Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

SOSIALISASI PEMANFAATAN LIMBAH SAGU DALAM MENDORONG PERTANIAN BERKELANJUTAN DAN PENGEMBANGAN EKONOMI INDUSTRI KREATIF BAGI MASYARAKAT KAMPUNG BATU LUBANG Rosalina, Febrianti; Rawi, Rais Dera Pua; Wahyudien, Mohammad Arief Nur; Riskawati, Riskawati; Gafur, Muzna Ardin Abdul
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 29 No. 4 (2023): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v29i4.50662

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan serta keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah menjadi produk pertanian, serta menumbuhkan semangat jiwa kewirausahaan dalam mengembangkan dan menunjang perekonomian masyarakat yang ada di Kampung Batu Lubang. Metode yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian terdiri dari beberapa tahap kegiatan diantaranya adalah Survei lapangan, tahap persiapan, tahap pelaksanaan serta monitoring dan evaluasi keberhasilan program. Berdasarkan hasil kegiatan sosialisasi dan pelatihan yang dilakukan, diperoleh data bahwa tingkat pengetahuan pengolahan limbah sagu menjadi pupuk organic meningkat dari 31,43% menjadi 88,57%, tingkat keterampilan pembuatan pupuk organic meningkat dari 28% menjadi 85,14%, tingkat pengetahuan terkait pengolahan lahan dan budidaya tanaman meningkat dari 38,29% menjadi 80,57%, dan tingkat pengetahuan terkait pengembangan sumber daya manusia dalam mendorong pertanian berkelanjutan berbasis ekonomi industry kreatif meningkat dari 28% menjadi 77,14%. Tingkat pengetahuan masyarakat tentang pembuatan pupuk kompos secara langsung terkait dengan kemampuan mereka dalam memanfaatkan sumber daya lokal, mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, dan menciptakan peluang ekonomi di sektor industri kreatif. Oleh karena itu, sosialisasi, pelatihan, dan penyuluhan yang lebih baik dalam hal ini dapat menjadi kunci dalam mendukung pertumbuhan perekonomian lokal dan industri kreatif yang berkelanjutan.
Diversifikasi Produk Bakso Ikan Tuna : Inovasi Pengolahan Hasil Perikanan untuk Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Sukmawati, Sukmawati; Rosalina, Febrianti; Ponisri, Ponisri; Sulfiana, Sulfiana; Murtiningrum, Murtiningrum; Mangallo, Bertha; Leba, Herlyn Winda Wie; Darma, Darma; Awariti, Mohammad Haris; Latief, Nur Alya Mariska; Rumkowas, Saleh
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.619

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat bertema “Diversifikasi Produk Bakso Ikan Tuna” dilaksanakan di Kampung Yeflio, Distrik Mayamuk, Kabupaten Sorong, dengan tujuan meningkatkan kapasitas dan keterampilan masyarakat pesisir dalam mengolah hasil perikanan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Potensi ikan tuna (Thunnus sp.) yang melimpah di wilayah tersebut belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga diperlukan inovasi pengolahan berbasis diversifikasi produk. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu persiapan, pelatihan, dan evaluasi dengan metode hands-on training yang melibatkan 20 peserta kelompok ibu rumah tangga. Peserta diberikan materi dan praktik langsung meliputi pemilihan bahan baku, teknik pengolahan, penerapan prinsip keamanan pangan, serta pengemasan produk yang sesuai standar. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh aspek: pengetahuan bahan baku (45%→85%), teknik pengolahan (40%→90%), keamanan pangan (35%→80%), dan pengemasan produk (30%→75%). Kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan keterampilan teknis, kesadaran mutu, dan semangat kewirausahaan masyarakat pesisir. Selain membuka peluang usaha baru, program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 8 dan 14, yaitu pekerjaan layak, pertumbuhan ekonomi, serta pemanfaatan berkelanjutan sumber daya laut.
Strategi perbaikan tanah untuk meningkatkan produktivitas tanaman hortikultura di Kawasan penambangan pasir yang terdegradasi Rosalina, Febrianti; Riskawati, Riskawati; Sangadji, Zulkarnain; Lisalohit, Sulaiman; Wardan, Kharisma Dewi Sukma
Jurnal AGRO Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/38086

Abstract

The addition of ameliorant materials into the soil on former post-rock mining land was identified as one of the potential approaches in improving soil quality. This study aims to determine the effect of ameliorant materials on the growth and yield of horticultural crops. The study used a Randomized Group Design with five treatments and three. Plants used as indicator plants used two types of horticultural crops (spinach and pakcoy). The treatments consisted of KS0 (Control), KS1 (compost at a dose of 10 t ha-1 + biofertilizer 5 ml L-1), KS2 (compost at a dose of 15 t ha-1 + biofertilizer 10 ml L-1), KS3 (compost at a dose of 20 t ha-1 + biofertilizer 15 ml L-1), and KS4 (compost at a dose of 25 t ha-1 + biofertilizer 20 ml L-1). The results of the research showed that the application of ameliorant material had a significant effect on plant height, number of leaves and wet weight of pakchoy plants, but had no significant effect on plant root length. Treatment with a compost dose of 15 t ha-1 + biofertilizer 10 ml L-1 (KS2) gave the highest results for the growth of Pakcoy plants. The provision of ameliorant had a significant effect on all observation parameters (plant height, number of leaves, wet weight and root length) of spinach plants, where treatment with a compost dose of 20 t ha-1 + biofertilizer 15 ml L-1 (KS3) gave the highest results on growth Spinach plant. These results imply that the ameliorant used can be used as an alternative in improving the quality of former sand mining land. ABSTRAK Penambahan bahan amelioran ke dalam tanah di lahan bekas tambang batuan diidentifikasi sebagai salah satu pendekatan yang berpotensi dalam perbaikan kualitas tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bahan amelioran terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman hortikultura. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan lima perlakukan dan tiga kelompok. Tanaman yang digunakan sebagai tanaman indikator menggunakan dua jenis tanaman hortikultura (bayam dan pakcoy). Adapun perlakuan yang diberikan terdiri dari Kontrol (KS0), kompos ampas sagu dengan dosis 10 t ha-1 + pupuk hayati 5 ml L-1 (KS1), kompos ampas sagu dengan dosis 15 t ha-1 + pupuk hayati 10 ml L-1 (KS2), kompos ampas sagu dengan dosis 20 t ha-1 + pupuk hayati 15 ml L-1 (KS3), dan kompos ampas sagu dengan dosis 25 t ha-1 + pupuk hayati 20 ml L-1 (KS4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bahan amelioran berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan bobot basah tanaman pakcoy, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap panjang akar tanaman. Perlakuan dengan dosis kompos ampas sagu 15 t ha-1 + pupuk hayati 10 ml L-1 (KS2) memberikan hasil tertinggi terhadap pertumbuhan tanaman Pakcoy. Pemberian bahan amelioran berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan (tinggi tanaman, jumlah daun, bobot basah dan Panjang akar) tanaman bayam, dimana perlakuan dengan dosis kompos ampas sagu 20 t ha-1 + pupuk hayati 15 ml L-1 (KS3) memberikan hasil tertinggi terhadap pertumbuhan tanaman Bayam. Hasil ini memberikan implikasi bahwa bahan amelioran yang digunakan dapat dijadikan sebagai alternatif dalam perbaikan kualitas lahan bekas tambang pasir.
ANALISIS KANDUNGAN C-ORGANIK DAN TOTAL MIKROB PADA BEBERAPA JENIS TANAH Jufri, Afifah Farida; Rahmi, Eka; Agustini, Rika Yayu; Rosalina, Febrianti
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Edisi APRIL
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4462

Abstract

The level of soil fertility is a crucial factor in the success of agricultural businesses because it is the main medium for growing crops. Soil fertility will continue to decrease if it is managed continuously without understanding the condition of the soil, so it is necessary to evaluate the condition of the soil before carrying out plant cultivation activities. One indicator of soil fertility is the organic matter content (C-Organic) and the total availability of soil microbes. This research aims to evaluate the organic matter (C-Organic) content and total microbes from different soil types and conditions. This research took place for 2 months at the Land Physical Resources Development Laboratory and the Soil Chemistry and Fertility Laboratory, Department of Soil Science and Land Resources, Faculty of Agriculture, Bogor Agricultural Institute. The soil samples used were taken from several locations, namely the Cikabayan IPB oil palm experimental plantation, IPB experimental rice fields, IPB rubber plantations and peat soil from Jambi. The research results show that the highest organic matter content was found in Jambi peat soil, but the highest total microbes and microbial activity were found in oil palm soil. The topsoil layer contains more C-Organic than sub-soil, and paddy soil contains the lowest C-Organic, total microbial and soil respiration. . Organic C content and total microbes are not the only ones that determine the level of respiration in soil, there are other factors such as temperature.Key-words: microbes, soil fertility, soil evaluation INTISARI Tingkat kesuburan tanah merupakan faktor krusial dalam keberhasilan usaha pertanian karena merupakan media utama dalam budidaya tanaman. Kesuburan tanah akan terus berkurang jika dikelola terus menerus tanpa memahami kondisi tanah, sehingga perlu melakukan evaluasi kondisi tanah sebelum melakukan kegiatan budidaya tanaman. Salah satu indikator kesuburan tanah adalah kandungan bahan organik (C-Organik) dan ketersediaan total mikrob tanah. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi kandungan bahan organik (C-Organik) dan total mikroba dari jenis dan kondisi tanah yang berbeda. Penelitian berlangsung selama 2 bulan di Laboratorium Pengembangan Sumberdaya Fisik Lahan dan Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah, Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Sampel tanah yang digunakan diambil dari beberapa lokasi yang diambil dari kebun percobaan kelapa sawit Cikabayan IPB, tanah sawah percobaaan IPB, kebun karet IPB dan tanah gambut dari Jambi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan bahan organik tertinggi terdapat pada tanah Gambut Jambi, namun total mikroba dan aktivitas mikroba tertinggi terdapat pada tanah kelapa sawit. lapisan tanah top soil mengandung lebih banyak C-Organik daripada sub soil, dan tanah sawah mengandung C-Organik, total mikroba dan respirasi tanah yang paling rendah. . Kandungan C-Organik dan total mikroba bukan satu-satunya yang menentukan tinggi rendahnya respirasi pada tanah, tetapi ada faktor lain seperti suhu.  Kata kunci: evaluasi tanah, kesuburan tanah, mikroba 
ISOLASI BAKTERI DARI TANAH SEBAGAI PENGHASIL SENYAWA ANTIMIKROB Sukmawati, Sukmawati; ROSALINA, FEBRIANTI
Biospecies Vol. 13 No. 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.87 KB) | DOI: 10.22437/biospecies.v13i1.8343

Abstract

Antibiotik adalah bahan obat yang sangat memegang peranan penting dalam menanggulangi penyakit infeksi. Senyawa antimikroba dapat diperoleh dari tumbuh-tumbuhan, dan mikroba. Senyawa antimikrob yang dihasilkan oleh mikroba memiliki keunggulan dibandingkan dengan antibiotik sintetik karena memiliki sifat yang lebih efektif, sebab targetnya spesifik serta toksisitasnya rendah. Tujuan dari penelitian yang telah dilakukan ialah untuk mengisolasi bakteri dari tanah yang mampu menghasilkan senyawa antimikrob, serta untuk menguji aktivitas penghambtannya terhadap pertumbuhan Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Metode yang telah digunakan dalam penelitian ini ialah isolasi, purifikasi, dan seleksi bakteri dari sampel tanah dengan metode uji penghambatan sedangkan bakteri Bacillus sp. Merupakan bakteri pembanding. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh terdapat 2 isolat yang berpotensi memiliki aktivitas antimikroba yaitu isolat 1 dan isolate 4. Isolat 1 lebih berpotensi menghambat E. coli dengan indeks hambat 4.0 mm dibandingkan dengan penghambatan S. aureus dengan indeks hambat 3.1 mm. Sedangkan isolat 4 lebih berpotensi menghambat S. aureus dengan indeks hambat 2.8 mm dibandingkan dengan penghambatan terhadap E. coli dengan indeks hambat 1.4 mm.
Pengaruh Perbedaan Dosis Nutrisi AB Mix Sistem Hidroponik Rakit Apung Terhadap Pertumbuhan Tanaman Selada (Lactuca Sativa L.) Tiljuir, Jesvina Natalia Dwipratiwi; Gafur, Muzna Ardin Abdul; Rosalina, Febrianti
Agriva Journal (Journal of Agriculture and Sylva) Vol. 1 No. 1 (2023): AGRIVA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/agriva.v1i1.2220

Abstract

Sistem hidroponik menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan produktivitas tanaman sayuran seperti selada dalam pemenuhan kebutuhan sayur bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk untuk melihat pengaruh pemberian nutrisi AB mix terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman Selada (Lactuca sativa L.) dengan menggunakan sistem rakit apung. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan. Adapun konsentrasi dosis perlakuan yang diberikan terdiri dari perlakuan K0 (kontrol), K1 (Dosis AB mix 2 ml/1 liter air), K2 (Dosis AB mix 2.7 ml/1 liter air), dan K3 (Dosis AB mix 3.4 ml/1 liter air). Analisis data menggunakan analisis varian (uji F) pada taraf kepercayaan α= 0.05. Bila pengujian tersebut terdapat perbedaan nyata maka dilanjutkan pengujian dengan uji BNJ (Beda Nyata Jujur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian nutrisi AB mix berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman selada karena pupuk AB mix memiliki unsur-unsur hara yang lengkap untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman selada. Dari hasil pengamatan dilapangan menunjukan pemberian dosis AB mix dengan dosis tertinggi yaitu 3.4 ml/1 liter air menghasilkan selada yang lebih baik dari segi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar dan berat segar.
Pemberdayaan Umkm Bahari Nusantara Melalui Pelatihan Abon Ikan Tuna Di Kampung Yeflio Sukmawati, Sukmawati; Ponisri, Ponisri; Rosalina, Febrianti; Darma, Darma; Murtiningrum, Murtiningrum; Mangallo, Bherta; Leba, Herlyn Winda Wie; Sulfiana, Sulfiana; Rumwokas, M Saleh; Suruan, Yermias; Durand, Anugerah Reindra Lamma; Antoh, Maikel
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/7xtgdq23

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat pesisir, khususnya kelompok UMKM Bahari Nusantara, dalam mengolah ikan tuna menjadi produk abon bernilai tambah, bergizi, tahan lama, serta berpotensi di pasarkan secara luas. Kegiatan diikuti oleh 16 peserta dan dilaksanakan melalui metode pelatihan, demonstrasi, serta evaluasi pre-test dan post-test sebagai indikator peningkatan pengetahuan. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan signifikan terhadap kemampuan peserta, dengan rata-rata peningkatan pengetahuan mencapai 89–91% setelah pelatihan. Peserta juga menunjukkan peningkatan keterampilan dalam teknik pengemasan produk yang higienis, menarik, dan sesuai standar pemasaran. Program ini tidak hanya berhasil mentransfer keterampilan teknis, tetapi juga diharapakan dapat menghidupkan kembali aktivitas kelompok UMKM agar mampu berproduksi secara mandiri dan berkelanjutan berbasis potensi sumber daya perikanan lokal. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat pesisir dan mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 1 (Tanpa Kemiskinan), 2 (Tanpa Kelaparan), dan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).