p-Index From 2021 - 2026
8.084
P-Index
This Author published in this journals
All Journal ANTHROPOS: JURNAL ANTROPOLOGI SOSIAL DAN BUDAYA (JOURNAL OF SOCIAL AND CULTURAL ANTHROPOLOGY) JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial Jurnal Al-Ijtimaiyyah Masyarakat, Kebudayaan dan Politik Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Journal Analytica Islamica Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Sosiologi Agama Jurnal Sains Sosio Humaniora Journal of Humanities and Social Studies Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Pelita Masyarakat Jurnal Studi Agama Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) Jurnal Ilmiah Al-Hadi Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Sibatik Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan INTERNATIONAL JOURNAL OF CULTURAL AND SOCIAL SCIENCE Journal Of Human And Education (JAHE) Malikussaleh Social and Political Reviews Jurnal Antropologi Sumatera Semar : Jurnal Sosial dan Pengabdian Masyarakat Jurnal el-Huda: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Keagamaan Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Jurnal Pengabdian Masyarakat Tabsyir: Jurnal Dakwah Dan Sosial Humaniora Cendikia Pendidikan Jurnal Komprehenshif Khidmat RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Media Hukum Indonesia (MHI) Wissen: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora As-Salam: Journal Islamic Social Sciences And Humanities Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia Lakhomi Journal Journal of Religion and Social Transformation
Claim Missing Document
Check
Articles

Ketahanan Sosial Keluarga Buruh Harian dalam Menghadapi Ketidakstabilan Ekonomi di Kota Medan Siti Ramadani; Aji Hernowo; Deva Dealova; Faidil Fahriza; Suapriadi Andrean; Rholand Muary
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2026): APRIL-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/agscb839

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ketahanan sosial keluarga buruh harian dalam menghadapi ketidakstabilan ekonomi di Kota Medan, dengan menyoroti peran suami dan istri serta strategi adaptasi yang digunakan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap dua keluarga buruh harian di Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang terdiri atas reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan sosial keluarga buruh harian tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya pendapatan, melainkan oleh kemampuan keluarga mengelola sumber daya, menjaga pola hidup hemat, serta menyusun strategi menghadapi situasi darurat. Pembagian peran suami dan istri masih bersifat tradisional, dengan suami sebagai pencari nafkah utama dan istri sebagai pengelola keuangan rumah tangga, namun kerja sama keduanya bersifat saling melengkapi. Strategi adaptasi yang ditemukan meliputi peningkatan jam kerja melalui lembur, penerapan pola hidup hemat, pemanfaatan aset keluarga, menabung, serta perencanaan diversifikasi sumber pendapatan. Temuan ini memperkuat perspektif struktural fungsional Talcott Parsons yang memandang keluarga sebagai sistem yang mampu mempertahankan keseimbangannya melalui pembagian fungsi yang saling melengkapi di antara anggotanya.
Ketahanan Keluarga Pedagang Pasar Tradisional dalam Menghadapi Tekanan Ekonomi di Kota Medan Assy Rafly; Aisa Nabila; Dwi Aulia; Jaka Satria Hasibuan; Mhd. Irham Mufty Lubis; Rholand Muary
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2026): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/9dszyg11

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketahanan keluarga pedagang pasar tradisional dalam menghadapi tekanan ekonomi di Kota Medan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif fenomenologis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi di beberapa pasar tradisional di Kota Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga pedagang menghadapi tekanan ekonomi berupa penurunan jumlah pembeli akibat digitalisasi perdagangan, meningkatnya harga kebutuhan pokok, serta persaingan dengan pasar modern. Meskipun demikian, keluarga pedagang mampu bertahan melalui strategi adaptasi seperti diversifikasi sumber pendapatan, pengelolaan keuangan rumah tangga, kerja sama antaranggota keluarga, serta pemanfaatan modal sosial. Ketahanan keluarga tidak hanya ditentukan oleh aspek ekonomi, tetapi juga oleh kemampuan adaptasi, komunikasi, dan dukungan sosial dalam keluarga.
Ritual Keagamaan dan Budaya dalam Memperkuat Solidaritas Keluarga pada Masyarakat Urban Kota Medan Eka Yosi Nasution; Taufik Hidayat Siregar; Yulia Marcella; Anggun Cantika Waruwu; Sultan Mahanda Hasibuan; Mhd Hardiansyah Ramadhan; Rholand Muary
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 4 (2026): Agustus
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i4.11352

Abstract

Urbanization has brought changes to people's lifestyles, including relationships and interactions between family members. Workloads, high mobility, and technological advancements have the potential to reduce the intensity of family togetherness. This study aims to analyze the role of religious and cultural rituals in strengthening family solidarity in urban Medan. The study used a descriptive qualitative approach with observation and in-depth interviews with 10 Mandailing respondents residing at Jl. Sisingamangaraja No. 11 A-H, Harjosari II, Medan Amplas District, Medan City. The results show that religious and cultural rituals play an important role in strengthening emotional bonds, instilling values ​​of togetherness, mutual cooperation, respect for parents, and maintaining family identity. Although urban life causes some rituals to be carried out more simply, the values ​​and meanings contained within them are still maintained. Therefore, religious and cultural rituals are still relevant as a means of strengthening family solidarity amidst the dynamics of urban life.
Perubahan Pola Interaksi Keluarga Akibat Penggunaan Media Sosial pada Masyarakat Kota Medan Muhammad Ridho’i; Naila Isnani; Tatiya Rambe; Karina Amelia; Galih Rizqy Ananda; Rholand Muary
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 4 (2026): Agustus
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i4.11570

Abstract

The development of social media as part of digital technology advancements has brought significant changes to family interaction patterns, particularly in urban communities with high levels of social media use. This study aims to analyze changes in family interaction patterns due to social media use in Medan, identify the positive and negative impacts, and examine the efforts families make to maintain the quality of interactions. The study used qualitative methods with a descriptive approach. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation with informants who actively use social media in their daily lives. The results indicate that social media use has shifted family communication patterns from one dominated by face-to-face interactions to digital-based communication. These changes have positive impacts in the form of ease of communication, faster information exchange, and the maintenance of family relationships even when living apart. However, excessive social media use also has the potential to reduce the intensity of direct communication, decrease the quality of interactions, and diminish emotional closeness between family members. Therefore, wise management of social media use is necessary by increasing direct communication, limiting device use, and strengthening openness within the family to maintain the quality of family relationships in the digital era.
SOCIAL TENSIONS AMONG TRADITIONAL FISHERMEN IN THE SHADOW OF FISHERIES MODERNIZATION: A CRITICAL STUDY IN SERDANG BEDAGAI Atika Suri; Rholand Muary
Journal Analytica Islamica Vol 15, No 4 (2026): ANALYTICA ISLAMICA (In Press)
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jai.v15i4.30620

Abstract

This research analyzes the social tensions experienced by traditional fishermen in Serdang Bedagai Regency due to fisheries modernization. Modernization including new fishing technologies, large capital influxes, and regulatory changes are changing resource access, social structures, and work norms in coastal communities. Using a critical qualitative approach through interviews, participant observation, and policy analysis, this study found several forms of tension: competition between traditional fishermen and capital operators, shifts in social hierarchies due to unequal access to technology and capital, intra-community conflicts regarding profit sharing, and the marginalization of local knowledge in fisheries policy. Modernization provides efficiency benefits and increased income for some fishermen, but increases vulnerability for those who are unable to adapt. Recommendations include inclusive policies such as contextual technology assistance, access to micro capital, recognition of traditional fishermen's rights, and increased community participation in policy formulation to ensure fair modernization.  
STRATEGI BERTAHAN HIDUP KELUARGA MISKIN PERKOTAAN DI PERMUKIMAN KUMUH JALAN BADUR, KECAMATAN MEDAN MAIMUN Feby Aulia Hasibuan; Rholand Muary
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 3 (2026): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i3.2026.815-822

Abstract

Keluarga miskin perkotaan yang tinggal di kawasan permukiman kumuh menghadapi berbagai keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kondisi ini juga dialami oleh keluarga-keluarga yang menetap di Permukiman Kumuh Jalan Badur, Kecamatan Medan Maimun. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan memahami strategi bertahan hidup yang dijalankan keluarga miskin dalam menghadapi tekanan ekonomi, keterbatasan lapangan pekerjaan, serta kondisi lingkungan permukiman yang padat dan rentan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan beberapa keluarga miskin, observasi langsung terhadap aktivitas kehidupan sehari-hari warga, serta dokumentasi pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga miskin di kawasan ini cenderung bergantung pada pekerjaan sektor informal dengan pendapatan yang tidak menentu, seperti buruh harian, pedagang kecil, atau pekerjaan serabutan lainnya. Dalam banyak kasus, keterlibatan anggota keluarga lain, termasuk istri dan anak, menjadi bagian dari strategi untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga. Selain itu, hubungan sosial antarwarga, seperti saling meminjam uang, berbagi kebutuhan pokok, dan menjaga anak secara bergantian, berperan penting dalam menopang kehidupan keluarga. Meskipun strategi-strategi tersebut membantu keluarga bertahan dari hari ke hari, kondisi kemiskinan masih sulit diatasi karena terbatasnya akses terhadap pekerjaan yang layak, pendidikan, dan program perlindungan sosial. Penelitian ini menunjukkan bahwa kemiskinan di permukiman kumuh tidak hanya bersifat individual, tetapi berkaitan erat dengan struktur sosial dan ekonomi perkotaan
Majelis Sholawat Al-Banjari: Etno-Religius dan Identitas Urang Banjar Perantauan Di Serdang Bedagai Aulia Rahmi; Faisal Riza; Ismail; Rholand Muary; Muhammad Jailani
Getpress Management Journals Vol 3 No 3 (2025): As-Salam: Journal Islamic Social Sciences and Humanities
Publisher : Yayasan Salam Cerdas Al-Fattah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66867/as.v3i3.123

Abstract

This study aims to examine the role of the Majelis Sholawat Al-Banjari (MSB) within the Banjar community in Serdang Bedagai. MSB has become an essential part of Banjar identity, which is widely recognized as a community deeply devoted to shalawat, influenced by the teachings of Tuan Guru Syaikh Zaini bin Abdul Ghani (Abah Guru Sekumpul). This research employs a qualitative method with an ethnographic approach, involving participatory observation and the researcher’s direct engagement in MSB activities. The findings reveal that the etno-religious identity of the Banjar people in Serdang Bedagai has long been shaped by the tradition of Aruh Maulud, practiced well before the establishment of MSB. The presence of MSB has further reinforced this identity through the recitation of Maulid Simtudduror. Beyond serving as a medium for preserving religious traditions, MSB also functions as a space that strengthens the ties of Banjar migrants and acts as a “reminder” of their ancestral homeland in Kalimantan. This etno-religious identity becomes even more deeply embedded through the practice of shalawat inherited from Abah Guru Sekumpul, making shalawat not only a form of spiritual expression but also a symbol of the Banjar people’s collective identity in Serdang Bedagai.
Pandangan Masyarakat Terhadap Mata Air Telaga di Desa Penampaan di Kecamatan Belangkejeren Gayo Lues M. Kadapi; Mhd Syahminan; Rholand Muary
Komprehensif Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bagi umat Islam masjid merupakan tempat yang suci. Masjid dapat diartikan sebagai tempat sujud, tempat melakukan shalat atau tempat menyembah Allah SWT, serta tunduk dengan penuh hormat. Disamping sebagai tempat beribadah umat Islam dalam arti khusus, masjid juga merupakan tempat beribadah secara luas. Masjid menjadi pilar spiritual yang menyangga kehidupan duniawi umat. Masjid mencerminkan seluruh aktivitas umat, masjid menjadi pengukur dan indikator dari kesejahteraan umat baik lahir maupun batin. Sama halnya dengan Masjid Asal yang ada di Desa Penampaan Kecamatan Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues selain sebagai tempat ibadah juga selama ini dianggap masyarakat merupakan masjid yang memiliki nilai keramat. Oleh karena itu peneliti ingin melihat, pertama, bagaimana sejarah dan perkembangan Masjid Asal, kedua, apa keistimewaan Masjid Asal bagi masyarakat dan yang ketiga, bagaimana pandangan ulama terhadap kekeramatan Masjid Asal. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode kualitatif yaitu mengumpulkan berbagai informasi dan data-data dari lokasi penelitian melalui observasi, wawancara serta pengambilan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Masjid Asal merupakan masjid yang tertua dan pertama di Gayo Lues. Masjid Asal memilki keistimewaan tersendiri dibandingkan dengan masjid yang lainnya. Keistimewaannya diantaranya adalah dampak bernazar, shalat sunat, manfaat air sumur dan bentuk lainnya yang diyakini sangat keramat. Serta kekeramatan masjid Asal dalam pandangan para ulama bahwa Masjid Asal sama dengan masjid lainnya, hanya saja selama ini yang diyakini masyarakat adalah masjid keramat merupakan pemahaman turun-temurun dari nenek moyang mereka sehingga sampai saat ini paham tersebut tetap melekat pada masyarakat.
Makna Sosiologis Upacara Sipahalima Bagi Penganut Agama Parmalim : (Studi kasus di Desa Binjai Kecamatan Medan Denai Kota Medan) Putri Amelia Sari; Mhd. Syahminan; Rholand Muary
Khidmat Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/j.khidmat.v2i1.509

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana makna sosiologi Upacara Sipahalima bagi Penganut Ugamo Malim dan pandangan masyarakat tentang Upacara Sipahaima. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Tujuannya adalah untuk mengucapkan rasa syukur kepada Debata Mulajadi Nabolon. Setiap bulan kelima di kalender Batak, umat Parmalim berkumpul di Huta Halasan Sionggang. Sehingga banyak sekali manfaat bagi Umat Parmalim. Salah satunya dalam kehidupan sosial, seperti memperkuat solidaritas. Solidaritas adalah hubungan yang saling kuat dan mendukung antar individu maupun kelompok untuk tujuan bersama. Salah satu solidaritas diantara mereka yaitu: Menumbuhkan empati pada orang lain, Interaksi, Melakukan gotong royong dan tolong menolong, saling sapa dengan sesama. Mengenal lebih jauh sesama masyarakat, Mempertahankan Kebudayaan dan Umat Parmalim Pada Upacara Sipahalima, Kepedulian Pemimpin. Selain itu solidaritas Upacara Sipahalima menciptakan kerukunan, Melakukan Musyawarah, dan toleransi. Tetapi sayangnya banyak sekali pandangan masyarakat tentang Upacara Sipahalima baik dari pandangan positif maupun negative.
Kemiskinan Kultural dan Strategi Bertahan Hidup: Studi Tentang Perilaku Pencurian Buah Sawit oleh Masyarakat Lokal di Perkebunan PT Wilmar Cindy Aulia; Rholand Muary
Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora Vol. 7 No. 2 (2026): April : Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/tabsyir.v7i2.3198

Abstract

This study examines the paradox of the growth of Indonesia’s palm oil industry, where the impressive economic expansion of giant corporations such as PT Wilmar contrasts sharply with the declining quality of the living environment of local communities, particularly in South Labuhanbatu Regency. Employing a multi-perspective approach that integrates the theories of structural exclusion, cultural poverty, and James Scott’s moral economy, this study aims to analyze the phenomenon of fresh fruit bunch (FFB) theft, commonly referred to as “palm oil ninjas,” not merely as an act of criminality but as a manifestation of everyday resistance and a form of negotiated redistribution of wealth. Based on secondary data analysis and a comprehensive review of relevant literature, the conversion of customary land into Hak Guna Usaha (HGU) concessions has triggered systemic marginalization, undermined local food sovereignty, and created dependence on vulnerable wage labor. This condition has been exacerbated by the ineffectiveness of Corporate Social Responsibility (CSR) programs and the unequal allocation of Village Funds, resulting in social dysfunction and the intergenerational normalization of cultural poverty. The novelty of this study lies in the reconceptualization of palm oil theft as a form of negotiated redistribution within the context of contemporary agrarian inequality. The findings recommend reformulating CSR programs and developing participatory and inclusive plasma plantation schemes to reconstruct the social contract between corporations and local communities.
Co-Authors Agung Suharyanto Aisa Nabila Aji Hernowo Al'asyari Al'asyari Alfia Utami Alfikri, Muhammad Alfin Alfarihin Alvi Natzmi Amanah Putri Fadillah Angga Reza Dwi Pradana Anggun Cantika Waruwu Aprilianda, Nanda Arianto Arianto Arie Satria Tama Arief Marzuki Artanti, Nabilah Aprilia Assy Rafly Atika Suri Audina Ayu Putri Aulia Fikri, Muhammad Aulia Rahmi Budimansyah, Arif Cindy Aulia Damanik, Dearmaida Daulay, Maraiambang Deva Dealova Dwi Aulia Eka Syah Putri Eka Yosi Nasution Elvina Tanjung Erika Rahmadani Faidil Fahriza Faisal Riza Faisal Riza Faisal Riza, Faisal Fajri Rahima Lubis Farhan Manurung Fazli Abdillah Feby Aulia Hasibuan Feriel Amelia Sembiring Feriel, Sembiring Amelia Fitri Rezkia Friska Chairani Galih Rizqy Ananda Habibina Menatri Harahap, Holilatun Nisa Harahap, Suheri Hopipah, Nur Horasdo, Wahyu Tobi Hutabarat, Windy Erwita Irwansyah Irwansyah Ismail Ismail Ismail Jaka Satria Hasibuan Jamilah Nasution Karina Amelia KIKI WULANDARI Luthfi Hafizah Harahap, luthfi M. Kadapi Manik, Ahmad Reza Manurung, Habib Ahmad Marzuki, Arief Mhd Hardiansyah Ramadhan Mhd Syahminan Mhd. Irham Mufty Lubis Mhd. Syahminan Mudrikah Aulia Sitepu Muhammad Alfikri Muhammad Aulia Fikri Muhammad Jailani Muhammad Ridho’i Nadia Sari Situmorang Naila Isnani Neila Susanti Neila Susanti Novita Hannum Harahap Nurhayani Nurhayani Nurwahyu, Ardi Onggal Sihite Pujiati Pujiati Puteri Atikah Putri Amelia Sari Putri Rahmadhani Qiftiah, Salsabilla Raudhatul Rahmadhani, Putri Ramdeswati Pohan Rizabuana Ismail Rizky Kurniawan Sakinah, Nurul Sakti Ritonga Saydinni Ainun Sembiring, Dinda Arwilda Silalahi, Rizky Salim Siregar, Jaemi Karunnisyah Siti Khoirotun Nisa Siti Ramadani Suapriadi Andrean Sultan Mahanda Hasibuan Syah Putri, Eka Syahminan, Mhd SYAHMINAN, MHD. Syahminan, Muhammad Syahrul Abidin Tamasyiah, Tamasyiah Tanjung, Elvina Tasya Umaira Tatiya Rambe Taufik Hidayat Siregar Utami, Novita Indah Wiflihani Yulia Marcella Yusra Dewi Siregar