Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

ASPEK KEHANGATAN DAN KEPERCAYAAN DALAM KUALITAS KELEKATAN ANAK DENGAN PENGASUH DI LEMBAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK (LKSA) ALKAUTSAR LEMBANG KABUPATEN BANDUNG BARAT Mu'alimatus Sholihah; Meiti Subardhini; Denti Kardeti
Jurnal Ilmiah Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Vol 2 No 1 (2020): REHSOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.747 KB) | DOI: 10.31595/rehsos.v2i1.253

Abstract

Kualitas kelekatan (attachment) merujuk pada hubungan atau ikatan emosional yang bertahan dalam waktu yang lama, terjalin antara individu dengan figur lekatnya yang ditandai adanya keinginan untuk mencari dan memelihara kedekatan dengan figur lekat tersebut terutama pada saat-saat yang menekan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran empiris tentang kehangatan (warmth) dan kepercayaan (trust) anak dengan pengasuh. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini adalah sensus, yaitu dengan jumlah responden sebanyak 38 anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: 1) kuesioner, 2) wawancara tidak terstuktur, 3) observasi, dan 4) studi dokumentasi. Adapun uji validitas alat ukur menggunakan validitas muka (face validity). Selanjutnya hasil penelitian dianalisis menggunakan teknik analisa data statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas kelekatan anak dengan pengasuh di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Al Kautsar Lembang Kabupaten Bandung Barat termasuk dalam kategori sedang. Begitu pula pada semua aspek dalam kualitas kelekatan termasuk dalam kategori sedang. Maka dari itu kegiatan edukasi dan diskusi yang menyenangkan (Education and Fun Sharing) diperlukan upaya peningkatan kualitas kelekatan anak dengan pengasuh. Kata Kunci:Kelekatan; Anak-anak; Pengasuh
AKSESIBILITAS PENYANDANG DISABILITAS FISIK TERHADAP PEKERJAAN DI KELURAHAN CIPAISAN KECAMATAN PURWAKARTA KABUPATEN PURWAKARTA Edi Chandra Juliansyah Lubis; Meiti Subardhini; Dorang Luhpuri
Jurnal Ilmiah Kebijakan dan Pelayanan Pekerjaan Sosial (Biyan) Vol 2 No 1 (2020): BIYAN
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.896 KB) | DOI: 10.31595/biyan.v2i1.245

Abstract

Setiap penyandang disabilitas khususnya penyandang disabilitas fisik memiliki hak dalam pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan aksesibilitas fisik dan non fisik terhadap pekerjaan bagi penyandang disabilitas fisik Aksesibilitas fisik berkaitan dengan sarana dan pra sarana yang aksesibel bagi penyandang disabilitas fisik, sehingga memberikan kemudahan dalam memanfaatkan fasilitas yang ada. Aksesbilitas non fisik dalam bidang pekerjaan seperti terwujudnya lapangan pekerjaan, tidak adanya diskriminasi dan terciptanya lingkungan yang ramah bagi penyandang disabilitas fisik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Sumber data yang digunakan dalam penelitian diperoleh dari hasil indepth interviewdengan 2 informan utama dan 7 informan pendukung yang dipilih secara purposive karena terlibat langsung dalam kegiatan masyarakat. Tahapan menguji keabsahan data, peneliti menggunakan teknik triangulasi. Data tersebut dianalisis secara kualitatif dan disajikan dalam bentuk narasi, kutipan wawancara, serta penarikan kesimpulan. Hasil dari pelaksanaan penelitian menggambarkan belum adanya payung hukum yang jelas ditingkat daerah bagi penyandang disabilitas menjadi salah satu faktor penyebab serta dunia usaha lokal yang belum memahami keberadaan penyandang disabilitas. Faktor intenal juga menjadi penghambat dalam menjangkau pekerjaan, dimana konsep diri penyandang disabilitas fisik yang lemah seperti rasa percaya diri dan motivasi bekerjanya rendah. Peneliti melakukan Focus Group Discussion (FGD) bersama stakeholders terkait dimana salah satunya membahas hak penyandang disabilitas dalam Undang-Undang No. 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas. Kendala yang dihadapi dalam FGD terkait penempatan kerja yang tepat bagi penyandang disabilitas fisik. Hasil FGD tersebut adanya kesempatan kerja yang diberikan oleh aparat pemerintah dan dunia usaha dengan dibekali pelatihan keterampilan terlebih dahulu. Kata Kunci: Aksesibilitas, Pekerjaan, Penyandang Disabilitas Fisik, Konsep Diri, Focus Group Discussion (FGD)
DESAIN PENDEKATAN EMOTIF DALAM MENURUNKAN PERILAKU AGRESIF KLIEN DI BALAI REHABILITASI SOSIAL KORBAN PENYALAHGUNAAN NAPZA GALIH PAKUAN BOGOR Erniwati Sihombing; Jumayar Marbun; Meiti Subardhini
Jurnal Ilmiah Kebijakan dan Pelayanan Pekerjaan Sosial (Biyan) Vol 3 No 1 (2021): BIYAN
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.795 KB) | DOI: 10.31595/biyan.v3i1.387

Abstract

Permasalahan yang dikaji adalah klien yang mengalami agresivitas, baik agresivitas emosional maupun instrumental saat menjalani program rehabilitasi sosial di BRSKPN Galih Pakuan Bogor. Pada dasarnya manusia menyimpan sesuatu yang bersifat emotif daripada yang bersifat logika sehingga kejadian emotif akan mudah tersimpan dalam memori jangka panjang manusia tersebut. Pendekatan emotif adalah suatu usaha untuk mengunggah perasaan individu dalam meyakini, memahami dan menghayati sesuatu. Pendekatan emotif merupakan serangkaian terapi yang melibatkan kognitif, emotif dan perilaku dalam menurunkan perilaku agresif korban penyalahgunaan NAPZA yang sedang menjalani program rehabilitasi sosial. Pendekatan emotif dalam penelitian ini terdari dari REBT, teknik relaksasi dan terapi kursi kosong. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran secara empiris dan melakukan analisis tentang 1) Pendekatan emotif dalam menurunkan perilaku agresivitas instrumental dan verbal 2) menyusun desain pendekatan emotif dalam menurunkan perilaku agresif melalui penelusuran praktik sendiri dan praktik orang lain serta studi literatur dan 3) menyempurnakan desain pendekatan emotif dalam menurunkan perilaku agresif. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian data sekunder dengan pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian menggunakan sumber datasekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan studi literatur dan hasil praktik orang lain. Pemeriksaan keabsahan data yang digunakan adalah pemeriksaan keabsahan kepercayaan (credibility), keteralihan (transferability), ketergantungan (dependability), dan kepastian (Confirmability). Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data kualitatif dan Expert Judgment.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa desain pendekatan emotif dirancang untuk memberikan sejumlah terapi dalam menurunkan perilaku agresif klien. Desain ini melibatkan konselor adiksi dan pekerja sosial adiksi sebagai terapis.
Counseling in Social Work Practices during the Covid-19 Meiti Subardhini; Sakroni Sakroni
WELFARE : Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 10 No. 2 (2021): WELFARE: Jurnal Ilmu Kesejahtaraan Sosial
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/welfare.2021.102-06

Abstract

This study aims to describe the practice of counseling during the COVID-19 period, surveying several clients. This study was conducted using a qualitative method. With data collection techniques, namely interviews and documentation studies of several clients who had attended counseling during the COVID-19 pandemic. Some of the obstacles felt by the client, including: limited time, difficult to convey problems, not awake, network constraints, difficulty interpreting responses / difficult body language to read and so on. Likewise, counselors who provide services during the COVID-19 pandemic with distance counseling, there are several things that become obstacles, such as: obstacles in exploring problems due to limitations in interpreting the client's body language except through voice intonation, alternative choices of action / solutions are limited to technique. or short therapy / brief therapy etc. Therefore, the results of the researchers recommend that social workers in conducting long-distance counseling with the media pay attention to the following: 1) advantages and disadvantages in counseling services; 2) the use of technological assistance in the counseling service is courageous; 3) form of courageous counseling accuracy; 4) access to applications for courageous counseling services; 5) legal and regulatory aspects in the use of technology in counseling; 6) technical matters relating to technology in business and law if services are provided between regions or countries. Keywords: Remote Counseling, Social Work Practice, Covid-19 Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan  praktik konseling pada masa COVID-19, survey terhadap beberapa orang klien. Kajian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif. Dengan teknik pengumpulan data yaitu dengan wawancara dan  studi dokumetasi terhadap beberapa orang klien yang telah mengikuti konseling saat pandemi COVID-19. Beberapa hambatan yang dirasakan klien, diantaranya : waktu yang terbatas, sulit menyampaikan masalah, kekhawatiran kerahasiaan tidak terjaga, kendala jaringan, sulit mengartikan respon/ bahasa tubuh sulit terbaca dan lain sebagainya. Demikian halnya dengan konselor yang melakukan layanan dalam masa pandemi covid-19 dengan konseling  jarak jauh ada beberapa hal yang menjadi kendala, seperti : hambatan dalam menggali masalah karena keterbatasan dalam memaknai bahasa tubuh klien kecuali lewat intonasi suara, pilihan alternatif tindakan / solusi terbatas pada teknik atau terapi singkat / brief therapy dll. Oleh sebab itu hasil peneliti merekomendasikan  kepada pekerja sosial dalam melakukan konseling jarak jauh melalui media daring agar memperhatikan hal-hal berikut: 1) kelebihan dan kekurangan dalam layanan konseling daring; 2) penggunaan bantuan teknologi dalam layanan konseling daring; 3) ketepatan bentuk konseling daring; 4) akses terhadap aplikasi untuk layanan konseling daring; 5) aspek hukum dan aturan dalam penggunaan teknologi dalam konseling; 6) hal-hal teknis yang menyangkut teknologi dalam bisnis dan hukum jika seandainya layanan diberikan antar wilayah atau negara.  Kata Kunci: Konseling jarak jauh,  Praktik Pekerjaan Sosial,  Covid-19
PENERAPAN EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (EFT) WITH VISUALITY UNTUK MENGURANGI KECEMASAN PADA KLIEN DISABILITAS RUNGU WICARA DI SEKOLAH LUAR BIASA NEGERI KAB. PATI, PROVINSI JAWA TENGAH Agil Rizky Pranata; Meiti Subardhini; Krisna Dewi Setianingsih
Jurnal Ilmiah Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Vol 4 No 2 (2022): REHSOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/rehsos.v4i2.710

Abstract

SLB Negeri Pati is a special school owned by the government that provides educational services for people with hearing, speech and intellectual disability. In providing services for hearing-speech disability persons who have anxiety with various symptoms that arise, namely, easy to forget, difficult to concentrate, moody, easily tired, easily irritated, when meeting other people, choose to avoid, speak fast, and irregular breathing, besides that,its well known that the deaf-speech disability with all the limititations of hearing and speech devices causes psychosocial problems that the experiences such as; anxiety, fear, stress, maybe event trauma, all of which are difficult for others to know/understand. Through visually modified EFT, various psychosocial problems can be overcame, one of which is anxiety. The purpose of this study was to obtain an overview of the implementation of EFT-V towards reducing deafness anxiety at SLB Negeri Pati, The objectives are to find out a description of: 1. Characteristicsof research subjects; 2. Anxiety of hearing-speech disability before the implementation of EFTV; 3. Anxiety of hearing-speech disability after the implementation of EFT-V; 4. Implementation of EFT-V to overcome feelings of irritability with hearing-speech disability; 5. Implementation of EFT-V to overcome poor memory with hearing-speech disabiltiy; 6. Implementation of EFT-V to overcome moody behavior with hearing-speech disability. The method used in this study is a quantitative research of experimental research Reversal Single Subject Design (SSD). The result of the research is that EFT-V therapy is quite effective in reducing anxiety in hearing-speech disability based on the results of measurements using the HARS Scale. In addition, from the visual data analysis conducted, there are positive changes in target behavior that can be seen from the observation graph.
PENERAPAN MODEL KONSELING SPIRITUALITAS UNTUK LANJUT USIA DALAM MENURUNKAN GANGGUAN KECEMASAN Olvia Nursaadah; Meiti Subardhini; Tukino
Jurnal Ilmiah Kebijakan dan Pelayanan Pekerjaan Sosial (Biyan) Vol 4 No 2 (2022): BIYAN
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/biyan.v4i2.717

Abstract

Memasuki masa lanjut usia dihadapkan dengan menurunnya kondisi fisik dan kesehatan juga masa pensiun, hal tersebut tidak sedikit yang membuat lansia mengalami kecemasan berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan efektivitas dari model konseling spiritualitas untuk lanjut usia yang telah dirancang pada penelitian terapi psikososial, khususnya dalam menurunkan perilaku kecemasan yang dialami oleh Klien P sebagai subjek dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan Single Subject Desaign (SSD) atau penelitian subjek tunggal dengan model reversal atau pengulangan dan menggunakan desain A-B-A-B. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu berupa observasi dan wawancara. Data berdasarkan hasil observasi perubahan tingkah laku dianalisis dengan teknik analisis dalam dan antar kondisi untuk menguji pengaruh dari intervensi konseling spiritualitas terhadap perubahan perilaku kecemasan dari Klien P. Hasil penelitian menunjukkan intervensi konseling spiritualitas bagi lanjut usia berpengaruh dalam menurunkan perilaku kecemasan pada Klien P. Model akhir dari konseling spiritualitas di hasilkan dari evaluasi teknologi awal berupa penekanan nilai-nilai spiritualitas dalam setiap tahapan konseling, bentuk penugasan yang ditekankan untuk mendukung perubahan perilaku dan penyesuaian terhadap karakteristik permasalahan subjek. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa konseling spiritualitas berpengaruh terhadap penurunan perilaku kecemasan.
The IMPLEMENTATION OF BEHAVIOR CHANGE TECHNIQUES TO IMPROVE THE SELF-EFFICACY OF NEGLECTED CHILDREN IN CHILD SOCIAL PROTECTION SERVICE UNITS (SATPEL PSA) BANDUNG CITY Septyan Berliana Sumaki; Meiti Subardhini; Sinta Yulianti Suyono
Jurnal Ilmiah Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Vol 5 No 1 (2023): REHSOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/rehsos.v5i1.745

Abstract

IMPLEMENTATION OF BEHAVIOR CHANGE TECHNIQUES TO IMPROVE THE SELF-EFFICIENCY OF NEGLECTED CHILDREN IN CHILD SOCIAL PROTECTION SERVICE UNITS (SATPEL PSA) BANDUNG CITY 1Septyan Berliana Sumaki Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung, Ir. H. Juanda No. 367, Dago, Bandung septiyan.berliana@gmail.com 2Meiti Subardhini Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung, Ir. H. Juanda No. 367, Dago, Bandung meiti.subardhini@gmail.com 3Sinta Yulianti Suyono Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung, Ir. H. Juanda No. 367, Dago, Bandung sintasuy@gmail.com Abstract This research refers to the application of behavior change techniques in various agreed specific behaviors so that they can have an influence on the level of self-efficacy. This study aims to describe the application of behavior change techniques in 3 aspects of self-efficacy, namely aspects of level, generality and strength. This research is a study with a Single Subject Design approach with quantitative methods. The respondents of this study were neglected children who received services at SATPEL PSA. The instruments used to measure baseline A1, treatment (B1) and baseline A2 were determined based on the results of the behavioral assessment that had been carried out, so that 6 behaviors were obtained with 18 specific behaviors. The application of behavior change techniques aims to reduce the child's maladaptive behavior, 6 behavior change techniques used are positive reinforcement, systematic desensitization, implosion, advice and instruction, motivation and behavioral contracts. The results of this study indicate that one neglected child who received services with the initials NF had self-efficacy in the moderate category with the measurement results from the three aspects 1203, where the level aspect had a value of 404 the generality aspect had a value of 392 and the strength aspect had a value of 407 all three were included in the category currently. The proposed program is “TERTUJU (Encouraged Behave For Advancement)” by providing services for the application of behavior change techniques to increase self-efficacy using the Social Casework method. Keywords: Behavior Modification Techniques; Self Efficacy; Homeless Child.
Children's Social Skills: A Study of The Process of Shaping Children's Early Social Skills by Parents in Indonesia Meiti Subardhini; Sakroni Sakroni; Septyan Berliana
Asian Social Work Journal Vol 8 No 4 (2023)
Publisher : Asian Social Work Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47405/aswj.v8i4.259

Abstract

The background that motivates this research is the many highlights that are focused on the attitudes and behaviour of children in particular and adolescents in general who are considered to have low social skills. This research aimed to find out the process of shaping children's social skills from an early age carried out by parents in Bandung City. A quantitative approach with a descriptive method was chosen in the process of conducting the research. The selection of research subjects was carried out using a non-probability method, namely convenience sampling from parents who have school-age children (elementary and junior high school) who live in Bandung. The data collection method is done through a questionnaire in the form of a questionnaire in digital form (Google form) whose results will be processed with descriptive statistical data analysis techniques. The results showed that the dominant respondents with female gender, as many as 101 people (72.14%), male gender as many as 39 people (27.86%) with various levels of age, education, employment and income. The age of the respondent's child is dominant in the range of 5-10 years, namely 72 people (51.43%), and aged 16-20 years the least (4 people (2.86%)). The results of the empathy aspect score show the results of respondents strongly agreeing (77.86%), the participation aspect shows the results of respondents strongly agreeing (60.72%) and the assertive aspect shows the results of respondents agreeing (65%), all three of which are in the moderate category. From this study, it is expected that there is a need for socialisation about the process of forming or teaching in children and adolescents and the role of the environment outside the family in the formation of social skills.
KECEMASAN ANAK KORBAN TINDAK KEKERASAN SEKSUAL DI YAYASAN RUMAH AMAN SUMUR KABUPATEN NGANJUK Milla Sustika Dewi; Meiti Subardhini Subardhini; Yana Sundayani
Peksos: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial Vol 18 No 2 (2019): PEKSOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/peksos.v18i2.197

Abstract

Penelitian ini tentang Kecemasan Anak Korban Tindak Kekerasan Seksual di Yayasan Rumah Aman Sumur Kabupaten Nganjuk. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran secara empirik karakteristik anak korban tindak kekerasan seksual, aspek kecemasan yaitu somatis, kognitif dan perilaku serta harapan dari anak korban tindak kekerasan seksual. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa anak korban tindak kekerasan seksual mengalami kecemasan somatis yaitu mata kabur, sakit kepala, mual, sakit perut, jantung berdetak lebih cepat dan badan terasa lemas. Kecemasan kognitif yang muncul pada anak korban tindak kekerasan seksual adalah menyalahkan oranglain, menyalahkan diri sendiri, susah berkonsentrasi berpikirtidak dapat mengendalikan masalah, takut pada pikiran sendiri, berfirasat buruk, gangguan tidur (mengigau), merasa takut dan ingin membalas (dendam) perilaku pelaku. Kecemasan perilaku yang muncul pada anak korban tindak kekerasan seksual yaitu menghindar, tidak mampu bicara, sering menangis, melamun dan tidak ingin sendiri. Kecemasan yang dialami anak korban tindak kekerasan seksual tentunya berpengaruh pada aktivitas dan kehidupan sehari-harinya. Anak korban tindak kekerasan seksual membuuhkan dukungan dan rasa aman agar kecemasannya dapat berkurang atau hilang. Oleh karena itu, peneliti mengusulkan program yaitu "Terapi Psikososial untuk Mengatasi Kecemasan Anak Korban Tindak Kekerasan Seksual di Yayasan Rumah Aman Sumur Kabupaten Nganjuk". Program menggunakan metode socialcasework dengan menggunakan teknik terapi nourishment, Rational Emotiv Therapy (RET) dan terapi relaksasi. Melalui program ini diharapkan kecemasan dan trauma anak korban tindak kekerasan seksual berkurang atau hilang.
KUALITAS HIDUP EKS PEKERJA MIGRAN LINTAS NEGARA DI DUSUN PUSAKAJATI DESA PUSAKARATU KECAMATAN PUSAKANAGARA KABUPATEN SUBANG Briyanwidi Utami; Denti Kardeti; Meiti Subardhini
Peksos: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial Vol 18 No 2 (2019): PEKSOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/peksos.v18i2.201

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang dialami eks pekerja migran lintas negara setelah kembali ke daerah asal di Dusun Pusakajati Desa Pusakaratu Kecamatan Pusakanagara Kabupaten Subang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang “Kualitas Hidup Eks Pekerja Migran Lintas Negara di Dusun Pusakajati Desa Pusakaratu Kecamatan Pusakanagara Kabupaten Subang”. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini aalah kuantitatif dengan metode deskriptif. Penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan Samepl Wilayah dengan jumlah sasaran 57 jiwa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket/kuesioner, wawancara tidak terstruktur, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian dilakukan menunjukkan bahwa Kualitas Hidup Eks Pekerja Migran Lintas Negara berada pada tingkatan sedang atau cukup berkualitas hal tersebut ditunjukkan oleh total skor dari empat aspek. Aspek hubungan sosial termasuk dalam kategori sedang dengan persentase sebesar 72,73 persen. Rekomendasi program untuk pemecahan permasalahan yaitu Pengembangan Kapasitas Eks Pekerja Migran Lintas Negara melalui Pembentukkan Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Program ini merupakan rangkaian kegiatan yang terdiri atas penyuluhan mengenai pemberian motivasi serta strategi pemasaran, pelatihan dan produksi Abon Lele serta pembentukkan KUBE. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas eks pekerja migran lintas negara dalam memperoleh penghasilan melalui pemanfaatan waktu luang dan usaha bersama.