Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

OVERVIEW OF EARLY BREASTFEEDING INITIATION (IMD) MANAGEMENT IN THE ERA OF NEW HABITS FROM THE MOTHER'S SIDE Trianingsih, Indah; Marlina, Marlina; Octaviana, Amrina; Roslina, Roslina; Indrasari, Nelly
Media Ilmiah Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2024): MAY
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/miki.v2i2.319

Abstract

Inisiasi Menyusui Dini (IMD) memiliki peran penting dalam menyukseskan ASI Ekslusif. Sejak pandemi Covid-19 melanda dunia di tahun 2019, terjadi banyak perubahan di segala sektor, termasuk dalam pelayanan kesehatan. Pada Desember 2022, dengan pencabutan status PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) di Indonesia status pandemi beralih menjadi endemi. Meskipun demikian, Tata laksana IMD pada era kebiasaan baru masih diterapkan, IMD dapat dilaksanakan dengan kesepakatan orang tua, menggunakan masker, dan mencuci tangan sebelum IMD. Hal ini dikarenakan ibu hamil, bersalin, dan bayi baru lahir termasuk dalam golongan berisiko tinggi yang masih memerlukan protokol kesehatan (prokes). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif untuk melihat  gambaran pelaksanaan IMD di Era Kebiasaan Baru dari sisi ibu bersalin. Variabel yang diteliti meliputi usia, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, dan sikap ibu bersalin terhadap pelaksanaan IMD di Era Kebiasaan Baru. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang bersalin normal di tempat praktik mandiri bidan (TPMB) di Kota Bandar Lampung periode April sampai dengan Oktober 2023 yang berjumlah 971 orang. Adapun jumlah sampel yang diambil setelah menggunakan rumus slovin didapatkan 109 orang. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil bahwa sebagian besar ibu berada pada usia reproduksi sehat 80 responden (73,4%), berpendidikan rendah 92 responden (84,4%), dan bekerja sebagai Ibu Rumah tangga 76 responden (69,7%). Sedangkan untuk pengetahuan dan sikap terhadap pelaksanaan IMD sebagian besar ibu memilki pengetahuan yang baik 100 responden (91,7%), dan sikap yang positif 99 responden (9,2%) terhadap tata laksana IMD di Era Kebiasaan Baru. Sebagian besar ibu bersalin juga telah me`laksanakan IMD sesuai tata laksana IMD di Era Kebiasaan Baru, yaitu sebanyak 70 responden (64,2%).
Early MP-ASI Supplementation Impact in Infants and Toddlers Aged 6 to 24 Months Octaviana, Amrina; Roslina, Roslina; Indrasari, Nelly
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 22 No 3 (2024): JURNAL INFO KESEHATAN
Publisher : Research and Community Service Unit, Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/infokes.Vol22.Iss3.1008

Abstract

The highest rate of solid or semi-solid feeding occurs at the age of 4-5 months in 32.7% of the 488 sample children, according to data from the Indonesian Demographic and Health Survey, and the highest rate of early supplementation of drinking occurs at 2-3 months in 24.7% of the 506 sample children. This research also continues the results of previous research, where the research was to determine the dominant factors in giving MP-ASI to babies and toddlers. The research results were obtained from 132 babies and toddlers, of whom 44 (33.3%) had received early MP-ASI. This study aimed to determine the effect of early complementary feeding on growth and development in infants and toddlers aged 6–24 months in the Banjar Baru PKM area, Tulang Bawang Regency, in 2022. This type of research is retrospective with stratified random sampling, with a sample of 132 mothers with infants and toddlers aged 6–24 months. Bivariate analysis using the Chi-Square test and multivariate analysis with the Logistics Regression Test. The results of the study showed that more than half, namely 62.1% of respondents, were in favor of giving early complementary feeding to infants and toddlers in the risk category in the work area of the Banjar Baru Health Center, Tulang Bawang Regency, in 2022. The statistical test results also found that there was a significant effect between the behavior of giving MP to infants and toddlers with growth (p-value = 0.0001, OR = 3.273) and development (p-value = 0.000, OR = 10.353) in the Banjar Baru Public Health Center, Tulang Bawang Regency in 2022. In order to prevent early complementary feeding in infants and toddlers, it is suggested that pregnant women be educated about the effects of early complementary feeding on their children's growth and development from 6 to 24 months of age. reactivating the role of Integrated Service Post (Posyandu) and health cadres in community activities for early detection of growth and development of infants and toddlers, identifying anomalies early so they can immediately receive referrals for treating developmental disorders in infants and toddlers in the Banjar Baru health center, Tulang Bawang district, in 2022.   
Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk Meningkatkan Kesehatan Ibu dan Anak di Kelas Ibu Balita Indrasari, Nelly; Risneni, Risneni; Hasan, Amrul; Octaviana, Amrina; Trianingsih, Indah
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v7i2.23092

Abstract

Masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan periode emas yang menentukan kualitas pertumbuhan dan perkembangan anak, mencakup aspek kesehatan fisik, kemampuan kognitif, serta potensi produktivitas di masa depan. Salah satu upaya preventif dan promotif yang penting dalam mendukung kesehatan ibu dan anak adalah penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), khususnya dalam tatanan rumah tangga. Namun, hasil observasi awal di Desa Karang Anyar, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan menunjukkan bahwa pemahaman ibu hamil, ibu menyusui, serta ibu yang memiliki bayi dan balita terhadap indikator PHBS masih terbatas, ditambah dengan rendahnya keterlibatan mereka dalam kegiatan edukasi kesehatan. Menyikapi kondisi tersebut, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, membangun kesadaran, serta memotivasi ibu agar mampu menerapkan PHBS secara konsisten dan berperan sebagai agen perubahan di lingkungan keluarga dan komunitas. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk kelas ibu balita di Posyandu Melati 2 pada 11 Juni 2025 dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang. Rangkaian kegiatan mencakup pre-test, diskusi interaktif, penyampaian materi melalui pendekatan partisipatif berbasis media visual dan leaflet edukatif, serta post-test sebagai alat evaluasi. Hasil menunjukkan bahwa sebelum intervensi dilakukan, 50% peserta belum memahami indikator PHBS, namun setelah kegiatan, seluruh peserta mengalami peningkatan skor pengetahuan. Selain itu, separuh dari mereka menyatakan komitmen untuk menerapkan minimal lima indikator PHBS di rumah serta bersedia menyebarkan informasi kepada keluarga dan tetangga. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan, memperkuat kesadaran, dan membentuk perilaku hidup sehat secara berkelanjutan. 
Peningkatan kemampuan kader dalam pendampingan ibu hamil hingga menyusui dua tahun berbasis buku KIA dan media edukasi booklet Indrasari, Nelly; Fikri, Ahmad; Rahmadi, Antun; Khoiriyah, Yustin Nur
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 11 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i11.2158

Abstract

Background: The period from pregnancy to two years of age is a crucial phase in preventing stunting and improving maternal and child health. Community health cadres play a strategic role in supporting pregnant and breastfeeding mothers; however, their capacity to utilize the Maternal and Child Health Handbook (KIA) and educational media remains limited. Purpose: To improve the knowledge and role of Posyandu cadres in supporting pregnant mothers through the age of two through the use of the KIA handbook and educational booklets. Method: This community service activity was conducted in Sukamaju Village, Abung Semuli District, North Lampung Regency in 2025. The target group included Posyandu cadres, pregnant mothers, breastfeeding mothers, and families of toddlers. The activity involved 30 Posyandu cadres, 30 pregnant mothers, 30 breastfeeding mothers, and was also attended by representatives from the village government, community health centers, and village midwives. The program employed a community-based, participatory approach focused on increasing the capacity of cadres in supporting pregnant mothers through the first two years of breastfeeding through the use of the Maternal and Child Health Handbook (KIA) and educational booklets. Summative evaluation was conducted at the end of the program through observation, interviews, and assessment of changes in knowledge, attitudes, and practices of cadres and targets. Evaluation activities were conducted in the prenatal classes and integrated health posts (Posyandu) in Sukamaju Village. Results: Cadres' understanding of breastfeeding techniques increased from 22.9% before training to 88.6% after training. Cadres' ability to explain Early Initiation of Breastfeeding (IMD) increased from 31.4% to 91.4%, while their ability to conduct breastfeeding counseling based on the Maternal and Child Health (KIA) Handbook and educational media increased from 17.1% to 82.9%. Implementation results showed that 30 pregnant women received education on breastfeeding preparation for up to two years, 11 mothers received IMD assistance during delivery, and 30 breastfeeding mothers reported successful latching after counseling by the cadres. In addition, 19 mothers began practicing breast milk expression and storage according to guidelines, and 30 babies' growth monitoring was recorded in the KIA Handbook. Conclusion: Community service activities through empowering cadres to accompany pregnant women up to two years of breastfeeding based on the Maternal and Child Health (KIA) Handbook and educational media booklets have proven effective in increasing cadre capacity, as well as increasing knowledge and practices among pregnant and breastfeeding mothers. Empowering cadres based on the KIA Book is a relevant and applicable strategy in supporting stunting prevention efforts at the community level. Suggestion: It is hoped that cadre mentoring will continue and be routinely integrated into integrated health post (Posyandu) activities and prenatal classes. It is also recommended that future community service activities be longer-term and involve a wider target group so that the long-term impact on stunting prevention can be evaluated more comprehensively. Keywords: Cadre empowerment; Health education; KIA handbook; Pregnant women; Stunting prevention Pendahuluan: Periode sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun merupakan fase krusial dalam pencegahan stunting dan peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak. Kader kesehatan masyarakat memiliki peran strategis dalam mendampingi ibu hamil dan menyusui; namun, kapasitas kader dalam memanfaatkan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta media edukasi masih terbatas. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan dan peran kader Posyandu dalam pendampingan ibu hamil hingga anak berusia dua tahun melalui pemanfaatan buku KIA dan media edukasi booklet. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Sukamaju, Kecamatan Abung Semuli, Kabupaten Lampung Utara pada tahun 2025. Sasaran kegiatan meliputi kader Posyandu, ibu hamil, ibu menyusui, serta keluarga balita. Kegiatan ini melibatkan 30 kader posyandu, 30 ibu hamil, 30 ibu menyusui dan dihadiri juga dari pemerintah desa, puskesmas, dan bidan desa. Program dilakukan dengan pendekatan community-based participatory approach yang difokuskan pada peningkatan kapasitas kader dalam pendampingan ibu hamil hingga menyusui dua tahun melalui pemanfaatan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan media edukasi booklet. Evaluasi sumatif dilaksanakan pada akhir program melalui observasi, wawancara, serta penilaian perubahan pengetahuan, sikap, dan praktik kader dan sasaran. Kegiatan evaluasi dilakukan pada kelas ibu hamil dan posyandu di Desa Sukamaju. Hasil: Pemahaman kader terhadap teknik menyusui meningkat dari 22.9% sebelum pelatihan menjadi 88.6% setelah pelatihan. Kemampuan kader dalam menjelaskan IMD meningkat dari 31.4% menjadi 91.4%, sedangkan kemampuan melakukan konseling ASI berbasis Buku KIA dan media edukasi meningkat dari 17.1% menjadi 82.9%. Hasil implementasi menunjukkan bahwa 30 ibu hamil memperoleh edukasi persiapan menyusui hingga dua tahun, 11 ibu mendapatkan pendampingan IMD saat persalinan, dan 30 ibu menyusui melaporkan keberhasilan pelekatan (latch-on) setelah konseling oleh kader. Selain itu, 19 ibu mulai menerapkan praktik memerah dan menyimpan ASI sesuai panduan, serta 30 bayi tercatat lengkap pemantauan pertumbuhannya dalam Buku KIA. Simpulan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pemberdayaan kader pendamping ibu hamil hingga menyusui dua tahun berbasis Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan media edukasi booklet terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas kader serta pengetahuan dan praktik pada ibu hamil dan ibu menyusui. Pemberdayaan kader berbasis Buku KIA merupakan strategi yang relevan dan aplikatif dalam mendukung upaya pencegahan stunting di tingkat komunitas. Saran: Diharapkan, agar pendampingan kader dilanjutkan dan diintegrasikan secara rutin dalam kegiatan posyandu dan kelas ibu hamil. Kegiatan pengabdian selanjutnya juga disarankan memiliki durasi yang lebih panjang dan melibatkan jumlah sasaran yang lebih luas agar dampak jangka panjang terhadap pencegahan stunting dapat dievaluasi secara lebih komprehensif.
Promosi kesehatan melalui Center of Excellence sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan reproduksi Berliana, Eva; Indrasari, Nelly; Widhi, I Gusti Ayu Mirah; Risneni, Risneni; Asih, Yusari
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 6 No. 1 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v6i1.2532

Abstract

Background: Reproductive health issues remain a challenge in public health development, particularly related to the low level of public knowledge and awareness regarding optimal reproductive health maintenance. Promotive and preventive efforts through education and mentoring are needed to increase understanding and foster better health behaviors. Purpose: To increase public knowledge and awareness regarding reproductive health through the implementation of a Center of Excellence (CoE)-based program. Method: The community service activity was conducted on Wednesday, July 30, 2025, in the target area of ​​the Center of Excellence partner, namely the Integrated Health Service Post (Posyandu) in Marga Agung Village, Jati Agung District, South Lampung Regency. The target population of this community service activity was the general public of productive age. Thirty primiparous and multiparous mothers participated as respondents. This community service activity was implemented using an integrated educational and participatory approach within the Center of Excellence (CoE) framework. Evaluation of the activity was conducted by assessing changes in community knowledge and awareness before and after the educational activity, as well as by observing participation and active participation in discussions. Results: Data showed that the average age of respondents was 28.43 years with a standard deviation of ±6.17 years. The majority of respondents (66.7%) were in the 30-35 age range. The majority of respondents (40.0%) had a high school education, the majority (40.0%) were pregnant, and the majority (19%) were multiparous. Meanwhile, the level of knowledge of respondents increased proportionally to 76.7% in the good category after the educational activity, from 13.3% before the educational activity. Conclusion: The Center of Excellence-based community service program, implemented through an educational and mentoring approach, has been proven to have a positive impact on increasing public knowledge and awareness regarding reproductive health. The Center of Excellence's role as a facilitator and primary driver of community service activities has strengthened the synergy between the service team, partners, and the target community, encouraging active community involvement in the program's sustainability at the community level. Suggestion: It is recommended that the Center of Excellence-based community service program be further developed and expanded to include other community groups and regions experiencing similar health issues, thereby increasing the sustainability and impact of the community service program. Keywords: Center of Excellence; Community service; Health education; Public awareness; Reproductive health Pendahuluan: Masalah kesehatan reproduksi masih menjadi tantangan dalam pembangunan kesehatan masyarakat, terutama terkait rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan reproduksi secara optimal. Upaya promotif dan preventif melalui edukasi dan pendampingan diperlukan untuk meningkatkan pemahaman serta membentuk perilaku kesehatan yang lebih baik. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan reproduksi melalui implementasi program berbasis Center of Excellence (CoE). Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada Rabu, 30 Juli tahun 2025 di wilayah sasaran yang menjadi mitra kegiatan Center of Excellence yaitu Posyandu Desa Marga Agung, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan. Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah masyarakat umum pada kelompok usia produktif. Jumlah peserta sebanyak 30 ibu primipara dan multipara menjadi responden. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif yang terintegrasi dalam kerangka Center of Excellence (CoE). Evaluasi kegiatan dilakukan dengan menilai perubahan pengetahuan dan kesadaran masyarakat sebelum kegiatan edukasi dan setelah kegiatan edukasi serta berdasarkan pengamatan terhadap partisipasi dan keaktifan dalam diskusi. Hasil: Mendapatkan data bahwa rata-rata usia responden adalah 28.43 tahun dengan standar deviasi ±6.17 tahun dan sebagian besar responden berada di rentang usia 30-35 tahun yaitu sebanyak 66.7%. Mayoritas responden memiliki status pendidikan SMA sebanyak 40.0%, sebagian besar responden adalah ibu hamil sebanyak 40.0%, dan sebagian besar status paritas responden adalah multipara yaitu sebanyak 19 (63.3%). Sedangkan tingkat pengetahuan responden terdapat peningkatan secara proposional untuk kategori baik setelah kegiatan edukasi menjadi sebesar 76.7% dari sebesar 13.3% sebelum kegiatan edukasi Simpulan: Program pengabdian masyarakat berbasis Center of Excellence yang dilaksanakan melalui pendekatan edukasi dan pendampingan terbukti memberikan dampak positif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan reproduksi. Peran Center of Excellence sebagai fasilitator dan penggerak utama kegiatan pengabdian masyarakat mampu memperkuat sinergi antara tim pengabdian, mitra, dan masyarakat sasaran dalam mendorong keterlibatan aktif masyarakat terhadap keberlanjutan program di tingkat komunitas. Saran: Program pengabdian masyarakat berbasis Center of Excellence direkomendasikan untuk terus dikembangkan dan diperluas cakupannya pada kelompok masyarakat serta wilayah lain yang memiliki permasalahan kesehatan serupa, sehingga diharapkan dapat meningkatkan keberlanjutan dan dampak program pengabdian masyarakat.