Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Developing Educational Animation on Food Additives for Young Learners Using the 4D Model Ria Chandra Kartika; Yoswenita Susindra; Lisus Setyowati; Malinda Capri Nurul Satya
International Journal of Healthcare and Information Technology Vol. 3 No. 2 (2026): January
Publisher : P3M Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/ijhitech.v3i2.6714

Abstract

Modern dietary patterns have increased children’s consumption of processed foods containing food additives, namely preservatives, flavor enhancers, sweeteners, and colorants (4Ps), which may increase the risk of degenerative diseases in the future. Although many studies discuss unhealthy food consumption among children, limited educational media specifically address food additives in a form that is engaging and suitable for elementary school students. This study aimed to fill this gap by developing an animated educational video on 4P foods as an innovative medium for school-based health promotion. This study used a Research and Development (R&D) approach with the 4D model (Define, Design, Develop, Disseminate) and applied a pre-test–post-test design to evaluate its effectiveness. The developed animation was validated by media and material experts and then tested on 23 elementary school students to assess feasibility, acceptance, and knowledge improvement. The results showed that the animation was highly feasible and well accepted by students. Students reported that the video was interesting, easy to understand, and helpful in learning about healthy food choices. After watching the video, students’ knowledge about food additives increased compared to before the intervention, indicating that the animation effectively supported learning. This study demonstrates that animated educational media can be an effective and practical tool for school health promotion, helping teachers deliver health messages in an engaging way and supporting early prevention of unhealthy eating habits among children.
Penerapan Health Belief Model Perilaku Merokok pada Mahasiswa : Application of Health Belief Model of Smoking Behavior in College Student Malinda Capri Nurul Satya; Lisus Setyowati; Iwan Abdi Suandana; Dian Kartika Sari
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 3 (2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i3.4646

Abstract

Latar belakang: Merokok telah menjadi kebiasaan umum dalam kehidupan sehari-hari, bahkan menjadi komoditas yang terkait dengan budaya karena mudah ditemukan. Data dari Riskesdas menunjukkan bahwa prevalensi merokok pada usia 20-24 mencapai 27.2% dimana ini merupakan rentang usia mahasiswa. Kandungan bahan kimia dalam rokok memacu kerja susunan syaraf pada tubuh sehingga detak jantung dan tekanan darah bekerja semakin cepat. Selain itu, merokok menyebabkan munculnya penyakit mematikan lainnya. Salah satu teori yang digunakan untuk mengananlisis suatu perilaku adalah Health Belief Model. HBM digunakan untuk memprediksi perilaku kesehatan yang berfokus pada persepsi dan kepercayaan individu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi kepada informan mengenai perilaku merokok pada mahasiswa dengan menerapkan teori Health Belief Model yang terdiri dari beberapa konstruk, meliputi persepsi kerentanan, persepsi keseriusan, persepsi manfaat, persepsi hambatan, dan persepsi keinginan untuk bertindak. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan desain case study dan teknik snowball sampling. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran secara mendalam terkait perilaku merokok pada mahasiswa yang dihubungkan dengan teori Health Belief Model. Informan dalam penelitian ini sebanyak 5 mahasiswa dari berbagai Jurusan di Politeknik Negeri Jember sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam dengan menggunakan instrumen kuesioner yang telah disesuaikan dengan kebutuhan, menggunakan voice recorder untuk memastikan akurasi dan keutuhan data serta kemudahan dalam transkripsi, alat tulis dan juga buku catatan. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar informan merasa tidak rentan untuk terkena berbagai macam penyakit yang diakibatkan oleh merokok, sebagian besar informan menganggap bahwa rokok memberikan dampak yang serius dan berbahaya bagi kesehatan, seluruh informan menyatakan ketika berhenti merokok akan mendapatkan manfaat, sebagian besar informan menyatakan terdapat beberapa hambatan untuk berhenti merokok, dan sebagian besar informan memiliki keinginan untuk berhenti merokok dengan melakukan beberapa tindakan. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa seorang perokok masih kesulitan untuk menghentikan perilaku ini. Kesadaran bahwa efek negatif merokok tidak langsung terasa membuat beberapa informan belum sepenuhnya menyadari resiko kesehatan akibat merokok. Persepsi keseriusan yang rendah, adanya hambatan, dan minimnya keinginan untuk bertindak dapat menjadi penghambat dalam mengambil tindakan preventif dan mengatasi permasalahan kesehatan.
Analisis Spasial Intensitas Kasus Hipertensi untuk Identifikasi Wilayah Prioritas Intervensi Kesehatan di Kabupaten Probolinggo Berbasis QGIS Dian Kartika Sari; Iwan Abdi Suandana; Malinda Capri Nurul Satya; Mochammad Choirur Roziqin
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 2 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i2.11735

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena prevalensinya terus meningkat. Hipertensi didefinisikan sebagai kondisi tekanan darah ≥140/90 mmHg yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan gangguan ginjal. Distribusi kasus hipertensi yang tidak merata antarwilayah menuntut adanya pendekatan analisis spasial untuk mengidentifikasi wilayah dengan intensitas kasus tinggi sebagai dasar penentuan prioritas intervensi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis intensitas spasial kasus hipertensi dan mengidentifikasi wilayah prioritas intervensi kesehatan di Kabupaten Probolinggo berbasis aplikasi QGIS. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG). Data penelitian berupa data sekunder jumlah kasus hipertensi per kecamatan tahun 2023 yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo serta data batas administrasi wilayah dalam format shapefile. Analisis dilakukan melalui tahapan data cleaning, join attribute, perhitungan Indeks Intensitas Kasus Hipertensi (IIKH) menggunakan normalisasi Min–Max, klasifikasi intensitas kasus dengan metode Natural Breaks (Jenks), dan visualisasi peta tematik. Hasil penelitian menunjukkan nilai Indeks Intensitas Kasus Hipertensi tertinggi terletak di Kecamatan Tongas (IIKH=1) dan Kecamatan Sukapura terendah (IIKH=0). Sebanyak 2 kecamatan termasuk kategori sangat tinggi, yaitu Tongas dan Leces, serta 3 kecamatan berada pada kategori tinggi, yaitu Gending, Sumberasih, dan Banyuanyar. Analisis spasial berbasis QGIS efektif untuk memetakan intensitas kasus hipertensi dan mendukung penentuan prioritas intervensi kesehatan berbasis wilayah secara objektif.
Epidemiology of 4P Snack Consumption Behavior in Children as An Early Risk Factor for Non-Communicable Diseases Lisus Setyowati; Malinda Capri Nurul Satya; Ria Chandra Kartika; Yoswenita Susindra
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 4 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i4.2046

Abstract

Snacking behavior among elementary school students contributes substantially to daily energy intake and may increase the risk of consuming foods high in sugar, fat, and food additives such as preservatives, colorings, flavor enhancers, and sweeteners (4P). The school food environment and family economic factors are assumed to influence such behavior. This study aimed to analyze the effect of pocket money and purchase location on 4P snacking behavior among elementary school students. A quantitative cross-sectional design was applied involving 23 fourth-grade students at SDN Karangrejo VI Jember by total sampling. Data were collected using structured questionnaires assessing pocket money categories, snack purchase locations, and 4P snacking behavior scores, which have been validated and are reliable. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis with chi-square tests. The results showed that most students received IDR 6,000–10,000 as daily pocket money (57%) and predominantly purchased snacks at the school canteen (60%). The highest proportion of 4P snack consumption was 1–2 times per week (56.5%). Statistical analysis indicated no significant association between pocket money (p=0.231) or purchase location (p=0.366) and 4P snacking behavior. These findings suggest that children’s snacking behavior is influenced by more complex and interacting factors.