Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Relationship Between Blood Pressure and Intraocular Pressure in Patients at the Ophthalmology Clinic of Hospital X Jakarta, Indonesia Purwakusuma, Anindya Emiraryanti; Batubara, Lilian; Poerwanto, Eko
International Journal of Integrated Health Sciences Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15850/ijihs.v13n2.4319

Abstract

Background: Hypertension, a prevalent and often asymptomatic condition, has been associated with various ocular disorders. Ocular hypertension, in particular, is a notable risk factor for glaucoma. Understanding the relationship between systemic blood pressure and intraocular pressure is important for early detection of ocular hypertension and prevention of vision-threatening complications.Objective: To analyze the relationship between blood pressure and intraocular pressure, as well as the association between hypertension and ocular hypertension. Methods: This observational analytical study used secondary data from the medical records of 74 patients at the ophthalmology clinic of Hospital X Jakarta, collected between January and March 2023. The sample was selected using purposive sampling. Results: Hypertension was observed in 30 individuals (41%), including 19 females (26%) and 11 individuals aged 70–79 years (15%). Ocular hypertension was reported in 17 individuals (23%), with ten (10) females (14%) and nine (9) individuals aged 60–69 years (12%). Chi-Square analysis showed a significant relationship between blood pressure and intraocular pressure, with a p-value of 0.004 (p<α=0.05). In addition, Spearman's test showed correlations between systolic blood pressure and intraocular pressure in both the right eye (r=0.395; p=0.001) and the left eye (r=0.290; p=0.012). Additionally, there were correlations between diastolic blood pressure and intraocular pressure in the right eye (r=0.234; p=0.045) and the left eye (r=0.230; p=0.049).Conclusion: The relationship between blood pressure and intraocular pressure is found to be significant in this study, suggesting that higher blood pressure levels are associated with an increased risk of elevated intraocular pressure.
Gambaran Neuropati Diabetik Penderita Diabetes Melitus di Rumah Sakit X Jakarta Pusat Iksir, Fadhila Dyna Putri Maharani; Batubara, Lilian; Poerwanto, Eko
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 5 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i5.4677

Abstract

Pendahuluan: Neuropati diabetik merupakan komplikasi umum pada pasien diabetes melitus yang dapat mempengaruhi kualitas hidup. Banyak faktor yang yang mempengaruhi timbulnya neuropati yaitu durasi menderita diabetes, terkontrol-tidaknya hemoglobin A1c (HbA1c), dan usia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana gambaran neuropati diabetik berdasarkan usia, jenis kelamin, terkontrol-tidaknya, dan lamanya menderita diabetes melitus pada pasien diabetes melitus di Rumah Sakit X Jakarta Pusat. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Data yang dikumpulkan mencakup usia, jenis kelamin, durasi diabetes, dan kadar Hemoglobin A1c (HbA1c). Data yang digunakan adalah data sekunder diperoleh dari data rekam medis populasi diabetes melitus pada poli penyakit dalam Rumah Sakit X Jakarta Pusat dan diolah menggunakan Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan prevalensi neuropati pada pasien diabetes melitus di Rumah Sakit X Jakarta Pusat adalah sebanyak 1,68% dan prevalensi neuropati diabetik dari kejadian neuropati adalah 26,4%. Gambaran penderita neuropati diabetik adalah paling banyak terjadi pada perempuan dengan rentang usia 45-64 tahun, dengan kadar HbA1c tidak terkontrol (> 6,5%), dan durasi menderita DM selama < 2 tahun. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan prevalensi neuropati pada pasien diabetes melitus di Rumah Sakit X Jakarta Pusat adalah sebanyak 1,68% dan prevalensi neuropati diabetik dari kejadian neuropati adalah 26,4%. Kejadian neuropati paling banyak pada pasien perempuan dengan rentang usia 45-64 tahun, dengan kadar HbA1c tidak terkontrol (> 6,5%), dan durasi menderita DM selama < 2 tahun.