Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Penguatan Kapasitas Keluarga melalui Edukasi untuk Mendorong Komunikasi Efektif dan Mengurangi Beban Perawatan Pasien Hemodialisis Irawati, Diana; Slametiningsih, Slametiningsih; Fitria, Dian; Nursanti, Irna; Natashia, Dhea
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23740

Abstract

ABSTRAK Pasien yang menjalani hemodialisis membutuhkan dukungan keluarga yang optimal. Namun, keluarga sering menghadapi beban perawatan dan keterbatasan dalam memahami kondisi pasien serta berkomunikasi secara efektif, sehingga dapat memengaruhi kualitas dukungan yang diberikan. Menguatkan kapasitas keluarga melalui edukasi untuk meningkatkan pemahaman penyakit, keterampilan komunikasi terapeutik, manajemen stres, serta mengurangi beban perawatan. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui edukasi terstruktur mengenai penyakit dan perawatan hemodialisis, pelatihan komunikasi efektif, latihan teknik manajemen stres, dan diskusi kelompok. Sebanyak tiga puluh empat keluarga pasien berpartisipasi. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test pengetahuan serta pengukuran beban perawatan menggunakan instrumen beban keluarga. Terdapat peningkatan pengetahuan keluarga sebesar 20% setelah intervensi. Selain itu, terjadi penurunan beban perawatan yang ditunjukkan oleh penurunan rerata skor dan pergeseran kategori beban menuju tingkat yang lebih ringan. Kesimpulan: Edukasi komprehensif efektif dalam meningkatkan kapasitas keluarga, memperbaiki kualitas komunikasi keluarga–pasien, dan mengurangi beban perawatan. Program ini memiliki dampak positif dan berpotensi menjadi model pendampingan keluarga di unit hemodialisis. Kata Kunci: Edukasi Keluarga, Hemodialisis, Beban Perawatan, Komunikasi Terapeutik, Manajemen Stres, Dukungan Keluarga.  ABSTRACT Patients undergoing hemodialysis require strong family support, yet family caregivers often experience a heavy caregiving burden and limitations in understanding the patient’s condition and communicating effectively. To strengthen family capacity through education aimed at improving disease understanding, therapeutic communication skills, stress management, and reducing caregiving burden. Methods: This community engagement program consisted of structured educational sessions on hemodialysis care, effective communication training, stress-management exercises, and group discussions. Thirty-four family caregivers participated. Evaluation included pre- and post-test knowledge assessments and caregiving burden measurements using a standardized family burden instrument. Results: Family knowledge increased by 20% following the intervention. A reduction in caregiving burden was observed, reflected by decreased mean burden scores and a shift toward lighter burden categories. Conclusion: Comprehensive education effectively enhances family capacity, improves patient–family communication, and reduces caregiving burden. This program demonstrates positive outcomes and may serve as a model for family-support interventions in hemodialysis units. Keywords: Family Education, Hemodialysis, Caregiving Burden, Therapeutic Communication, Stress Management, Family Support.
A Common-Sense Model Perspective on Illness Perception, Adherence Behaviors, and Quality of Life in Hemodialysis Patients Natashia, Dhea; Fitria, Dian; Rismawati, Rini; Aisya Adif, Shannastaniar
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 10 No 4 (2025): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v10i4.29330

Abstract

Background: Patients with chronic kidney disease undergoing hemodialysis face substantial symptom burdens that may influence adherence behaviors and overall quality of life. The Common-Sense Model (CSM) proposes that illness perception shapes coping responses, including adherence, which subsequently affect health outcomes. However, the relationships among these variables remain inconsistent, particularly in the Indonesian context. Objective to examine the associations among illness perception, adherence behaviors, and quality of life in patients with chronic kidney disease undergoing hemodialysis from a Common-Sense Model perspective.Methods A cross-sectional study was conducted among adult patients with chronic kidney disease undergoing hemodialysis in two dialysis centers. Illness perception was assessed using the Brief Illness Perception Questionnaire; adherence behaviors using the End-Stage Renal Disease Adherence Questionnaire (ESRD-AQ); and quality of life using the KDQOL-SF. Pearson correlation tests were used to analyze associations among variables. Results Illness perception was not significantly associated with adherence behaviors or any quality-of-life domain. In contrast, specific adherence behaviors demonstrated significant relationships with mental health outcomes. Adherence to fluid restrictions was positively associated with the Mental Component Summary (MCS) (r = 0.302, p < 0.01), and dietary adherence also correlated with MCS (r = 0.238, p < 0.05). No adherence variable was associated with the Physical Component Summary (PCS). Interdialytic Weight Gain (IDWG) showed negative correlations with PCS (r = –0.250, p < 0.05) and the burden-of-kidney-disease domain (r = –0.278, p < 0.05), indicating poorer physical well-being with higher fluid accumulation. Conclusion: Within the CSM framework, illness perception did not predict adherence or quality of life. Adherence to dietary restrictions, adherence to fluid restrictions, and effective fluid management emerged as important correlates of both the mental and physical aspects of quality of life. Interventions that strengthen behavioral adherence and promote optimal fluid control may provide greater improvements in patient well-being compared to approaches that focus only on modifying illness perceptions
HUBUNGAN PAPARAN MEDIA SOSIAL DENGAN RISIKO BODY DYSMORPHIC DISORDER PADA REMAJA PUTRI DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA JAKARTA Sutarsono, Fitri Sartika; Setyaningsih, Tri; Fitria, Dian
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v12i1.932

Abstract

Remaja merupakan kelompok yang paling aktif menggunakan media sosial, namun juga rentan terhadap dampak negatif dari paparan konten visual yang menampilkan standar kecantikan tidak realistis. Salah satu dampak psikologis yang dapat timbul adalah Body Dysmorphic Disorder (BDD), yaitu gangguan mental yang ditandai dengan ketidakpuasan berlebihan terhadap penampilan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara paparan media sosial dengan risiko BDD pada remaja putri kelas 9 di salah satu SMP Negeri Jakarta. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan cross-sectional, melibatkan 110 siswi yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner intensitas penggunaan media sosial dan gejala BDD, dengan analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara paparan media sosial dan risiko BDD (ρ = 0,200 dan p = 0,036). Mayoritas responden berada pada kategori sedang baik dalam tingkat paparan media sosial maupun risiko BDD, dengan gejala dominan berupa pemeriksaan diri kompulsif. Disimpulkan bahwa semakin tinggi paparan media sosial, semakin tinggi pula risiko remaja mengalami BDD. Oleh karena itu, diperlukan intervensi preventif seperti literasi media, edukasi kesehatan mental, serta dukungan psikososial di sekolah untuk menurunkan risiko gangguan citra tubuh.