Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT

SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT LUPUS DENGAN MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR Thofik Hidayat; Hanifah Nur Nasution; Sari Wahyuni Rozi Nasution; Rahmad Fauzi
Jurnal Education and Development Vol 7 No 3 (2019): Vol.7.No.3.2019
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1384.368 KB) | DOI: 10.37081/ed.v7i3.1201

Abstract

Penyakit lupus ialah merupakan suatu jenis penyakit daya tahan organ tubuh, atau penyakit auto imun yang akan menyerang sebagian organ tubuh. Diagnosa awal oleh medis penyakit lupus dapat membantu para pasien berguna mengantisipasi penyakit lainnya yang lebih parah. Suatu Sistem pakar yang akan dapat diterjemahkan berupa sistem berbasis komputerisasi yang akan menggunakan pengetahuan,berbagai fakta, dan teknik cara penalaran dalam memecahkan suatu masalah yang hanya akan dipecahkan oleh seorang pakar ahli dalam bidang itu sendiri.Penggunaan Aplikasi sistem pakar dapat membantu dalam mendiagnosa awal penyakit lupus. Faktor kepastian (Certainty Factor) yang diusulkan oleh Shortliffe dan Buchanan pada tahun 1975 untuk mengakomadasi ketidakpastian pemikiran (inexact reasoning) seorang pakar. Certainty Factor (CF) menunjukkan ukuran kepastian terhadap suatu fakta atau aturan. penerapan metode ini ke dalam sistem pakar diharapkan mampu memberikan solusi praktis untuk mendiagnosa penyakit lupus secara dini.
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN BARANG ELEKTRONIK BERBASIS WEB Hanifah Nur Nasution; Efendi Rambe; Thofik Hidayat
Jurnal Education and Development Vol 6 No 3 (2017): Vol.6. No. 3. Agustus 2017
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.778 KB)

Abstract

Seiring dengan perkembangan yang begitu pesatnya perancangan sistem berbasis tekhnologi saat ini, hal ini memungkinkan Sistem yang dibangun ini dapat mempermudah dalam proses pendataan barang masuk dan keluar yang sudah tersistem sehingga lebih mudah dalam pencarian data yang diperlukan dan dengan adanya sistem inventory ini dapat mengurangi penumpukan kertas. Untuk proses pemesanan barang yang dilakukan oleh pelanggan bisa dilakukan secara online melalui website yang telah disediakan dengan cara pelanggan harus mendaftar terlebih dahulu untuk bisa memesan barang. Setelah terdaftar pelanggan bisa memesan barang dan kemudian melakukan konfirmasi pembayaran melalui nomor rekening yang tertera di website agar barang bisa segera dikirim ke alamat tujuanpelanggan.Sistem informasi inventory yang dibangun dapat mendata transaksi pesanan, pengiriman, barang masuk dan keluar dan transaksi pembayaran yang sudah terkomputerisasi dan dengan adanya laporan dan grafik sehingga dapat mengertahui dan memberikan informasi yang cepat, tepat dan akurat setiap harinya
SISTEM PENGENALAN BIJI KOPI ARABIKA,ROBUSTA, LIBERIKA, DAN EKSALSA MENGUNAKAN METODE S YULEQ Hanifah Nur Nasution; Rahmad Fauzi; Thofik Hidayat
Jurnal Education and Development Vol 10 No 1 (2022): Vol.10. No.1 2022
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.867 KB)

Abstract

Hasil penelitianinidiharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan untuk pengembangan sistem pakar Pertanian dan salah satu referensi dalam hal pengenalan biji kopi pilihan dari citra statis (still image) yang nantinya dapat dikembangkan lebih lanjut oleh mahasiswa, dosen atau bagi yang berminat pada pengenalan pola (pattern recognition)khususnya Biji kopi.Dalam karya ini, biji kopi dari empat lokasi yang dipilih (Arabika, Robusta, liberikadan Eksalsa) yang obyektif diklasifikasikan berdasarkan asal mereka dengan menggunakan analisis citra. Dengan demikian, 40 snapshot dari biji kopi yang ditemukan dari setiap lokasi diambil untuk diproses lebih lanjut. Secara keseluruhan 160 gambar ditangkap mewakili empat asal Gayo lokasi tumbuh kopi. Enam morfologi, 11 warna dan 12 fitur tekstur, sama sekali 29 fitur utama, dipilih untuk tujuan klasifikasi. Fitur-fitur ini ditunjuk dalam empat setup klasifikasi yaitu warna, morfologi, tekstur dan kombinasi warna dan morfologi. Dalam semua setup klasifikasi dirancang 70% (56 kasus) yang digunakan untuk pelatihan, 25% (20 kasus) yang digunakan untuk pengujian dan 5% (4 kasus) yang digunakan untuk validasi. Klasifikasi menggunakan warna, morfologi, tekstur dan kombinasi fitur morfologi dan warna yang 95%, 100%, 87,5% dan 100%, masing-masing.Berdasarkan temuan penelitian ini, adalah mungkin untuk menyimpulkan bahwa kopi Ethiopia tumbuh di berbagai bagian negara itu dapat diklasifikasikan berdasarkan asal Gayo mereka dengan menggunakan analisis citra. Dari total tes, morfologi dan kombinasi morfologi.
PENGARUH MODUL FISIKA BERBANTU VIRTUAL LAB PHET DENGAN MODEL PBL UNTUK MENINGKATKAN KPS SISWA Rozi Nasution, Sari Wahyuni; Siregar, Dwi Aninditya; Sari, Lia Purnama; Nur Nasution., Hanifah; Hidayat, Thofik; Zainy, Ahmad; Nasution, Unita Sukma Zuliani; Soraya, Reti
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 2 Mei 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v13i1.7243

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran penggunaan modul fisika materi getaran harmonik berbantu virtual lab PhET dengan model PBL, mengetahui bagaimana kemampuan keterampilan proses sains siswa dalam penggunaan modul fisika materi getaran harmonik berbantu virtual lab PhET dengan model PBL,mengetahui apakah terdapat pengaruh penggunaan modul fisika materi getaran harmonik berbantu virtual lab PhET dengan model PBL untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode eksperimen. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Angkola Selatan yang beralamat di Jl.Marpinggan Kel Napa, Kec Angkola Selatan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA yaitu dengan jumlah 68 orang. Adapun metode pengambilan sampel yang digunakan penelitian adalah Teknik Non Probability Sampling yaitu Purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang dilakukan wawancara angket, tes, observasi dan dokumentasi. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data yaitu menggunakan analisis deskriptif dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai diperoleh data melalui uji paired sample test nilai signifikansi 0,00 < 0,005 menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan, maka hipotesis yang peneliti ajukan diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan modul fisika materi getaran harmonik berbantu virtual lab PhET dengan model PBL untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa SMA Negeri 1 Angkola Selatan.
PENERAPAN ALAT PERAGA FISIKA BERBASIS IoT UNTUK PRAKTIKUM FISIKA DASAR Rozi Nasution, Sari Wahyuni; Hidayat, Thofik; Sari, Lia Purnama; Nasution, Hanifah Nur; Siregar, Dwi Aninditya; Fauzi, Rahmad; Nasution, Unita Sukma Zuliani; Zainy, Ahmad
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7609

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan alat peraga fisika berbasis Internet of Things (IoT) dalam mendukung kegiatan praktikum Fisika Dasar. Keterbatasan alat laboratorium dan rendahnya interaktivitas dalam proses pembelajaran sering menjadi hambatan bagi mahasiswa dalam memahami konsep fisika secara mendalam. Melalui integrasi IoT, alat peraga dikembangkan agar mampu menyajikan data eksperimen secara real-time dan dapat diakses melalui perangkat digital. Metode penelitian menggunakan pendekatan research and development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Hasil uji coba menunjukkan bahwa alat peraga IoT mampu meningkatkan efektivitas praktikum, memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif, serta mempermudah dosen dalam monitoring aktivitas mahasiswa. Dengan demikian, penerapan alat peraga berbasis IoT dapat menjadi solusi inovatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Fisika Dasar.