Darmawan; Soetopo, Lita
Jurnal Produksi Tanaman Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/294

Abstract

Kekerabatan antar spesies anggrek Dendrobium perlu diketahui dalam program pemuliaan, dan hubungan kekerabatan berdasarkan sifat morfologi bisa dijadikan dasar dalam perakitan genotip yang lebih potensial. Sehingga, kajian mendalam terkait potensi keragaman genetik dan hubungan kekerabatannya melalui karakteri­sasi penting dilakukan untuk menunjang keberhasilan perakitan genotip baru dalam persilangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kekerabatan antar 20 spesies anggrek Dendrobium berdasarkan karakter morfolo­gi. Penelitian dilaksanakan di Handoyo Budi Orchid, Jl. Bondowoso 9A, Malang dan DD Nursery di Jl. Dadaprejo No. 48, Batu, yaitu pada bulan April hingga Mei 2014. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengama­tan langsung terhadap 20 spesies Dendrobium dengan menggunakan pan­duan karakterisasi tanaman hias anggrek kemudian diolah menjadi data biner dan dikomputasikan dalam program Numerical Taxonomy and Multivariate Analysis System (NTSYS) Spc 21. Hasil pengklasteran didapatkan bahwa kekera­batan berdasarkan karakter morfologi 20 spesies anggrek Dendrobium membentuk dua klaster besar yaitu klaster A dan B yang mengelompok berdasarkan sectionnya, section tersebut adalah section pedilonum, crumenata, dendrobium, phalaenanthe, dan spatulatha. Pada dendrogram variabel karakter umum, pseudobulb, dan daun memiliki pola pengklasteran yang sama, namun dengan jarak koefisien yang berbeda. Pada variabel karakter bunga untuk karakter pembungaan, sepal dan petal membentuk pola dendrogram yang sama dengan koefisien yang sama yaitu 0.28-1.00, namun untuk karakter labellum membentuk pola yang berbeda dengan koefisien kemiripan 0.07-0.27, yang menunjukkan bahwa karakter labellum pada bunga merupakan karakter unik yang membedakan antar spesies tersebut.
PENAMPILAN GALUR GENERASI PERTAMA HASIL SELEKSI DARI CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) VARIETAS LOKAL Kartikasari, Dasa Novi; Purnamaningsih, Sri Lestari; Soetopo, Lita
Jurnal Produksi Tanaman Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.524 KB) | DOI: 10.21776/298

Abstract

Tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan satu dari sekitar 20-30 spesies dalam genus Capsicum yang telah dibudidayakan. Minat masyarakat terhadap cabai rawit dari tahun ke tahun semakin meningkat, sehingga dibutuhkan upaya peningkatan produksi cabai rawit. Salah satu upaya dalam meningkatkan produktivitas komoditas cabai  rawit yaitu dengan merakit varietas unggul baru melalui program pemuliaan tanaman dengan diawali pengumpulan plasma nutfah. Adanya variasi dalam populasi varietas lokal maupun introduksi merupakan dasar melakukan seleksi individu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penampilan 9 genotip cabai rawit (Capsicum frutescens L.) varietas lokal. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai Oktober tahun 2014 berlokasi di Desa Kedungrejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan metode pengamatan single plant dengan menanam 30 tanaman genotip-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat keragaman penampilan sembilan genotip cabai rawit. Hal ini dapat diketahui dari hasil analisis statistik dan didukung oleh hasil analisis deskriptif. Hasil analisis statistik pada karakter kuantitatif menunjukkan bahwa 7 dari 11 karakter menunjukkan nilai koefisien keragaman tinggi, terutama karakter komponen hasil (jumlah bunga per tanaman, bobot per buah dan bobot buah total per tanaman). Keragaman penampilan dapat dilihat pula dari 12 karakter kualitatif yang diamati. Tujuh karakter menunjukkan keragaman penampilan sedangkan lima karakter menunjukkan keseragaman, karakter yang menunjukkan keseragaman yaitu karakter bentuk batang, warna daun, posisi tangkai bunga dan warna biji.
PENGARUH PUPUK MAJEMUK TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KRISAN (Dendranthema grandiflora Tzvelev) SECARA IN VITRO Budiyanti, Husnul Khotimah Leksono; Kendarini, Niken; Soetopo, Lita
Jurnal Produksi Tanaman Vol 4, No 5 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/303

Abstract

Media kultur jaringan yang sering digunakan untuk perbanyakan krisan (Dendranthema grandiflora Tzvelev) yaitu media Murashige and Skoog (MS). Subtitusi unsur hara makro dan mikro media MS menggunakan pupuk majemuk dapat meningkatkan efisiensi biaya dalam produksi benih krisan secara in vitro. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pupuk majemuk yang dapat mensubtitusi unsur hara makro dan mikro pada media MS dalam mendukung multiplikasi planlet. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari – Nopember 2014, di Laboratorium Kultur Jaringan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 3 ulangan. Varietas sebagai petak utama terdiri dari varietas Yellow Fiji dan Grand White dan nutrisi media sebagai anak petak terdiri dari pupuk majemuk Growmore (20:20:20), Hortigro (19:19:19), Kristalon (18:18:18) dan MS. Masing-masing pupuk majemuk terdiri dari 3 konsentrasi yaitu 1 g l-1, 2 g l-1 dan 3 g l-1. Setiap media perlakuan ditambah dengan 0,1 mg l-1 indole acetic acid (IAA). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa interaksi varietas dan media kultur berbeda nyata terhadap pertumbuhan planlet pada 8 minggu setelah tanam (MST). Subtitusi unsur hara makro dan mikro pada media MS dengan pupuk majemuk tidak dapat digunakan sebagai media dalam produksi benih krisan secara in vitro, berdasarkan jumlah planlet, laju multiplikasi planlet, vigor planlet dan morfologi planlet pada varietas Yellow Fiji dan Grand White.
EKSPLORASI DAN IDENTIFIKASI KARAKTER MORFOLOGI TANAMAN SUWEG (Amorphophallus campanulatus Bl) DI JAWA TIMUR Heriyansyah, Fadli; Soetopo, Lita; Saptadi, Darmawan
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.607 KB) | DOI: 10.21776/389

Abstract

Suweg merupakan salah satu dari tanaman penghasil umbi di Jawa Timur. Tanaman suweg di Jawa Timur telah dibudidayakan secara teratur sebanyak 82,7%, umbi suweg memiliki potensi yang besar untuk dijadikan sebagai bahan diversifikasi pangan dimasa depan. Pengembangan terhadap tanaman suweg, misalnya perakitan varietas belum banyak dilakukan. Langkah awal dalam melakukan perakitan varietas yang harus dilakukan adalah eksplorasi plasma nutfah. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tanaman suweg di Jawa Timur, mengetahui perbedaan karakteristik tanaman serta hubungan kekerabatan tanaman suweg dalam kabupaten yang sama maupun pada kabupaten yang berbeda. Penelitian  dilaksanakan di wilayah  Jawa Timur, meliputi Kabupaten Malang, Blitar, Ponorogo dan Madiun. Pemilihan lokasi ditentukan berdasarkan hasil survey pendahuluan. Penelitian dilakukan mulai bulan Maret hingga Juni 2014. Analisis data menggunakan metode deskriptif yaitu menyederhanakan dan menata data untuk memperoleh gambaran secara keseluruhan dari obyek yang diamati. Selain penggunaan analisis deskriptif, dilakukan analisis kekerabatan menggunakan analisis data cluster. Pada analisis kekerabatan similarity matrix dihitung secara manual, sedangkan dendrogram dibuat dengan menggunakan software NTSys. Hasil penelitian diperoleh 14 sampel tanaman dari 12 lokasi. Dua sampel dari Blitar lokasi 2 dan Blitar lokasi 3 merupakan suweg varian 2. Analisis kekerabatan menunjukkan hubungan yang beragam dengan nilai matriks kemiripan 0,28 – 0,91, hal ini menunjukkan bahwa keragaman tanaman suweg di Jawa Timur sangatlah tinggi.
ANALISIS KEKERABATAN TANAMAN HOYA BERDASARKAN KARAKTER MORFOLOGI DI UPT BALAI KONSERVASI TUMBUHAN KEBUN RAYA PURWODADI-LIPI, PASURUAN-JAWA TIMUR Afifah, Nur; Yulia, Nina Dwi; Soetopo, Lita; Respatijarti, Respatijarti
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/412

Abstract

Hoya merupakan salah satu tanaman asli Indonesia yang keragamnnya tersebar di seluruh wilayah di Indonesia, namun masih jarang masyarakat Indonesia yang mengenalnya. Pemanfaatan awal tanaman ini adalah sebagai tanaman obat dan saat ini mulai dikembangkan sebagai tanaman hias karena keunikan karakter bunga dan daunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekerabatan 119 tanaman Hoya berdasarkan karakter vegetatif, kekerabatan 14 tanaman Hoya yang telah mencapai fase generatif pada bulan Maret sampai Juni di Kebun Raya Purwodadi serta mengetahui potensi tanaman Hoya sebagai tanaman hias. Penelitian dilakukan di area koleksi Hoya Kebun Raya Purwodadi pada bulan Maret sampai Juni. Hasil analisis kekerabatan 119 tanaman Hoya berdasarkan karakter vegetaifnya memiliki koefisien kekerabatan yang dekat yakni lebih dari 0,67. Keragaman yang ada disebabkan oleh perbedaan jenis, dan pengaruh lingkungan seperti media tanam dan intensitas matahari. Pengelompokan 14 tanaman Hoya yang telah memasuki fase generatif, Hoya yang berasal dari daerah yang sama atau masih berada dalam satu kawasan akan mengelompok bersama. Penjualan tanaman Hoya sebagai tanaman hias sudah dilakukan di daerah Malang dan Batu, namun hanya terdapat dua jenis yang diperjual belikan yakni Hoya carnosa dan Hoya australis R.Br. Ex Traill yang berasal dari Batu. Penjualan tanaman ini masih termasuk rendah dikarenakan pengetahuan masyarakat masih rendah, namun dengan keunikan yang dimiliki tanaman Hoya mejadikan tanaman ini berpotensi dijadikan tanaman hias baik bunga maupun daun. Oleh karena itu dalam pengembangannya perlu pengenalan yang luas akan Hoya kepada masyarakat Indonesia.
Co-Authors Abdillah Syahroni, Abdillah Adhytya Cahya Darmawan Adiredjo, Afifuddin Latif Afandi, Sutanto Wahyu Afifah, Nur Annisa, Lailil Fitra Arifin Noor Sugiharto Arifin, Syaiful Arifin, Syaiful Arkadyah Dina Figianti Budiyanti, Husnul Khotimah Leksono Budiyanti, Husnul Khotimah Leksono Chaireni Martasari Chaireni Martasari Damanhuri Damanhuri Damanhuri Darmawan Saptadi, Darmawan Darmawan, Adhytya Cahya Desti Margi Utami, Desti Margi Dewansyah, Bahtiar Ahmad Dewansyah, Bahtiar Ahmad Dewi, Martina Sari Dewi, Martina Sari Edy Hendra Saputra Fajrina. M, Amalia Fajrina. M, Amalia Farida Yulianti Febriana, Candra Ayu Febriana, Candra Ayu Festhya Rytha Purnamasari, Festhya Rytha Hardianti, Oktarina Hardianti, Oktarina Heriyansyah, Fadli Heriyansyah, Fadli Hidayati, Noer Zein Hidayati, Noer Zein Ika Rahayu Ika Rahayu Irsyad F., Mochamad Irsyad F., Mochamad Istianingrum, Putri Izmi Yulianah Kartikasari, Dasa Novi Kartikasari, Dasa Novi Kinasih, Nimas Ayu Kinasih, Nimas Ayu Lailil Fitra Annisa Latif Adiredjo, Afifuddin Marjani Marjani Masruroh, Mei Masruroh, Mei Muhammad Afif Niken Kendarini Nina Dwi Yulia, Nina Dwi Noer Rahmi Ardiarini, Noer Rahmi Novitasari, Adin Novtara, Aditya Aji Nugraha Dwi Saputra Pandji Dimas Febriandito Parnidi Parnidi Parnidi, Parnidi Paweningsih, Risma Dwi Paweningsih, Risma Dwi Prasetyo, Riza Agus Prasetyo, Riza Agus Purnamasari, Festhya Rytha Puspaningrum, Bella Yuniar Putra, Mhd. Nurhadi Putri Istianingrum Rachmadhani, Sylvia Rachmadhani, Sylvia Respatijarti Respatijarti Respatijarti, Respatijari Rico Hutama Sulistiyo, Rico Hutama Rohmatin, Anis Rohmatin, Anis Saptadi, Darmawan Saputra, Edy Hendra Saputra, Nugraha Dwi sitepu, farah afifah Sri Lestari Purnamaningsih Sulistiyo, Rico Hutama Sumeru Ashari Sutanto Wahyu Afandi Syahroni, Abdillah Ulfa, Diana Maria Ulfa, Diana Maria Widyasari, Wiwit Budi WIDYASARI, Wiwit Budi Yulia, Nina Dwi Yustiana Yustiana, Yustiana Yustiana, Yustiana Zahro, Jamilatuz Zahro, Jamilatuz