Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Penyuluhan dan Pelatihan Pemanfaatan Madu Kelulut (Heterotrigona Itama) untuk Peningkatan Ekonomi dengan Diversifikasi Produk Fitriah, Rahmayanti; Marliadi, Reny; Forestryana, Dyera; Rohmah, Miftakhur; Manullang, Julinda Romauli; Arung, Enos Tangke
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.24154

Abstract

ABSTRAK Kalimantan Selatan dikenal kaya akan sumber daya alam, salah satunya adalah potensi budidaya lebah tanpa sengat atau yang dikenal dengan Lebah Kelulut (Heterotrigona itama). Potensi ekonomi Madu Kelulut di Kalimantan Selatan sangat signifikan, terbukti dari berbagai inisiatif pengembangan di beberapa wilayah seperti Banjarbaru, Tanah Laut, dan Tabalong, yang bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat di Desa Satui dalam pemanfaatan Madu Kelulut (Heterotrigona itama) secara berkelanjutan dan mendorong inovasi serta nilai jual produk Madu Kelulut melalui pelatihan pengolahan produk turunan madu untuk peningkatan ekonomi dan kesehatan masyarakat. Kegiatan yang dilakukan meliputi sosialisasi dan penyuluhan, pelatihan teknis pengolahan produk turunan (madu herbal,teh bee pollen dan manisan jahe kencur madu), pendampingan dan evaluasi serta monitoring dan keberlanjutan program. Terdapat peningkatan pengetahuan mitra pada tahap sosialisasi dan penyuluhan pemanfaatan madu dan TOGA sebesar 32%, pada tahap Pelatihan pembuatan produk turunan madu terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 38%, dan pada tahap sosialisasi pengemasan dan labeling produk juga terdapat peningkatan 37%. Kegiatan pengabdian masyarakat ini telah berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas, kemandirian dan peningkatan pendapatan bagi kelompok penghasil madu. Kata Kunci: Madu Kelulut, Potensi Lokal, Ekonomi, Diversifikasi Produk.  ABSTRACT South Kalimantan is known for its rich natural resources, one of which is the potential for stingless bee cultivation, known as Kelulut bees (Heterotrigona itama). The economic potential of Kelulut honey in South Kalimantan is significant, as evidenced by various development initiatives in several areas such as Banjarbaru, Tanah Laut, and Tabalong, which aim to increase community income. This community service activity aims to increase the knowledge and skills of the community in Satui Village in the sustainable use of Kelulut honey (Heterotrigona itama) and to encourage innovation and the selling value of Kelulut honey products through training in the processing of honey derivative products to improve the economy and health of the community. The activities carried out include socialization and counseling, technical training in the processing of derivative products (herbal honey, bee pollen tea, and ginger honey sweets), assistance and evaluation, as well as program monitoring and sustainability. There was a 32% increase in the knowledge of partners at the socialization and counseling stage on the use of honey and TOGA, a 38% increase in knowledge at the training stage on the manufacture of honey derivative products, and a 37% increase at the socialization stage on product packaging and labeling. This community service activity has contributed to increasing the capacity, independence, and income of honey-producing groups.  Keywords: Kelulut Honey, Local Potential, Economy, Product Diversification.
Pengembangan Formula Masker Gel Peel Off Ekstrak Etanol 70% Akar Kelakai (Stenochlaena palustris (Burn. F) Bedd.) Forestryana, Dyera; Putri, Aristha Novyra; Liani, Nor Aida
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 7 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/farmasains.v7i1.4423

Abstract

Kelakai (Stenochlaena palustris (Burm.F) Bedd.) merupakan tanaman yang tumbuh liar di Kalimantan Selatan. Ekstrak etanol dari akar kelakai diketahui memiliki aktivitas sebagai antioksidan dengan IC50 sebesar 19,06 ppm. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formula masker gel peel off dengan berbagai variasi polimer pembentuk film yaitu PVA dan HPMC. Masker gel peel off dibuat dengan memvariasikan konsentrasi pembentuk film PVA (10-16%), HPMC (3-7%) dan kombinasi dari PVA (7-11%) dan HPMC (1-3%). Evaluasi uji masker gel peel off yang dilakukan meliputi viskositas, daya sebar, waktu mengering dan pH dan dianalisis dengan metode ANOVA single factor dengan taraf kepercayaan 95% sebelum dan sesudah uji stabilitas freeze thaw. Variasi konsentrasi PVA dan HPMC berpengaruh signifikan (<0.05) terhadap viskositas dan waktu mengering namun tidak berpengaruh secara signifikan (>0.05) terhadap daya sebar dan pH dari sediaan masker gel peel off ekstrak etanol 70% akar kelakai sebelum dan sesudah uji stabilitas freeze thaw. Formula optimum diperoleh dengan menggunakan PVA dengan konsentrasi16% karena memiliki nilai viskositas, daya sebar, pH dan waktu mengering yang paling baik.