Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PELATIHAN SITASI DAN PENGELOLAAN REFERENSI DENGAN MENDELEY BAGI DOSEN-DOSEN UNIVERSITAS ALMUSLIM Kaifan, Andrian; Munardy, Munardy; Gani , Fauzi A.; Miswar, Khairul; Irham, Irham
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.38640

Abstract

Sebagian dosen di Universitas Almuslim belum mampu melakukan sitasi dan mengelola referensi dengan baik saat menulis artikel ilmiah. Sementara itu, disyaratkan sitasi dalam style tertentu di publikasi ilmiah tertentu. Sitasi bergaya APA Style 7th Edition dan IEEE yang sering digunakan dalam penulisan artikel ilmiah. Melakukan sitasi dan mengelola referensi dapat dengan mudah dilaksanakan dengan menggunakan aplikasi Mendeley. Mendeley adalah aplikasi manajer referensi gratis yang dapat membantu dalam menyimpan, mengatur, mencatat, membagikan, dan mengutip referensi dan data penelitian. Diperlukan suatu pelatihan dalam mensitasi dan mengelola referensi penulisan artikel ilmiah dalam cara yang lebih efektif dan cepat yaitu menggunakan aplikasi Mendeley bagi dosen-dosen di Universitas Almuslim. Dari hasil pelatihan ini diketahui bahwa mitra dosen-dosen merasakan sudah mampu melakukan sitasi dan menuliskan daftar isi otomatis dengan gaya APA Style 7th Edition dan IEEE menggunakan aplikasi Mendeley Desktop.
PENGARUH PENGGUNAAN BUTIRAN AGREGAT HALUS DAN VOLUME FOAM TERHADAP KUAT TEKAN BETON BUSA Sabila, Ghaitsa Zahira; Bahri, Syamsul; Miswar, Khairul
Jurnal Sipil Sains Terapan Vol 7, No 02 (2024): JURNAL SIPIL SAINS TERAPAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBeton ringan merupakan beton yang memiliki agregat ringan atau campuran agregat halus dan pasir alam dengan ketentuan tidak boleh melampaui berat isi maksimum beton 1850 kg/m3. Dari beberapa tahun telah terjadi perkembangan pada beton busa (foam concrete), suatu pasta semen yang didefinisikan sebagai beton dengan kekuatan 400 - 1.850 kg/m3. Pada penelitian ini menggunakan berbagai butiran pasir dengan ukuran 4,75 ml, 2,36 ml dan 1,18 ml dengan density 800 kg/m3, 1000 kg/m3, dan 1200 kg/m3.   Tujuan penelitian untuk mengetahui besaran pengaruh perubahan butiran agregat halus dan volume foam pada agregat halus terhadap kuat tekan beton ringan. Penelitian ini menggunakan Metode Experimental dengan metode mix desain foam concrete yang digunakan adalah Metode Absolute mengacu pada standar ASTM C.29 dan SNI. Hasil Penelitian ini pada pasir ukuran 4,75 ml memiliki presentase kenaikan nilai kuat tekan beton busa yang tertinggi pada tiap density, yaitu sebesar1,50% pada density 800 Kg/m3, 2,08% pada density 1000 Kg/m3, dan 1,34% pada density1200 Kg/m3. Pada density 1200 Kg/m3  memiliki jumlah busa yang paling rendah sehingga memiliki presentase kenaikan nilai kuat tekan beton busa yang stabil, yaitu sebesar 1,06%pada pasir lolos saringan 1,18 ml, 1,28% pada pasir lolos saringan 2,36 ml, dan 1,34% pada pasir lolos saringan 4,75 ml. Kata Kunci: Beton Busa, Ukuran Butiran Pasir, Volume Foam, Density.   
PENGARUH METODE PENCAMPURAN SERAT SABUT KELAPA TERHADAP SIFAT MEKANIS BETON SERAT Maulidan, Ajie; Rizal, Faisal; Miswar, Khairul
Jurnal Sipil Sains Terapan Vol 4, No 02 (2021): JURNAL SIPIL SAINS TERAPAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAKBeton merupakan salah satu bahan kontruksi bangunan yang sangat penting dan paling dominan digunakan pada struktur bangunan. Beton serat adalah beton yang diberikan material serat, bisa berupa serat sintetis maupun alami digunakan untuk memperbaiki sifat mekanis beton. Salah satu upaya peningkatan nilai tambah serat sabut kelapa adalah penggunaan serat sebagai material pembentuk beton serat. Penelitian ini bertujuan untuk mencari pengaruh metode pencampuran serat sabut kelapa terhadap sifat mekanis beton serat. Benda uji berupa selinder 15cm x 30cm dan balok 10cm x 10cm x 50cm dengan penambahan serat 0,15% dari total volume beton dengan 3 metode pencampuran secara kering,basah,dan pada saat percetakan benda uji. Mutu beton yang direncanakan fc’ 20 MPa dengan metode DOE dan pengujian mekanis beton dilakukan pada umur 28 hari dengan perawatan benda uji dalam rendaman. Dari ketiga pengaruh metode pencamuran serat sabut kelapa terhadap sifat mekanis beton serat terdapat 2 metode yang berpengaruh yaitu untuk kuat tarik belah dan kuat lentur Kata Kunci : Beton, Beton Serat, Serat Sabut Kelapa,Sifat Mekanis Beton 
TINJAUAN PERENCANAAN STRUKTUR ATAS JEMBATAN BETON BERTULANG GAMPONG ALUE LHOK KECAMATAN DARUL AMAN KABUPATEN ACEH TIMUR Fadillah, Fadillah; Iskandar, Iskandar; Miswar, Khairul
Jurnal Sipil Sains Terapan Vol 1, No 02 (2018): Jurnal Sipil Sains Terapan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan Gampong Alue Lhok Kecamatan Darul Aman Kabupaten Aceh Timur merupakan jembatan yang menghubungkan daerah SNB Buloh dan Alue Lhok. Panjang total jembatan 14 meter dan lebar 4 meter dengan menggunakan material dari beton bertulang. Tinjauan Perencanaan ini bertujuan untuk mendapatkan desain penampang yang efektif dengan menggunakan metode perencanaan yang bereferensi dari RSNI T-02-2005, RSNI T-12-2004, dan literatur pendukung lainnya. Pada tinjauan perencanaan ini data dimensi dan mutu bahan sama seperti konsultan yaitu mutu beton f’c= 25 MPa dan mutu tulangan baja, fy = 320 MPa, dan hanya meninjau jumlah tulangan. Perencanaan girder menggunakan metode balok T dengan tinggi 1,05 meter, lebar 0,45 meter, dan lebar efektit 2,00 meter, girder sebanyak 2 buah dengan jarak antar girder 2,00 m. Diafragma dengan ukuran tinggi 0,50 meter dan lebar 0,30 meter, plat lantai dengan tebal 0,2 meter. Hasil tulangan lentur untuk girder digunakan besi berdiameter D32 dan jumlah besi yang digunakan untuk tulangan tarik sebanyak 18 batang, untuk tulangan tekan sebanyak 5 batang, tulangan geser adalah 2Ø10 – 55 mm, untuk tulangan susut digunakan besi  D13 sebanyak 4 batang. Hasil tulangan lentur untuk diafragma digunakan besi berdiameter D16 dan jumlah besi yang digunakan adalah 3 batang. Sedangkan tulangan geser balok hasil tinjauan penulis adalah 2Ø10–140 mm. Hasil Tulangan tumpuan pada plat lantai menggunakan tulangan D13-55 mm dan tulangan pembagi adalah D13-110 mm, sedangkan tulangan lapangan menggunakan tulangan D13-60 mm dan tulangan pembagi pada daerah lapangan adalah D13-120 mm. Selisih hasil penulangan girder tinjauan penulis lebih kecil dibandingkan dengan hasil konsultan untuk tulangan tarik yaitu 7,69%, tulangan tekan selisih 0%, tulangan geser selisih 50% lebih besar hasil penulis, dan susut tidak ada selisih. Untuk diafragma selisih hasil tulangan utama 50% lebih besar hasi penulis, tulangan geser 6,6%. Tulangan tumpuan pada plat lantai selisih hasil penulis lebih besar dari konsultan yaitu 81,6% dan tulangan lapangan 40%. 
ANALISIS WAKTU DAN BIAYA PROYEK PENINGKATAN JALAN TGK. MUDA LAMUKTA LHOKSEUMAWE DENGAN METODE EARNED VALUE Fauzan, Roni; Munardy, Munardy; Miswar, Khairul
Jurnal Sipil Sains Terapan Vol 5, No 01 (2022): JURNAL SIPIL SAINS TERAPAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKeterlambatan proyek berakibat pada terjadinya penyimpangan kinerja waktu dan biaya. Keterlambatan terjadi akibat penggunaan material yang boros dan tenaga kerja yang kurang terampil. Proyek Peningkatan Jalan Tgk. Muda Lamkuta Lhokseumawe mengalami keterlambatan pada minggu ke-7 yang apabila tidak segera diantisipasi maka akan terjadi penyimpangan kinerja waktu dan biaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penyimpangan kinerja waktu dan biaya penyelesaian pekerjaan akibat keterlambatan pada minggu ke-7 yang telah digunakan pada proyek Peningkatan Jalan Tgk. Muda Lamkuta Lhokseumawe. Metode yang digunakan berupa konsep nilai hasil (earned value) mengkaji kecenderungan varian jadwal dan varian biaya pada suatu periode selama proyek berlangsung. Hasil perhitungan dan analisis terhadap penyimpangan kinerja waktu dan biaya yang telah dilakukan dengan metode earned value dari segi indikator kinerja jadwal proyek sampai dengan minggu ke-7 didapat nilai Schedule Variance (SV) bernilai negatif sebesar- Rp. 310.585.260,84 dengan indeks kinerja jadwal (SPI) 1 sehingga dari perhitungan Estimated Completion Date (ECD) diperkirakan waktu penyelesaian proyek mengalami keterlambatan sebesar 23% dari waktu 16 minggu menjadi 20 minggu. Hasil perhitungan dan analisis dari segi indikator kinerja biaya proyek sampai dengan minggu ke-7 didapat nilai Cost Variance (CV) bernilai negatif sebesar - Rp. 75.525.362,06 dengan indeks kinerja biaya (CPI) 1 sehingga  dari perhitungan Estimated At Completion (EAC) diperkirakan biaya penyelesaian proyek mengalami pertambahan biaya sebesar 10% dari anggaran yang telah direncanakan sebesar Rp. 2.915.600.000,00 bertambah menjadi Rp. 3.207.160.000,00. Dapat disimpulkan bahwa jika irama kerja tidak berubah dan tidak ada upaya untuk memperbaiki kinerja, maka dapat diramalkan bahwa proyek akan mengalami Schedule Overrun dari segi waktu dan Cost Overrun dari segi biaya. Kata Kunci : Penyimpangan, Waktu, Biaya, Earned Value 
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT KOPI DAN AGREGAT HALUS ENDAPAN ABU VULKANIK BURNI TELONGPADA CAMPURAN LASTON AC-WC Sulistianti, Sulistianti; Ar, Sulaiman; Miswar, Khairul
Jurnal Sipil Sains Terapan Vol 3, No 02 (2020): JURNAL SIPIL SAINS TERAPAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konstruksijalanraya di wilayah KabupatenBenerMeriah dan Aceh Tengah umumnyamenggunakanagregat yang berasaldaridaerah lain. Material lokalsepertiendapanabuvulkanikGunungBurniTelong dan limbahkulit kopi diharapkandapatdimanfaatkansecaramaksimal, salah satunyasebagaiagregat pada perkerasanjalan. PenelitianinidilakukanuntukmengetahuipersentasekomposisicampuranagregathalusendapanabuvulkanikGunungBurniTelong dan fillerlimbahkulit kopi pada laston AC-WC dan nilai parameter Marshall pada campurantersebut. Metodepenelitianmengikutistandar yang berlakuuntukcampuran AC-WC. Agregat batu pecah yang dipakaidalampenelitian material produksistone crusher PT. Kutaraja. Pemadatanbenda uji dilakukandengantumbukan 2 x 75 tiappermukaanuntuklalulintasberat. Tahapawalpenelitianiniadalahmencarinilaikadaraspal optimum (KAO). Pada penelitian, digunakanendapanabuvulkanikBurniTelongsebagaiagregathalusdengankomposisi 50% dari total campurandenganvariasikadaraspal ideal Pb 5,1%, 5,6%, 6,1%, 6,6%, dan 7,1% dan diperolehnilai KAO sebesar 6,2%. Selanjutnyadibuatbenda uji dengansubstitusifillerlimbahkulit kopi dengankomposisi 0%, 25%, 50%, 75% dan 100%. Hasil pengujian, disimpulkanbahwadenganPenggunaanagregathalusendapanabuvulkaniknilaistabililitasmeningkatdibandingkandenganmenggunakanagregathalus batu pecah. Nilai stabilitasmenurunpada  pertambahanpersentasepenggunaanfillerlimbahkulit kopi. Penurunan, nilaistabilitas pada semuapersentasefillerlimbahkulit kopi memenuhipersyaratanspesifikasiyaitu 800 kg. Kombinasicampuranterbaikberada pada 25% fillerkulit kopi dari total fillerdengannilaistabilitas2272 kg, flow3,43 mm, VMA 21,4%, VIM 3,9%, VFB 74,7%, MQ 664,4 kg/mm, dan density 2,20 gr/cm3. Kata Kunci:Campuran AC-WC, agregathalus, endapanabuvulkanik, kulit kopi, Marshall 
PERENCANAAN BOX GIRDER PADA JEMBATAN KRUENG CUT KOTA BANDA ACEH Chairiyah, Cut; Syukri, Syukri; Miswar, Khairul
Jurnal Sipil Sains Terapan Vol 3, No 01 (2020): JURNAL SIPIL SAINS TERAPAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan Krueng Cut yang terletak di Kota Banda Aceh adalah sebuah jembatan ganda dengan menggunakan gelagar sistem prategang. Jembatan ini memiliki panjang bentang total309.8 m. Dalam skripsi ini akan direncanakan gelagar profil box girder dengan panjang bentangnya adalah 31.1 m dan lebar 10 m dengan pemberian prategang sistem pasca tarik(post tensioning). Tujuan dari skripsi ini adalah untuk merencanakan dimensi box girder dan jumlah tendon yang aman dan mampu menahan beban bekerja. Perencanaan ini meliputi pendimensian, perhitungan beban, jumlah tendon, kehilangan gaya prategang, kontrol lendutan dan penggambaran. Pada tahap perencanaan digunakan SNI 1725 : 2016 untuk peraturan pembebanan dan SNI 2833 : 2008 untuk pembebanan gempa. Mutu beton gelagar fc’ = 49.8 MPa, kuat leleh baja tulangan fy = 390 MPa dan mutu baja tulanggan sengkang fy = 320 MPa. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh tinggi box girder jembatan yang mampu menahan beban bekerja yaitu 1.8 m dengan jumlah tendon sebanyak 29 buah tendon dan  580 strand,  kehilangan gaya prategang sebesar  373.215 MPa atau 20.07 %, nilai lendutan terbesar yang timbul akibat pembebanan adalah 0.00848 m dan gelagar dinyatakan aman terhadap kehilangan tegangan dan lendutan yang timbul terhadap  nilai batas yang diijinkan. Kata kunci :  jembatan, box girder, prategang
PERENCANAAN GELAGAR BETON PRATEGANG PADA JEMBATAN MATANG SIJUEK TEUNGOH-MATANG SIJUEK TIMU KABUPATEN ACEH UTARA Khairi, Muhammad Rafiq; Iskandar, Iskandar; Miswar, Khairul
Jurnal Sipil Sains Terapan Vol 8, No 02 (2025): JURNAL SIPIL SAINS TERAPAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKJembatan Matang Sijuek Teungoh-Matang Sijuek Timu terletak di Kecamatan Baktiya Barat, Kabupaten Aceh Utara, Aceh. Jembatan ini dikategorikan sebagai kelas B dengan lebar lalu lintas 6 meter dan lebar trotoar 2 x 0,75 meter. Perencanaaan ini bertujuan mendesain gelagar jembatan menggunakan beton prategang metode pascatarik (post-tension) dengan panjang bentang 18,6 meter. Perencanaan ini merancang gelagar yang terdiri dari ukuran, jumlah strands dan tendon. Perencanaan ini meliputi pendimensian gelagar, analisa beban, jumlah tendon, kehilangan gaya prategang, kontrol lendutan dan penggambaran. Beban diperhitungkan dengan mengikuti standar SNI 1725:2016 tentang pembebanan untuk jembatan dan mutu beton yang digunakan adalah f’c = 41,5 MPa. Berdasarkan hasil perencanaan digunakan dimensi gelagar tinggi 1,25 meter, lebar sayap atas 0,35 meter, lebar badan 0,17 meter, dan lebar sayap bawah 0,65 meter dengan total 3 buah tendon dan 48 strands. Tiap tendon memiliki 16 strands, tendon yang digunakan berjenis uncoated seven wire strands ASTM A416/A416M-10 grade 270 dengan diameter 9,53 mm dengan kuat tarik strand (fpu) = 1860 MPa. Mutu tulangan baja non prategang yang digunakan adalah (fy) = 420 MPa. Kehilangan gaya prategang yang terjadi pada gelagar sebesar 375,81 MPa, maka persentase yang diperoleh adalah 20,20% dari gaya prategang awal sebesar 1395 MPa. Persentase kehilangan gaya prategang yang diperoleh lebih kecil dari kehilangan tegangan yang direncanakan sebesar 25%. Lendutan maksimum terjadi sebesar 0,0063 meter akibat kombinasi pembebanan fatik,  lebih kecil dari lendutan yang diizinkan sebesar 0,0620 meter. Berdasarkan hasil perhitungan yang diperoleh dalam perencanaan ini, gelagar dinyatakan aman untuk digunakan.                 Kata Kunci: Gelagar, Prategang, Strands, Tendon.