Claim Missing Document
Check
Articles

KEBERMAKNAAN HIDUP TUNADAKSA DI YPAC JIMBARAN BALI Ni Ketut Jeni Adhi; Ni Nyoman Ari Indra Dewi; Dermawan Waruwu
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 2 (2019): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.072 KB)

Abstract

ABSTRAKSetiap penyandang disabilitas (tunadaksa) cenderung merasa tidak memiliki nilaikebermaknaan hidup, rasa berkecil hati, perasaan takut terhadap kondisi dirinya, sedihjika ditinggal, dan cenderung memiliki konsep diri yang negatif. Penyandang disabilitasdi Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Jimbaran Bali cenderung menarik diri darilingkungannya karena tidak memiliki kebermaknaan hidup. Dalam mengkajipermasalahan di atas digunakan teori Psikologi Humanistik serta dianalisis menggunakanmetode penelitian kuantitatif dan kualitatif dengan pendekatan Quasi Experiment(equivalent time samples design). Dari metode kuantitatif didapatkan hasil pre test danpost test (p= 0,042 <0,05; z=-2,032). Dengan melihat perbandingan nilai post test danfollow up (p=0,098<0,05; z=-1,656). Hasil penelitian ini ditemukan bahwa konselingeksistensial humanistik efektif meningkatkan kebermaknaan hidup pada tunadaksa diYPAC Jimbaran Bali. Secara kualitatif diperoleh bahwa konseling eksistensial humanistikyang dilakukan peneliti berperan mempercepat proses peningkatan kebermaknaan hiduptunadaksa. Dengan demikian, setiap penyandang diabilitas khususnya tunadaksamampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya serta memiliki kebermaknaan hidup.Kata kunci: Konseling Eksistensial Humanistik; Peningkatan Kebermaknaan Hidup;Penyandang Disabilitas; Tunadaksa.ABSTRACTEvery person with disabilities (physically challenged) tends to feel that he does not havethe meaningful value of life, feeling discouraged, feeling afraid of his condition, sad whenleft behind, and tends to have a negative self-concept. People with disabilities at theJimbaran Bali Foundation for Disabled Children (YPAC) tend to withdraw from theirenvironment because they do not have the meaning of life. In reviewing the aboveproblems Humanistic Psychology theory is used and analyzed using quantitative andqualitative research methods with the Quasi Experiment (equivalent time samplesdesign) approach. From the quantitative method, the results of the pre-test and posttestwere obtained (p = 0.042 <0.05; z = -2.032). Whereas by looking at thecomparison of the value of post test and follow up (p = 0.098 <0.05; z = -1.656). Theresults of this study found that humanistic existential counseling effectively increased themeaningfulness of life in the quadriplegic at YPAC Jimbaran Bali. Qualitatively, it wasfound that humanistic existential counseling conducted by researchers played a role inaccelerating the process of increasing the meaningfulness of involuntary life. Thus, everyperson with a disability, especially the disabled, is able to adapt to his environment andhas a meaningful life.Keywords: Humanistic Existential Counseling; Increasing the Significance of Life;Disabled Persons; Tunadaksa.
KEUNIKAN TOLERANSI DI KAWASAN PUJA MANDALA NUSA DUA BALI Dermawan Waruwu; Jaya Pramono
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 1 (2018): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1246.748 KB)

Abstract

ABSTRAKKonflik bernuansa agama pernah terjadi di Indonesia. Salah satu penyebab konflik agama ini adalah pertentangan antara mayoritas - minoritas. Penduduk Bali yang mayoritas beragama Hindu justru toleran terhadap agama lain. Wujud toleransi ini terlihat di kawasan Puja Mandala Nusa Dua Bali yang memiliki 5 tempat ibadah saling berdampingan yaitu Masjid, Gereja Katolik, Vihara, Gereja Kristen, dan Pura. Masalah yang dikaji pada artikel ini adalah bagaimana bentuk toleransi di kawasan Puja Mandala Nusa Dua Bali? Penelitian ini dianalisis secara kualitatif dengan pendekatan kajian budaya. Bentuk toleransi di kawasan Puja Mandala yaitu beribadah bersama dalam satu kawasan dan kawasan Puja Mandala terbuka bagi semua agama. Toleransi yang terbina di kawasan Puja Mandala menjadi modal sosial dan modal spiritual dalam mempersatukan masyarakat Indonesia yang majemuk. Wujud toleransi di kawasan Puja Mandala menjadi contoh bagi masyarakat Indonesia maupun dunia untuk menghadirkan kedamaian di lingkungannya masing-masingKata kunci: Toleransi, Puja Mandala, Lima Tempat Ibadah, Tokoh Agama, Nusa Dua Bali.ABSTRACTReligious conflicts have occurred in Indonesia. One of the causes of this religion conflict was opposition to the majority-minority. The majority of Balinese people who are Hindus are tolerant of other religions. This form of tolerance can be seen in the Puja Mandala Nusa Dua area of Bali which has 5 places of worship side by side, namely mosques, Catholic churches, temples, Christian churches, and temples. The problem examined in this article is what is the form of tolerance in the Bali Puja Mandala Nusa Dua area? This study was analyzed qualitatively with a cultural study approach. The form of tolerance in the Puja Mandala area is to worship together in one area and the Puja Mandala area is open to all religions. The built-in tolerance in the Puja Mandala region becomes social capital and spiritual capital in uniting a pluralistic Indonesian society. The form of tolerance in the Puja Mandala area is an example for the people of Indonesia and the world to bring peace to their respective environmentsKeywords: Tolerance, Mandala Puja, Places of Worship, Religious Leaders, Nusa Dua Bali
EFEKTIVITAS COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY UNTUK MENGATASI KECEMASAN PADA ORANG TUA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Ni Nyoman Ari Indra Dewi; Dermawan Waruwu
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 2 (2019): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.907 KB)

Abstract

ABSTRAKSetiap orang tua memiliki harapan yang positif bagi anak yang dipunyai, namun kadang kala tidaksemua anak bertumbuh kembang optimal sehingga menyebabkan anak mengalami gangguanperkembangan dan menjadi berkebutuhan khusus. Gangguan perkembangan pada AnakBerkebutuhan Khusus dapat menjadi stress psikologi yang berujung pada kecemasan pada orangtua. Dalam mengatasi masalah kecemasan pada orang tua Anak Berkebutuhan Khusus diperlukanintervensi untuk mengatasi gangguan psikologis. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalahefektifitas Cognitive Behavior Therapy untuk mengatasi kecemasan pada orang tua AnakBerkebutuhan Khusus. Untuk mengkaji masalah tersebut menggunakan metode kuantitatif tipepenelitian eksperimen serta menggunakan Hamilton Rating Scale for Anxiety (HARS) dengan tujuanuntuk mengetahui efektifitas Cognitive Behavior Therapy dalam mengatasi kecemasan pada orangtua Anak Berkebutuhan Khusus. Responden penelitian adalah orang tua dari Anak BerkebutuhanKhusus yang berusia 2-7 tahun dan sudah menjalani proses terapi, tingkat pendidikan minimal SMA.Hasil penelitian menunjukkan sebelum dan sesudah pemberian Cognitive Behavior Therapy adalah(p = 0,042 < 0,05; Z = - 2,032) dan perbandingan posttest 1 dengan follow up (p = 0,034 < 0,05;Z = -2,121). Dengan demikian perlakuan Cognitive Behavior Therapy dapat menurunkan kecemasanpada orang tua Anak Berkebutuhan Khusus.Kata Kunci: Cognitive Behavior Therapy; Kecemasan; Orang Tua; Anak Berkebutuhan Khusus.ABSTRACTEvery parent has positive expectations for their children, but sometimes not all children growoptimally, causing children to experience developmental disorders and become special needs.Developmental disorders in Children with Special Needs can be a psychological stress that leads toanxiety in the elderly. In overcoming the problem of anxiety in parents Children with Special Needsintervention is needed to overcome psychological disorders. The problem examined in this study isthe effectiveness of Cognitive Behavior Therapy to overcome anxiety in parents of Children withSpecial Needs. To examine the problem using the quantitative method type of experimental researchand using the Hamilton Rating Scale for Anxiety (HARS) in order to determine the effectiveness ofCognitive Behavior Therapy in overcoming anxiety in parents of Children with Special Needs. Theresearch respondents were parents of Children with Special Needs aged 2-7 years and hadundergone a therapeutic process, at least high school education level. The results showed that beforeand after Cognitive Behavior Therapy was given (p = 0.042 <0.05; Z = - 2.032) and comparison ofposttest 1 with follow-up (p = 0.034 <0.05; Z = -2.121). Thus the treatment of cognitive behavioraltherapy can reduce anxiety in parents of children with special needs.Keywords: Cognitive Behavior Therapy; Anxiety; Parents; Children with Special Needs
KAMPANYE EDUKASI MASYARAKAT SERTA PENDAMPINGAN PSIKOLOGIS ORANG DENGAN SKIZOFRENIA Listiyani Dewi Hartika; Agnes Utari Hanum Ayuningtias; Edwin Adrianta Surijah; Ari Indra Dewi; I Rai Hardika; Ni Ketut Jeni Adhi; Dermawan Waruwu; I Wayan Damayana; Tio Rosalina
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 1 (2018): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.23 KB)

Abstract

ABSTRAKOrang dengan Skizofrenia (ODS) seringkali mendapat perlakuan buruk dari masyarakat karena dianggap ‘gila’, tidak dapat mandiri, dan tidak mendapat hak-hak seperti yang dimiliki oleh masyarakat lainnya. Diskriminasi ini yang menggerakkan terciptanya kerja sama dengan rumah berdaya untuk membuat suatu program yang dapat mendekatkan ODS dengan masyarakat. Program ini terdiri dari tiga bagian, yaitu pendampingan psikologis ODS yang berlokasi di Rumah Berdaya, kampanye kesehatan mental bersama ODS di Lapangan Lumintang, ditutup dengan seminar dan talkshow bersama ODS di Aula Universitas Dhyana Pura. Dari rangkaian kegiatan tersebut, diharapkan masyarakat dapat lebih membuka diri terhadap kehadiran ODS yang telah pulih dalam lingkungan sekitar mereka. Di sisi lain, program ini juga diharapkan dapat membantu ODS dalam menyesuaikan diri di lingkungan sekitar mereka setelah masa pengobatan Skizofrenia selesai dilakukan. Jadi, program ini tidak hanya berguna bagi pihak ODS dan keluarga, namun juga masyarakat umum yang belum memiliki pemahaman tentang gangguan skizofrenia.Kata kunci: Skizofrenia, Rumah Berdaya Denpasar, BaliABSTRACTPeople with Schizophrenia (ODS) often get bad treatment from the community because they are considered 'crazy', cannot be independent, and do not get rights like those of other communities. This discrimination drives the creation of cooperation with empowered homes to create a program that can bring ODS closer to the community. The program consists of three parts, namely the psychological assistance of ODS located in Rumah Berdaya, a mental health campaign with ODS at Lumintang Field, closed with seminars and talk shows with ODS at the Dhyana Pura University Hall. From the series of activities, it is expected that the community can be more open to the presence of ODS who have recovered in their surroundings. On the other hand, this program is also expected to help ODS in adjusting to the environment around them after the completion of the Schizophrenia treatment. So, this program is not only useful for ODS and families, but also for the general public who do not yet have an understanding of schizophrenic disorders.Keywords: Schizophrenia, Rumah Berdaya Denpasar, Bali
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENDIDIKAN SENI BAGI PENYANDANG DISABILITAS Putu Indah Lestari; Dermawan Waruwu; I Wayan Damayana
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 2 (2019): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.009 KB)

Abstract

ABSTRAKYayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) terletak di Jalan By Pass I Gusti Ngurah Rai, Kelurahan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Keberadaan YPAC Jimbaran Bali merupakan solusi terhadap penyandang disabilitas yang kurang mendapat perhatian dari keluarganya, masyarakat, dan kurang secara ekonomi untuk memperoleh pendidikan. Penyandang disabilitas yang dibina di yayasan ini berjumlah 41 orang yaitu SD 13 orang, SMP 13 orang, dan SMA 15 orang. Jenis disabilitas yang ada di YPAC Jimbaran antara lain: low vision, tuna grahita, downsindrom, autis, dan tuna daksa. Masalah yang dihadapi, anak disabilitas di YPAC memiliki ketertarikan pada seni musik namun belum ada tenaga pendidik khususnya di bidang seni musik. Untuk itu, Tim PKM menawarkan pelatihan dan pendampingan seni musik di YPAC. Hasil pelatihan dan pendampingan yang dilakukan terdapat peningkatan sebesar 80% keterampilan dan pengetahuan anak disabilitas dalam memainkan alat musik dan mampu tampil dalam pentas pada hotel berbintang di Bali.Kata kunci: pendidikan, seni musik, disabilitasABSTRACTThe Disabled Child Development Foundation (YPAC) is located on Jalan By Pass I Gusti Ngurah Rai, Jimbaran Village, South Kuta District, Badung Regency, Bali Province. The existence of YPAC Jimbaran Bali is a solution for persons with disabilities who receive less attention from their families, communities, and less economically to obtain education. There are 41 persons with disabilities who are fostered in this foundation, namely 13 elementary school students, 13 junior high school students, and 15 high school students. The types of disabilities in YPAC Jimbaran include: low vision, mentally disabled, down-syndrome, autism, and physically disabled. Problems faced, children with disabilities at YPAC have an interest in music but there are no educators especially in the field of music. For this reason, the PKM Team offers music art training and assistance at YPAC. The results of the training and mentoring carried out were an 80% increase in the skills and knowledge of children with disabilities in playing musical instruments and were able to perform on stage in star hotels in BaliKeywords: education, music, disability
PENGEMBANGAN USAHA MIE NYONYOR DI BALI BERBASIS BUDAYA DAN TEKNOLOGI Dermawan Waruwu; I Putu Darmawijaya
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 1 (2018): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1634.936 KB)

Abstract

ABSTRACTNyonyor noodle business in Abianbase Village - Bali was developed through cultural and technological value approaches. Nyonyor noodles become an alternative food menu for by consumers, besides consuming rice. The Dhyana Pura University Community Partnership Program (PKM) implementation team provided training, assistance, and equipment assistance to nyonyor noodle entrepreneurs (partners). Partners use technology tools to develop their businesses, so the process of making raw materials for noodles is faster and hygiene than before. In presenting nony nyonyor partners always pay attention to cultural values, ethics, religion, and friendliness so that consumers are more comfortable when consuming these noodles. The use of technology and the application of cultural values have the potential as a source of income for the community, both nyonyor noodle business owners, employees, gojek, chili farmers, onion farmers, chicken farmers, and so on. Thus, increasing income through the nyonyor noodle business provides inspiration to the younger generation for entrepreneurship, thereby increasing the economy and welfare of the Balinese and Indonesian people.Keywords: Development, Mie Nyonyor, Culture, Technology, BaliABSTRAKUsaha mie nyonyor di Desa Abianbase – Provinsi Bali dikembangkan melalui pendekatan nilai budaya dan teknologi. Mie nyonyor menjadi alternatif pilihan menu makanan bagi masyarakat, selain mengkonsumsi nasi. Tim pelaksana Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Dhyana Pura memberikan pelatihan, pendampingan, dan bantuan alat kepada pengusaha mie nyonyor (mitra). Mitra menggunakan alat teknologi dalam mengembangkan usahanya, sehingga proses pembuatan bahan baku mie nyonyor lebih cepat dan hygiene dari sebelumnya. Dalam menyajikan mie nyonyor mitra selalu memperhatikan nilai-nilai budaya, etika, agama, dan keramahan agar konsumen semakin nyaman pada saat mengkonsumsi mie nyonyor tersebut. Penggunaan teknologi serta penerapan nilai budaya berpotensi sebagai sumber pendapatan masyarakat, baik pemilik usaha mie nyonyor, karyawan, gojek, petani cabai, petani bawang, peternak ayam, dan sebagainya. Dengan demikian, peningkatan pendapatan melalui usaha mie nyonyor ini memberikan inspirasi kepada generasi muda untuk berwirausaha, sehingga meningkatkan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat Bali maupun Indonesia.Kata kunci: Pengembangan, Mie Nyonyor, Budaya, Teknologi, Bali
PENDAMPINGAN KELOMPOK TANAMAN OBAT KELUARGA MENUJU KELUARGA SEHAT DI DESA CATUR, KINTAMANI, BANGLI I P Darmawijaya; Ni Made Diana Erfiani; Dermawan Waruwu
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 2 (2019): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.266 KB)

Abstract

ABSTRACTThe development of medicinal uses of plants has accelerated very rapidly until the discovery of drugs and new technologies. Utilization of applied technology must continue to be carried out so that it can provide or bring benefits that are very broad to the lowest strata of society through the facilitation of community groups. In community development, the vital role of farmer groups and rural communities is needed not only in food independence but also in health independence through the development of family medicinal plants. The family medicinal herbs group (TOGA) in Catur Village, Kintamani, Bangli is a pioneering group of women farmers in Catur Village, Kintamani, Bangli Regency. Family medicinal plants are very identical to herbs that come from medicinal plants that taste bitter, are not good for consumption, and do not contain aesthetic value. Thus the use of family medicinal plants is still limited because it is not in great demand. The aim of this assistance activity is to increase the knowledge and abilities of the people of the Chess Village, especially the Family Medicinal Plants Group whose members are the Women Farmers Group (KWT). The assistance was begun with the formation of a TOGA group, then the understanding of the efficacy of medicinal plants, the creation of a TOGA garden, and the process of making herbs. From this mentoring activity it can be concluded that public knowledge has increased related to the use of medicinal plants and can improve the economic level especially members of the Family Medicinal Plants (TOGA) group in Catur Village.Keywords: Catur Village, TOGA, KWT.ABSTRAKPerkembangan pemanfaatan tanaman yang berkhasiat obat telah mengalami percepatan yang sangat pesat sampai pada penemuan obat maupun teknologi baru. Pemanfaatan teknologi terapan harus terus dilaksanakan agar dapat memberikan atau mendatangkan manfaat yang sangat luas sampai pada lapisan masyarakat terbawah melalui pendampingan kelompok-kelompok masyarakat. Dalam pembangunan masyarakat, peran vital kelompok tani maupun masyarakat pedesaan sangat diperlukan tidak hanya dalam kemandirian pangan juga pada kemandirian kesehatan melalui pengembangan tanaman obat keluarga. Kelompok tanaman obat keluarga (TOGA) di Desa Catur, Kintamani, Bangli merupakan rintisan dari kelompok wanita tani Desa Catur, Kintamani, Kabupaten Bangli. Tanaman obat keluarga sudah sangat identik dengan jamu yang berasal dari tanaman obat yang rasanya pahit, tidak enak dikonsumsi, serta tidak mengandung nilai estetika. Dengan demikian pemanfaatan tanaman obat keluarga masih terbatas karena kurang diminati.Tujuan dari kegiatan pendampingan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan warga masyarakat Desa Catur khususnya Kelompok Tanaman Obat Keluarga yang beranggoatakan ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT). Kegiatan pendampingan ini adalah pemahaman tentang khasiat tanaman obat, pembuatan kebun TOGA, serta proses pembuatan herbal. Dari kegiatan pendampingan ini dapat disimpulkan bahwa pengetahuan masyarakat meningkat terkait pemanfaatan tanaman obat dan dapat meningkatkan taraf ekonomi khususnya anggota kelompok Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Desa Catur.Kata kunci: Desa Catur, TOGA, KWT.
PENERAPAN MANAJEMEN, TEKNOLOGI, DAN ETIKA DALAM PENGEMBANGAN USAHA BAKMIE DJURAGAN DI DESA KEROBOKAN BALI I Wayan Ruspendi Junaedi; I Ketut Sirna; Raden Agus Sarwa Edy; Dermawan Waruwu
Seminar Nasional Aplikasi Iptek (SINAPTEK) Vol 1 (2018): PROSIDING SINAPTEK
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1508.81 KB)

Abstract

ABSTRAKUsaha Bakmie Djuragan yang terletak di Desa Kerobokan berpotensi untuk dikembangkan di Pulau Bali. Pengembangan usaha ini terkait dengan kebutuhan wisatawan ketika berlibur di Bali yang terkenal sebagai destinasi wisata terbaik di dunia. Wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara membutuhkan restoran yang mudah dicari dan hygiene untuk mencari makanan. Permasalahan yang dihadapi oleh pemilik usaha Bakmie Djuragan selama ini yaitu belum menerapkan prinsip-prinsip dasar manajemen pengelolaan dan pemasaran yang baik, penggunaan teknologi, serta pelayanan yang sesuai dengan etika dan budaya konsumen dalam mengembangkan usahanya. Pengembangan usaha Bakmie Djuragan ini relatif sepi serta belum dikenal oleh wisatawan. Pemberian pelatihan dan pendampingan tentang prinsip-prinsip dasar manajemen pengelolaan, pemasaran, penggunaan teknologi, serta nilai etika dan budaya sangat diperlukan oleh pemilik usaha tersebut. Dengan adanya pelatihan dan pendampingan ini, maka pelayanan kepada konsumen semakin lebih baik dari sebelumnya dan omzet penjualan semakin meningkat. Keberadaaan usaha Bakmie Djuragan ini menjadi sumber pendapatan masyarakat melalui penjualan bahan baku seperti sayur, ayam, cabai, bawang, dan sebagainya. Pengembangan usaha ini merupakan salah satu strategi dalam memberikan lapangan pekerjaan kepada generasi muda di Provinsi Bali pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya.Kata kunci: Bakmie Djuragan, Teknologi, Manajemen, Pemasaran, EtikaABSTRACTBakmie Djuragan business located in Kerobokan Village has the potential to be developed on the island of Bali. The development of this business is related to the needs of tourists when vacationing in Bali which is famous as the best tourist destination in the world. Domestic tourists and foreign tourists need easy-to-find restaurants and hygiene to find food. The problems faced by Bakmie Djuragan business owners so far have not been to apply the basic principles of good management and marketing management, the use of technology, and services that are in accordance with the ethics and culture of consumers in developing their business. Bakmie Djuragan's business development is relatively quiet and not yet known by tourists. Providing training and assistance on the basic principles of management, marketing, use of technology, as well as ethical and cultural management is very much-needed by the business owner. With this training and assistance, the service to consumers is getting better than before and sales turnover is increasing. The existence of the Bakmie Djuragan business is a source of income for the community through the sale of raw materials such asvegetables, chicken, chili, onions, and so on. The development of this business isone strategy in providing employment to the younger generation in the Province ofBali in particular and the Indonesian community in general.Keywords: Bakmie Djuragan, Technology, Management, Marketing, Ethics
Penyesuaian Diri Orang Tua dalam Mengajar Anak di Rumah pada Masa Pandemi Covid-19 di Sekolah Dasar Kecil (SDK) Trimuspasari, Sulawesi Tengah Thresia Cindy Rikel Viodelfrillia; Dermawan Waruwu; Ni Nyoman Ari Indra Dewi
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol 1, No 2 (2022): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.441 KB)

Abstract

Abstract The Covid-19 pandemic has caused parents to adjust themselves in teaching children at home. Tasks that were previously carried out by teachers at school are now the responsibility of parents as well as at home. The self-adjustment of parents due to covid-19 occurred at the Trimuspasari Small Elementary School (SDK), Central Sulawesi. This study aims to describe the self-adjustment of parents during the Covid-19 Pandemic in Small Elementary School (SDK) children in Trimuspasari Village. This research uses qualitative research methods with a case study approach. The resource persons in this study were three pairs of husband and wife who had children in the first grade, second grade, and third grade. The results of this study show that these three pairs of parents experienced self-adjustment in teaching children at home during the Covid-19 Pandemic, which included four aspects and three factors that support self-adjustment. The new findings of this study are that there are difficulties for parents in dividing children's teaching time at home.Keywords:Self-Adjustment, Parents, Covid-19 Pandemic, SDK TrimuspasariAbstrak Pandemi Covid-19 menyebabkan adanya penyesuaian diri orang tua dalam mengajar anak di rumah. Tugas yang sebelumnya dilakukan guru di sekolah, kini menjadi tanggung jawab orang tua juga di rumah. Penyesuaian diri orang tua akibat covid-19 terjadi di Sekolah Dasar Kecil (SDK) Trimuspasari, Sulawesi Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penyesuaian diri orang tua di masa Pandemi Covid-19 pada anak Sekolah Dasar Kecil (SDK) di Desa Trimuspasari. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Narasumber dalam penelitian ini sebanyak tiga pasang suami-istri yang memiliki anak di kelas satu, kelas dua, dan kelas tiga. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga pasang orang tua ini mengalami penyesuaian diri dalam mengajar anak di rumah pada masa Pandemi Covid-19, yang mencakup empat aspek dan tiga faktor yang mendukung penyesuaian diri. Temuan baru dari penelitian ini adalah, adanya kesulitan orang tua dalam membagi waktu mengajar anak di rumah.Kata kunci:Penyesuaian Diri, Orang Tua, Pandemi Covid-19, SDK Trimuspasari
Literasi dan Sistem Pembelajaran Daring Penunjang Kualitas Belajar Mengajar Sekolah Dasar Inklusi Dian Rahmani Putri; Dermawan Waruwu; Gede Suardika
Jurnal Surya Masyarakat Vol 5, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.5.2.2023.223-235

Abstract

This Community Partnership Program (PKM) answers the problems faced by partner, SDN 2 Inclusion in Bengkala Buleleng Village, Bali. The first problem is the lack of literacy that meets the needs of the Inclusive Elementary School. The second problem there is no online learning system. Moreover, the third, teachers do not have facilities of the literacy and learning system for the inclusive elementary school. The solutions offered to answer the three problems are, first, literacy that supports learning needs. Second, the provision of an integrated website-based learning information system and library-based teaching materials library service. Third, literacy for teachers about the application of learning systems and the manufacture of teaching materials that facilitate the teaching and learning process. The method of implementing this PKM is community participation by developing into a number of activities such as: participatory mentoring, workshops, simulations and substitution of science and technology, creation of learning information systems and library services for integrated web-based teaching materials as well as literacy and socialization processes. The evaluation of this activity uses the CIPP method, namely context, input, process, and product tailored to the needs of literacy and teaching and learning processes. The target of this program is the availability of online learning support facilities, increasing the ability of teaching teachers in online teaching and creating digital learning media, as well as the availability of a Learning System and Teaching Material Library Service.