Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Analisis aflatoksin pada pakan ayam buras dengan metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) Zainuddin, Dhea Nanda; Hafsan, Hafsan; Rukmana, Rusmadi; Wirawan, Hadi Purnama
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 4 No 1 (2024): Januari-April
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v4i1.29655

Abstract

Aflatoksin, senyawa toksin yang umumnya dihasilkan oleh jamur Aspergillus, dapat membahayakan kesehatan hewan dan manusia melalui produk-produk hewani terkontaminasi. Penelitian ini mengevaluasi tingkat kontaminasi aflatoksin pada pakan ayam buras menggunakan metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Mini riset dilaksanakan di Laboratorium Patologi Balai Besar Veteriner Maros, Sulawesi Selatan. Pendekatan analitik kuantitatif dengan metode deskriptif digunakan untuk menyelidiki konsentrasi aflatoksin dalam sampel. Hasilnya menunjukkan nilai absorbansi sampel dan konsentrasi aflatoksin ketiga sampel pakan ayam buras menunjukkan kandungan aflatoksin berbeda, namun semuanya berada di bawah batas maksimum 20 ppb sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) 3144:2015. Metode ELISA terbukti efektif dan dapat diandalkan dalam mendeteksi aflatoksin dengan tingkat sensitivitas tinggi. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa ELISA adalah alat yang efektif untuk memantau kontaminasi aflatoksin dalam pakan ayam buras. Meskipun hasil saat ini memenuhi standar keamanan, pendekatan preventif dan pemantauan terus-menerus tetap penting untuk menjaga kesehatan ternak dan keamanan hasil ternak. Pengembangan metode analisis yang lebih inovatif di masa depan akan memperkuat upaya deteksi dini dan pencegahan optimal dalam penyediaan pakan yang aman dan berkualitas tinggi.
Identifikasi telur cacing nematoda pada sampel feses babi (Sus barbatus) pada Balai Besar Veteriner Maros Riakurnaini, Riakurnaini; Rukmana, Rusmadi; Wirawan, Hadi Purnama
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 3 No 3 (2023): September-Desember
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v3i3.29814

Abstract

Parasit adalah salah satu jenis organisme yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan ternak dan makhluk hidup lainnya. Kerugian tersebut terjadi dikarenakan adanya kerusakan pada organ dan sistem organ sehingga berakibat fatal bahkan kematian dan kerugian bagi peternak. Oleh karena itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi jenis telur nematoda yang terindikasi sebagai telur parasit pada tubuh hewan ternak yaitu hewan ternak babi. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode apung dengan menggunakan sampel feses babi. Penelitian dilakukan di Balai Besar Veteriner Maros. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pada sampel feses babi yang diteliti terdapat telur Ascaris lumricoides dan Eimeria sp. Hal ini membuktikan bahwa hewan ternak babi telah terinfeksi parasit nematoda yang kemungkinan berasal dari lingkungan peternakan atau berasal dari pakan yang dikonsumsi.
Biodegradasi Jenis Polimer PET Dan HDPE dengan Variasi Konsentrasi dan Masa Inkubasi Eco-Enzyme Lutvianti, Rizqi; Hafsan, Hafsan; Rukmana, Rusmadi; Latif, Ulfa Triyani A
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 5 No 3 (2025): September-Desember
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v5i3.57118

Abstract

Pencemaran lingkungan akibat limbah plastik merupakan krisis global yang terus memburuk, ditandai dengan rendahnya tingkat daur ulang dan akumulasi plastik yang sulit terdegradasi secara alami. Salah satu pendekatan alternatif yang ramah lingkungan adalah pemanfaatan eco-enzyme, larutan hasil fermentasi limbah organik yang mengandung senyawa aktif dan komunitas mikroba potensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas eco-enzyme terhadap proses biodegradasi dua jenis plastik polimer, yaitu polyethylene terephthalate (PET) dan high-density polyethylene (HDPE), dengan variasi konsentrasi larutan (0%, 20%, 40%, 60%, dan 100%) serta durasi fermentasi (3, 4, dan 5 bulan). Rancangan eksperimental menggunakan metode faktorial dalam rancangan acak lengkap (RAL), dan pengamatan dilakukan selama 60 hari terhadap penurunan massa plastik dan perubahan gugus fungsi menggunakan spektroskopi Fourier Transform Infrared (FTIR). Hasil menunjukkan bahwa degradasi paling signifikan terjadi pada plastik PET yang diberi perlakuan eco-enzyme 100% hasil fermentasi lima bulan, dengan penurunan massa sebesar 0,11 gram serta terjadinya pemutusan gugus ester dan karbonil. HDPE menunjukkan resistensi yang lebih tinggi dengan degradasi terbatas melalui proses oksidasi awal. Temuan ini menggarisbawahi potensi eco-enzyme sebagai agen biologis dalam bioteknologi lingkungan untuk pengelolaan limbah plastik yang lebih berkelanjutan.
Edukasi Gizi dan Praktik: Optimasi Kesehatan Melalui Produk Yoghurt Kloning Berbasis Susu Full Cream Komersial Hafsan Hafsan; St. Aisyah S.; Zulkarnain Zulkarnain; Rusmadi Rukmana; Eka Sukmawaty; Ulfa Triyani; Fatmawati Nur; Rahmat Fajrin Alir
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i2.1534

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi pangan fungsional dan keterampilan pembuatan yoghurt mandiri di kalangan ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Makassar. Permasalahan yang diidentifikasi meliputi rendahnya pengetahuan mengenai pangan probiotik dan keterampilan dalam mengolah produk fermentasi di tingkat rumah tangga. Sebagai solusi, dilaksanakan pelatihan pembuatan yoghurt dengan metode kloning starter dari yoghurt komersial menggunakan susu UHT full cream. Metode ini dipilih karena kesederhanaannya, biaya rendah, serta potensi aplikatifnya dalam skala rumah tangga. Pelaksanaan kegiatan mencakup penyuluhan interaktif, demonstrasi, dan praktik langsung, diikuti oleh 28 peserta. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi praktik, serta kuesioner kepuasan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep pangan fungsional, di mana rata-rata skor pre-test 58,7 meningkat menjadi 88,9 pada post-test, serta keberhasilan praktik pembuatan yoghurt oleh sebagian besar peserta. Sebanyak 93% peserta mampu mengikuti prosedur pembuatan dengan benar, dan 86% menunjukkan pemahaman proses fermentasi secara aplikatif. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan edukatif berbasis praktik efektif dalam meningkatkan kapabilitas masyarakat dalam produksi pangan fungsional berbasis mikroba. Kegiatan ini juga membuka peluang jangka panjang untuk pengembangan usaha rumah tangga berbasis fermentasi serta memperkuat ketahanan gizi keluarga secara berkelanjutan. Kata Kunci: Literasi gizi, pangan fungsional, yoghurt kloning, probiotik, fermentasi rumahan.
Analisis keanekaragaman jenis mangrove pada salah satu kawasan ekosistem mangrove Luwu Utara Ramadani, Fitri; Makmur, Kurnia; Rukmana, Rusmadi; Rustam, Aswar; Hajrah, Hajrah
Teknosains Vol 20 No 2 (2026): Mei-Agustus
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v20i2.67214

Abstract

Mangrove merupakan sekelompok tumbuhan yang tumbuh dipesisir pantai. Sekelompok tumbuhan ini memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung kehidupan manusia dan organisme lain yang ada di sekitarnya. Mangrove menjadi habitat berbagai jenis ikan, udang dan biota laut lainnya.  Ekosistem mangrove dijadikan sebagai tangkapan nelayan lokal. Selain itu tumbuhan mangrove juga dimanfaatkan oleh masyarakat daerah pesisir pantai sebagai sumber bahan baku kerajinan tangan dalam membuat anyaman. Sedangkan nilai penting dari mangrove sendiri itu adalah sebagai pelindung alami dari abrasi pantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis dan pamanfaatan mangrove di Desa Pao Kab. Luwu Utara. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober sampai November tahun 2024 di Desa Pao Kecamatan Malangke Barat Kabupaten Luwu Utara. penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, untuk mengetahui keanekaragaman jenis mangrove pada ekosistem mangrove yang terdapat di Desa Pao Kecamatan Malangke Barat Kabupaten Luwu Utara. Dari Hasil penelitian ditemukan 3 jenis mangrove pada kawasan mangrove tersebut yaitu Rhizophora mangle, Rhizophora mucronata dan Sonneratia caseolaris pada ketiga spesies ini yang paling dominan yaitu Rhizophora mucronata. Adapun persentase jumlah individu pada masing-masing spesies secara berturut-turut adalah 36%, 49%, dan 15%. Spesies yang dominan memiliki persentase sebanyak 49%. Nilai H’ (keanekaragaman) adalah 0,9926, karena H’<1,0 maka keanekaragam dalam kategori rendah, nilai E (keseragaman) 0,9035 karena nilai E mendekati 1 maka keseragaman dalam kategori tinggi, dan nilai C (Dominansi) yaitu 0,3893, karena C berada ditengah antara 0 dan 1 maka dominansi dalam kategori sedang.
ISOLASI DAN KARAKTERISASI KONSORSIUM BAKTERI INDIGEN POTENSIAL PENDEGRADASI LIMBAH CAIR RUMAH POTONG UNGGAS Lutfianti, Sri; Natsir, Dhela; Dirhamzah, Dirhamzah; Hafsan, Hafsan; Rukmana, Rusmadi
Teknosains Vol 20 No 2 (2026): Mei-Agustus
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v20i2.69315

Abstract

Limbah cair rumah potong unggas (RPU) mengandung konsentrasi tinggi polutan organik kompleks, terutama protein dan lipid, yang sulit didegradasi secara efektif menggunakan sistem berbasis mikroorganisme tunggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi, mengarakterisasi, dan memformulasikan konsorsium bakteri indigenous yang mampu meningkatkan efisiensi biodegradasi limbah cair RPU. Isolat bakteri indigenous diperoleh dari sedimen laguna anaerob rumah potong unggas dan diseleksi berdasarkan aktivitas proteolitik dan lipolitiknya. Tiga isolat unggul, yaitu RPU-1, RPU-3, dan RPU-7, dipilih serta diuji kompatibilitasnya sebelum diformulasikan menjadi suatu konsorsium. Konsorsium yang dihasilkan (KBP-RPU) kemudian dievaluasi pada reaktor batch aerob skala laboratorium yang berisi limbah cair RPU tanpa perlakuan awal selama 96 jam. Hasil penelitian menunjukkan penurunan yang signifikan pada parameter utama pencemar, yaitu Chemical Oxygen Demand (COD) sebesar 91,4 ± 1,4%, Biochemical Oxygen Demand (BOD) sebesar 88,7 ± 1,2%, dan total lipid sebesar 94,2% setelah 96 jam inkubasi. Pola penurunan parameter pencemar yang berlangsung secara bertahap selama masa inkubasi mengindikasikan bahwa konsorsium bakteri memiliki kemampuan biodegradasi yang efektif terhadap senyawa organik dan lipid dalam limbah cair RPU. Dibandingkan dengan sistem pengolahan biologis yang telah dilaporkan sebelumnya, konsorsium KBP-RPU menunjukkan efisiensi biodegradasi yang relatif tinggi dengan waktu retensi yang lebih singkat. Temuan ini menunjukkan bahwa konsorsium bakteri indigenous berpotensi dikembangkan sebagai agen bioaugmentasi untuk mendukung pengolahan limbah cair rumah potong unggas yang berkelanjutan.
ANALISIS KADAR LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) PADA EKOSISTEM DANAU TEMPE, KABUPATEN WAJO RM, Nurfaizah; Rustam, Aswar; Meriem, Selis; Rukmana, Rusmadi
Teknosains Vol 20 No 2 (2026): Mei-Agustus
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v20i2.71025

Abstract

Danau Tempe merupakan ekosistem perairan penting di Kabupaten Wajo yang rentan terhadap pencemaran logam berat timbal (Pb) akibat aktivitas domestik, pertanian, dan perikanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kadar Pb pada air, udang, dan kangkung air, serta mengevaluasi kualitas air melalui parameter COD dan BOD. Sampel diambil dari tiga stasiun, dengan analisis Pb menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA), sedangkan COD dan BOD sesuai PP No. 22 Tahun 2021. Hasil menunjukkan kadar Pb pada air masih aman (0,0026–<0,0001 mg/L), namun pada kangkung air (0,3877 µg/g) dan udang (0,3768 µg/g) mendekati batas konsumsi BPOM No. 5/2018. Nilai COD 14,42–26,27 mg/L dan BOD 5,85–10,95 mg/L masih memenuhi baku mutu, dengan rasio BOD/COD 0,4 yang menandakan pencemar mudah terurai biologis. Secara keseluruhan, kualitas air Danau Tempe masih tergolong aman, tetapi akumulasi Pb pada biota menunjukkan indikasi masuknya logam berat ke rantai makanan akuatik. Temuan ini menegaskan perlunya pengendalian sumber pencemar dan monitoring berkala sebagai dasar konservasi ekosistem Danau Tempe.