Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pengaruh Aplikasi Pupuk Organik Cair Urine Sapi dan Trichoderma sp. Terhadap Beberapa Sifat Kimia Tanah Ultisol dan Hubungannya Terhadap Hasil Kedelai Edamame Radina, Gusti Nurlaili; Gazali, Akhmad; Aziza, Noor Laili
Agroekotek View Vol 6, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agtview.v6i3.4639

Abstract

Edamame is a type of soybean (Glycine max (L) Merr.) which has an average production of 3.5 t.ha-1 higher than the production of ordinary soybeans, so it requires a large enough basic fertilizer requirement. Some important elements in total nutrient balance are C-Organic, total N and C/N. Liquid fertilizer is more easily absorbed by plants because the nutrients contained have been decomposed. Organic fertilizers are fertilizers that play a role in increasing the biological, chemical, and physical activities of the soil. While Trichoderma sp. is a soil saprophytic fungus that produces organic compounds in the decomposition process of various organic materials. The aim of the study was to determine the effect of giving cow urine POC and Trichoderma sp. on the content of C-organic, total N, and C/N as well as soybean yield on ultisol soil, knowing the most influential concentration and the relationship between C-Organic, total N, and C/N on edamame soybean production. The study was carried out at the Experimental Field, Department of Agroecotechnology, from July – October 2019. The study used a combination randomized block design (RAK) of cow urine POC and Trichoderma sp. There were 9 treatment combinations with 3 replications, so that 27 experimental units were obtained. Observation parameters were the effect of combination on C-organic content (%), total N (%), C/N, number of pods (fruit), and wet weight per plot (grams). The best combination of treatment was cow urine POC treatment 0 ml.l-1 water + Trichoderma sp. 40 ml.plant-1.
Keanekaragaman Arthropoda Permukaan Tanah Pada Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.) Dengan Aplikasi Pestisida Nabati Umbi Gadung (Dioscorea hispida Dennst) Badariah, Siti; Gazali, Akhmad; Jumar, Jumar
Agroekotek View Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agtview.v7i1.4985

Abstract

Kacang panjang merupakan sayuran yang sudah populer di kalangan masyarakat dunia termasuk Indonesia dan memiliki nilai gizi yang berlimpah. Permasalahan yang dihadapi petani dalam budidaya kacang panjang diantaranya adalah organisme permukaan tanah yang menjadi hama pengganggu tanaman budidaya. Untuk perawatan tanaman seperti pengendalian OPT sangat diperlukan, terutama penggunaan pestisida yang ramah lingkungan agar organisme khususnya arthropoda permukaan tanah yang bersifat menguntungkan tetap terjaga. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui keanekaragaman arthropoda permukaan tanah pada tanaman kacang panjang akibat aplikasi pestisida nabati umbi gadung dan untuk mengetahui dosis pestisida nabati umbi gadung yang dapat meningkatkan keanekaragaman arthropoda permukaan tanah pada kacang panjang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan bulan September 2019 bertempat di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian dan Laboratorium Fitopatologi Jurusan Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru. Adapun metode percobaan yang digunakan pada penelitian ini yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan 4 larutan dosis (450 ml, 550 ml, 650 ml, 750 ml) dan 1 tanpa perlakuan. Masing-masing perlakuan terdiri atas 5 kali ulangan sehingga diperoleh 25 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pestisida nabati umbi gadung pada pertumbuhan kacang panjang tidak berpengaruh terhadap indeks keanekaragaman, indeks kekayaan jenis, indeks dominasi dan indeks kemerataan arthropoda permukaan tanah.
STUDI PERBANDINGAN DAYA DUKUNG PONDASI TIANG TUNGGAL DAN TIANG KELOMPOK DENGAN BEBERAPA VARIASI DIMENSI PENAMPANG TIANG DITINJAU TERHADAP NILAI EKONOMIS (Studi Kasus: Pembangunan Gedung Rektorat UNISKA MAB Banjarmasin) Gazali, Akhmad; Fathurrahman, Fathurrahman; Rusiani, Linda
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2024): Vol 7, No 2 2024 JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v7i2.17738

Abstract

Gedung Rektorat Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Muhammad Arsyad Al Banjari (MAB) adalah proyek strategis yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan di kampus tersebut. Gedung ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan operasional kampus yang semakin berkembang dan mendukung pengelolaan akademik serta administratif secara lebih optimal. Pondasi yang digunakan pada pembangunan Gedung Rektorat UNISKA MAB adalah pondasi tiang mini pile dimensi 40×40 cm dengan bangunan bertingkat. Dengan hal ini peneliti mencoba untuk meneliti sebuah perbandingan pondasi tiang mini pile dimensi 40×40 cm dengan pondasi tiang spun pile diameter 30 cm dan 40 cm, manakah pondasi tiang yang paling ekonomis. Penelitian dilakukan di Komplek Agra Budi, Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan. Metode yang digunakan pada penyusunan skripsi ini adalah metode penelitian  korelasional yaitu penelitian yang identik dengan membandingkan antara satu variabel dengan variable yang lainnya dalam penelitian tersebut. Hasil dari analisis daya dukung pondasi mini pile diperoleh nilai daya dukung Qult tunggal adalah sebesar 476,74 ton, sedangkan nilai daya dukung kelompok tiang adalah sebesar 2502,89 ton. Hasil analisis daya dukung pondasi spun pile diameter 30 cm diperoleh nilai daya dukung Qult tunggal adalah sebesar 253,83 ton, sedangkan nilai daya dukung kelompok tiang adalah sebesar 989,94 ton. Hasil analisis daya dukung pondasi spun pile diameter 40 cm diperoleh nilai Qult tunggal adalah sebesar 374,24 ton, dan nilai daya dukung kelompok tiang adalah sebesar 1.212.,54 ton. Ditinjau dari nilai ekonomis diperoleh pondasi yang paling ekonomis adalah menggunakan pondasi tiang spun pile diameter 40 cm. Namun disisi lain kelemahan dari pondasi spun pile adalah pada proses pengiriman materialnya yang memerlukan waktu lebih lama, karna di cetak dan dibeli dari luar dari pulau Kalimantan. Biasanya memerlukan waktu berkisar antara 4-5 minggu.
PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN HERBISIDA YANG RAMAH LINGKUNGAN Ilhamiyah, Ilhamiyah; Zuraida, Ana; Ash'ari, Fuzi Maulana; Gazali, Akhmad
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 3 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i3.17109

Abstract

Permasalahan yang sering  muncul  dilingkungan Mitra adalah banyaknya  gulma.  Gulma pada  pertanaman budidaya dapat menyebabkan terjadinya persaingan antara tanaman budidaya dengan gulma dalam penyerapan unsur hara, air, cahaya dan ruang tumbuh sehingga menghambat pertumbuhan tanaman serta menurunkan  produksi tanaman.  Petani dalam mengendalikan gulma selalu menggunakan herbisida kimia sintetik yang  menyebabkan residu yang dapat mencemari lingkungan dan meracuni manusia atau hewan ternak. Selain itu, banyak petani yang mengeluh  mahalnya harga herbisida sintetis ini, sehingga perlu dilakukan pembuatan herbisida yang ramah lingkungan     terbuat dari bahan-bahan alami yang mudah didapatkan seperti air kelapa, bawang putih, ragi tape, dan EM4.  Prioritas permasalah mitra adalah  petani diberdayakan untuk dapat membuat herbisida yang ramah lingkungan dan harganya lebih murah karena herbisida  terbuat dari bahan-bahan alami yang mudah didapatkan.  Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan skim Program Pemberdayaan Masyarakat  bertempat di Kelurahan Ulu Benteng Marabahan Kabupaten Barito Kuala.   Khalayak sasaran yang mengikuti kegiatan ada 21 orang petani. Pelaksanaannya berjalan lancar dan kehadiran khalayak sasaran mencapai 100 % pada pertemuan pertama dan pada pertemuan kedua kehadiran menjadi 90.5 %  Setelah kegiatan dilaksanakan ada peningkatan pengetahuan seputar pembuatan herbisida ramah lingkungan.  Sebanyak 19  peserta  sudah mampu membuat sendiri herbisida ramah lingkungan dan cara pengaplikasiannya.
PENGARUH PUPUK KASGOT BLACK SOLDIER FLY (Hermetia illucens) TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI Musyafir, Sandy; Gazali, Akhmad; Noor, Muhammad
EnviroScienteae Vol 20, No 4 (2024): ENVIROSCIENTEAE VOLUME 20 NOMOR 4, NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/es.v20i4.20451

Abstract

This study aims to determine the effect of combining Kasgot fertilizer with dolomite on the growth and production of mustard plants, identify the best dose of Kasgot for mustard plant growth and production, and assess its impact on the properties of Ultisol soil. The study used a factorial Completely Randomized Design (CRD) with combinations of Kasgot fertilizer and dolomite, resulting in 10 treatments and 3 replications, yielding a total of 30 experimental units. M0 = NPK fertilizer at 200 kg/ha, M1 = 50 t/ha, M2 = 60 t/ha, M3 = 70 t/ha, M4 = 80 t/ha, D0 = without dolomite, D1 = with dolomite (1.4 t/ha). The results showed that applying dolomite at a dose of 1.4 t/ha (D1) significantly affected the growth of mustard plants compared to the treatment without dolomite (D0). The use of Kasgot fertilizer at a dose of 80 t/ha (M4) provided the best results for mustard plant growth, and the application of Kasgot fertilizer with dolomite was proven to improve the chemical properties of Ultisol soil, leading to increased pH, P-potential, and K-potential values.
Pengaruh Serbuk Daun Salam (Syzygium polyanthum) Terhadap Mortalitas Hama Kutu Beras (Sitophilus oryzae L.) Nurfitriyani, Nurul; Gazali, Akhmad; Sari, Noorkomala
Agroekotek View Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agtview.v8i1.13572

Abstract

The rice commodity is an important food ingredient needed by consumers. These agricultural materials are stored in the warehouse. The pest that is a problem is the rice weevil. An alternative control method that can be carried outin an environmentally friendly manner is by using bay leaf powder pesticide. Bay leave scan be used as a natural pesticide because they contain chemical compounds in the form of flavonoids and essential oils. The essential oil contained in bay leaves is thought to repel insects. This research aims to determine the effect of giving bay leaf powder and the effective dose in controlling rice weevil pests. This research used a 1 factor Completely Randomized Design (CRD) experiment with 5 treatment levels, namely K0= 0 g, K1 = 5 g, K2 = 15 g, K3= 25 g, andK4 = 35 g. The results of the research showed that giving bay leaf powder did not have a significant effect on mortality, development of rice weevil pest populations, and reduction in rice weight. The highest percentage of mortality for Sitophilus oryzae in the treatment given K4 bay leaf powder (35 g of bay leaf powder) was17.5% with an average population of 8.25 individuals and a percentager eduction in rice weight of 1.46%. The lowest data was in the treatment without giving bay leaf powder K0(without giving bay leaf powder) with a value of 10% with a population of 9 individuals and a percentage reduction in rice weight of 1.875%.
Pengaruh Aplikasi Larutan Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) Terhadap Intensitas Serangan Hama Daun Pada Tanaman Sawi Pakcoy (Brassica rapa L.) Rejeki, Endang Dwi; Rizali, Akhmad; Gazali, Akhmad
Agroekotek View Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agtview.v8i1.11912

Abstract

Pakchoy mustard greens, also known as Brassica rapa L., is a very popular vegetable and belongs to the mustard greens family or known as Brassicaceae. This vegetable is very popular and loved by Indonesian people. Pakchoy mustard greens are widely planted by farmers in Indonesia because they have high economic value and nutritional content. There are several factors that can hinder the decline in the quality and quantity of the pakchoy mustard crop harvest, one of which is disturbance caused by pests. The aim of this research was to determine the effect of administering green betel leaf solution and to determine the most effective concentration of green betel leaf solution in reducing the intensity of pest attacks on Pakchoy mustard plants. This research used a one-factor Randomized Block Design (RAK). The factors studied were the treatment of green betel leaf solution (P) with five concentration levels which were repeated in 4 repetitions so that 20 experimental units were obtained. P0: Control (0% concentration); P1: Concentration 65% (65 ml green betel leaf solution + 35 ml water); P2: Concentration 70% (70 ml green betel leaf solution + 30 ml water); P3: Concentration 75% (75 ml green betel leaf solution + 25 ml water); P4: Concentration 80% (80 ml of green betel leaf solution + 20 ml of water). The results of the research showed that the administration of green betel leaf solutions with various concentrations had a significant effect on the intensity of pest attacks on pakchoy mustard plants. The treatment of giving 80 ml of green betel leaf solution + 20 ml of water is the best concentration that can reduce the level of pest attacks on Pakchoy mustard greens, with a total percentage of pest attack intensity (31.25%).
Pengaruh Pemberian Bokashi Kotoran Ternak terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Edamame (Glycine max (L) Merril) Pratama, Idham Maysar; Heiriyani, Tuti; Gazali, Akhmad
Agroekotek View Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agtview.v8i1.13100

Abstract

Edamame is a pIant that is often used as a heaIth food, because the edamame plant has nutritional content that is quite good for body health. Therefore increasing edamame soybean production is very important. Bokashi is a fertilizer made from organic materials, which is made by fermenting organic materials using EM-4 technoIogy. Bokashi is used as an organic fertilizer to enrich the soiI and not damage the environment. This research aims to determine the effect of giving bokashi and the best dose between bokashi treatments on the growth and production of edamame bean pIants. This research was prepared using the Randomized BIock Design (RAK) method with six repetitions. The experiment consisted of four treatment levels of bokashi fertilizer doses with one control treatment, namely d0 : 350 kg.ha-1 Mutiara NPK fertilizer (42 grams/plot) d1 : 2.5 ton.ha-1 bokashi fertilizer (300 grams/plot) d2 : 5 ton.ha-1 bokashi fertilizer (600 grams/plot). d3: 7.5 ton.ha-1 bokashi fertilizer (900 grams/plot). The results of the research showed that giving bokashi had no real effect on the growth and production of edamame bean plants and the best dose of giving bokashi on the growth and production of edamame bean plants was 2.5 tons ha-1
EVALUASI PERBANDINGAN ESTIMASI ANGGARAN BIAYA ANTARA METODE AHSP 2016 DAN METODE PELAKSANAAN KONTRAKTOR PADA PEMBANGUNAN KANTOR IMIGRASI KELAS I KABUPATEN TAPIN Gazali, Akhmad; Rachman, Tezar Aulia; Triningtyas, Yekti; Reizaldie, Raghmad
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2025): Vol 8, No 1 2025 JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2025
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v8i1.19253

Abstract

Pembangunan kantor merupakan salah satu inisiatif dari peningkatan fasilitas infrastrutur guna meningkatkan produktifitas pekerja yang lebih baik. Maka dari itu perencanaan bangunan dari segi keamanan, biaya, kegunaan, bentuk, arsitektural dan struktural ataupun jasa yang tersedia. Dalam pelaksanaan proyek Pembangunan Kantor Imigrasi Kabupaten Tapin ini menggunakan anggaran biaya lumayan besar, sehingga anggaran tersebut perlu diperhitungkan dengan seksama agar mampu menaikkan efisiensi dan efektifitas dari pelaksanaan proyek. Oleh karena itu, perlu adanya pedoman dasar dalam menentukan analisa harga satuan pekerjaan yang dipengaruhi oleh nilai indeks atau koefisien, sehingga analisa pada satuan harga pekerjaan tersebut sesuai terhadap biaya, mutu dan waktu pelaksanaan. Ada beberapa metode perhitungan rencana anggaran biaya diantaranya AHSP 2016 dan Penawaran Harga Kontraktor. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dari kedua perhitungan yang mana paling ekonomis. Dari hasil perhitungan rencana anggaran biaya pada proyek pembangunan Kantor Imigrasi Kabupaten Tapin dengan kedua perhitungan diperoleh hasil perhitungan Penawaran Harga Kontraktor (Lapangan) yang paling ekonomis sebesar Rp. 1.721.817.000,00 dan AHSP 2016 sebesar Rp. 2.529.527.000,00 dengan selisih sebesar Rp. 807.710.000,00. Faktor yang mempengaruhi besaran estimasi dari keduanya seperti material, asumsi perencana anggaran biaya, dan koefien kedua perhitungan.
Bawang Putih sebagai Pestisida Nabati dalam Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman (HPT) pada Selada secara Hidroponik di Guntung Payung, Banjarbaru Rizali, Akhmad; Sari, Noorkomala; Jumar, Jumar; Saputra, Riza Adrianoor; Gazali, Akhmad
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v10i2.1211

Abstract

Kelompok Wanita Tani (KWT) Putri Idaman di Kelurahan Guntung Payung, Kec. Landasan Ulin, Banjarbaru telah melakukan usaha budidaya sayuran selada secara hidroponik. Pada kondisi tertentu, produktivitas tanaman selada yang terlalu tinggi dapat menimbulkan kesulitan tersendiri. Musim penghujan dengan kelembapan tinggi akan menyebabkan kondisi terjadinya serangan hama dan penyakit, mengingat tanaman ini dilakukan secara hidroponik, maka pengendaliannya tidak bisa dilakukan menggunakan insektisida kimia disamping membahayakan konsumen juga dapat merusak lingkungan. Telah dilakukan sosialisasi dan pelatihan pembuatan pestisida nabati dari bawang putih oleh tim pengabdin dari jurusan Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian ULM. Kegiatan ini dilaksanakan secara tatap muka dengan metode ceramah dan praktek dimulai dari pembukaan, sambutan-sambutan, kemudian penyampaian materi, praktik dan diskusi bersama peserta. Peserta kegiatan berjumlah 44 orang yang terdiri dari 34 anggota kelompok wanita tani Putri Idaman, dan 10 orang kelompok Iwapi (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia). Hasil evaluasi kegiatan dari peserta rata-rata menjawab setuju dan sangat setuju dari enam rubrik yang ditanyakan, yaitu: pelayanan kegiatan; kesuaian materi pengabdian dengan permasalahan mitra; serta interaktif materi yang disampaikan narasumber. Dua puluh tiga peserta menyatakan sangat setuju untuk kembali berpartisipasi apabila kegiatan ini diselenggarakan kembali. Dari kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan pestisida nabati dari bawang putih ini, diharapkan mampu menjadi sebuah produk pestisida nabati yang dapat digunakan secara berkelanjutan dalam pengendalian HPT selada hidroponik oleh kelompok wanita tani Putri Idaman dalam menjaga kualitas produk selada hidroponik mereka. The Putri Idaman Women Farmers Group (KWT) in Guntung Payung Village, Landasan Ulin District, Banjarbaru has cultivated lettuce hydroponically. In certain conditions, lettuce plant productivity that is too high can cause difficulties. The rainy season with high humidity will cause conditions for pest and disease attacks, considering that this plant is grown hydroponically, its control cannot be carried out using chemical insecticides, besides endangering consumers, it can also damage the environment. Socialization and training on making herbal pesticides from garlic have been carried out by the service team from the Agroecotechnology Department, Faculty of Agriculture, ULM. This activity was conducted face-to-face with lecture and practice methods starting from the opening, greetings, and then delivery of materials, practice, and discussion with participants. The activity participants numbered 44 people consisting of 34 members of the Putri Idaman women's farmer group and 10 members of the Iwapi group (Indonesian Women Entrepreneurs Association). The results of the activity evaluation from the participants on average answered agree and strongly agree from the six rubrics asked: activity service; suitability of service materials to partner problems; and interactive materials presented by the resource person. Twenty-three participants stated that they strongly agreed to participate again if this activity was held again. From the socialization and training activities for making herbal pesticides from garlic, it is hoped that it can become a herbal pesticide product that can be used sustainably in controlling hydroponic lettuce HPT by the Putri Idaman women's farmer group in maintaining the quality of their hydroponic lettuce products.