Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

A Bibliometric Review of Renewable Energy Financing and Sustainable Development Judijanto, Loso; Nampira, Ardi Azhar; Auliani, Restu; Sinaga, Jernita
West Science Social and Humanities Studies Vol. 3 No. 04 (2025): West Science Social and Humanities Studies
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsshs.v3i04.1854

Abstract

This study presents a comprehensive bibliometric review of the scholarly literature on renewable energy financing and its link to sustainable development. Utilizing data from the Scopus database and analyzed through VOSviewer, the study maps thematic clusters, keyword co-occurrences, author collaborations, and country-level partnerships from 2000 to 2024. The findings reveal that "sustainable development" serves as the conceptual core of this research domain, closely associated with terms such as "green finance," "energy efficiency," and "climate change." Recent trends indicate a growing scholarly focus on financial instruments like green bonds and the broader policy landscape of energy transition. Co-authorship and country collaboration networks demonstrate strong regional concentrations, with China, the United States, and India emerging as key contributors. While the literature is rich in financial and technological insights, gaps remain in addressing social equity, regional financing models, and the integration of digital finance. This study contributes to the literature by offering a systematic overview of research developments, identifying influential contributors, and suggesting future directions for interdisciplinary inquiry into sustainable energy finance. 
Pendampingan Keluarga Balita Stunting Secara Integratif di Desa Tanjung Beringin Kecamatan Sumbul Kabupaten Dairi Tanjung, Risnawati; Lestrina, Dini; Nainggolan, Efendi S; Tambunan, Helfi Nolia; Sinaga, Jernita
ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/abdimoestopo.v8i2.5131

Abstract

Stunting merupakan keadaan tubuh yang pendek hingga melampaui defisit 2 SD (Standar Deviasi) di bawah median panjang atau tinggi badan populasi dan mempengaruhi sumber daya manusia yang kurang dapat bersaing pada era globalisasi, mempengaruhi produktivitas kerja, meningkatkan resiko kegemukan dan obesitas, serta memicu penyakit sindroma metabolik. Berdasarkan data dari Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 diketahui bahwa prevalensi stunting di Propinsi Sumatera Utara sebesar 25,8% sedangkan untuk Kabupaten Dairi sebesar 34,2% dan merupakan lokus prioritas penurunan stunting di Sumatera Utara. Tingginya angka stunting di Kabupaten Dairi menjadi suatu permasalahan yang harus ditanggulangi sebaik mungkin. Kesehatan lingkungan dan gizi saling mendukung dalam kegiatan intervensi baik secara spesifik dan sensitif, karena di Kabupaten Dairi ini ditemukan faktor penyebab stunting adalah kualitas air yang rendah, perilaku PHBS yang kurang dan asupan gizi balita yang kurang. Kegiatan pendampingan pada keluarga balita yang stunting sebanyak 24 keluarga. Metode yang diimplementasikan dalam 3 (tiga) tahapan yaitu (1) sosialisasi, (2) pelaksanaan kegiatan, serta (3) monitoring dan evaluasi. Kegiatan pendampingan pada keluarga balita stunting menjadi strategi yang efektif untuk memberdayakan masyarakat dalam rangka meningkatkan kesiapan anggota keluarga untuk mencegah resiko stunting. Kegiatan ini merupakan salah satu solusi unggulan yang menyentuh secara langsung masyarakat dalam pencegahan stunting.
HUBUNGAN ASPEK KOGNITIF TERHADAP PERILAKU PSN 5M PLUS PADA MASYARAKAT Mudhofar, Muhamad Nor; Sinaga, Jernita; Lestaluhu, Kasman; Kurniawati, Lia
Ensiklopedia of Journal Vol 7, No 4 (2025): Vol. 7 No. 4 Edisi 3 Juli 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v7i4.3346

Abstract

Abstract: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is one of the infectious diseases that remains a public health issue in Indonesia. Based on the results of a preliminary survey conducted in Bandar Lampung City, it was found that Rajabasa District recorded the highest number of dengue hemorrhagic fever (DHF) cases compared to other districts. The objective of this study is to investigate the relationship between cognitive aspects and the behavior of the 5M Plus program among the community. The study design used in this research is cross-sectional. The research was conducted in July 2024 in the Rajabasa District. The population consists of all families residing in the Rajabasa District, totaling 10,101 families. The sample size was 115 families selected using Simple Random Sampling. The research instrument used a questionnaire. Data analysis was conducted using univariate and bivariate methods. The results of the study indicate a relationship between knowledge (p-value: 0.015) and attitude (p-value: 0.004) toward mosquito breeding site elimination (MBSE) behavior. It is recommended that the community recognize the signs and symptoms of dengue fever so that they can control vectors and reduce their numbers to achieve community health.Keywords: Knowledge, Attitude, Behavior.
PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA SAAT PENYEMPROTAN TANAMAN PERTANIAN DAN APLIKASI PENGGUNAAN PESTISIDA DI DESA TALIMBARU KECAMATAN BARUS JAHE KABUPATEN KARO Sembiring, Haesti; Angin, Susanti Perangin; Bambang, Teddy; Nolia, Helfi; Karo, Marina; Rusli, Mustar; Sinaga, Jernita
EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Januari 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/ejoin.v2i1.2241

Abstract

Pentingnya penggunaan alat pelindung diri sebagai keselamatan kerja sangat penting dipahami para petani menggingat tingginya risiko terjadinya keracunan pestisida. Menurut perkiraan organisasi kesehatan sedunia World Health Organization (WHO) dan program lingkungan persatuan bangsa-bangsa United Nations Environment Programming (UNEP) 1,5 juta kasus keracunan pestisida pada pekerja di sektor pertanian sebagian besar kasus keracunan tersebut di negara berkembang yang 20.000 di antaranya berakibat fatal. Petani sebagai pengguna pestisida mempunyai resiko tertinggi terpapar pestisida yang mengakibatkan cacat tubuh dan kematian dan hasil peneliti menunjukkan tingginya angka kejadian keracunan di sebabkan oleh pestisida antara 20–50%). Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan aplikasi penggunaan pestisida di Desa Talimbaru Kecamatan Barusjahe. Pengabdian ini menggunakan metode penyuluhan dan demonstrasi, evaluasi kegiatan dilakukan dengan penilaian pengetahuan dan kemampuan peserta dengan secara lisan dan demonstrasi. Diharapkan nantinya dari pengabdian ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam penggunaan APD) dan aplikasi penggunaan pestisida dengan benar. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan secara langsung dan demontrasi penggunaan APD serta Penggunaan Aplikasi Pestisida yang benar sehingga petani terhindar dari keracunan akibat pemakaian pestisida
Perubahan Perilaku Ibu Rumah Tangga Mengolah Sampah Organik Melalui Budidaya Larva Black Soldier Fly Auliani, Restu; Tanjung, Risnawati; Sinaga, Jernita
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4334

Abstract

Maggot atau larva dari lalat Black Soldier Fly (BSF) menjadi salah satu organisme potensial untuk dapat dimanfaatkan sebagai agen pengurai limbah organik dan sebagai pakan tambahan bagi ikan dan unggas. Magot Medan Teratai (MMT) berada di Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, Akan tetapi masyarakat yang ada disekitarnya belum terlibat secara langsung untuk berkontribusi aktif. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberdayakan masyarakat memilah sampah rumah tangga, mengolah sampah organik sampah organik melalui budidaya BSF. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat program kemitraan masyarakat menggunakan metode penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat memilah sampah organik rumah tangga. Sampah organik yang telah terpilah dikumpulkan oleh petugas Mitra MMT agar dapat dimanfaatkan sebagai pakan larva BSF. Target masyarakat pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat program kemitraan masyarakat berjumlah 25 ibu rumah tangga. Pengetahuan peserta PKM Baik sebesar 92%, dan berkomitmen Baik sebesar 96%. Masyarakat peserta PKM 100% telah memilah sampah organik dan melakukan penyetoran sampah setiap hari ke Mitra MMT. Mitra MMT menerima pakan yang cukup dari masyarakat untuk kebutuhan pakan larva maggot BSF. Kegiatan PKM telah berhasil mencapai tujuan utamanya, yaitu mengubah perilaku ibu rumah tangga dalam pengelolaan sampah organik melalui budidaya BSF. Hal ini memperkuat harapan bahwa program ini akan berdampak positif dan berkelanjutan di lingkungan mereka.
POLA SEBARAN DAN ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE Tanjung, Risnawati; Jernita Sinaga; Helfi Nolia; Devyana Sembiring; Dea Hutagalung
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 19 No. 1 (2024): Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari - April 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36911/pannmed.v19i1.2083

Abstract

Dengue hemorrhagic fever (DHF) is a disease that causes death, known for > 200 years, and has become a health problem in the world, especially in developing countries, including Indonesia. Deli Serdang Regency had the highest number of cases in North Sumatra Province in 2019 with 1,326 cases, in 2020 there were 974 cases, IR: 50.4. In 2021, the Regency/City ranked 14th out of 514 Regency/City in Indonesia for the highest number of dengue fever cases in 2021 with 803 cases, IR/morbidity rate: 34.63/100,000 population, CFR/death rate: 0.12%. It is possible to identify the location of the patient to the address of the individual's location, so as to obtain information regarding the distribution pattern of cases in each region using the Geographic Information System (GIS) and analysis of factors related to the incidence of dengue hemorrhagic fever.This type of research is analytical observation with a case control approach. The sample in this study was all people living permanently in the working area of ??the Tanjung Morawa Community Health Center, totaling 48 respondents, 24 cases and 24 controls. The sampling technique was carried out using Simple Random Sampling, data was analyzed using the Chi Square test. Based on the research results, it shows that the variables related to the incidence of dengue fever are knowledge (p-value = 0.00; OR = 0.06), attitude (p-value = 0.00; OR = 21), 3M PSN (Mosquito Nest Eradication) actions Plus (p-value=0.000; OR=17) and unrelated variables are occupation (p-value=0.029; OR=0.23) and age (p-value=0.081; OR=0.29). It is recommended that the community health center be better able to increase public understanding about the management and prevention of dengue fever.
Edukasi Standar Rumah Sehat Dan Pengelola Sampah Domestik Dengan 3 R (Reuse, Reduce Dan Recycle) Di Desa Panombeian Kecamatan Simalungun Kabupaten Simalungun Tahun 2023 Haesti Sembiring; Restu Auliani; Risnawati Tanjung; Susanti Perangin-angin; Desy Ari Apsar; Jernita Sinaga
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 2 No. 11 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sanitasi Rumah Sehat dan pengelolaan sampah domestik menjadi fokus utama dalam pengabdian kepada masyarakat ini. Dilaksanakan di Desa Panombeian, Kabupaten Simalungun, kegiatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menciptakan rumah yang sehat dan lingkungan yang bersih melalui pendekatan 3R (Reuse, Reduce, Recycle).Melalui serangkaian kegiatan, seperti workshop, sosialisasi, dan demonstrasi praktik, masyarakat Desa Panombeian dibekali dengan pemahaman mendalam tentang pentingnya standar rumah sehat dan praktik 3R dalam pengelolaan sampah. Hasilnya, terjadi perubahan sikap dan perilaku masyarakat dalam meminimalkan sampah, memanfaatkan kembali barang-barang, serta mendaur ulang material-material tertentu. Praktik 3R telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat, mulai dari memilah sampah, menggunakan kembali barang, hingga mengikuti program daur ulang lokal. Selain itu, terbentuknya komunitas peduli lingkungan juga menjadi bukti nyata akan kesuksesan kegiatan ini, yang menjadi motor penggerak dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengedukasi masyarakat sekitar. Pengabdian kepada masyarakat ini tidak hanya memberikan dampak positif secara langsung pada kesehatan dan lingkungan Desa Panombeian, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya praktik kebersihan dan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Diharapkan, hasil dari kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam upaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.  
Analysis of Well Water Quality and its Relationship with the Incidence of Diarrhea in Children in South Coastal Area: A Cross sectional Study Lieza Corsita; Jernita Sinaga
Miracle Journal Get Press Vol 2 No 3 (2025): August, 2025
Publisher : CV. Get Press Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69855/mgj.v2i3.171

Abstract

Diarrhea remains a leading cause of morbidity and mortality among children under five, especially in developing countries like Indonesia. Contaminated water that fails to meet physical and microbiological standards significantly contributes to disease transmission in children. This study employed a quantitative, observational analytic cross-sectional design to examine the relationship between well water quality and childhood diarrhea incidence in southern coastal areas. A total of 100 households with children aged 1-5 years, relying on well water for drinking, participated. Univariate analysis described respondent characteristics and water quality, while chi-square tests assessed associations between well water quality and childhood diarrhea incidence. Bivariate and multivariate logistic regression analyses determined risk magnitudes (odds ratios). The findings indicated a significant association between microbiological contamination of household well water and diarrhea occurrence in children (p = 0.001; OR = 4.00). Additionally, wells located less than 10 meters from septic tanks posed a higher risk (OR = 2.67). Although differences in well type (dug vs. drilled) were observed, they were not statistically significant (p = 0.202). These results indicate that poor well water quality is a major risk factor for diarrhoea in children in the southern coastal region. To reduce this risk, public health efforts need to focus on improving access to clean water, environmental sanitation education, and technical supervision in the construction and maintenance of wells. This integrated approach is important for reducing the incidence of diarrhoea in children and improving the health status of children in affected communities.
Analysis of Solid Medical Waste Management in Health Centres and Its Impact on Environmental Health in Koto Tangah Aie Pacah District, Padang City, West Sumatera Rahmalia Afriyani; Jernita Sinaga; Wijayantono
Miracle Journal Get Press Vol 2 No 4 (2025): November, 2025
Publisher : CV. Get Press Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69855/mgj.v2i4.261

Abstract

Proper management of solid medical waste is essential to prevent environmental and health hazards. Improper handling can cause pollution and spread diseases within nearby communities. Objective: This study analyses solid medical waste management in health centres and its impact on environmental health in Koto Tangah, Air Pacah District, Padang City, West Sumatera. Method: A descriptive survey with quantitative and qualitative approaches was conducted from January to June 2024. Data were collected through direct observation, in-depth interviews with 15 waste management officers from selected health centres, and secondary data from environmental and public health reports (2023). Results: The findings show that medical waste management in these centres remains below standard, particularly in sorting, storage, and disposal practices. These shortcomings may degrade environmental quality and increase the risk of infectious diseases among local residents. Implications: The study highlights the urgent need to enhance staff capacity, awareness, and adherence to standard operating procedures for medical waste management to reduce environmental risks. Conclusion: Medical waste management in health centres across Air Pacah Sub-district requires significant improvement to mitigate its adverse effects on environmental health and to promote a cleaner, safer, and healthier community environment.
Pemeberdayaan Masyarakat dalam Pembuatan Perangkap Lalat dan Eco-enzyme di Desa Ajinembah Kecamatan Merek Kabupaten Karo Tanjung, Risnawati; Sinaga, Jernita; Nolia, Helfi; Peranginangin, Susanti Br; Auliani, Restu
JUKEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): JUKEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jukemas.v2i4.1271

Abstract

Rumah sebagai tempat tinggal yang sehat bukan hanya berfungsi sebagai tempat berlindung, tetapi juga berperan dalam menunjang kesejahteraan fisik, mental, dan sosial penghuninya. Kualitas rumah yang tidak memenuhi standar kesehatan dapat menjadi sumber berbagai penyakit dan menurunkan kualitas hidup masyarakat. Rumah yang tidak sehat dapat menjadi penyebab berbagai penyakit, seperti diare, keracunan, alergi saluran pernapasan, iritasi kulit, bahkan stres. Salah satu penyebab diare adalah tercemarnya makanan dan minuman oleh bakteri yang dibawa oleh lalat. Lalat sering dianggap mengganggu karena kesukaannya hinggap di tempat-tempat lembap dan kotor, seperti sampah. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Ajinembah, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, dalam mengelola limbah organik rumah tangga menjadi eco-enzyme serta mencegah penyebaran penyakit melalui pembuatan perangkap lalat. Metode yang digunakan untuk pemeberdayaan masyarakat yaitu dengan metode gabungan terfiri dari ceramah, demonstrasi, dan diskusi interaktif. Hasil dari pengabdian ini yaitu bertambahnya pengetahuan masyarakat untuk mengolah sampah menjadi eco-enzyme dan mencegah penyebaran penyakit akibat rumah yang tidak bersih dengan mengurangi dampak penyebaran penyakit melalui lalat dengan membuat perangkap lalat.