Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Tingkat Keteraturan Bangunan Hunian Kelurahan Kampung Buyang Kota Makassar Andi Annisa Amalia; Siti Fuadillah
Journal of Green Complex Engineering Vol. 1 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v1i2.93

Abstract

Kampung Buyang merupakan lokasi kategori kumuh di Kota Makassar, kriteria kekumuhan yang menonjol adalah ketidakteraturan bangunan tempat tinggal. Tujuan Penelitian untuk menganalisis tingkat keteraturan bangunan hunian dari indikator pengaturan bentuk, besaran, peletakan, dan tampilan bangunan pada kawasan permukiman dan indikator pengaturan blok lingkungan, kapling, bangunan, ketinggian dan elevasi lantai, konsep identitas lingkungan, orientasi lingkungan dan wajah jalan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan observasi lapangan dengan Indikator keteraturan bangunan tempat tinggal meliputi terpenuhinya tata cara bangunan dalam rencana rinci tata ruang dan kode lingkungan bangunan. Hasil penelitian menunjukkan hanya ada dua bidang lingkungan skala bangunan yang memiliki keteraturan bangunan mencapai 100% seperti pada RT 002-RW001 dan RT001-RW002.Faktor-faktor seperti pengaturan blok lingkungan, peruntukan , struktur bangunan, material atap, dan ketinggian/elevasi lantai juga menjadi pertimbangan dalam analisis. Penelitian ini memberikan informasi tentang kondisi permukiman di Kelurahan Kampung Buyang, yang dapat menjadi dasar untuk pengembangan kebijakan perencanaan tata ruang dan pembangunan yang lebih efektif.
Identifikasi Aspek Perancangan Masjid Ramah Anak Berbasis Community Score Card Andi Asmuliany; Mutmainnah Sudirman; Andi Annisa Amalia
Journal of Green Complex Engineering Vol. 2 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v2i1.125

Abstract

ABSTRAKDesain masjid yang inklusif dan ramah anak berperan penting dalam mendukung perkembangan spiritual, sosial, dan emosional anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsep desain masjid ramah anak di Kota Makassar dengan menggunakan pendekatan berbasis Community Score Card (CSC). Pendekatan ini memungkinkan keterlibatan aktif masyarakat dalam perencanaan dan evaluasi desain, memastikan kebutuhan anak-anak terpenuhi dengan optimal. Metodologi penelitian mencakup analisis kombinasi kuantitatif dan kualitatif melalui observasi desain masjid, wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan, survei komunitas, dan studi kasus di dua masjid, yakni Masjid Cheng Ho dan Al-Markaz Al-Islami. Analisis data dilakukan untuk mengidentifikasi fasilitas ramah anak yang dibutuhkan, seperti ruang bermain, taman edukasi, dan perpustakaan mini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kedua masjid telah memiliki elemen desain ramah anak, seperti area salat khusus, fasilitas pendukung lain masih terbatas. Partisipasi masyarakat melalui CSC terbukti efektif dalam mengidentifikasi kebutuhan spesifik, meningkatkan rasa kepemilikan komunitas, dan menciptakan desain yang lebih inklusif. Temuan ini memperkuat urgensi untuk mengintegrasikan desain masjid ramah anak dalam perencanaan fasilitas publik. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan desain arsitektur Islam dan mendukung kebijakan perlindungan anak. Implikasi utama adalah perlunya pedoman desain ramah anak untuk memastikan masjid tidak hanya menjadi ruang ibadah, tetapi juga pusat edukasi dan interaksi sosial bagi anak-anak. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi implementasi di daerah pedesaan atau masjid dengan kapasitas terbatas. ABSTRACTMosques play a pivotal role not only as places of worship but also as centers for education and community development. However, their design often neglects the specific needs of children, limiting their potential as inclusive spaces for fostering spiritual, social, and emotional growth. This study aims to explore how community participation can enhance mosque designs to better serve children in urban areas like Makassar, Indonesia. Using a mixed-methods approach, the research integrates quantitative analysis of mosque facilities and qualitative insights from observations, interviews, and participatory methods like the Community Score Card (CSC). Two case studies, Masjid Cheng Ho and Al-Markaz Al-Islami, were analyzed to evaluate existing child-friendly elements and identify design gaps. The findings reveal that while some mosques provide basic child-friendly features, such as designated prayer areas, most lack vital facilities like playgrounds, educational spaces, and child-focused libraries. The CSC approach enabled direct community input, emphasizing the need for inclusive designs that balance the requirements of children and other mosque users. This participatory model fostered a sense of ownership among stakeholders and ensured relevance to local needs. This study contributes to Islamic architecture by providing practical guidelines for designing child-friendly mosques, with implications for policy and community-based planning. Future research should explore rural settings and assess the long-term impact of such designs on child development. Implementing these recommendations could transform mosques into vibrant spaces that nurture children’s holistic growth.
KAWASAN WISATA TANI DI KABUPATEN WAJO DENGAN PENEKANAN ARSITEKTUR ORGANIK Ibrahim Salam; Sahabuddin Latif; Andi Annisa Amalia; Andi Syahruyinita; Khilda Wildana Nur; Siti Fuadillah
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 1, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i3.8736

Abstract

Dilihat dari sektor perekonomian daerah Wajo, secara eksplisit dibidang pertanian yaitu padi sangat dominan dan hampir seluru kecamatan melakukan pekerjaan dibidang persawahan atau padi, sehingga memungkin kan untuk membangun kawasan wisata tani di Kabupaten Wajo. Oleh karena itu mendasain Kawasan wisata pertanian salah satu upaya yang dapat membantu masyarakat dalam melakukan pertumbuhan daerah yang dapat menghasilkan keuntungan dalam sector pertanian maupun ekonomi untuk masyarakat sekitar dan memberikan edukasi ke pada masyarakat bahwa pertanian tidak harus selalu berada dibawa paparan sinar matahari. Untuk mendapatkan konsep yang ideal, maka dilakukan survei lokasi dan studi literatur tentang Wisata Tani dengan konsep arsitektur organik atau studi kasus dengan bangunan sejenis di beberapa tempat. Hasil desain telah dilaksanakan dengan menghasilkan gambar desain dengan luas kurang lebih 8 ha, menerapkan konsep arsitektur organik yang dapat menampilkan aplikasi modern dan tradisional. Wisata tani ini memiliki beberapa fasilitas penunjang diantaranya resto, kafe, penginapan/villa, rumah pembibitan, rumah pengembang biakan, dan masjid. Dengan adanya bangunan ini, maka kebutuhan sarana para wisatawan di Kawasan terpenuhi.
Perancangan Futsal Center di Makassar dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Kontemporer Rahmat Sopianto; Sahabuddin Latif; Nurhikmah Paddiyatu; Andi Syahriyunita; Andi Annisa Amalia; Siti Fuadillah
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i2.8750

Abstract

Futsal Center Makassar muncul sebagai jawaban atas beberapa masalah yang ada dalam dunia futsal di Makassar. Permasalahannya dilihat dari banyaknya turnamen yang dapat menarik minat masyarakat pada olahraga ini tidak didukung oleh klasifikasi gedung olahraga tertutup di Sulawesi Selatan, khususnya di kota Makassar sebagai ibu kota provinsi. Fasilitas yang sudah ada tidak dapat menampung penonton yang melimpah saat diselenggarakannya pertandingan berskala regional, nasional dan bahkan internasional. Metode arsitektur yang digunakan dalam menjawab permasalahan tersebut adalah metode programming arsitektural dengan mengacu pada standarisasi ruang bangunan pada gedung olahraga yang meliputi ruang-ruang yang harus tersedia pada gedung olahraga beserta standar minimal ukuran ruangan. Pendekatan konsep Arsitekur Kontemporer juga digunakan untuk menarik perhatian masyarakat terhadap perancangan lapangan futsal berstandar internasional dan sekaligus pusat olahraga futsal di Makassar.Futsal Center Makassar muncul sebagai jawaban atas beberapa masalah yang ada dalam dunia futsal di Makassar. Permasalahannya dilihat dari banyaknya turnamen yang dapat menarik minat masyarakat pada olahraga ini tidak didukung oleh klasifikasi gedung olahraga tertutup di Sulawesi Selatan, khususnya di kota Makassar sebagai ibu kota provinsi. Fasilitas yang sudah ada tidak dapat menampung penonton yang melimpah saat diselenggarakannya pertandingan berskala regional, nasional dan bahkan internasional. Metode arsitektur yang digunakan dalam menjawab permasalahan tersebut adalah metode programming arsitektural dengan mengacu pada standarisasi ruang bangunan pada gedung olahraga yang meliputi ruang-ruang yang harus tersedia pada gedung olahraga beserta standar minimal ukuran ruangan. Pendekatan konsep Arsitekur Kontemporer juga digunakan untuk menarik perhatian masyarakat terhadap perancangan lapangan futsal berstandar internasional dan sekaligus pusat olahraga futsal di Makassar.
Perancangan Pusat Penelitian Sains dan Teknologi Bidang Arsitektur dengan Konsep Arsitektur Futuristik Suriyanti Anti; Sahabuddin Latif; Wiwik Wahidah Osman; Andi Yusri; Andi Annisa Amalia; Rasmawarni Rasmawarni
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 2, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i3.10212

Abstract

Perkembangan pada dunia riset untuk menciptakan inovasi bidang sains dan teknologi di bidang arsitektur semakin berkembang. Oleh karena itu dibutuhkan sarana prasarana penunjang. Tulisan ini bertujuan untuk memuat konsep perancangan pusat penelitian sains dan teknologi bidang arsitektur dengan konsep arsitektur futuristik. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu pengumpulan data primer, sekunder, analisis dan sintesis serta skema perancangan berdasarkan studi literature. Hasil perancangan pusat penelitian ini mencakup konsep analisis tapak, aktivitas pengguna, kebutuhan ruang, luas ruang, konsep penataan kawasan, konsep bentuk bangunan, dan dilanjutkan dengan gambar perancangan   master plan, denah, tampak, potongan, rencana struktur, detail struktur, rencana arsitektur, detail arsitektur, rencana mekanikal elektrikal plumbing, gambar tiga dimensi dan animasi sehingga dapat menjadi acuan dan referensi yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan perancangan sesuai dengan tujuan perancangan pusat penelitian sains dan teknologi bidang arsitektur.
Perancangan Stasiun Kereta Api Bacokiki Barat Dengan Pendekatan Arsitektur Furistik Di Kota Pare-Pare Abd Muis Ahmad; Mursyid Mustafa; Andi Annisa Amalia; Salmiah Zainuddin; Andi Syahriyunita; Muhammad Syarif
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i2.8927

Abstract

Perancangan stasiun kereta api bacukiki barat dengan pendekatan arsitektur futuristik di kota pare-pare Merupkan perkeretaapian stasiun tempat kereta api berangkat dan berhenti untuk melayani naik dan turunnya penumpang dan/atau untuk keperluan operasi kereta api, tempat di mana penumpang dapat naik-turun dalam memakai sarana transportasi kereta api, sebagai tempat kereta api berangkat, mengangkut penumpang (manusia atau bias juga hewan) dan barang, serta tempat kereta api bersilang, menyusul atau disusul. Berlatar belakang Making Indonesia 4.0 mendorong kemajuan dan kemudahan berbagai sektor usaha termasuk kemajuan dan perkembangan bidang transportasi yang menjadi kebutuhan penting masyarakat dalam menunjang aktivitasnya. Dari beragam jenis moda transportasi, kereta api merupakan salah satu moda transportasi darat yang efisien serta ekonomis. Dengan meningkatnya kebutuhan akan jasa transportasi darat, maka pemenuhan akan fasilitas-fasilitas pendukung, seperti jalur kereta api, fasilitas stasiun yang memadai serta pelayanan yang baik. Pengembangan jalur kereta api Trans Sulawesi beserta fasilitas-fasilitas yang memadai khususnya di Kota Parepare dimaksudkan karena kota pare-pare merupakan salah satu dari banyaknya kota di Indonesia yang pertumbuhannya cukup signifikan. Dengan konsep Futuristik yang mengarah atau menuju ke masa depan, dengan ciri-ciri arsitektur futuristik yaitu bentuk yang unik, memanfaatkan teknologi, pencahayaan yang futuristik, pemilihan warna, menggunakan dekorasi yang unik, serta mengutamakan prinsip minimalis.
Perancangan Apartemen Dengan Tema bioclimatic Design di Kota Makassar Heri Hermawan Rahman; Rasmawarni Rasmawarni; Andi Yusri; Muhammad Syarif; Andi Annisa Amalia; Siti Fuadillah
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i1.8816

Abstract

Saat ini kebutuhan perumahan terus mengalami peningkatan, mengingat perumahan merupakan kebutuhan primer manusia, khususnya pada daerah perkotaan. maka dari itu beberapa alternatif solusi dapat diambil salah satunya adalah membangun perumahan vertikal. Apartemen adalah tempat tinggal suatu bangunan bertingkat yang lengkap dengan ruang duduk, kamar tidur, dapur, ruang makan, jamban, dan kamar mandi yang terletak pada satu lantai, bangunan bertingkat yang terbagi atas beberapa tempat tinggal (Wicaksono, dkk 2020). Arsitektur Bioklimatik adalah suatu pendekatan yang mengarahkan arsitek untuk mendapatkan penyelesaian desain dengan memperhatikan hubungan antara bentuk arsitektur dengan lingkungannya iklim daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah bangunan Apartemen dengan konsep Bioclimatic Design yang mampu memberikan kenyamanan bagi penghuninya sesuai dengan konsep Bioclimatic Design . Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode observasi dan perancangan. Hasil penelitian ini adalah Perancangan apartemen dengan pendekatan arsitektur bioklimatik di makassar yang berlokasi di Jl. Metro Tanjung Bunga di kec. Tamalate kota makassar memiliki luas lahan sebesar 7 ha dengan total besaraan ruang sebesar 31.200 m 2 . pada podium lantai 1 difungsikan sebagai area publik seperti atrium, coffee shop, supermarket, dan kantor pengelola. Podium lantai 2 difungsikan sebagai area semipublik yaitu sekolah, gym center , musholla dan restoran. Podium lantai 3 difungsikan sebagai area privat yaitu kolam renang yang hanya bisa di akses oleh penghuni apartemen. Bentuk bangunan yang di buat untuk menyesuaikan dengan iklim sekitar tapak dan sesuai dengan tema perancangan yaitu arsitektur bioklimatik.
Perancangan Pusat Kerajinan Tenun Sutera dengan Konsep Arsitektur Metafora di Kabupaten Wajo Sulfika Safitri; Siti Fuadillah; Andi Annisa Amalia; Muhammad Syarif; Nurhikmah Paddayatu; Rohana Rohana
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i1.7304

Abstract

Pusat kerajinan tenun sutera adalah tempat pemusatan suatu kegiatan keterampilan tangan yaitu kegiatan yang berkaitan dengan barang yang dihasilkan melalui keterampilan yang berbahan baku kepompong dalam pembuatan sutera. Kain tenun sutera menjadi kebanggaan masyarakat Bugis yang dahulu hanya bisa digunakan oleh kalangan bangsawan. Namun seiring waktu semakinmodern, kini kain sutera dapat digunakan oleh semua kalangan. Rancangan pusat kerajinan tenun sutera ini dimaksudkan sebagai wadah untuk mengembangkan keahlian masyarakat sengkang, memamerkan dan memasarkan kain tenun sutera. Perancangan Pusat Kerajinan Tenun Sutera Dengan Konsep Arsitektur Metafora Di KabupatenWajo, tepatnya di Jl. Budi Utomo.Konsep Arsitektur Metafora merupakan sebuah kiasan atau ungkapan bentuk yang mewujudkan dalam bangunan dengan harapan akan menimbulkan tanggapan dari orang yang menikmati atau memakai karyanya. Hasil perancangan Pusat Kerajinan Tenun Sutera ini mencakup konsep analisis tapak dengan luas 5 ha. Penelitian ini menyimpulkan untuk menciptakan desain yang unik dan menarik melalui konsep arsitektur metafora dalam pengolahan bentuk bangunan, sehinggadengan begitu pengunjung dapat merasakan kesan khas dari Bugis Wajo.
Perancangan Museum Angkut Sebagai Pusat Rekreasi Pariwisata dengan Pendekatan Arsitektur Futuristik di Kota Makassar Intan Batari Saputri; Ashari Abdullah; Siti Fuadillah; Rasmawarni Rasmawarni; Andi Annisa Amalia; Andi Syahriyunita Syahruddin
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i1.7308

Abstract

Museum adalah sebuah lembaga yang berfungsi untuk mengumpulkan, merawat, melestarikan dan memamerkan untuk tujuan, pendidikan dan hiburan yang terbuka untuk umum. Di Indonesia alat transportasi mengalami transformasi, khususnya transportasi darat, baik dari segi bentuk, fungsi, hingga efisiensi waktu. Pada saat ini banyak alat transportasi lokal yang tersingkirkan akibat perkembangan teknologi. Museum transportasi menjadi pilihan yang tepat untuk mewadahi warisan sejarah bangsa, khususnya bidang transportasi. Rancangan museum ini dimaksudkan sebagai wadah untuk mengumpulkan, memelihara, meneliti, memamerkan bukti sejarah dan perkembangan transportasi, serta peranannya dalam perkembangan zaman. Hasil perancangan ini mencakup beberapa hal, diantaranya analisis tapak, konsep bentuk bangunan, kebutuhan ruang, aktivitas pengguna, konsep futuristic dan dilanjutkan dengan perancangan master plan, site plan, denah, tampak, potongan, rencana struktur, rencana arsitektur, detal-detail 3 dimensi dan animasi. Pada perancangan ini akan menggunakan konsep pendekatan arsitektur futuristik yang merupakan suatu paham yang mengarah ke masa depan dengan kebebasan mengungkapkan atau mengekspresikan ide gagasan kedalam suatu bentuk tampilan yang tidak biasa, kreatif dan inovatif. Futuristik sejalan dengan perkembangan teknologi, dengan semakin maju teknologi yang diciptakan manusia, maka keberadaan futuristik akan semakin berkembang.Dengan adanya museum angkut dengan konsep arsitektur futuristik ini, museum ini akan menciptakan sebuah desain elegan dan berkelas untuk merawat kendaraan-kendaraan klasik serta dapat pula menarik minat para wisatawan untuk kembali mengujungi museum
Penataan Kampung Nelayan Barombong dengan Pendekatan Green Architecture Muh. Arif; Rosady Mulyadi; Andi Annisa Amalia; Citra Amalia Amal; Khilda Wildana Nur; Sahabuddin Latif
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i2.8824

Abstract

Penataan Kampung Nelayan Barombong Kota Makassar merupakan bentuk dalam memenuhi prinsip-prinsip layak huni sesuai dengan UndangUndang No. 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Permukiman bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat, yang merupakan kebutuhan dasar manusia, dan yang mempunyai peran yang sangat strategis dalam pembentukan watak serta kepribadian bangsa sebagai salah satu upaya membangun manusia Indonesia seutuhnya, berjati diri, mandiri, dan produktif.. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mewujudkan permukiman ramah lingkungan dengan meningkatkan efisiensi pemakaian energi, air dan pemakaian bahan-bahan yang mereduksi dampak bangunan terhadap lingkungan dan kesehatan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode observasi dan perancangan. Hasil penelitian ini adalah penataan kampong nelayan barombong dengan konsep green architecture. Hunian pada Kawasan Kampung Nelayan Barombong ini terdapat tiga tipe yaitu tipe besar, sedang dan kecil. Hunian ini menggunakan material berkelanjutan dan sistem struktur kayu dan beton. Untuk utilitas bangunan ini sendiri yaitu pemberian jalur air bersih dan listrik yang akan di alirkan ke tiap hunian.
Co-Authors A. Amin, Siti Fuadillah Abd Muis Ahmad Abdillah S Abdullah, Ashari Ahmad Sarwadi, Ahmad Ahmad, Abd Muis Aisyah Ayu Andira Alkatiri Aldi, Muhammad Amal, Citra Amalia Amir, Muh. Adjie Syahriansyah Andi Asmuliany Andi Asmuliany Andi Luhur Prianto Andi Syahriyunita Andi Syahriyunita Syahruddin Andi Syahruyinita andi Yusri Anti, Suriyanti Ashari Abdullah Baharuddin, Hasniar Hamid, Hamzah Hamrun Heri Hermawan Rahman Ibrahim Salam Idrus, Irnawaty Ihyani Malik Ikaputra Ikaputra Intan Batari Saputri Irma Rahayu Ismail Ibrahim Izharul Haq Khilda Wildana Nur KhildaWildanaNur khilda wildana M muhajerin Muh. Arif Muh. Arif muhajerin, M Muhammad Aldi Muhammad Aldi, Muhammad Muhammad Sani Roychansyah Muhammad Syarif Muhammad Syarif, Muhammad Mursyid Mustafa Mustafa, Mursyid Mutmainnah Mutmainnah Mutmainnah Sudirman Nur Indah Rokhana NUR, KHILDA WILDANA Nur, Khilda Wildana Nurawal, Muhammad Alfacmy Nurhikmah Paddayatu Nurhikmah Paddiyatu Paddayatu, Nurhikmah Paddiyatu, Nurhikmah Rahman, Heri Hermawan Rahmat Sopianto Rapi, Adam Rasmawarni Rasmawarni Rasmawarni, Rasmawarni Rifaldi Rifaldi, Rifaldi Rohana Rohana ROHANA ROHANA Rokhana, Nur Indah Rosady Mulyadi Rosady Mulyadi Safitri, Sulfika Sahabuddin Latif Salam, Ibrahim Salmiah Zainuddin Salsabila, Unik Hanifah Saputri, Intan Batari Sawerigading, Andi Adam Sopianto, Rahmat Sri Andayaningsih Sri Wahyuni Sulfika Safitri Suriyanti Anti Syahriyunita Syahruddin Syahriyunita, Andi Syahruddin, A. Syahriyunita Syahruddin, Andi Syahriyunita Syahruddin, Syahriyunita Syahruyinita, Andi Syaiful Anwar Umar, Fitrawan Wahyu, Farhanah wildana, KhildaWildanaNur khilda Wiwik Wahidah Osman Wiwik Wahidah Osman Yusri, Andi Zainuddin, Salmiah Zaldi Rusnaedy