Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Ulil Albab

Deteksi Zoonosis pada Hewan Peliharaan Urban: Studi Risiko Toksoplasmosis di Kota Metropolitan Rostyana, Surya; H, Mike Aprillia; Ernyasih, Ernyasih
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 9: Agustus 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i9.10881

Abstract

Peningkatan populasi hewan peliharaan di kawasan urban membawa tantangan baru dalam pengendalian penyakit zoonosis, salah satunya toksoplasmosis. Toksoplasmosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii, dengan kucing sebagai hospes definitif utama. Studi ini bertujuan mengevaluasi risiko toksoplasmosis pada hewan peliharaan di kota metropolitan serta menyoroti pentingnya deteksi dini dan upaya pencegahan berbasis komunitas. Metode penelitian menggunakan pendekatan campuran kuantitatif dan kualitatif, meliputi survei prevalensi pada kucing peliharaan, analisis faktor risiko, serta edukasi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi toksoplasmosis pada kucing peliharaan di kawasan urban dapat mencapai 23%, dengan distribusi kasus yang merata di berbagai kecamatan. Faktor risiko utama meliputi pola pemeliharaan yang kurang higienis, interaksi dengan kucing liar, serta konsumsi daging mentah. Edukasi dan deteksi dini terbukti meningkatkan kesadaran pemilik hewan dan menurunkan risiko penularan ke manusia. Studi ini merekomendasikan penguatan kolaborasi lintas sektor, peningkatan fasilitas deteksi, serta edukasi berkelanjutan untuk mengendalikan risiko toksoplasmosis di lingkungan perkotaan.
Efektivitas Program Pengelolaan Sampah Terpadu dalam Menurunkan Risiko Paparan Vektor dan Zoonosis di Kota Metropolitan Winnia, Adinda Jilan Hikaru; Ristanto, Muhammad Virgi; Ernyasih, Ernyasih
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 9: Agustus 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i9.10882

Abstract

Pertumbuhan jumlah penduduk di kota metropolitan menimbulkan tantangan besar dalam pengelolaan sampah, yang secara langsung berdampak terhadap peningkatan risiko paparan vektor penyakit dan zoonosis. Tumpukan sampah, terutama organik dan anorganik yang tidak terkelola, menjadi habitat ideal bagi vektor seperti nyamuk, lalat, dan tikus. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas program pengelolaan sampah terpadu dalam menurunkan risiko paparan vektor penyakit di Kota Tangerang. Metode yang digunakan adalah campuran kuantitatif dan kualitatif, melalui evaluasi data timbulan sampah, pelaksanaan program 3R, partisipasi masyarakat, serta dampak intervensi berbasis komunitas. Hasil studi menunjukkan bahwa program pengelolaan sampah terpadu mampu menurunkan volume sampah ke TPA hingga 224.141 ton pada 2024 dan mengurangi habitat vektor secara signifikan di wilayah permukiman yang aktif menjalankan program tersebut. Edukasi lingkungan dan pelibatan masyarakat terbukti meningkatkan kesadaran dan praktik pengelolaan sampah mandiri. Meskipun demikian, tantangan masih dihadapi berupa keterbatasan infrastruktur, minimnya armada angkut, dan belum optimalnya partisipasi masyarakat. Studi ini merekomendasikan peningkatan fasilitas pendukung, penguatan edukasi berkelanjutan, serta sinergi lintas sektor untuk memastikan keberlanjutan program pengelolaan sampah terpadu yang efektif dalam mengendalikan risiko penyakit berbasis lingkungan.
Hubungan Pengelolaan Sampah Basah dengan Peningkatan Populasi Lalat sebagai Vektor Potensial Penyakit Zoonotik di Pasar Tradisional Kota Rohma, Revalin Yosinta; Sofiani, Martshiva Huditia; Ernyasih, Ernyasih
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 9: Agustus 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i9.10883

Abstract

Lalat merupakan serangga dari ordo Diptera yang berperan sebagai vektor mekanik dan biologi dalam penularan berbagai penyakit, seperti diare, disentri, kolera, dan lain-lain. Lalat cenderung hinggap di tempat-tempat kotor yang mengandung makanan, sehingga berisiko tinggi membawa mikroorganisme patogen ke makanan yang dikonsumsi manusia. Keberadaan lalat sering dikaitkan dengan sanitasi lingkungan yang buruk, dan tingginya jumlah lalat dapat menjadi indikator rendahnya kebersihan lingkungan. Tempat umum, khususnya pasar, menjadi lokasi berisiko tinggi dalam penularan penyakit karena sering dikunjungi masyarakat dan berpotensi terjadi penurunan kualitas kebersihan. Penelitian ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk menganalisis Hubungan Pengelolaan Sampah Basah dengan Peningkatan Populasi Lalat sebagai Vektor Potensial Penyakit Zoonotik di Pasar Tradisional Kota. Penelitian ini menggunakan situs elektronik sebagai sumber data. Adapun melalui dari berbagai website seperti google scholar, pubmed, dan sebagainya. Berdasarkan kajian dari lima jurnal, diketahui bahwa keterbatasan sarana dan tenaga kerja menyebabkan keterlambatan pengangkutan sampah, sehingga sampah organik menumpuk tanpa penanganan memadai. Kondisi ini menciptakan lingkungan yang lembap dan kaya bahan organik, sangat disukai lalat untuk bertelur dan berkembang biak. Selain itu, kurangnya fasilitas pemilahan dan pewadahan turut mempercepat pembusukan sampah dan siklus hidup lalat.
Tinjauan Literatur: Peran Tempat Sampah Rumah Tangga sebagai Habitat Perindukan Nyamuk Aedes Aegypti di Wilayah Perkotaan Padat Penduduk Effendi, Muhammad Andy; Ramadhanti, Karenina Dwi; Ernyasih, Ernyasih
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 9: Agustus 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i9.10884

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat yang serius di lingkungan perkotaan berpenduduk padat. Nyamuk Aedes aegypti, yang menjadi pembawa virus dengue, sering kali berkembang biak di tempat-tempat penampungan air, termasuk tempat sampah rumah tangga yang terbuka. Di daerah dengan kepadatan tinggi, minimnya pengelolaan limbah domestik dan rendahnya kesadaran warga menciptakan kondisi yang mendukung terbentuknya sarang nyamuk. Studi ini bertujuan untuk meninjau peran tempat sampah rumah tangga sebagai lokasi perindukan nyamuk Aedes aegypti melalui metode tinjauan literatur. Data diperoleh dari berbagai sumber ilmiah seperti Google Scholar, Perpusnas, dan PubMed. Berdasarkan hasil kajian, ditemukan bahwa limbah rumah tangga, terutama wadah yang dapat menampung air hujan, memegang peran penting dalam proses perindukan nyamuk. Oleh karena itu, strategi pengendalian berbasis perilaku masyarakat melalui program 3M Plus dan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi sangat dibutuhkan untuk menurunkan risiko penularan DBD di kawasan perkotaan yang padat.
Hubungan antara Pengaruh Sampah Rumah Tangga Tidak Terkelola Terhadap Populasi Vektor Penyakit di Lingkungan Kota Putri, Lutfiah Kurnia; Hasanah, Donita Lutfia; Ernyasih, Ernyasih
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 9: Agustus 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i9.11103

Abstract

Penelitian ini membahas hubungan antara pengaruh sampah rumah tangga yang tidak terkelola terhadap populasi vektor penyakit di lingkungan kota. Sampah rumah tangga yang terdiri dari limbah organik dan anorganik dapat menjadi tempat berkembang biaknya vektor penyakit seperti nyamuk, lalat, dan tikus, yang berpotensi menyebarkan berbagai penyakit menular. Data nasional menunjukkan bahwa volume sampah di Indonesia pada tahun 2024 mencapai 33,79 juta ton, dengan lebih dari 50% berasal dari rumah tangga. Pengelolaan sampah yang buruk berdampak negatif terhadap pencemaran air, udara, tanah, serta kesehatan masyarakat, termasuk peningkatan risiko penyakit menular dan gangguan pernapasan. Penelitian ini menekankan pentingnya pengelolaan sampah yang efektif melalui partisipasi masyarakat, penerapan teknologi, kebijakan yang mendukung, dan edukasi lingkungan. Program 4R (Reduce, Reuse, Replace, Recycle) dianjurkan sebagai strategi pengelolaan sampah rumah tangga yang berkelanjutan. Solusi yang diusulkan meliputi pengelolaan sampah yang efisien, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, program daur ulang dan kompos, serta peningkatan kesadaran masyarakat untuk menciptakan lingkungan perkotaan yang bersih dan sehat.