Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Siaga New Normal Terhadap Pencegahan Covid-19 di Desa Carawali Kabupaten Sidenreng Rappang Fadli; Sulaeman, Sulaeman; Hasanuddin, Indirwan; purnama AL, Jumiarsih; Sastria, Andi
Indonesian Journal of Community Dedication Vol. 3 No. 2 (2021): Indonesia Journal of Community Deducation
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

COVID-19 di Indonesia pertama kali dilaporkan pada tanggal 2 Maret 2020. Tingkat penularan COVID-19 dapat terbilang cukup tinggi. Tujuan program pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk membantu masyarakat menilai dirinya sendiri terkait COVID-19 di Desa Carawali Kabupaten Sidenreng Rappang dan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait pencegahan COVID-19 melalui penerapan protokol kesehatan serta dan pengetahuan tentang proses kesiapan vaksinasi masyarakat dalam bentuk Siaga New Normal pada masyarakat. Sasaran program ini adalah masyarakat di Desa Carawali Kabupaten Sidenreng Rappang. Adapun program ini terdiri atas pembagian masker, edukasi kesehatan, dan pemeriksaan kesehatan. Hasil kegiatan ini adalah sebanyak 35 orang telah terdaftar sebagai peserta. Berdasarkan hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui metode edukasi kesehatan tentang pencegahan COVID-19 dan penerapan protokol kesehatan di masa new normal terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat setelah pemberikan edukasi yaitu rata-rata 79,88 dengan kategori baik. Sedangkan hasil pengetahuan tentang vaksinasi COVID-19 menunjukkan peningkatan pengetahuan dengan rata-rata 72,68 dengan kategori cukup baik setelah pemberian edukasi kesehatan. Dalam penerapan siaga new normal, diharapkan kepada pihak pemerintah khususnya Dinas Kesehatan untuk lebih memberikan pendekatan kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan dalam memberikan edukasi terhadap kesiapan pemberian vaksinasi kepada masyarakat agar mereka siap 100% untuk menerima vaksinasi COVID-19.
Hubungan Self-Management dan Self-Efficacy terhadap Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Samsuddin; Sastria, Andi; Asriadi
Mega Buana Journal of Nursing Vol. 4 No. 2 (2025): Mega Buana Journal of Nursing
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/sks54935

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang tidak hanya memengaruhi aspek fisiologis pasien, tetapi juga berdampak terhadap kualitas hidup secara menyeluruh. Upaya pengelolaan penyakit ini menuntut peran aktif pasien dalam mengelola kondisi diri (self-management) dan memiliki keyakinan terhadap kemampuan pribadi (self-efficacy). Kedua faktor tersebut diyakini dapat memengaruhi kualitas hidup pasien dalam jangka panjang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan self-management dan self-efficacy terhadap kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Wara Utara Kota, Kota Palopo Tahun 2025. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Wara Utara Kota, Kota Palopo, pada bulan Mei hingga Juni 2025. Populasi berjumlah 128 pasien dengan usia 20–79 tahun, dan sampel sebanyak 97 orang ditentukan dengan rumus Slovin menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan terdiri dari kuesioner SDSCA, DMSES, dan WHOQOL-BREF, sedangkan data dikumpulkan melalui angket (data primer) dan dokumentasi (data sekunder). Hasil menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara self-management dengan kualitas hidup (nilai p = 0,002), serta antara self-efficacy dengan kualitas hidup (nilai p = 0,003). Self-management dan self-efficacy memiliki peran penting dalam peningkatan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2, sehingga intervensi edukatif berbasis pemberdayaan pasien perlu diterapkan secara berkelanjutan di tingkat layanan primer.
Hubungan Sikap Ibu dan Riwayat Penyakit Infeksi dengan Kejadian Gizi Kurang Patonangi; Sastria, Andi; Asriadi
Mega Buana Journal of Nursing Vol. 4 No. 2 (2025): Mega Buana Journal of Nursing
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/x6fw2126

Abstract

Masalah gizi kurang pada balita masih menjadi isu kesehatan masyarakat yang perlu mendapat perhatian serius karena berdampak pada pertumbuhan, perkembangan, dan daya tahan tubuh anak. Berbagai faktor dapat memengaruhi status gizi balita, di antaranya adalah sikap ibu dalam pemberian asuhan gizi serta riwayat penyakit infeksi yang pernah dialami anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sikap ibu dan riwayat penyakit infeksi dengan kejadian gizi kurang pada balita di wilayah kerja Puskesmas Poleang Selatan, Kabupaten Bombana. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross sectional yang dilaksanakan di Puskesmas Poleang Selatan selama tiga bulan (Juli–Juli 2025). Populasi penelitian adalah seluruh balita berusia 0–60 bulan sebanyak 465 balita, dengan jumlah sampel 82 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup yang mencakup data status gizi (berat badan, tinggi badan, umur), riwayat penyakit infeksi, serta sikap ibu (10 pernyataan dengan pilihan setuju/tidak setuju). Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dengan program SPSS for Windows versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara sikap ibu dengan kejadian gizi kurang (p = 0,000 < 0,05) serta antara riwayat penyakit infeksi dengan kejadian gizi kurang (p = 0,000 < 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sikap ibu dan riwayat penyakit infeksi berperan terhadap kejadian gizi kurang pada balita di wilayah kerja Puskesmas Poleang Selatan, Kabupaten Bombana.
Faktor Kejadian Stunting Pada Anak Dan Balita Sastria, Andi; Hasnah, Hasnah; Fadli, Fadli
Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKES Hang Tuah Surabaya Vol 14 No 2 (2019): October Edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30643/jiksht.v14i2.56

Abstract

Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak-anak dari gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan faktor penyebab kejadian kejadian stunting pada balita dan anak. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional.Teknik sampling yang digunakan adalah consecutive sampling dengan uji analisis chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan faktor pemberian ASI terhadap kejadian stunting (p=0,001); ada hubungan faktor pemberian MP-ASI dengan kejadian stunting (p=0,001); ada hubungan faktor pengetahuan orang tua terhadap kejadian stunting (p=0,001). Diperlukan upaya pendekatan jangka pendek agar orang tua memberikan ASI eksklusif sampai anak 6 bulan, memberikan ASI dan makanan pendamping ASI sesuai dengan umur hingga 12 bulan, sehingga anak 6-23 bulan dapat mengejar tumbuh kembangnya dengan baik. Sedangkan pendekatan jangka panjang dapat dilakukan oleh petugas kesehatan untuk memberikan edukasi kepada keluarga sehingga dapat memutuskan mata rantai stunting karena dengan adanya edukasi akan meningkatkan pengetahuan keluarga. 
HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN KELUARGA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA: Relationship Between Family Environmental Sanitation and The Incidence of Stunting in Toddlers Yunus, Muhammad; Ilyas, Muh.; Sainuddin, Sudirman; Fadli, Fadli; Ahmad, Andi sastria
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 15 No 2 (2024): Media Keperawatan: Poltekkes Kemenkes Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting adalah suatu kondisi apabila seorang anak memiliki tinggi badan yang rendah menurut usianya, umumnya disebabkan oleh kekurangan gizi, infeksi berulang dan dorongan lingkungan sosial yang buruk. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan sanitasi lingkungan keluarga dengan kejadian stunting pada balita di Wilayah kerja Puskesmas Pontap Kota Palopo. Responden penelitian ini yaitu anak balita usia 12-59 bulan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan penelitian analitik observasional menggunakan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah keluarga yang memiliki balita stunting sebanyak 83 di wilayah kerja Puskemas Pontap Tahun 2024 dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menujukkan tidak ada hubungan signifikan antara komponen rumah dengan kejadian stunting fisher exact dengan nilai p value 0,070 (p > 0,05). Tidak ada hubungan signifikan antara sarana lingkungan dengan kejadian stunting dengan nilai p value = 0,390 (p > 0,05). Ada hubungan signifikan antara perilaku dengan kejadian stunting dengan nilai p value = 0,015 (p < 0,05).
Dampak Senam Kaki Diabetik dalam Menurunkan Glukosa Darah pada Lansia Di UPT PPSLU Mappakasunggu Kota Pare Pare Husri, Hasiwulansi; Ida, Ida; Izza, Izza; Helena, Masita; K, Musdalifah; Nirma, Nirma; Aisyah Saleh, Nur; Wafiah, Nur; Kaharuddin, Nurwildah; Fadli, Fadli; Sastria Ahmad, Andi
Mega Buana Journal of Innovation and Community Service Vol. 4 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/fstw8k49

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit jangka panjang yang memerlukan perawatan berkelanjutan. Perubahan gaya hidup, seperti pola makan, kurang berolahraga, dan kelebihan berat badan, dapat menyebabkan kadar gula darah tidak terkendali, yang dapat memicu diabetes melitus tipe 2. Metode dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi pemeriksaan tanda-tanda vital, pemeriksaan asam urat dan GDS, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan senam kaki diabetik yang bertujuan untuk mengendalikan kadar glukosa darah dan melancarkan sirkulasi darah. Hasil kegiatan diperoleh glukosa darah pada lansia berdasarkan kelompok usia 60-70 tahun (57%) dengan nilai glukosa darah terendah yaitu 99 mg/dL dan nilai glukosa darah tertinggi yaitu 262 mg/dL, usia 71-80 tahun (22%) dengan nilai glukosa darah terendah yaitu 117 mg/dL dan nilai glukosa darah tertinggi yaitu 199 mg/dL sedangkan  umur ≥ 80 tahun (21%) dengan nilai glukosa darah terendah 102 mg/dL dan nilai glukosa darah tertinggi yaitu 220 mg/dL. Kesimpulan: Semua lansia dalam kegiatan pengabdian masyarakat dapat memahami tentang terapi aktivitas fisik senam kaki diabetik untuk mengontrol kadar glukosa darah. Saran dari kegiatan pengabdian ini adalah diharapkan senam kaki diabetik dapat dijadwalkan secara rutin minimal 2-3 kali perminggu, lansia dapat melakukan senam kaki diabetik dirumah secara mandiri serta tenaga kesehatan memberikan edukasi yang berkelanjutan mengenai pengendalian diabetes melitus dan juga gaya hidup sehat yang mendukung penurunan resiko komplikasi.
Efekivitas Senam Kaki Diabetik Dalam Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansia Di Panti Jompo Kota Pare-Pare Hira Rusli, Ade; Kadonga, Elshie; Putria Ramadhani R, Aila; Fitriyani, Eka; Putri Ulandari, Dea; Dila, Dila; Amiruddin, Asri; Hardiansyah, Hardiansyah; Fadli, Fadli; Sastria Ahmad, Andi
Mega Buana Journal of Innovation and Community Service Vol. 4 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/7p11t244

Abstract

Proses penuaan menimbulkan perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang meningkatkan risiko penyakit degeneratif, terutama hipertensi. Berdasarkan data awal di Panti Jompo Kota Parepare, dari 75 lansia terdapat 69 orang yang menderita hipertensi dengan pengobatan yang belum optimal. Kondisi ini menunjukkan perlunya intervensi non-farmakologis yang efektif, sederhana, dan dapat dilakukan secara mandiri oleh lansia. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini Adalah untuk mengetahui efektivitas senam kaki diabetik dalam menurunkan tekanan darah pada lansia di Pusat Pelayanan Sosial Lanjut Usia Mappakasunggu Kota Parepare tahun 2025. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini meliputi pemeriksaan tanda-tanda vital, pemeriksaan kadar asam urat dan gula darah sewaktu (GDS), serta pelaksanaan senam kaki diabetik secara rutin dan terarah. Hasil dari kegiatan tersebut menunjukkan adanya penurunan tekanan darah pada sebagian besar peserta setelah mengikuti senam kaki diabetik. Lansia berusia 60–70 tahun merupakan kelompok terbanyak dengan rentang tekanan darah yang menurun secara signifikan. Selain itu, perempuan memiliki tekanan darah yang sedikit lebih tinggi dibandingkan laki-laki sebelum intervensi. Kesimpulan: Senam kaki diabetik terbukti efektif sebagai intervensi non-farmakologis dalam menurunkan tekanan darah pada lansia. Latihan ini membantu memperlancar sirkulasi darah, memperkuat otot kaki, serta meningkatkan fleksibilitas sendi. Senam kaki diabetik direkomendasikan sebagai program rutin dalam upaya pengendalian hipertensi dan peningkatan kualitas hidup lansia.
Factors Related to the Incidence of Stunting in Children in the Working Area of the Pontap Health Center, Palopo City in 2025 Nirma, Nirma; Sastria Ahmad, Andi; Asriadi, Asriadi; Amanah AN, Indra
AACENDIKIA: Journal of Nursing Vol. 4 No. 2 (2025): AACENDIKIA: Journal of Nursing
Publisher : Althar Cendikia Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/aacendikiajon.v4i2.61

Abstract

Stress is a physical, mental, and behavioral response to the pressure people experience to adapt and manage internal and external pressures. Stress can affect anyone, including teenagers. The stress experienced by teenagers can be caused by factors such as parental parenting, family support, and feelings of loneliness in the family environment. This Research aims to determine whether factors are associated with stunting among children in the work area of the Pontap Health Center in Palopo City. This type of Research is a quantitative survey Research design with a cross-sectional approach. This Research used a purposive sampling method, with a sample of 53 respondents from the work area of the Pontap Health Center in Palopo City in 2025. The instruments of this Research were a questionnaire and the KMS book. Chi-Square in maternal knowledge Research shows a significance value of ρ=0.001; in research on maternal parenting patterns, it shows a significance value of ρ=0.001; and in socio-economic research, it shows a significance value of ρ=0.041. Mother's knowledge, mother's parenting style, and social economy are factors in the incidence of stunting in the work area of the Pontap Health Center in Palopo City in 2025.