Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PERANCANGAN TATA LETAK GUDANG DENGAN METODE SYSTEMATIC LAYOUT PLANNING UNTUK MENINGKATKAN PENEMPATAN SUKU CADANG YANG EFEKTIF DAN EFISIEN PADA CENTRAL OF WAREHOUSE PT. XYZ KAPRI, MITTRA ABDI; Bhirawa, Waspada Tedja; suhanto, suhanto; Arianto, Basuki
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 12 No 2 (2023): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan tata letak pada area Gudang Utama (Central Of Warehouse). diharapkan dapat menyelesaikan masalah tempat peletakkan suku cadang dan jarak perpindahan komponen - komponen yang saat ini masih belum memadai. Mengingat posisi layout yang dirancang harus sangat diperhatikan caranya guna untuk membuat layout yang efisien dan efektif, maka diperlukannya metode untuk menerapkan cara bagaimana merancang tata letak, maka dari itu penulis ingin mencoba metode systematic layout planning agar dapat menyelesaikan masalah tata letak di area Gudang Utama (Central Of Warehouse). Systematic Layout Planning (SLP) banyak diaplikasikan untuk berbagai macam persoalan meliputi antara lain problem produksi, transportasi, pergudangan, suporting services dan aktifitasaktifitas yang dijumpai dalam perkantoran. Systematic layout planning merupakan salah satu cara untuk menghasilkan aliran barang yang efisien melalui perancangan produk. Metode ini mencoba merancang layout fasilitas dengan memperhatikan urutan proses serta derajat kedekatan antar unit pelayanan yang terdapat pada fasilitas yang akan dirancang. Perancangan tata letak area Gudang Utama (Central Of Warehouse) pada perusahaan PT.XYZ dengan menggunakan metode Systematic Layout Planning dapat merubah tata letak Gudang Utama menjadi lebih efektif dan efisien, hal ini dapat dibuktikan dengan jarak perpindahan suku cadang menjadi lebih pendek dan kapasitas rak untuk penempatan suku cadang menjadi lebih optimal. Jarak perpindahan suku cadang pada Gudang Utama (Center Of Warehouse) semakin pendek dengan memindahkan ruangan suku cadang yang bersifat fast moving ke ruangan yang dekat dengan pintu Input dan Output. Pada penelitian ini penulis mengasumsikan adanya material handling yang dapat digunakan, menambahkan Chain Hoist yang bergerak secara vertikal sesuai dengan keadaan Gudang Utama yang berlantai empat.
PENERAPAN BUDAYA 5R DI IKM LOGAM BINAAN UPT LOGAM YOGYAKARTA Eko Poerwanto; Prasidananto Nur Santoso; Esa Rengganis Sullyartha; Riani Nurdin; Suhanto, Suhanto
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 11: April 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v3i11.7626

Abstract

Budaya 5R di Industri Kedirgantaraan merupakan budaya yang dijalankan setiap hari, hal ini dikarenakan Industri Penerbangan mengutamakan Kesehatan dan Keselamatan Kerja bagi seluruh Stakeholder Perusahaan. Budaya 5R ini perlu diadaptasi untuk dilaksanakan di Industri Kecil Menengah (IKM) Logam. Permasalahan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di sektor informal seperti Industri Kecil Menengah (IKM) logam umumnya belum terakses dengan baik, hal tersebut dapat menghambat pelaksanaan K3 Lingkungan Kerja. Faktor utama penyebab kurangnya pemahaman terhadap persoalan K3 tersebut adalah karena kurangnya informasi yang cukup jika dibandingkan dengan industri sejenis di sektor formal yang secara institusional lebih jelas dibentuk secara formal, ada perjanjiaan ketenagakerjaan, dan program K3 sudah terkonsep dan teraplikasi dengan baik. Salah satu upaya untuk menjamin dan melindungi K3 tenaga kerja melalui pengendalian lingkungan kerja dan higiene sanitasi di tempat kerja adalah dengan pendekatan yang lebih sederhana dengan menggunakan konsep 5R
Sistem Informasi On Time Performance (OTP) Penerbangan di Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya Moonlight, Lady Silk; Rochmawati, Laila; Suhanto, Suhanto; Rifai, Moch
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 34 No. 2 (2022): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v34i2.1956

Abstract

On Time Performance (OTP) merupakan ukuran kinerja dalam memberikan layanan secara tepat waktu. Dalam penerbangan, OTP merupakan hal terpenting yang sangat mempengaruhi kualitas layanan transportasi. Namun informasi ini jarang disampaikan secara real time kepada calon penumpang sehingga manfaat informasi tersebut kurang maksimal bagi para pengguna jasa transportasi udara. Penelitian ini bertujuan membuat desain sistem informasi OTP dengan studi kasus Bandar Udara Internasional Juanda sebagai bandar udara tersibuk ketiga di Indonesia. Desain sistem informasi OTP dibuat dalam bentuk purwarupa website sehingga dapat diakses secara mudah, up to date, lebih detail, dan real time. Dalam perancangan dan pembangunan sistem informasi OTP ini, penulis menggunakan metodeprototype. Alur proses dari metode ini yaitu analisis kebutuhan, perancangan sistem, pengujian sistem, launching sistem, dan evaluasi sistem. Data OTP penerbangan diambil dari PT Angkasa Pura 1 Bandar Udara Juanda Surabaya untuk diolah dan ditampilkan di sistem OTP. Pada evaluasi sistem, dilakukan penilaian kinerja purwarupa sistem informasi OTP ini dengan kerangka kerja PIECES. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa desain sistem informasi OTP sudah cukup baik. Di masa depan, sistem OTP ini dapat diaplikasikan dalam skala yang lebih luas untuk memberikan informasi yang lebih bermanfaat bagi pengguna jasa penerbangan.
Measurement of Train Driver Mental Workload Using the RNASA-TLX Method Suhanto, Suhanto; Utomo, Bagus Wahyu; Husna, Nuzulul Latifatul; Gunawan, Gunawan; Mauidzoh, Uyuunul; Sullyartha, Esa Rengganis
Angkasa: Jurnal Ilmiah Bidang Teknologi Vol 16, No 2 (2024): November
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/angkasa.v16i2.2172

Abstract

Efforts to develop the national railway system throughout Indonesia continue to be improved. The role of the train driver is the leading indicator of the success of transportation services in terms of safety and security. In 2015, 20% of train accidents were caused by human factors, among other causes. Therefore, it is necessary to pay attention to how much workload is given related to the demands of the task to the driver and assistant driver during their duties. This study aims to measure the mental workload of machinists and assistant machinists by distributing questionnaires using the RNASA-TLX method, which is a development of the NASA-TLX method. Overall, the results of the RNASA-TLX measurement show that the workload felt by machinists and assistant machinists is classified as high mental workload, with the WWL score obtained in the value range of 50-79. Mental demands dominate the high cognitive workload of machinists, while visual demands dominate assistant machinists. From the t-test results, there is no significant difference, meaning that both machinists and assistant machinists have high task demands, so a leadership policy is needed in an effort to reduce the mental workload
Pendampingan desa wisata Bukit Roso Wulan dalam implementasi promosi on line berbasis facebook berbentuk video Poerwanto, Eko; Suhanto, Suhanto
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Juli
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v5i2.1022

Abstract

Kegiatan Bisnis/Industri Wisata merupakan kegiatan yang cukup kompleks dan harus terintegrasi dari seluruh komponen yang ada. Kegiatan Promosi merupakan salah satu komponen yang cukup penting dalam Industri Wisata. Facebook merupakan sarana/media sosial  untuk komunikasi antar manusia, dan media sosial ini dapat digunakan untuk sarana promosi yang efektif dan efisien untuk mengenalkan obyek wisata “Bukit Roso Wulan”. Untuk mengemas konten promosi wisata sehingga menarik bagi pengunjung, perlu dibuatkan promosi dalam bentuk video. Mengingat keterbatasn SDM yang ada penting dilakukan pelatihan dan pendampingan desa wisata “Bukit Roso Wulan”, sehingga menjadi tujuan wisata yang menarik bagi seluruh masyarakat. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini diharapkan dapat mengaplikasikan konsep industri wisata di Desa Turunan, Girisuko, Panggang, Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan selama PKM berlangsung dapat di lihat di Youtube ITDA dengan Link : https://youtu.be/1-YZhsyBmAA
ENHANCING CADET COMPETENCE IN AVIATION EDUCATION THROUGH A VR-BASED APPROACH LIGHTING SYSTEM Wartoyo, Bayu Purbo; Driyono, Bambang; Suhanto, Suhanto; Ratri, Ratri; Nugrah, Andi Fadhilah; Putra, Muhammad Ridho Esha Artha
JURNAL EDUSCIENCE Vol 12, No 6 (2025): Jurnal Eduscience (JES), (Authors from Thailand, Malaysia and Indonesia)
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jes.v12i6.8008

Abstract

Purpose – The purpose of this study is to develop a Virtual Reality-based Approach Lighting System (ALS) prototype as a practicum medium for the Visual Landing Aid course in the Airport Technology Study Program at Makassar Aviation Polytechnic. This initiative aims to address the limited accessibility of ALS equipment at Sultan Hasanuddin International Airport, where the system is active and located in the restricted airside area, thereby constraining direct practicum opportunities.Methodology – The research employed a Research and Development (R&D) approach utilizing the ADDIE model consisting of five stages: (1) Analysis to identify practicum challenges, (2) Design of ALS lamp models and surrounding environment, (3) Development of the prototype using Virtual Reality applications, (4) Implementation through practicum activities, and (5) Evaluation to assess the system’s functionality and effectiveness in enhancing cadets’ learning outcomes.Findings – The study successfully produced a Virtual Reality-based Approach Lighting System Prototype that replicates the real equipment and environment. The evaluation stage demonstrated positive responses from cadets regarding the system’s effectiveness in supporting the Visual Landing Aid course. Specifically, 41.7% strongly agreed, 37.5% agreed, and 20.8% moderately agreed that the VR application improved their understanding and ability to visualize ALS concepts in a realistic context.Contribution – This research contributes to aviation education by providing a safe, innovative, and accessible practicum medium that eliminates the dependency on restricted airport environments. The VR-based ALS prototype enhances cadets’ knowledge, technical competence, and practical understanding of visual landing aids. Furthermore, the study supports the integration of Virtual Reality technology as a modern pedagogical tool in aviation training, aligning with global trends in simulation-based education.