Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Penyuluhan Kesantunan Linguistik pada Siswa SMPN 1 Tualang Ningsih, Rika; Yulianti, Mimi; Fatmawati, Fatmawati; Fatikhah, Nur; Devi, Sylvia Pratama
Community Education Engagement Journal Vol. 5 No. 2 (2024): April
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/ceej.v5i2.16064

Abstract

ABSTRAK Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk menumbuhkan karakter positif pada siswa. Karakter positif itu salah satunya adalah kesantunan berbahasa. Permasalahan karakter ini bukanlah permasalahan yang sepele dan dapat diabaikan begitu saja. Saat ini dapat kita lihat bagaimana orang banyak yang cerdas secara intelektual tetapi tidak cerdas dalam bersikap dan berkomunikasi. Bangsa ini memerlukan anak muda yang cerdas secara kognitif, emosional dan spiritual agar nilai-nilai luhur dari bangsa ini tetap dapat dipertahankan dan bangsa Indonesia tetap dapat bersaing dengan negara-negara luar. Metode dalam Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah persiapan, pelaksanaan dan penyelesaian. Pertama, terdapat peningkatan pemahaman siswa SMPN 1 Tualang terhadap kesantunan linguistik. Kedua, dari empat kriteria kesantunan linguistik yang ada siswa lebih dominan menggunakan penanda ungkapan kesantunan. Hal tersebut disebabkan oleh siswa ketika melakukan tuturan imperative banyak yang menggunakan penanda kesantunan tolong dan mohon. Ketiga, orang tua dan guru adalah orang yang selalu berkomunikasi dengan siswa sehingga yang dapat memantau dan memberikan bimbingan secara terus menerus kepada siswa tersebut. Keempat, siswa yang diberikan pemahaman dan pendampingan dapat meningkatkan kesantunan berbahasanya. Kata Kunci : kesantunan linguistik, penyuluhan, siswa ABSTRACT This Community Service activity aims to foster positive character in students. One of the positive characters is politeness in language. This character problem is not a trivial problem and can be ignored. Currently, we can see how many people are intellectually intelligent but not intelligent in their behavior and communication. This nation needs young people who are cognitively, emotionally and spiritually intelligent so that the noble values of this nation can be maintained and the Indonesian nation can continue to compete with foreign countries. The method for Community Service is preparation, implementation and completion. First, there is an increase in the understanding of students at SMPN 1 Tualang regarding linguistic politeness. Second, of the four existing linguistic politeness criteria, students predominantly use markers of politeness expressions. This is caused by many students when making imperative speeches who use the politeness markers please and beg. Third, parents and teachers are people who always communicate with students so that they can monitor and provide continuous guidance to these students. Fourth, students who are given understanding and assistance can improve their language politeness. Keyword : linguistic politeness, counseling, students
Gerak Seru Anak TK YLPI Marpoyan Apriani, Leni; Alpen, Joni; Fatmawati; Yulianti, Mimi; Habibah, Zahratul; Dari, Putri Yulan
Community Education Engagement Journal Vol. 7 No. 1 (2025): October
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/ceej.v7i1.25121

Abstract

The “Gerak Seru Anak TK” program was implemented to improve the gross motor skills of early childhood children. The main problems identified were low levels of physical activity among children due to limited facilities, academic dominance, and a lack of understanding among teachers. Activities were carried out through preparation, implementation, and evaluation stages using a fun physical play approach, such as cheerful fitness exercises, ball relays, and catch and throw games. The results of the activities showed an improvement in children's coordination, balance, and agility, as well as an increase in teachers' skills in designing movement activities. In addition, parents became more aware of the importance of physical activity for children. This program has proven to be effective in promoting the holistic development of early childhood through healthy and fun games.
Pengaruh Penggunaan Metode Pembelajaran Analitis dan Metode Pembelajaran Sintesis Dalam Kegiatan Pengembangan Diri Bolavoli di SMPN 1 Batu Bersurat-Riau Yulianti, Mimi
Journal Sport Area Vol 1 No 2 (2016): December
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/sportarea.2016.vol1(2).389

Abstract

Pengembangan konsep diri siswa sejak usia dini menjadi bagian dari pelaksanaan program pembelajaran pendidikan jasmani pada aspek afektif. Penelitian ini memfokuskan pada upaya menumbuh kem-bangkan konsep diri yang positif pada siswa Sekolah Dasar melalui penerapan umpan balik positif dan umpan balik netral. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen yang diterap-kanpada 30 orang siswa Sekolah Dasar. Instrumen penelitian berupa angket dengan model skala Likert yang sudah teruji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umpan balik positif lebih memberikan dampak yang signifikan dalam meningkatkan konsep diri yang positif pada siswa Sekolah Dasar.
Tingkat Kesegaran Jasmani Mahasiswi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Tahun Akademik 2017/2018 Universitas Islam Riau Yulianti, Mimi; Irsyanty, Nesha Putri; Irham, Yoyon
Journal Sport Area Vol 3 No 1 (2018): June
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/sportarea.2018.vol3(1).1571

Abstract

Berdasarkan hasil observasi sementara yang penulis lakukan pada mahasisiwi Penjaskesrek TahunAkademik 2017/2018, ditemukan beberapa masalah di antaranya masih lemahnya tingkat kesegaran jasmani mahasiswi. Kesegaran jasmani sangat berperan dalam setiap cabang olahraga, untuk meningkatkan kesegaran jasmani mahasisiwi di haruskan mengkonsumsi makanan yang bergizi, istirahat yang cukup dan melakukan kegitan yang bisa meningkatkan kesegaran jasmani. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif, populasi penelitian ini adalah seluruh mahasisiwi Penjaskesrek tahun Akademik 2017/2018 yang berjumlah 32 orang, kemudian sampel dibatasi oleh mahasiswi yang berumur 16 - 19 tahun yang berjumlah 28 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes kesegaran jasmani.Berdasarkan hasil penelitian dengan melakukan tes kesegaran jasmani pada mahasisiwi Penjaskesrek Tahun Akademik 2017/2018 menunjukkan pencapaian skor 15,5, kemudian dipersentase 78,57 %, lalu dalam klasifikasi norma diperoleh kategori sedang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tingkat kesegaran jasmani Mahasisiwi Penjaskesrek Tahun Akademik 2017/2018 berada dalam kategori sedang.
Readiness to become a physical education teacher: An analysis of the four teacher competencies Makorohim, M Fransazeli; Yulianti, Mimi; Alficandra; Henjilito, Raffly; Abdullah, Nagoor Meera; Lobo, Joseph
Journal Sport Area Vol 7 No 3 (2022): December
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/sportarea.2022.vol7(3).9269

Abstract

Teacher competency standards are the main capital that must be possessed by teacher candidates. This study aims to find out how much the level of readiness of students to become a teacher in Department of Physical Education, Universitas Islam Riau. The type of this research is quantitative research. The population in this study is were students of the Department of Physical Education with a total number of 240 people. The sampling technique used is incidental sampling. Based on this technique, the number of samples used was 41 students. The instrument in this study uses questionnaire. The data analysis technique used is the percentage calculation technique. The results showed that the readiness of students of the Department of Physical Education to become a competent teacher with teacher competency standards that must be possessed by students was ready. It can be seen from the achievement of 84% in the range of 81% -100% with a very strong category. Limitation of this study which is the number of respondents who are only 41 people is certainly not enough to describe the actual situation. It is recommended for further researchers to develop this research so that other parties can contribute to the development of research and science in the future.