Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Students’ Grammatical Mistakes on the Use of Language Features in Composing Narrative Text Tahang, Heriyanti; A, Yuliana; Oratmangun, Emiliana; Syahira, Syahira; Shoheh, Shoheh
JLE: Journal of Literate of English Education Study Program Vol 5 No 1 (2024): Volume 5 Number 1 July 2024
Publisher : Universitas Islam Ahmad Dahlan (UIAD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/jle.v5i1.2945

Abstract

A narrative text with several grammatical and linguistic aspects is one of the texts learned in senior high school. In fact, according to the researcher's prior observation, students faced numerous challenges when attempting to write it, especially grammatical mistakes in using language features. This study aims to detect grammatical errors in the utilization of language elements in narrative texts produced by students, as well as to determine the underlying reasons contributing to these errors. The recent research employed a descriptive qualitative methodology. Eight of the eleventh-grade students studying Online Business and Marketing major in SMK Negeri 1 Kota Sorong have been selected as the participants in this research. Due to the COVID-19 pandemic situation which restricted social interactions, only those students than could be reached out to gather data. The data was derived from a writing exam and a semi-structured interview. Upon analyzing the student's writing, it was discovered that they made errors in utilizing the simple past tense and action verbs. Simultaneously, the interview data indicated that the causes contributing to grammatical errors in using language features in this study were limitations, lack of attention, and carelessness. This research finding implied that the teacher must identify the most effective technique to engage the student's attention and enable them to concentrate on acquiring language skills for future use in creating narrative texts.
Eksplorasi Pengaruh Media Sosial Terhadap Peningkatan Keterampilan Berbicara Bahasa Inggris di Kalangan Mahasiswa S1: Studi Kualitatif Syahira, Syahira; Wahab, Isnaeni; Tahang, Heriyanti
JURNAL PERSPEKTIF PENDIDIKAN Vol 18 No 2 (2024): Jurnal Perspektif Pendidikan
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpp.v18i2.3309

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh penggunaan media sosial terhadap peningkatan keterampilan berbicara Bahasa Inggris di kalangan mahasiswa program studi S1. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan fokus pada studi kasus. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis konten dari interaksi di media sosial yang terlibat dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial secara konsisten memberikan dampak positif terhadap kemampuan berbicara, terutama dalam hal pelafalan, kosa kata, dan kepercayaan diri. Faktor-faktor seperti frekuensi paparan, jenis konten yang dikonsumsi, dan keterlibatan aktif dalam praktik bahasa melalui komentar atau video interaktif menjadi penentu utama keberhasilan, hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pendidik dan mahasiswa dalam memanfaatkan media sosial sebagai alat pembelajaran Bahasa Inggris yang efektif.
Pendampingan Peningkatan Keterampilan Sapaan Bahasa Inggris Siswa Panti Asuhan melalui Pendekatan Interaktif Tahang, Heriyanti; Syifa Afia, Tsalisa; Hardianti, Rinda; Ihsan Febriadi
Abdimas: Papua Journal of Community Service Vol. 7 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Lembaga Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/pjcs.v7i1.4086

Abstract

Pendidikan bahasa Inggris di Papua, khususnya di Yayasan Putra Putri Al-Ikhlas, menghadapi tantangan dalam meningkatkan keterampilan berbicara Bahasa Inggris dasar siswa. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan adalah penguasaan sapaan dalam bahasa Inggris, baik yang formal maupun informal, yang sangat penting dalam interaksi sosial sehari-hari. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membantu siswa memahami penggunaan sapaan bahasa Inggris yang tepat serta meningkatkan keterampilan berbicara mereka melalui pendekatan interaktif. Pembelajaran dilakukan dalam empat pertemuan dengan metode yang melibatkan role-play dan diskusi kelompok, yang memungkinkan siswa untuk berlatih langsung dalam situasi sosial. Sebanyak enam siswa mengikuti kegiatan ini, dan pre-test dilakukan sebelum pembelajaran untuk mengukur pengetahuan awal siswa, sementara post-test dilakukan setelah kegiatan untuk mengevaluasi perkembangan pemahaman mereka. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa semua siswa mengalami peningkatan, dengan empat siswa (Kesya, Irmawati, Dian, dan Rosaim) memperoleh peningkatan skor yang signifikan, terutama dalam penggunaan sapaan yang tepat sesuai konteks. Meskipun demikian, beberapa siswa masih mengalami kesulitan dalam membedakan penggunaan sapaan formal dan informal. Penggunaan metode interaktif terbukti efektif dalam mendukung pembelajaran bahasa Inggris, dan diharapkan dapat diterapkan lebih lanjut untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa.
Penguatan literasi dan numerasi pada anak usia sekolah di kompleks bambu kuning Kota Sorong Trisnawati, Nika Fetria; Tahang, Heriyanti; Setyo, Arie Anang; Rusani, Irna; Mulyono
ALPATIH: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Alpatih Harapan Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70115/alpatih.v3i1.295

Abstract

Pengabdian masyarakat di Kelurahan Giwu Kompleks Bambu Kuning bertujuan untuk meningkatkan keterampilan literasi dan numerasi anak-anak di daerah tersebut. Berdasarkan hasil identifikasi, ditemukan bahwa banyak anak kesulitan dalam membaca dan memahami konsep dasar matematika. Program ini mengadopsi metode service learning dengan tahapan identifikasi kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan meliputi pembuatan mading edukatif, latihan soal, dan pembelajaran aktif yang melibatkan kolaborasi peserta didik. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan literasi dan numerasi, dengan skor pre-test meningkat dari 20% menjadi 90%. Masyarakat memberikan respons positif terhadap kegiatan ini, yang juga meningkatkan kesadaran orang tua akan pentingnya dukungan mereka terhadap pendidikan anak. Meskipun beberapa aspek perlu perbaikan, program ini berhasil memberikan dampak positif dan dapat dijadikan model untuk daerah lain yang menghadapi tantangan serupa.
Upaya Peningkatan Motivasi Belajar Bahasa Inggris Siswa melalui Penerapan Team Games Tournament Tahang, Heriyanti; Tri Westi Iriandini; Irna Rusani; Faida Musa’ad; Isnaeni Wahab
Abdimas: Papua Journal of Community Service Vol. 6 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Lembaga Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/pjcs.v6i2.3485

Abstract

Untuk meningkatkan semangat belajar bahasa Inggris siswa di kelas VIII SMP Negeri 1 Kota Sorong, kegiatan Pengabdian Masyarakat (PkM) ini akan mengadakan Team Games Turnament melalui permainan Kertas Estafet dan Pos Tantangan. Dengan menggunakan praktik langsung dengan siswa, ini menjadi pengalaman belajar bagi siswa. Mereka akan menerima pelajaran ini dalam ingatan dan pengalaman mereka. Melakukan wawancara dengan siswa untuk mendapatkan informasi tentang pengajaran dapat menghasilkan tanggapan yang positif dan dapat meningkatkan keinginan mereka untuk belajar bahasa Inggris lebih lanjut. Hasil tes lisan menunjukkan bahwa 80% siswa sangat senang dan termotivasi untuk belajar bahasa Inggris saat berpartisipasi dalam permanian, yang terdiri dari permainan estafet kertas dan tantangan. Hal ini menunjukkan bahwa siswa menyukai permainan yang disediakan. Permainan adalah salah satu metode pembelajaran alternatif yang dapat meningkatkan motivasi siswa untuk belajar bahasa Inggris. Oleh karena itu, guru dapat memilih permainan sebagai salah satu opsi mereka untuk mengajar siswa bahasa Inggris.
Pemberdayaan Literasi-Numerasi Siswa Sanggar Kulim Kedah dan Ar-Rahmah Penang Malaysia dengan Media Digital Sulistyanto, Hernawan; Djumadi, Djumadi; Narimo, Sabar; Prayitno, Harun Joko; Anif, Sofyan; Tahang, Heriyanti; Kusuma Budi, Anggun; Setyaningrum, Fadtma Alfita
Buletin KKN Pendidikan Vol. 5, No. 1, Juni 2023
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bkkndik.v5i1.22611

Abstract

Kemampuan literasi dan numerasi merupakan ketrampilan dasar kependidikan yang perlu dimiliki oleh siswa termasuk anak pekerja migran asal Indonesia di Malaysia. Paguyuban masyarakat Indonesia melalui Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) telah bekerja sama dengan pihak Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur membentuk sanggar-sanggar belajar (SB) yang sudah berjalan secara rutin dengan target para siswa dapat mengikuti “Kejar Paket”, diantaranya yakni SB Ar-Rahmah Penang dan SB Kulim Kedah. Sesuai hasil observasi, kemampuan literasi dan numerasi menjadi permasalahan utama pada siswa migran Indonesia di kedua SB tersebut. Sehingga tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PkM KI) ini yang terintegrasi dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ialah memberdayakan kemampuan literasi dan numerasi siswa dengan berbantuan media digital. Pendekatan yang digunakan yaitu Partisipatori Rural Appresial (PRA). Sasaran kegiatan yakni 36 siswa SB Ar-Rahmah Penang dan SB Kulim Kedah Malaysia. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode ceramah, demonstrasi, latihan, dan pendampingan. Hasil utama pengabdian ini yakni adanya peningkatan sebesar 83% pada kemampuan literasi dan 74% pada kemampuan numerasi. Berdasarkan hasil yang telah dicapai maka kegiatan PkM KI dan KKN ini amatlah penting sehingga pendampingan literasi dan numerasi akan terus dilakukan secara berkesinambungan setelah selesainya masa kegiatan ini melalui daring.
The Correlation between Pre-service EFL Teachers’ Extroversion and English Speaking Skills Tahang, Heriyanti; Mirino, Anthoneta; Taslim, Taslim; Wahab, Isnaeni; Aisyah, Sitti
Seltics Journal: Scope of English Language Teaching Literature and Linguistics Vol. 7 No. 2 (2024): Seltics Journal: Scope of English Language Teaching, Literature and Linguistics
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/seltics.v7i2.2498

Abstract

This study examines the relationship between extroversion and speaking proficiency among 27 pre-service English teachers at Universitas Muhammadiyah Sorong. Using a correlational research design, data were collected through the Revised-Short Form Eysenck Personality Questionnaire (EPQR-S) and a speaking skills test using a rubric by O'Malley (1996). The data were analysed using SPSS version 27 and Pearson product-moment correlation techniques. The results reveal an insignificant negative correlation (r = -0.108, p > 0.05) between extroversion and speaking skills, indicating no substantial link between these variables. Most students displayed moderate extroversion, but their speaking scores predominantly fell into the "enough" and "poor" categories. Highly extroverted students could have consistently achieved better speaking proficiency. Personalized teaching strategies are recommended to address students' diverse needs. Extroverted learners benefit from group discussions and collaborative projects, while introverted students perform better in quieter settings, such as one-on-one discussions or recorded tasks. These tailored approaches can enhance confidence and improve speaking skills across personality types. Further research is needed to explore other factors influencing pre-service teachers’ speaking skills.
How Language Competence and Anxiety Shape EFL Participation: Speaking Up or Staying Silent? Tahang, Heriyanti; Hastina, Sri; Ibrahim, Ibrahim; Herlinawati, Herlinawati; Asrifan, Andi
REiLA : Journal of Research and Innovation in Language Vol. 7 No. 1 (2025): REiLA : Journal of Research and Innovation in Language
Publisher : The Institute of Research and Community Service (LPPM) - Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/reila.v7i1.15416

Abstract

This research investigated students' participation patterns and the factors affecting them in non-skill lessons in EFL (English as a Foreign Language) lessons with discussion as the primary method. Understanding engagement in these lessons is crucial for enhancing classroom interaction and achieving learning objectives. A descriptive qualitative approach was employed, involving 34 fifth-semester students from an English Language Education program. Data were collected through twelve non-participation observations (examining participants' behaviour in different sessions based on Liu's theory) and a Guttmann scale questionnaire adapted from Hamouda assessing factors affecting participation. The observations revealed four participation patterns: marginal interaction (38.2%), silence observation (35.3%), conditional participation (18.7%), and full integration (11.8%). While the questionnaire identified language competence and psychological factors as two key factors influencing participation. The findings showed that students in full integration and conditional participation categories (30.5%) engaged more when having confidence in their vocabulary. In comparison, students in marginal interaction and silence observation categories (73.5%) were more hesitant due to concerns with grammar and a fear of making mistakes. Psychologically, full integration students were concerned with adverse outcomes, whereas those in marginal and silent categories struggled with shyness, low confidence, and uncertainty. This study contributes by exploring how linguistic and psychological factors shape participation, specifically in non-skill lessons in EFL. The findings suggest that teachers should foster supportive, low-pressure environments to encourage student engagement in addition to improving language competence. Curriculum designers can focus on activities that promote vocabulary development and confidence-building exercises to enhance participation in such lessons.
PEMBELAJARAN DARING SELAMA COVID-19: EVALUASI PENGALAMAN DAN TANTANGAN SISWA: ONLINE LEARNING DURING COVID-19: EVALUATION OF STUDENT EXPERIENCES AND CHALLENGES Muhammad Fathurrahman; Husain, Abdul Kadir; Tahang, Heriyanti; Ba'diah, Agus Salim
KAMBIK: Journal of Mathematics Education Vol. 1 No. 1 (2023): Volume 1 Number 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/jme.v1i1.2451

Abstract

Pendidikan daring atau online telah menjadi kebutuhan utama dalam pendidikan selama pandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan dan tantangan pembelajaran daring di SMA Muhammadiyah Al-Amin Kota Sorong, khususnya siswa kelas XII IPA. Melalui metode survei, penelitian ini mengungkap bahwa mayoritas responden memanfaatkan aplikasi WhatsApp dan EduMu dalam proses pembelajaran dan evaluasi. Meskipun begitu, tantangan utama adalah kualitas sinyal internet yang tidak stabil dan biaya kuota yang menjadi beban siswa. Selain itu, banyak siswa merasa kurang termotivasi dan jenuh dengan sistem pembelajaran daring. Meski demikian, pembelajaran daring memungkinkan fleksibilitas dalam waktu dan tempat, serta membuka peluang untuk mengenal berbagai aplikasi pembelajaran. Namun, kurangnya interaksi sosial dan kontrol siswa menjadi kekurangan yang signifikan. Penelitian ini menunjukkan pentingnya perbaikan infrastruktur dan metode dalam pembelajaran daring untuk meningkatkan kualitas pendidikan selama dan pasca-pandemi