p-Index From 2021 - 2026
7.959
P-Index
This Author published in this journals
All Journal ANTHROPOS: JURNAL ANTROPOLOGI SOSIAL DAN BUDAYA (JOURNAL OF SOCIAL AND CULTURAL ANTHROPOLOGY) JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial Masyarakat, Kebudayaan dan Politik Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Sosiologi Agama Jurnal Sains Sosio Humaniora Journal of Humanities and Social Studies Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Pelita Masyarakat Jurnal Studi Agama Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) Jurnal Ilmiah Al-Hadi Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Sibatik Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan INTERNATIONAL JOURNAL OF CULTURAL AND SOCIAL SCIENCE Journal Of Human And Education (JAHE) Malikussaleh Social and Political Reviews Jurnal Antropologi Sumatera Semar : Jurnal Sosial dan Pengabdian Masyarakat Jurnal el-Huda: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Keagamaan Es-Syajar:Journal of Islam, Science and Technology Integration Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Jurnal Pengabdian Masyarakat Cendikia Pendidikan Jurnal Komprehenshif Khidmat RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Media Hukum Indonesia (MHI) Wissen: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora As-Salam: Journal Islamic Social Sciences And Humanities Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia Lakhomi Journal Journal of Religion and Social Transformation
Claim Missing Document
Check
Articles

Agama Dan Solidaritas Sosial: Studi Tentang Praktik Langar Pada Agama Sikh Di Kota Tebing Tinggi Nas, Hairul; Irwansyah, Irwansyah; Muary, Rholand
Es-Syajar:Journal of Islam, Science and Technology Integration Vol 4, No 1 (2026): Es-Syajar:Journal of Islam, Science and Technology Integration
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/es.v4i1.41808

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana praktik langar dalam agama Sikh di Kota Tebing Tinggi berfungsi sebagai sarana memperkuat solidaritas sosial, baik di dalam komunitas maupun dalam interaksi dengan masyarakat luas. Tradisi langar yang diwariskan oleh Guru Nanak tidak hanya merupakan ritual keagamaan, tetapi juga mengandung dimensi sosial yang relevan dalam membangun kebersamaan, kesetaraan, dan toleransi dalam masyarakat multikultural. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh agama Sikh dan anggota komunitas, serta dokumentasi kegiatan di Gurdwara Tebing Tinggi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan mengacu pada teori sosiologi agama Émile Durkheim tentang ritual kolektif dan Peter L. Berger mengenai konstruksi sosial atas realitas keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, tradisi langar memperkuat solidaritas internal umat Sikh melalui keterlibatan kolektif dalam penyediaan, pengolahan, dan penyajian makanan secara sukarela tanpa memandang perbedaan status sosial. Praktik langar juga membangun solidaritas eksternal dengan masyarakat non-Sikh melalui keterbukaan, kebersamaan, dan interaksi lintas agama yang menumbuhkan toleransi. Praktik ini memiliki makna simbolik dan spiritual yang mempertegas prinsip kesetaraan dan pelayanan tanpa pamrih (seva). Meskipun menghadapi tantangan seperti keterbatasan jumlah penganut dan perubahan sosial, komunitas Sikh di Tebing Tinggi tetap menjaga tradisi ini melalui didikan kepada umat Sikh kepada anak-anak mereka agar tradisi masih terjaga dengan baik dan juga, begitu juga dengan kerja sama lintas agama,penguatan nilai dan gotong royong. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa praktik langar di Kota Tebing Tinggi berperan ganda: sebagai pengamalan iman Sikh sekaligus instrumen sosial yang memperkuat solidaritas dan kohesi dalam masyarakat multikultural.
Pandangan Masyarakat Terhadap Mata Air Telaga di Desa Penampaan di Kecamatan Belangkejeren Gayo Lues Kadapi, M.; Syahminan, Mhd; Muary, Rholand
Komprehensif Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bagi umat Islam masjid merupakan tempat yang suci. Masjid dapat diartikan sebagai tempat sujud, tempat melakukan shalat atau tempat menyembah Allah SWT, serta tunduk dengan penuh hormat. Disamping sebagai tempat beribadah umat Islam dalam arti khusus, masjid juga merupakan tempat beribadah secara luas. Masjid menjadi pilar spiritual yang menyangga kehidupan duniawi umat. Masjid mencerminkan seluruh aktivitas umat, masjid menjadi pengukur dan indikator dari kesejahteraan umat baik lahir maupun batin. Sama halnya dengan Masjid Asal yang ada di Desa Penampaan Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues selain sebagai tempat ibadah juga selama ini dianggap masyarakat merupakan masjid yang memiliki nilai keramat. Oleh karena itu peneliti ingin melihat, pertama, bagaimana sejarah dan perkembangan Masjid Asal, kedua, apa keistimewaan Masjid Asal bagi masyarakat dan yang ketiga, bagaimana pandangan ulama terhadap kekeramatan Masjid Asal. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode kualitatif yaitu mengumpulkan berbagai informasi dan data-data dari lokasi penelitian melalui observasi, wawancara serta pengambilan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Masjid Asal merupakan masjid yang tertua dan pertama di Gayo Lues. Masjid Asal memilki keistimewaan tersendiri dibandingkan dengan masjid yang lainnya. Keistimewaannya diantaranya adalah dampak bernazar, shalat sunat, manfaat air sumur dan bentuk lainnya yang diyakini sangat keramat. Serta kekeramatan masjid Asal dalam pandangan para ulama bahwa Masjid Asal sama dengan masjid lainnya, hanya saja selama ini yang diyakini masyarakat adalah masjid keramat merupakan pemahaman turun-temurun dari nenek moyang mereka sehingga sampai saat ini paham tersebut tetap melekat pada masyarakat.
STRATEGI BERTAHAN HIDUP KELUARGA MISKIN PERKOTAAN DI PERMUKIMAN KUMUH JALAN BADUR, KECAMATAN MEDAN MAIMUN Aulia Hasibuan, Feby; Muary, Rholand
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 3 (2026): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i3.2026.815-822

Abstract

Keluarga miskin perkotaan yang tinggal di kawasan permukiman kumuh menghadapi berbagai keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kondisi ini juga dialami oleh keluarga-keluarga yang menetap di Permukiman Kumuh Jalan Badur, Kecamatan Medan Maimun. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan memahami strategi bertahan hidup yang dijalankan keluarga miskin dalam menghadapi tekanan ekonomi, keterbatasan lapangan pekerjaan, serta kondisi lingkungan permukiman yang padat dan rentan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan beberapa keluarga miskin, observasi langsung terhadap aktivitas kehidupan sehari-hari warga, serta dokumentasi pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga miskin di kawasan ini cenderung bergantung pada pekerjaan sektor informal dengan pendapatan yang tidak menentu, seperti buruh harian, pedagang kecil, atau pekerjaan serabutan lainnya. Dalam banyak kasus, keterlibatan anggota keluarga lain, termasuk istri dan anak, menjadi bagian dari strategi untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga. Selain itu, hubungan sosial antarwarga, seperti saling meminjam uang, berbagi kebutuhan pokok, dan menjaga anak secara bergantian, berperan penting dalam menopang kehidupan keluarga. Meskipun strategi-strategi tersebut membantu keluarga bertahan dari hari ke hari, kondisi kemiskinan masih sulit diatasi karena terbatasnya akses terhadap pekerjaan yang layak, pendidikan, dan program perlindungan sosial. Penelitian ini menunjukkan bahwa kemiskinan di permukiman kumuh tidak hanya bersifat individual, tetapi berkaitan erat dengan struktur sosial dan ekonomi perkotaan
Hutabolon Village Community Behavior in Overcoming Health Problems Rholand Muary; Agung Suharyanto; Onggal Sihite; Wiflihani; Jamilah Nasution
Lakhomi Journal Scientific Journal of Culture Vol 1 No 1 (2020): Lakhomi Journal : Scientific Journal of Culture, December
Publisher : Britain International for Academic Research (BIAR-Publisher)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/lakhomi.v1i1.341

Abstract

The behavior of the Hutabolon Village community in overcoming the problem of diseases that occur or that they experience is still relatively moderate. The community is already aware of the importance of health, but because there are insufficient facilities or health facilities, it makes the community still have a little difficulty in getting treatment. The research method used is qualitative with a descriptive approach, through this research method researchers get information about the types of diseases that often occur, modern and traditional medicine carried out by the people in Hutabolon Village as a behavior in overcoming health problems. The results of the study concluded that the types of diseases that often occur in Hutabolon Village are eight such as flu or respiratory infections, fever, rheumatism, diarrhea, wounds or vulnus, cavities or toothache, acute respiratory infections, and stomach acid. Behavior of the people of Hutabolon Village To overcome the problem of the disease is to use modern medicine or medical services coupled with traditional medicine.
The Sociological Meaning of Pregnancy and Baby Birth Ceremonies in Javanese People in Buntu Pane Village Asahan Rholand Muary
Lakhomi Journal Scientific Journal of Culture Vol 2 No 4 (2021): Lakhomi Journal : Scientific Journal of Culture, December
Publisher : Britain International for Academic Research (BIAR-Publisher)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/lakhomi.v2i4.535

Abstract

Indonesia is an archipelagic country that has a variety of customs and habits. One of the customs and habits that exist in several places, namely cultural rituals during pregnancy and birth in Buntu Pane Village, is one of the villages that implements the Javanese tradition of pregnancy and birth ceremonies. This study aims to describe the process of a series of pregnancy ceremonies until delivery. In this study using qualitative methods, the method of collecting data by means of participatory observation, and in-depth interviews. In this study, several things were found, namely (1) traditional pregnancy ceremonies such as telonan and tingkeban. (2) Post-natal traditional ceremonies, namely brokohan, sepasaran and selapanan. (3) There is also a tradition of pounding bayen and baby chomping. (4) There is a symbolic meaning of offerings and offerings contained in a series of pregnancy and postpartum ceremonies. The conclusion in this study is the sociological meaning of all rituals and traditions that are believed and carried out only with the aim of gaining salvation to God Almighty. Besides that, it also preserves ancestral traditions and maintains balance and happiness in life, namely a safe and peaceful condition without interference from other creatures or the natural surroundings.
PERAN KOMPLEKS PEREMPUAN LAJANG DI KOTA MEDAN DALAM MENGHADAPI TUNTUTAN SOSIAL DAN PEKERJAAN Rahayu, Putri; Susanti, Neila; Muary, Rholand
SEMAR : Jurnal Sosial dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2025): Semar : Jurnal Sosial dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/semar.v3i4.2503

Abstract

This study aims to explore the complex roles undertaken by single career women in Medan City as they navigate social expectations and professional responsibilities, particularly in the context of choosing to delay marriage. The core problem addressed is how societal pressures, cultural stigmas, and rigid gender norms shape the life choices of women prioritizing career advancement over early marriage. Employing a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews with five informants and analyzed using phenomenological methods to interpret their lived experiences. The findings reveal that the decision to postpone marriage serves as both an adaptive strategy and a form of resistance against patriarchal and capitalist structures that impose a dual burden on women demanding both unpaid domestic labor and high economic productivity. These women play multiple roles as professionals, family providers, social contributors, and agents of transformation challenging conventional gender norms. Framed through the lens of socialist feminism, the research highlights that single career women are not passive recipients of societal norms but active subjects redefining womanhood, autonomy, and equality in a modern urban setting. Ultimately, their decision to delay marriage reflects a broader struggle for self-determination, career stability, and gender justice.
Negosiasi Identitas dan Kebutuhan pada Ruang Publik bagi Jemaah Perempuan Salafi Masjid Abu Bakar Shiddiq di Deli Serdang Habibina Menatri; Neila Susanti; Rholand Muary
Journal of Religion and Social Transformation Vol. 3 No. 2 (2025): Journal of Religion and Social Transformation
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/6gyp8723

Abstract

This article examines the process of religious identity negotiation undertaken by Salafi women in relation to their need for public space at the Abu Bakar Shiddiq Mosque in Deli Serdang. It highlights how religious groups known for their strict understanding of women's roles in the domestic sphere often face social challenges due to their presence in public spaces. Their involvement in public spaces continues through study groups, children's education, and social activities. This research uses a qualitative method with a phenomenological approach, collecting data through participatory observation, field notes, literature review, and interviews. The findings show that Salafi women negotiate their identity by adhering to the principles of manhaj, such as wearing sharia-compliant clothing, regulating the timing of activities, and limiting interaction with non-mahram men. This study emphasizes that the mosque not only functions as a center of worship but also as a social arena that allows Salafi women to maintain their religious identity, thereby contributing to the study of the sociology of religion by highlighting that Salafi women are not only passive but also actively negotiate to bridge religious values and social space needs.
Ketahanan Sosial Keluarga Buruh Harian dalam Menghadapi Ketidakstabilan Ekonomi di Kota Medan Siti Ramadani; Aji Hernowo; Deva Dealova; Faidil Fahriza; Suapriadi Andrean; Rholand Muary
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2026): APRIL-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/agscb839

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ketahanan sosial keluarga buruh harian dalam menghadapi ketidakstabilan ekonomi di Kota Medan, dengan menyoroti peran suami dan istri serta strategi adaptasi yang digunakan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap dua keluarga buruh harian di Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang terdiri atas reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan sosial keluarga buruh harian tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya pendapatan, melainkan oleh kemampuan keluarga mengelola sumber daya, menjaga pola hidup hemat, serta menyusun strategi menghadapi situasi darurat. Pembagian peran suami dan istri masih bersifat tradisional, dengan suami sebagai pencari nafkah utama dan istri sebagai pengelola keuangan rumah tangga, namun kerja sama keduanya bersifat saling melengkapi. Strategi adaptasi yang ditemukan meliputi peningkatan jam kerja melalui lembur, penerapan pola hidup hemat, pemanfaatan aset keluarga, menabung, serta perencanaan diversifikasi sumber pendapatan. Temuan ini memperkuat perspektif struktural fungsional Talcott Parsons yang memandang keluarga sebagai sistem yang mampu mempertahankan keseimbangannya melalui pembagian fungsi yang saling melengkapi di antara anggotanya.
Ketahanan Keluarga Pedagang Pasar Tradisional dalam Menghadapi Tekanan Ekonomi di Kota Medan Assy Rafly; Aisa Nabila; Dwi Aulia; Jaka Satria Hasibuan; Mhd. Irham Mufty Lubis; Rholand Muary
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2026): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/9dszyg11

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketahanan keluarga pedagang pasar tradisional dalam menghadapi tekanan ekonomi di Kota Medan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif fenomenologis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi di beberapa pasar tradisional di Kota Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga pedagang menghadapi tekanan ekonomi berupa penurunan jumlah pembeli akibat digitalisasi perdagangan, meningkatnya harga kebutuhan pokok, serta persaingan dengan pasar modern. Meskipun demikian, keluarga pedagang mampu bertahan melalui strategi adaptasi seperti diversifikasi sumber pendapatan, pengelolaan keuangan rumah tangga, kerja sama antaranggota keluarga, serta pemanfaatan modal sosial. Ketahanan keluarga tidak hanya ditentukan oleh aspek ekonomi, tetapi juga oleh kemampuan adaptasi, komunikasi, dan dukungan sosial dalam keluarga.
Ritual Keagamaan dan Budaya dalam Memperkuat Solidaritas Keluarga pada Masyarakat Urban Kota Medan Eka Yosi Nasution; Taufik Hidayat Siregar; Yulia Marcella; Anggun Cantika Waruwu; Sultan Mahanda Hasibuan; Mhd Hardiansyah Ramadhan; Rholand Muary
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 4 (2026): Agustus
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i4.11352

Abstract

Urbanization has brought changes to people's lifestyles, including relationships and interactions between family members. Workloads, high mobility, and technological advancements have the potential to reduce the intensity of family togetherness. This study aims to analyze the role of religious and cultural rituals in strengthening family solidarity in urban Medan. The study used a descriptive qualitative approach with observation and in-depth interviews with 10 Mandailing respondents residing at Jl. Sisingamangaraja No. 11 A-H, Harjosari II, Medan Amplas District, Medan City. The results show that religious and cultural rituals play an important role in strengthening emotional bonds, instilling values ​​of togetherness, mutual cooperation, respect for parents, and maintaining family identity. Although urban life causes some rituals to be carried out more simply, the values ​​and meanings contained within them are still maintained. Therefore, religious and cultural rituals are still relevant as a means of strengthening family solidarity amidst the dynamics of urban life.
Co-Authors Agung Suharyanto Aisa Nabila Aji Hernowo Al'asyari Al'asyari Alfia Utami Alfikri, Muhammad Alfin Alfarihin Alvi Natzmi Amanah Putri Fadillah Amelia Sari, Putri Angga Reza Dwi Pradana Anggun Cantika Waruwu Aprilianda, Nanda Arianto Arianto Arie Satria Tama Arief Marzuki Assy Rafly Audina Ayu Putri Aulia Fikri, Muhammad Aulia Hasibuan, Feby Aulia Rahmi Budimansyah, Arif Damanik, Dearmaida Daulay, Maraiambang Deva Dealova Dwi Aulia Eka Syah Putri Eka Yosi Nasution Elvina Tanjung Erika Rahmadani Faidil Fahriza Faisal Riza Faisal Riza Faisal Riza, Faisal Fajri Rahima Lubis Farhan Manurung Fazli Abdillah Feriel Amelia Sembiring Feriel, Sembiring Amelia Fitri Rezkia Friska Chairani Galih Rizqy Ananda Habibina Menatri Harahap, Holilatun Nisa Harahap, Suheri Hopipah, Nur Horasdo, Wahyu Tobi Hutabarat, Windy Erwita Irwansyah Irwansyah Irwansyah Irwansyah Ismail Jaka Satria Hasibuan Jamilah Nasution Karina Amelia KIKI WULANDARI Luthfi Hafizah Harahap, luthfi M. Kadapi, M. Manik, Ahmad Reza Manurung, Habib Ahmad Marzuki, Arief Mhd Hardiansyah Ramadhan Mhd. Irham Mufty Lubis Mudrikah Aulia Sitepu Muhammad Alfikri Muhammad Aulia Fikri Muhammad Jailani Muhammad Ridho’i Nadia Sari Situmorang Naila Isnani Nas, Hairul Neila Susanti Neila Susanti Novita Hannum Harahap Nurhayani Nurhayani Nurwahyu, Ardi Onggal Sihite Pujiati Pujiati Puteri Atikah Putri Rahmadhani Qiftiah, Salsabilla Raudhatul Rahayu, Putri Rahmadhani, Putri Ramdeswati Pohan Rizabuana Ismail Rizky Kurniawan Sakinah, Nurul Sakti Ritonga Saydinni Ainun Sembiring, Dinda Arwilda Silalahi, Rizky Salim Siregar, Jaemi Karunnisyah Siti Khoirotun Nisa Siti Ramadani Suapriadi Andrean Sultan Mahanda Hasibuan Susilawati Syah Putri, Eka Syahminan, Mhd SYAHMINAN, MHD. Syahminan, Muhammad Syahrul Abidin Tamasyiah, Tamasyiah Tanjung, Elvina Tasya Umaira Tatiya Rambe Taufik Hidayat Siregar Utami, Novita Indah Wiflihani Yulia Marcella Yusra Dewi Siregar