Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal Ilmiah Ecosystem

Analisis Pemeliharaan Jalan Pada Ruas Jalan Andi Tenriadjeng Kecamatan Wara Timur Kota Palopo Zalsabila, Alvira; Indrajaya, Indrajaya; Fathussalam B., Andi; Muarif, Muarif; Arnold, Irwan
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 25 No. 1 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 1, Januari - April Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v25i1.5785

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kerusakan permukaan jalan dan menganalisis jenis pemeliharaan pada Jalan Andi Tenriadjeng Kecamatan Wara Timur Kota Palopo dengan menggunakan metode Surface Distress Index (SDI). Penelitian menggunakan metode kuantitatif, hasil penelitian menunjukkan bahwa Jenis kerusakan yang ada pada Ruas Jalan Andi Tenriadjeng Kecamatan Wara Timur Kota Palopo STA 0+000 sampai dengan STA 1+000 adalah kerusakan bekas roda kendaraan, retak pinngir, retak kulit buaya, retak memanjang, dan lubang. Hasil analisis tingkat kerusakan pada Jalan Andi Tenriadjeng Kecamatan Wara Timur Kota Palopo menunjukkan bahwa nilai metode Surface Distress Index (SDI) memiliki nilai rata-rata sebesar 13,75 yang masuk dalam klasifikasi baik, tindakan penanganan berdasarkan jenis dan tingkat kerusakan yang terjadi pada Ruas Jalan Andi Tenriadjeng Kecamatan Wara Timur Kota Palopo menurut metode Surface Distress Index (SDI) adalah dilakukan pemeliharaan rutin untuk semua STA. The purpose of this study was to determine the level of road surface damage and to determine the type of maintenance on Jalan Andi Tenriadjeng, Wara Timur District, Palopo City using the SDI method. The study used a quantitative method, the results of the study showed that the types of damage on Jalan Andi Tenriadjeng, Wara Timur District, Palopo City STA 0+000 to STA 1+000 were vehicle wheel marks, edge cracks, crocodile skin cracks, longitudinal cracks, and holes. The results of the analysis of the level of damage on Jalan Andi Tenriadjeng, Wara Timur District, Palopo City showed that the Surface Distress Index (SDI) method had an average value of 13.75 which was classified as good, handling actions based on the type and level of damage that occurred on Jalan Andi Tenriadjeng, Wara Timur District, Palopo City according to the Surface Distress Index (SDI) method were routine maintenance for all STAs.
Perbandingan Tingkat Kerusakan Jalan Dengan Metode Road Condition Index (RCI) dan Pavement Condition Index (PCI) Habibah, Shofya; Indrajaya, Indrajaya; Sudirman, Sudirman; Muarif, Muarif
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 25 No. 1 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 1, Januari - April Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v25i1.5915

Abstract

Bagaimana penanganan kondisi kerusakan jalan pada ruas Jalan Hos Cokroaminoto, Kecamatan Masamba. Metode yang digunakan oleh peneliti yaitu jenis penelitian kuantitatif. Berdasarkan hasil perhitungan di dapat nilai Pavement Condition Index (PCI) untuk ruas Jalan Hos Cokroaminoto, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara dalam penelitian ini adalah 70. Dari nilai PCI tersebut maka ruas jalan ini termasuk dalam Klasifikasi sedang (Fair). Tingkat kenyamanan dan kerataan (RCI) pada ruas Jalan Hos Cokroaminoto, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara dapat di kategorikan cukup dilihat dari RCI maksimum sebesar 6 dengan kondisi baik (good) sedangkan RCI minimum sebesar 5 dengan kondisi sedang (fair). Berdasarkan hasil yang di dapatkan dari kedua metode yang digunakan pada ruas Jalan Hos Cokroaminoto, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara penanganan yang dapat dilakukan untuk metode PCI dengan nilai 56,09 klasifikasi Baik (Good) yaitu penanganan rehabilitasi, sedangkan untuk metode RCI dengan nilai 3,85 dan kondisi visualnya rusak/bergelombang banyak lubang yaitu pemeliharaan berkala. How to handle road damage conditions on Jalan Hos Cokroaminoto, Masamba District. The method used by the researcher is a quantitative research type. Based on the calculation results, the Pavement Condition Index (PCI) value for Jalan Hos Cokroaminoto, Masamba District, North Luwu Regency in this study was 70. From the PCI value, this road section is included in the Fair Classification. The level of comfort and flatness (RCI) on Jalan Hos Cokroaminoto, Masamba District, North Luwu Regency can be categorized as sufficient, seen from the maximum RCI of 6 with good conditions while the minimum RCI is 5 with fair conditions. Based on the results obtained from the two methods used on the Hos Cokroaminoto Road section, Masamba District, North Luwu Regency, the handling that can be done for the PCI method with a value of 56.09 in the good classification is rehabilitation handling, while for the RCI method with a value of 3.85 and the visual condition is damaged/wavy with many holes, namely periodic maintenance.
Model Survey Dan Analisis Penanganan Presevasi Jembatan Sungai Sampeang Kecamatan Bajo Barat Gafur, Abdul; Indrajaya, Indrajaya; Sudirman, Sudirman; Arnol, Irwan; Muarif, Muarif
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 25 No. 2 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 2, Mei - Agustus Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v25i2.6712

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui nilai kondisi pada jembatan dan menentukan indikasi penaganan preervasi yang akan di lakukan pada jembatan Sungai Sampeang. Adapun jenis penelitian yang di lakukan adalah kuantitatif dengan metode Brigh Manajemen Sistem (BMS), yaitu motode survey yang di gunakan untuk memperoleh atau mengumpulkan data informasi tentang populasi yang besar menggunakan sample yang relatif lebih kecil, atau metode dengan observasi lapangan dengan mengamati kondisi fisik jembatan, melakukan koesioner dan identifikasi kepada komponen jembatan dan analisi kondisi padan elemen maupun komponen utama jembatan. Adapun milai kondisi pada jembatan sungai sanpeang yang berada di Desa Sampeang Kecamatan Bajo Barat yakni nilai kondisi 3. Adapun indikasi penanganan yang di lakukan yakni Rehabilitasi. The purpose of this study is to determine the condition value of the bridge and determine the indications for preservation handling that will be carried out on the Sampang River Bridge. The type of research conducted is quantitative with the Bridge Management System (BMS) method, namely the survey method used to obtain or collect information data about a large population using a relatively smaller sample, or a method with field observation by observing the physical condition of the bridge, conducting questionnaires and identification of bridge components and analysis of the condition of the elements and main components of the bridge. The condition value of the Sampeang River Bridge in Sampeang Village, West Bajo District is 3. The indication for handling is rehabilitation.
Analisis Efektivitas Jaringan Irigasi Sekunder Bosso D.I Makawa Kelurahan Bosso, Kecamatan Walenrang Utara, Kabupaten Luwu Hidayanti, Hidayanti; Syaifullah, Syaifullah; Muarif, Muarif
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 25 No. 2 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 2, Mei - Agustus Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v25i2.7048

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting saluran, efisiensi penggunaan air, dan volume sedimentasi pada Sekunder Bosso D.I. Makawa, Kelurahan Bosso, Kecamatan Walenrang Utara. Penelitian ini menggunakan metode campuran, yakni pendekatan kuantitatif untuk menganalisis data secara objektif dan kualitatif untuk menggali makna secara mendalam dari data yang bersifat subjektif. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran BMK.KI.2 ke BSS.1 mengalami kerusakan serius dan efisiensi rendah (31%) akibat keretakan, kebocoran, dan sedimentasi, sehingga menyebabkan kehilangan air hingga 64%. Sebaliknya, saluran BMK.KI.2 ke BBA.1 memiliki kondisi fisik lebih baik dengan efisiensi 72%, meskipun masih jauh dari standar 90%. Debit air yang masuk ke kedua saluran jauh melebihi kebutuhan, namun buruknya kondisi fisik dan kurangnya pemeliharaan menyebabkan distribusi air ke sawah tidak optimal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah saluran BMK.KI.2 ke BSS.1 memiliki kondisi fisik yang rusak berat dan efisiensi yang sangat rendah (31%), sedangkan saluran ke BBA.1 berada dalam kondisi lebih baik dengan efisiensi mencapai 72%. Perbedaan kondisi dan volume sedimen menunjukkan perlunya perbaikan struktural dan pengelolaan sedimen untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi sistem irigasi secara keseluruhan. This study aims to assess the existing condition of the irrigation channels, evaluate the efficiency of water use, and measure the volume of sedimentation in the Bosso Secondary Channel. A mixed-methods approach was employed in this research, combining quantitative methods to objectively analyze data with qualitative methods to explore deeper meanings from subjective observations. Data collection techniques included field observations and documentation. The findings reveal that the channel from BMK.KI.2 to BSS.1 is in poor physical condition, suffering from cracks, leaks, and heavy sedimentation, resulting in a low efficiency rate of 31% and water losses of up to 64%. In contrast, the channel from BMK.KI.2 to BBA.1 is in relatively better physical condition, achieving a higher efficiency rate of 72%, although still below the ideal standard of 90%. Although the volume of water entering both channels exceeds the actual irrigation needs, poor physical conditions and inadequate maintenance result in inefficient water distribution to the rice fields. In conclusion, the BMK.KI.2 to BSS.1 channel is severely damaged and highly inefficient, while the BMK.KI.2 to BBA.1 channel performs better but still requires improvements. The differences in physical condition and sediment volume between the two channels underscore the need for structural repairs and better sediment management to enhance the overall performance and efficiency of the irrigation system.
Evaluasi Sedimentasi Aliran Sungai Ammasangan Kota Palopo Wahyuddin, Firli; Indrajaya, Indrajaya; Muarif, Muarif; Sulistiono, Waluyo
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 25 No. 3 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 3, September - Desember Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v25i3.7998

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik sedimen dan kecepatan aliran sungai. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui pengambilan sampel tanah pada beberapa titik sepanjang 500 m dari Jembatan Putih Jl. Latamaccelling, serta uji laboratorium meliputi berat jenis tanah, analisa saringan, dan kadar air tanah, disertai pengukuran kecepatan aliran menggunakan current meter. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sedimen yang terdapat di Sungai Ammasangan terdiri atas pasir, kerikil, dan tanah dengan berat jenis rata-rata berkisar antara 2,60–2,70 gr/cm³. Analisa saringan memperlihatkan gradasi butir sedimen dominan berupa pasir kasar hingga halus. Nilai kadar air tanah bervariasi antara 15%–35% tergantung lokasi pengambilan. Pengukuran lapangan menunjukkan kecepatan aliran sungai rata-rata sebesar ±0,63 m/s dengan debit aliran sekitar 2,5–3,0 m³/s. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa sedimentasi Sungai Ammasangan cukup signifikan sehingga mempengaruhi kapasitas penampang sungai dan berpotensi meningkatkan risiko banjir. The objective of this study was to determine the characteristics of sediment and river flow velocity. The method used was a quantitative approach through soil sampling at several points along a 500-meter stretch from the White Bridge on Jl. Latamaccelling. Laboratory tests included soil specific gravity, sieve analysis, and soil water content, along with flow velocity measurements using a current meter. Test results indicated that the sediment in the Ammasangan River consists of sand, gravel, and soil with an average specific gravity ranging from 2.60–2.70 g/cm³. Sieve analysis revealed a dominant sediment grain gradation of coarse to fine sand. Soil water content varied between 15%–35% depending on the sampling location. Field measurements indicated an average river flow velocity of ±0.63 m/s with a flow rate of approximately 2.5–3.0 m³/s. From these results, it can be concluded that sedimentation in the Ammasangan River is significant enough to affect the river's cross-sectional capacity and potentially increase the risk of flooding.