Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENGARUH KOMBINASI SENYAWA ALFA-MANGOSTIN DAN OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) TERHADAP DERAJAT KERUSAKAN SEL HATI MENCIT (Mus musculus): THE EFFECT OF COMBINATION ALPHA-MANGOSTIN AND ANTI TUBERCULOSIS DRUGS AGAINST DEGREE OF DAMAGE ON LIVER’S CELL IN MICE (Mus musculus) Gunawan, Taufik; Mauliku, Novie Elvinawaty; Kunthi Nugrahaeni, Dyan
Jurnal Mitra Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Mitra Kesehatan
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47522/jmk.v7i2.391

Abstract

Pendahuluan : Pengobatan TB memerlukan waktu yang lebih lama sehingga menyebabkan kerusakan hati (hepatotoksik). Kulit buah manggis mengandung senyawa alfa-mangostin yang mempunyai manfaat sebagai antioksidan, antitumor, antiinflamasi, antialergi, antibakteri dan antijamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi senyawa alfa- mangostin dan obat anti tuberkulosis (OAT) terhadap derajat kerusakan sel hati mencit. Metode: Desain penelitian yang digunakan Post-test Only Control Group Design. Kelompok perlakuan dibagi menjadi 3 kelompok dengan masing-masing kelompok terdiri dari 6 mencit Balb/c jantan. Mencit kelompok (K1) diberi alfa-mangostin + OAT, kelompok (K2) mencit hanya diberi OAT dan kelompok (K0) kontrol mencit hanya diobservasi selama 14 hari. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan derajat kerusakan sel hati mencit yang paling besar terjadi pada kelompok OAT dengan rata-rata skor derajat kerusakan yaitu 1.6 disusul dengan kelompok kombinasi alfa-mangostin dan OAT yaitu 1.4 dan yang paling kecil terdapat pada kelompok kontrol yaitu 1.2. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini terdapat perbedaan yang bermakna derajat kerusakan sel hati antara kelompok perlakuan kombinasi alfa-mangostin dan OAT, kelompok OAT dan kelompok kontrol.
Video Media Health Education on Knowledge, Attitudes, and Personal Hygiene Practices During Menstruation Ulfah, Nadila Dewi; Nugrahaeni, Dyan Kunthi; Mauliku, Novie Elvinawaty
Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO) Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 Nomor 1 Mei 2025
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/kepo.v6i1.1484

Abstract

Poor personal hygiene during menstruation had a significant impact on morbidity and complications. Lack of menstrual hygiene awareness was influenced by knowledge and attitudes, as well as external factors such as parental, teacher, peer support, and exposure to information. This study aimed to determine the effect of video-based health education on knowledge, attitudes, and personal hygiene practices during menstruation. The study employed an experimental pre-posttest design. The study population consisted of 98 female students. The sample was divided into two groups: a control group and a treatment group. The results showed differences in the mean scores for knowledge (p-value=0,021), attitudes (p-value=0,000), and practices (p-value=0,000). Parental support (p-value=0,000), teacher support (p-value=0,000), and peer support (p-value=0,000) were identified as confounding factors affecting menstrual hygiene. There was a significant difference in the mean scores of knowledge, attitudes, and practices after the video education intervention. It is recommended that adolescent girls develop clean and healthy living habits by consistently maintaining genital hygiene, both during menstruation and outside of it.
PENGARUH PESTISIDA NABATI TERHADAP KEMATIAN LALAT RUMAH (MUSCA DOMESTICA) Mauliku, Novie Elvinawaty
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol. 13 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : Institut Kesehatan Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v13i1.76

Abstract

House flies (Musca domestica) are a vector that caused diary so it needs to be controlled by using plant-based insecticide such as Lime (Citrus aurantifolia). Lime had active contains such as saponins, tannins, flavonoids and essential oils. This study was to impact of lemon juice to the death of house flies (Musca domestica). This study design is the True Experiment. The lime was defined  with three concentrations there are 25%, 27% and 29% of the death of house flies (Musca domestica) which is given three repetitions to 300 samples. Data was analyzed using univariate, bivariate used Kruskal Wallis and post hoc analysis used bonferonni tests to determine the effectiveness of concentration. The results found out that the percentage of dead houseflies (Musca Domestica) at a concentration of 25% on average by 53%, the concentration of 27% on average by 71% and 29% concentrations by an average of 92%. Statistical test results obtained that there are differences in various concentrations of lime juice to the death of house flies (Musca Domestica) with a p value (0.014). The effective concentration was at a 29% concentration against houseflies death 92%..
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN GANGGUAN POLA TIDUR PADA PERAWAT DI INSTALASI RAWAT INAP BAGIAN D3 RSUD CIBABAT TAHUN 2014 Mauliku, Novie Elvinawaty
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol. 14 No. 1 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : Institut Kesehatan Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v14i1.118

Abstract

Gangguan pola tidur merupakan suatu kondisi dimana seseorang mengalami resiko perubahan jumlah dan kualitas pola tidur yang menyebabkan ketiadanyamanan diantaranya Insomnia, Hypersomnia, Narkolepsi, Parasamnia, Suden Infant Death Syndrome. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan gangguan pola tidur pada perawat di Instalasi Rawat Inap bagian D3 RSUD X. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Metode pengambilan sampel dengan teknik total sampling. Yang terdiri dari variabel shift kerja, masa kerja, konsumsi kafein, penggunaan obat tidur, dan kebiasaan merokok. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan data dianalisis secara Univariat dan Bivariat dengan uji chi square. Hasil analisis data didapatkan sebesar 50% perawat mengalami gangguan pola tidur, dan hasil uji statistik diketahui terdapat hubungan antara shift kerja (0.022), masa kerja (0.028), dan konsumsi kafein (0.0001) dengan gangguan pola tidur. Sedangkan variabel yang tidak berhubungan yaitu penggunaan obat tidur (0.109), dan kebiasaan merokok (1.000). Disarankan agar para perawat yang memiliki gangguan pola tidur agar berperilaku hidup sehat, perawat mendahulukan mengkonsumsi makanan yang bergizi, dan pihak rumah sakit mengadakan kegiatan olah raga rutin bagi perawat minimal 30 menit dalam seminggu. 
Perbedaan determinan faktor keluarga dengan kejadian balita stunting di pedesaan dan perkotaan Budiana, Teguh Akbar; Nugrahaeni, Dyan Kunthi; Mauliku, Novie Elvinawaty
Gema Wiralodra Vol. 14 No. 1 (2023): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gw.v14i1.355

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak usia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kejadian stunting di Jawa Barat sebesar 8.3%, sedangkan kejadian stunting di Kota Cimahi sebesar 10.9% dan di Kabupaten Bandung Barat sebesar 6.96%. Stunting merupakan permasalahan yang harus segera di tanggulangi karna akan berdampak kepada kesehatan anak dimasa kini dan yang akan datang. Tujuan penelitian menganalisis perbedaan determinan faktor terjadinya stunting menurut jumlah anggota keluarga, umur ibu saat hamil, dan pendapatan keluarga diwilayah perkotaan dan pedesaan. Rancangan penelitian cross sectional, responden balita stunting usia 24 – 59 bulan. Penelitian dilakukan di 2 tempat, wilayah pedesaan peneliti mengambil tempat di wilayah kerja Puskesmas Patarumah Kabupaten Bandung Barat, sedangkan perkotaan di wilayah kerja Puskesmas Cimahi Tengah Kota Cimahi. Penentuan jumlah sampel dilakukan dengan kuota sampling dan tehnik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Jumlah sampeli sebanyak 96 responden (48 balita stunting yang berada di pedesaan dan 48 balita stunting yang berada di perkotaan) diukur dengan TB/U. Instrumen penelitian meliputi kuesioner, microtoice, dan alat bantu statistik. Analisis data bivariat menggunakan uji Mann-Whitney Test. Hasil analisis statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan antara jumlah anggota keluarga (p=0.838), usia ibu saat hamil (p=0.80), dan pendapatan keluarga (p=0.816) dengan kejadian stunting di pedesaan dan perkotaan. Memperhatikan umur ibu pada saat hamil agar tidak hamil pada usia beresiko, memperkuat kerjasama lintas sector dalam meningkatkan ketahanan pangan keluarga dan meningkatkan pendapatan keluarga.
The Effect of Acupressure on Increasing Oxygen Saturation in Pneumonia Patients Mauliku, Novie Elvinawaty; Yudistira, Andy; Rumahorbo, Hotma; Inayah, Iin; Susilawati, Susilawati
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 17 No. 4 (2024): February
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v17i4.3287

Abstract

Pneumonia is one of the top 10 hospital admissions, with a case proportion of 53.95% male and 46.05% female. Pneumonia can cause complications in the oxygenation process that lead to decrease the oxygen saturation value and causes hypoxemia. The puspose of this study was to analyze the effectiveness of acupressure on increasing oxygen saturation in patients with pneumonia. The design used quasi experiment pre test and post test with control group design approach. The sampel of this study was patiens with pneumonia between of 18 to 64 years, which choosing by convenience sampling. Participants in the experimenal group received auricular acupressure at the Shen Men and 5 meridian points, that is LU1, LU2, BL11, BL 12, and BL13. Data collection was done by measuring oxygen saturation using a plus oxymeter. The analysis test to determine the effect of acupressure on oxygen saturation using the Mann-Whitney Test with a significance level of 0.05, and N-Gain. The results showed that average oxygen saturation before acupressure in the intervention group was 74.00% and in the control group 73.15%. After acupressure there was an increase of saturation oxygen 23,8% in the intervention group and 21% in the control, and the effect test showed that there was an effect of acupressure on oxygen saturation (pValue 0.000). The conclusion is acupressure therapy can accelerate increaseing oxygen saturation in pneumonia patients. Therefore,  it is recommended that besade  addition standard therapy, pneumonia patients can also be given acupressure to accelerate healing.
The Relationship Between Quality of Health Services with Patient Satisfaction in Private Hospital in West Java Irianto, Gunawan; Abdilah, Asep Dian; Suhat, Suhat; Kurnia, Zhafirah; Mauliku, Novie Elvinawaty
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 10 No. 3 (2024): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v10i3.710

Abstract

Aims: Quality of health services refers to the level of perfection provided by a hospital, and poor service quality can lead to dissatisfied patients and decreased patient visits. This study was to analyze the relationship between service quality and satisfaction of inpatients at RH Purwakarta Hospital. Methods: The research approach included a cross-sectional study, incorporating factors such as service quality (including characteristics of reliability, responsiveness, assurance, empathy, and physical evidence) and satisfaction. The research sample consisted of 99 inpatients from RH Purwakarta Hospital, selected using an incidental sampling technique. A questionnaire was utilized as the instrument. The analysis employed the chi-square test with a significance threshold of 95%. It involved paramedical professionals and other personnel, as mentioned by Aryanti et al. (2022). Results: The results of the analysis indicate that the contentment of inpatients at RH Purwakarta Hospital is correlated with the quality of health services (pvalue= 0,0001). Therefore, it is possible to infer that an individual's satisfaction with the quality of service will be influenced by their interest in receiving treatment at that particular service location in the future. Conclusions: Research indicates that service quality significantly impacts patient satisfaction, highlighting the need for RH Purwakarta hospital to enhance service standards to boost patient visits and loyalty.
Hubungan Beban Kerja Fisik, Iklim Kerja, Konsumsi Air Minum, Usia, dan Masa Kerja Dengan Dehidrasi Pada Karyawan Hidayanto, Ikhsan; Mauliku, Novie Elvinawaty; Laili R, Ayu; Nugraheni, Dyan Kunthi; S, Suhat
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i5.58201

Abstract

Dehidrasi yang terjadi akibat pekerjaan dan lingkungan panas pada tempat kerja berpotensi untuk mengalami penurunan kemampuan kognitif karena sulit berkonsentrasi, bererisiko infeksi saluran kemih dan terbentuknya batu ginjal, hingga menyebabkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan beban kerja fisik, iklim kerja, konsumsi air minum, usia, dan masa kerja dengan dehidrasi pada karyawan yang bekerja di PT X Site Konawe Utara. Rancangan penelitian menggunakan cross sectional, dengan sampel penelitian adalah karyawan workhop di PT. X yang berjumlah 52 karyawan. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran terhadap kondisi dehidrasi, beban kerja fisik, iklim kerja, kebiasaaan konsumsi air minum, usia, dan masa kerja. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji chi-square dan multivariat menggunakan uji regresi liner berganda. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan beban kerja fisik (p=0,046), iklim kerja (p=0,023), dan konsumsi air minum (p=0,023) dengan dehidrasi. Sedangkan usia, (p=0,473) dan masa kerja (p=1,000) tidak ada hubungan dengan dehidrasi. Hasil uji multivariat menunjukan beban kerja (p=0,000) dan konsumsi air minum (p=0,000) memiliki hubungan dengan dehidrasi secara bersamaan. Kesimpulan yang didapat beban kerja dan konsumsi air minum merupakan faktor risiko untuk terjadinya dehidrasi. Maka direkomendasikan bagi perusahaan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, menyediakan air minum di tempat yang mudah dijangkau, dan melakukan monitoring suhu secara rutin.