Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN REWARD OF CAREGIVING SCALE DENGAN KEMANDIRIAN KELUARGA DALAM PERAWATAN JANGKA PANJANG PADA LANSIA: The Relationship between the Family Reward of Caregiving Scale and Family Independence in Long-Term Care for the Elderly Berlyan Surya Prata Putra Siswoyo; Nur Melizza; Suyesti Yossi; Nadin Budiarti; Brillian Yunita Adiratna; Roby Putra Hermanto
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16 No 2 (2025): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v16i2.1595

Abstract

Seiring dengan bertambahnya populasi lansia, isu-isu yang berkaitan dengan kesehatan dan ketergantungan dalam kehidupan sehari-hari menjadi semakin umum. Dalam kondisi seperti itu, keluarga bertindak sebagai sistem pendukung utama, mengambil tanggung jawab pengasuhan yang berkelanjutan. Namun, menjadi pengasuh mandiri bukan berarti tanpa tantangan. Keluarga sering mengalami stres emosional, kelelahan fisik, dan tekanan keuangan. Terlepas dari kesulitan-kesulitan ini, rasa penghargaan atau kepuasan pribadi yang diperoleh dari pengasuhan dapat menjadi sumber kekuatan dan motivasi yang sangat penting, penelitian ini mengeksplorasi korelasi antara penghargaan yang dirasakan oleh pengasuh dan tingkat kemandirian keluarga dalam merawat anggota keluarga yang berusia lanjut. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif cross-sectional, data dikumpulkan dari enam puluh satu pengasuh yang tinggal bersama anggota keluarga lansia di wilayah Malang antara Januari dan Mei 2025. Partisipan dipilih melalui pengambilan sampel secara tidak sengaja. Instrumen penelitian meliputi skala persepsi penghargaan pengasuhan dan kuesioner kemandirian keluarga. Analisis korelasi Spearman dilakukan dengan ambang batas signifikansi 0,05. Temuan menunjukkan adanya korelasi positif yang signifikan secara statistik antara persepsi penghargaan dan kemandirian keluarga (r = 0,287; p = 0,025). Hal ini menunjukkan bahwa pengasuh yang merasakan lebih banyak penghargaan pribadi dari peran mereka cenderung menumbuhkan kemandirian yang lebih besar dalam unit keluarga ketika memberikan perawatan lansia. Hasil ini menekankan pentingnya mempromosikan pengalaman emosional yang positif.
Asuhan Keperawatan pada Lansia Hipertensi dengan Gangguan Pola Tidur melalui Penerapan Progressive Muscle Relaxation (PMR): Sebuah Studi Kasus Brillian Yunita Adiratna; Nur Melizza
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 4 (2026): Agustus 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i4.2463

Abstract

Penurunan kualitas tidur pada populasi lanjut usia umumnya berkorelasi dengan munculnya ketidaknyamanan somatik akibat penyakit kronis, termasuk hipertensi dan gejala sisa stroke. Studi kasus ini bertujuan untuk menguraikan pengelolaan asuhan keperawatan menggunakan modalitas terapi relaksasi otot progresif guna mengatasi kendala gangguan pola tidur pada Tn. R di wilayah Seduduk Mulyorejo. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif melalui pendekatan studi kasus tunggal yang dilaksanakan selama satu pekan, dengan durasi intervensi tiga puluh menit pada setiap sesi. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi menggunakan tensimeter digital, serta dokumentasi selama proses asuhan keperawatan. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan kondisi pasien sebelum dan sesudah intervensi berdasarkan hasil pengkajian, observasi, pengukuran tekanan darah, dan evaluasi perkembangan pasien. Hasil evaluasi klinis menunjukkan bahwa pemberian latihan relaksasi secara rutin mampu memperbaiki kualitas tidur dan meningkatkan kenyamanan fisik pasien. Meskipun penurunan tekanan darah belum menunjukkan perubahan yang bermakna akibat proses penuaan vaskular serta ketidakpatuhan terhadap terapi farmakologis, pasien mengungkapkan bahwa tubuhnya terasa lebih ringan dan rileks, rasa terbakar pada kaki pada malam hari berkurang, serta frekuensi terbangun saat tidur juga menurun.
Co-Authors Ade Nopy Ruthmitasai Adelia Handoko Adiratna, Brillian Yunita Adit Krisnanda Agung Dwi Laksono Agustin, Tasya Nabila Anchaleeporn Amatayakul Anggraini Dwi Kurnia Anis Ika Nur Rohmah Ayu Trisna, Indah Azlina, Qory Bakar, Norasma Berlyan Surya P.P.S Berlyan Surya Prata Putra Siswoyo Berlyan Surya Pratama Putra Siswoyo Brillian Yunita Adiratna Brillin Yunita Adiratna Budiarti, Nadin Cahyanti, Aslamiyah Chairul Huda Al Husna Cici Indah Setyowati Cici Indah Setyowati Deni Pradana, Mustika Dwi Marta, Ollyvia Freeska Dzilfiyah Dzilfiyah Erma Wahyu Mashfufa Erma Wahyu Mashfufa Faqih Ruhyanudin Faqih Ruhyanudin Faridi Faridi Fitria Kusumawati Fitria Kusumawati Hardianti Henik Tri Rahayu Hermanto, Roby Putra Ilvi Maulidiana Putri Indah Dwi Pratiwi Indrasari Dwi Yulianti Indri Wahyuningsih Ingga Nursanti Isna Hidayatun Ni’mah Kartika, Rika Yuni Lailatul Masruroh Latif, Rusnani AB LILIS SETYOWATI Muhammad Ari Arfianto Muhammad Dodik Prastiyo Muhammad Hafis Muhammad Ridwan Muhammad Tarieq Fatachul Aziz Nadil Lukman Rizky Vidyhantoko Nadin Budiarti Ni’mah, Isna Hidayatun Nur Afra Niza Nur Alifah Nur Lailatul Masruroh Nurilla Kholidah NURUL HIKMAH Nurwijayanti Orizativa Jami Roby Putra Hermanto Rosalina, Casumi Sheilla Ayu Aqillah Siska Sufianti Safitri Sri Hariyati Surya, Berlyan Suyesti Yossi Wisnu Bayu Samudra Samudra Yazid Abdullah Yossi, Suyesti Yoyok Bekti Prasetyo Yoyok Bekti Prasetyo Yulianti, Indrasari Dwi Yulianti, Indrasari Dwi Yusrina Syirly Salsabil Azzahra Zahid Fikri