Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Hubungan ASI Eksklusif Dan Riwayat Penyakit Infeksi Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Puskesmas Wae Nakeng Tahun 2018 I Ketut Alit Adianta; I Kadek Nuryanto
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.525 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v3i1.152

Abstract

Tujuan penelitian untuk menganalisa hubungan ASI eksklusif dan riwayat penyakit infeksi  dengan kejadian stunting pada balita di wilayah Puskesmas Wae Nakeng. Metode penelitian ini merupakan observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah anak berusia 12-36 bulan sebanyak 275 yang dipilih menggunakan tehnik cluster sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Stunting pada anak diukur menggunakan indikator tinggi badan atau panjang badan menurut umur (WHO 2010). Analisis data menggunakan uji Spearman Rho dengan derajat kesalahan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan kejadian stunting pada balita sebesar 62,9%. Pemberian ASI eksklusif pada balita sebesar 83,3% dan riwayat penyakit infeksi sebesar 69,1%. Hasil uji statistik didapat nilai ASI eksklusif adalah p = 0,143 > α < 0,05, yang berarti Ha ditolak dan nilai riwayat penyakit infeksi adalah p = 0,000 < α < 0,05 yang berarti Ha diterima. Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita dan terdapat hubungan yang bermakna antara riwayat penyakit infeksi dengan kejadian stunting pada balita dengan arah korelasi positif.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PERAWATAN DIRI (SELF CARE ACTIVITY) PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Ni Wayan Yatik Marlinda; I Kadek Nuryanto; Ni Ketut Noriani
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.501 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v3i2.182

Abstract

This study was to determine the correlation between family support and self-care activity in patient with type 2 diabetes mellitus at public health center II west Denpasar. This study employed correlative analytics design with cross sectional study. The population of this study were 131 patients with type 2 diabetes mellitus. There were 99 respondents recruited as the sample of the study which were selected by using non-probability, consecutive sampling technique. The data were collected by using questionnaire and analyzed statistically y using Spearman’s Rho test. The finding of this study showed that there were 59 respondents (56.6%) had moderate family support and 77 respondents (77.8%) had good self-care activity. There was a positive correlation between family support and self-care activity in patient with type 2 diabetes mellitus (p-value = 0.001; r = 0.370). Good family support could affect self-care activity in patients with type 2 diabetes mellitus. Family are expected to motivate patient in carry-out self-care activity. Keywords: Family support, Self-care activity, Type 2 diabetes mellitus
TINGKAT GEJALA DEPRESI PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DI INSTITUT TEKNOLOGI DAN KESEHATAN (ITEKES) BALI Made Dian Shanti Kusuma; I KADEK NURYANTO; I PUTU GEDE SUTRISNA
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1704.022 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v5i1.310

Abstract

Latar Belakang: Depresi pada remaja atau dewasa muda sangat jarang teridentifikasi, depresi tersebut dapat dipengaruhi oleh masalah depresi dari keluarga, stress, dan perubahan hormone. Apabila gejala perubahan psikologis yang dimiliki seseorang tidak teridentifikasi dan diatasi dengan baik, mereka bisa mengalami depresi. Dalam hal ini, skrining depresi perlu dilakukan dikalangan mahasiswa untuk mencegah terjadinya depresi.Metode: Design pada penelitian ini adalah descriptive dengan pendekatan cross-sectional, populasi dan sampel adalah mahasiswa program studi Sarjana Keperawatan ITEKES Bali. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner Patient Health Questionnaire 9 (PHQ-9) yang digunakan untuk melakukan skrining depresi.Hasil: Tingkat gejala depresi pada mahasiswa program studi sarjana keperawatan bervariasi dimana hampir 50% memiliki gejala depresi ringan yaitu sebanyak 107 orang (45.5%), sedangkan terlihat 4 orang mahasiswa memiliki gejala depresi berat (1.7%). Sekitar 30% mahasiswa 69 (29.4%) tidak depresi. Dimana beberapa perilaku terkait gejala depresi yang dialami oleh responden adalah kurang tertarik atau bergairah dalam melakukan apapun, merasa murung, muram, atau putus asa, sulit tidur atau insomnia, kurang percaya diri, dan sulit berkonsentrasi pada sesuatu.Kesimpulan: Gejala depresi yang dialami mahasiswa bervariasi dilihat dari data karakteristik. Pada mahasiswa jika mekanisme koping nya kurang baik/maladaptive akan sangat renten memiliki gejala depresi. Oleh karena itu, perlu pengawasan khusus untuk mahasiswa apabila dilihat menunjukkan tanda dan gejal depresi, untuk mencegah terjadinya depresi
GAMBARAN PERILAKU MOBILISASI DINI PASIEN POST OPERATIVE LAPARATOMY DI RSUD BANGLI Ni Ketut Suarningsih; I Gusti Ngurah Made Kusuma Negara, S.Kep., M.N.S; I Kadek Nuryanto
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1689.985 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v5i1.313

Abstract

Latar belakang: Laparatomy adalah tindakan yang melibatkan rongga abdomen yang dapat dilakukan dengan pembedahan terbuka. Setelah dilakukan laparatomy, mobilisasi dini post-operative menjadi hal penting harus dilakukan sebagai upaya pencegahan komplikasi post operative.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah melihat gambaran perilaku mobilisasi dini pasien post-operative laparatomy Di RSUD BangliMetode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan sampel sebanyak 63 responden yang diambil dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi perilaku mobilisasi diniHasil: Gambaran perilaku mobilisasi dini pasien post-operative laparatomy menunjukkan bahwa sebagian besar berkategori buruk (57,1%) dan perilaku mobilisasi dini dengan kategori baik sebanyak 42,9%.Kesimpulan: Peneliti menyarankan kepada instansi kesehatan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dengan menggunakan media informasi yang mudah dipahami dan mensosialisasikan Standar Operational Prosedur (SOP) tentang pentingnya mobilisasi dini pasca operative laparatomy.Kata kunci : Perilaku, Mobilisasi Dini, Pasien Post Operative Laparatomy ABSTRACTBackground: Laparatomy is a procedure involving the abdominal cavity that can be conducted with open surgery. After a laparatomy, early post-operative mobilization is an important thing to do as an effort to prevent post-operative complications.Purpose: The purpose of this study was to determine the early mobilization behavior of post-operative laparatomy patient in Bangli HospitalMethod: This research was a descriptive study with a sample of 63 respondents who were selected using accidental sampling technique. Data collection used early mobilization behavior observation sheetResult: Early mobilization behavior in post-operative laparatomy patients showed that most of them were in the bad category (57.1%) and the early mobilization behavior was in the good category as much as 42.9%.Conclusion: The researcher suggest that health agencies can improve the quality of health services by using easy-to-understand information media and socializing Standard Operating Procedures (SOP) about the importance of early mobilization after operative laparatomy. Keywords: Behavior, Early Mobilization, Post-Operative Laparatomy Patient
Perilaku Kepatuhan Cuci Tangan Anak Sekolah Dasar Selama Pembelajaran Tatap Muka Pandemi COVID-19 I Putu Ari Yudha Pranata; I Kadek Nuryanto; Putu Ayu Ratna Darmayanti
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol 10, No 2 (2022): JKP Desember 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v10i2.544

Abstract

Latar Belakang: Anak sebagai generasi penerus bangsa mempunyai peran penting terkait perilaku sehat. Permasalahan dalam perilaku kesehatan yang terjadi pada anak usia dini adalah kurangnya kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun. Mencuci tangan yang tidak benar dapat menyebabkan berbagai infeksi penyakit pada anak.Tujuan: Mengetahui gambaran perilaku kepatuhan cuci tangan pada anak sekolah dasar selama pembelajaran tatap muka dimasa pandemi COVID-19.Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian ini bejumlah 263 siswa di SD Negeri 2 Sesetan usia 7-12 tahun sesuai kriteria inklusi yaitu orang tua atau wali siswa bersedia menjadi responden dan siswa tidak ijin atau sakit selama penelitian berlangsung. Responden diambil dengan teknik probability sampling yaitu stratified random sampling. Variabel tunggal dalam penelitian yaitu perilaku kepatuhan cuci tangan. Alat pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner perilaku cuci tangan dengan menggunakan skala likert sebanyak 21 pertanyaan. Analisis penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif.Hasil: Perilaku kepatuhan cuci tangan siswa SD Negeri 2 Sesetan selama pembelajaran tatap muka didapatkan hasil dari 263 responden, sebagian besar responden dalam kategori baik sebanyak 235 siswa (89,4%). Sebagian kecil responden memiliki perilaku kepatuhan cuci tangan cukup sebanyak 24 responden (9,1%). Sedangkan, sebagian kecil responden dengan perilaku kepatuhan cuci tangan kurang sebanyak 4 responden (1,5%). Dari 263 responden, juga didapatkan hasil bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 136 responden (51,7%). Sebagian kecil responden berumur 12 tahun sebanyak 48 responden (18,3%).Kesimpulan: Sebagian besar siswa di SD Negeri 2 Sesetan telah melakukan perilaku kepatuhan cuci tangan yang baik selama pembelajaran tatap muka berdasarkan waktu yang tepat mencuci tangan dan langkah mencuci tangan. Sekolah diharapkan secara rutin memberikan edukasi perilaku cuci tangan yang benar selama pembelajaran tatap muka untuk mencegah penyebaran COVID-19.
EVALUASI PEMBELAJARAN MAHASISWA KEPERAWATAN: SEBUAH TINJAUAN Sarah K. Wulandari; I Kadek Nuryanto
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 11 No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2023.v11.i01.p11

Abstract

Pencapaian luaran pembelajaran pada perguruan tinggi memiliki tolak ukur yang harus relevan dengan dunia industri. Keterlibatan mahasiswa secara aktif dalam proses belajar dan keinginan untuk mencapai kompetensi sesuai learning outcome perlu difasilitasi dengan perencanaan dan evaluasi yang berkesinambungan. Tujuan dari penelitian saat ini adalah untuk mengevaluasi kepuasan pembelajaran praktik klinik pada mahasiswa keperawatan. Penelitian ini merupakan penelitian jenis descriptive analysis dengan design cross sectional. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Educational Practices Questionnaire-C (EPQ-C) digunakan untuk variabel evaluasi pembelajaran self-evaluation dengan 22 item pernyataan dengan modifikasi. Sampel penelitian ini adalah 78 mahasiswa keperawatan dengan teknik non-probability yaitu total sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kuesioner yang digunakan reliabel dengan nilai Cronbach`s Alpha 0,77. Hasil pada responden berada pada kategori puas sebanyak 51,2% (40 orang). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah sebagian besar mahasiswa menyatakan puas terhadap proses pembelajaran klinik yang berlangsung dalam masa pendidikan. Namun beberapa item penilaian perlu mendapatkan perhatian untuk dapat dijadikan indikator dalam meningkatkan proses pembelajaran pada mahasiswa, khususnya keperawatan sehingga kepuasan belajar menjadi lebih baik dan pencapaian kompetensi lebih optimal.
Determinan Determinant Factors of Self-Efficacy Among Nurses on Implementation of Discharge Planning Inpatient Room at Wangaya Regional Hospital Ni Luh Putu Mira Santana Sari; I Gede Putu Darma Suyasa; I Kadek Nuryanto; Putu Noviana Sagitarini
NurseLine Journal Vol 8 No 1 (2023): May 2023
Publisher : Faculty of Nursing, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/nlj.v8i1.29225

Abstract

Self-efficacy of implementing nurses is a nurse's confidence and ability to carry out discharge planning that aims to improve the quality of health that will affect the sustainability of sustainable care in patients. The goal of the study was to identify determinants of self-efficacy of implementing nurses and analyze the most dominant factors for discharge planning implementation. The design used in this study was cross-sectional with a sample number of 187 implementing nurses selected through simple random sampling using questionnaires as instruments. Data is univariate, bivariate with chi square test, and multivariate with binary logistic regression test. The results of bivariate analysis of burnout variables (p value 0.002) and self esteem (p value <0.001) have a significant influence on discharge planning implementation while multivariate analysis results show that burnout and self esteem variables have the most dominant influence in discharge planning implementation. It is expected that the implementing nurse can increase the value of self-efficacy in themselves through improving good self-function so that it has an impact on the quality of service in the implementation of discharge planning.
Faktor Determinan Self-Efficacy Perawat Pelaksana dalam Pelaksanaan Discharge Planning Ni Luh Putu Mira Santana Sari; I Gede Putu Darma Suyasa; I Kadek Nuryanto; Putu Noviana Sagitarini
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 4 (2023): Jurnal Keperawatan: Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i4.1164

Abstract

Self-efficacy pada perawat pelaksana merupakan keyakinan dan kemampuan seorang perawat dalam melaksanakan discharge planning untuk meningkatkan kualitas kesehatan yang secara tidak langung berpengaruh pada keberlanjutan perawatan pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidetifikasi faktor determinan self-efficacy perawat pelaksana dan menganalisis faktor yang paling dominan terhadap pelaksanaan discharge planning. Design yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 187 perawat pelaksana yang dipilih melalui simple random sampling dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumennya. Sebelum kuesioner diberikan kepada responden dilakukan uji face validity dan reliability untuk validitas dan reliabilitas kuesioner kemudina baru dilanjutkan dengan penyebaran kuesioner kepada responden. Data dianalsis secara univariat, bivariat dengan uji chi square, dan multivariat dengan uji binary logistic regression. Hasil analisis bivariate variabel burnout (p 0,002) dan self esteem (p<0,001) memiliki pengaruh yang signifikan dalam pelaksanaan discharge planning sedangkan hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel burnout dan self esteem memiliki pengaruh yang paling dominan dalam pelaksanaan discharge planning.
PENGALAMAN KELUARGA DALAM MELAKSANAKAN POLA DIET STROKE LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SERIRIT BULELENG BALI Ida Bagus Putu Rai Suryawan; I Gede Putu Darma Suyasa; I Kadek Nuryanto; Sarah K Wulandari; Agus Ari Pratama
PROSIDING SIMPOSIUM KESEHATAN NASIONAL Vol. 2 No. 1 (2023): Simposium Kesehatan Nasional
Publisher : LPPM STIKES BULELENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.794 KB)

Abstract

Perawatan pasca stroke, merupakan tantangan tersendiri dari keluarga. Sebab, pada fase pasca stroke, penderita banyak yang mengalami perubahan dari segi fisik, psikis dan rutin dalam pengobatan agar tidak terhentinya terapi pengobatan pada penderita stroke. Upaya rehabilitatif tersebut merupakan pencegahan disabilitas atau serangan ulang. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi pengalaman keluarga dalam melaksanakan pola diet stroke lansia di wilayah kerja Puskesmas Seririt. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa ada empat pengalaman keluarga dalam melaksanakan pola diet stroke lansia yaitu namely family support for elderly stroke diets, malnutrisi post-stroke, makanan sehat dan kebutuhan informasi gizi.
The Effectiveness of Music Therapy on Anxiety and Blood Pressure in Older People with Hypertension: A Literatur Review Ni Putu Ayu Ratna Dewi; Ni Putu Kamaryati; I Kadek Nuryanto; Putu Inge Ruth Suantika
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 9 No. 3 (2023): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v9i3.521

Abstract

Aims: As people get older, numerous cardiovascular disorders, including hypertension, which many older people have, will become more prevalent. Music therapy, as a non-pharmacological therapy, can be used to reduce blood pressure and anxiety in hypertensive patients. Objective: This literature review aims to determine the effectiveness of types music therapy that can reduce anxiety and blood pressure in the elderly with hypertension. Methods: To conduct a type of literature review, 10 articles that discuss the effectiveness of music therapy in lowering blood pressure and anxiety in hypertensive patients were searched for. The databases used are Pubmed, Google Scholar, and Science Direct, by entering keywords. The inclusion criteria used for data collection were full text, type of research (RCT, quasi-experimental, and pre-experimental), in English and Indonesian, and journal publishing from 2018 to 2023. Result: Ten relevant articles, including 505 respondents, were extracted in this study. Most of the studies (70%) showed significant results, showing that music therapy (traditional, classical, and spiritual) was effective in reducing high blood pressure and anxiety. Favorite music has a stronger effect than foreign music, such as traditional music, which has a deeper emotional impact on the elderly. Conclusion: Music therapy is effective in reducing blood pressure and anxiety in the elderly, and besides that, it is cost-effective and easy to use. Further research on the application of traditional music types is needed to determine the effectiveness of the music.
Co-Authors Ade Sri Wahyu Hartasih Adiana, I Nengah Agus Ari Pratama Agustini, Ni Komang Tri Astawa, I Gede Satria Darmini, A.A.A Yuliati Dewi, Ni Nyoman Ari Kundari Garbhani, Anak Agung Istri Hiranya Gusti Ayu Dwina Mastryagung I GEDE PUTU DARMA SUYASA I Gusti Agung Tresna Wicaksana I Gusti Ngurah Made Kusuma Negara I Gusti Ngurah Made Kusuma Negara I Ketut Alit Adianta I Ketut Swarjana I Nyoman Widiadnyana I Putu Ari Yudha Pranata I PUTU GEDE SUTRISNA I Putu Gede Sutrisna . I Wayan Sudiana Ida Bagus Putu Rai Suryawan Juniari, Ni Komang Ayu Komang Ayu Purnama Dewi Kusuma Negara, S.Kep., M.N.S, I Gusti Ngurah Made LEWAR, EMANUEL ILEATAN Made Dian Shanti Kusuma Made Mertha harianto Made Rismawan Marlinda, Ni Wayan Yatik Mudawati, Gusti Ayu Sri Negara, I Gusti Ngurah Made Kusuma Ni Kadek Sutini Ni Kadek Sutini Ni Ketut Erawati Ni Ketut Noriani Ni Ketut Suarningsih Ni Luh Putu Dina Susanti Ni Luh Putu Mira Santana Sari Ni Luh Putu Mira Santana Sari Ni Made Ayu Widyantari Ni Made Manik Elisa Putri Ni Made Ratih Comala Dewi Ni Putu Ayu Ratna Dewi Ni Putu Kamaryati Ni Wayan Kesari Dharmapatni Ni Wayan Yatik Marlinda Nurwijayanti Putu Ayu Ratna Darmayanti Putu Inge Ruth Suantika Putu Noviana Sagitarini Ritassi, Aloysia Juniarti Sani, Ari Wina Sarah K Wulandari Sarah K. Wulandari Serinadi, Desak Made Suarningsih, Ni Ketut Suprapto, Sentot Imam Suryawan, Ida Bagus Putu Rai Widiadnyana, I Nyoman Widyantari, Ni Made Ayu Wisnawa, I Nyoman Dharma Wulandari, Sarah K Yusniawati, Yustina Ni Putu