Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Sosialisasi Peran Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Literasi dan Numerasi Siswa di SMPN 4 Satap Batulanteh Sumbawa Rispawati, Rispawati; Mustari, Mohamad; Yuliatin, Yuliatin; Hadi, M. Samsul; Noviana, Hassa; Kurniawansyah, Edy
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2b (2025): Edisi khusus Dies Natalis Universitas Mataram
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/0btmtf82

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan berdasarkan kondisi perkembangan yang luar biasa salah satunya adalah program literasi dan numeras yang diluncurkan oleh kemendikbudristek melalui kegiatan kampus mengajar. Literasi adalah kemampuan seseorang untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga, dan masyarakat. Sedangkan Numerasi adalah kemampuan mengaplikasikan konsep bilangan dan simbol dalam matematika dasar untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mengetahui peran kepala sekolah dalam meningkatkan literasi dan numerasi siswa di SMPN 4 SATAP Batulanteh Sumbawa. dengan karakteristik peserta didik abad 21 dapat terpenuhi sebagaimana mestinya. Solusi yang ditawarkan dalam pengabdian ini adalah melakukan serangkaian kegiatan sosialisasi peran kepala sekolah dalam meningkatkan literasi dan numerasi siswa di SMPN SATAP Batulanteh Sumbawa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh tahapan kegiatan berjalan dengan baik dan telah terjadi peningkatan pemahaman peserta tentang peran kepala sekolah dalam meningkatkan literasi dan numerasi siswa. Kegiatan sosialiasasi ini diikuti oleh guru-guru SMPN 4 SATAP Batulanteh Sumbawa. Hal ini ditandai dengan guru-guru SMPN 4 SATAP Batulanteh Sumbawa sudah memahami dan mengerti tentang peran kepala sekolah dalam meningkatkan literasi dan numerasi siswa. Kemudian guru-guru tersebut membuat program yang dapat meningkatkan literasi dan numerasi siswas, program tersebut seperti gerakan membaca 15 menit sebelum memulai pembelajaran pada setiap mata pelajaran sudah dilaksanakan oleh guru SMPN 4 SATAP Batulanteh Sumbawa dengan baik. Selain itu, hasil yang lainnya pada ini kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan pada peserta serta komitmen kuat dari kepala sekolah dan guru untuk mengimplementasikan program-program yang telah dirumuskan khususnya yang berkhubungan dengan literasi dan numerasi siswa.
Pelestarian Budaya Suku Sasak Guna Mendongkrak Pariwisata Halal di Pulau Lombok Hadi, M. Samsul; Wahyuni, Rizki; Rinjani, Bq Intan Setiawati; Hidayah, Jannatul; Rahmawati, Siti
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4274

Abstract

Budaya lokal merupakan bagian penting dari identitas suatu masyarakat dan memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan pariwisata daerah. Dalam konteks Pulau Lombok, budaya Suku Sasak menjadi salah satu unsur utama yang memperkuat karakter destinasi wisata berbasis nilai keislaman. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk-bentuk pelestarian budaya Suku Sasak yang masih bertahan hingga saat ini serta menganalisis kontribusinya terhadap pengembangan pariwisata halal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan tokoh adat dan masyarakat, serta dokumentasi. Lokasi penelitian berada di kawasan Mandalika, Lombok Tengah, sebagai pusat aktivitas wisata sekaligus kawasan dengan praktik budaya Sasak yang masih hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelestarian budaya Sasak berlangsung melalui berbagai tradisi seperti Presean, Bau Nyale, Nyongkolan, seni Gendang Beleq, kerajinan tenun, serta kuliner khas berbahan halal. Keseluruhan praktik budaya tersebut tidak hanya menjaga identitas masyarakat, tetapi juga menjadi daya tarik utama bagi wisatawan Muslim. Pelibatan generasi muda dan lembaga adat terbukti memperkuat keberlanjutan tradisi, meskipun masih terdapat tantangan berupa pengaruh modernisasi dan penurunan minat sebagian masyarakat terhadap kegiatan budaya. Kesimpulannya, pelestarian budaya Suku Sasak memiliki peran strategis dalam memperkuat citra Lombok sebagai destinasi wisata halal. Keberlanjutan budaya ini bukan hanya menjaga warisan lokal, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi kreatif dan pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.
BESENTULAK : Nilai dan Makna Simbolik Pengobatan Tradisional Suku Sasak di Dusun Sedau Barat Kecamatan Pemepek Kabupaten Lombok Tengah Nugraha, Muh Rizki; Fadli, Muhammad Ridwan; Hilmiaturrahmi, Hilmiaturrahmi; Rahmi, Rahmi; Hadi, M. Samsul
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4297

Abstract

Tradisi Besentulak merupakan bentuk pengobatan tradisional suku Sasak yang masih dipraktikkan masyarakat dusun sedau barat, pemepek, lombok Tengah sebagai upaya menjaga kesehatan dan ketenteraman hidup. Ritual ini menjadi bagian dari sistem keyakinan yang terus diwariskan dalam kehidupan sosial mereka. Penelitian ini bertujuan mengungkap nilai dan makna simbolik pada setiap unsur ritual Besentulak serta memahami pemaknaannya dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Sasak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis etnografi melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian memperlihatkan adanya nilai sosial dalam ritual Besentulak melalui kegiatan begibung yang mempererat hubungan antar warga, nilai spiritual yang tampak dalam penggunaan bunga rampe dan kemenyan sebagai media doa, serta nilai etika yang terlihat dalam penyusunan sesajen sebagai bentuk penghormatan. Setiap objek ritual seperti kue jongkong, dulang, dan ceret tanaq memiliki simbolisasi yang berkaitan dengan keseimbangan hidup, penghormatan terhadap leluhur, serta upaya menjaga harmoni lingkungan. Simpulan penelitian menegaskan bahwa Besentulak tetap menjadi tradisi penting dalam cara masyarakat Sasak memahami kesehatan, kebersamaan, dan kehidupan bermasyarakat.
PENERAPAN MEDIA VISUAL DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS 8 DI SMPN 5 MATARAM Purnamawati, Purnamawati; Mustari, M.; Hadi, M. Samsul
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i4.7362

Abstract

Visual Learning Media is a teaching and educational tool that involves the senses of sight and hearing of students during the teaching and learning process. With the aim of reducing the passive attitude of students in the learning process. Overcoming the limitations of space, time, and senses, and helping teachers in delivering material more effectively through the use of appropriate and varied media The problem in this study is, some students do not follow the learning well. Such as talking with friends because they feel bored, do not pay attention to the teacher's explanation, and show a passive attitude during the learning process. Students rarely ask questions or are less brave to answer the teacher’s questions. Which ultimately affects their learning outcomes due to a lack of motivation in learning. The purpose of this study is to determine the effect of visual learning media on student learning motivation in learning Pancasila education in Grade 8 of SMP Negeri 5 Mataram. The method used in this study is qualitative with a case study approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving teachers and students as research subjects. The results of the study indicate that the use of visual media in the learning process has a positive impact on student learning motivation. Varied and engaging visual media can help students more easily understand the subject matter, fostering a higher interest in learning Furthermore, teachers are also more effective in delivering the material, making the learning process more enjoyable. These findings indicate that the application of visual media is an effective learning strategy for increasing student learning motivation at the junior high school level. This study recommends that teachers utilize visual media more frequently as a learning aid to improve the quality and outcomes of student learning ABSTRAKMedia Pembelajaran Visual merupakan alat pengajaran dan pendidikan yang melibatkan indera penglihatan dan pendengaran peserta didik selama proses belajar mengajar berlangsung. Dengan tujuan mengurangi sikap pasif peserta didik dalam proses belajar, mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan mdera serta membantu guru dalam menyampaikan materi dengan lebih efektif melalui penggunaan media yang tepat dan bervariasi. Permasalahan pada penelitian ini ialah, beberapa siswa tidak mengikuti pembelajaran dengan baik, seperti berbicara dengan teman karena merasa bosan, tidak memperhatikan penjelasan guru, serta menunjukkan sikap pasif selama proses belajar. Siswa jarang bertanya atau kurang berani menjawab pertanyaan guru, yang pada akhirnya memengaruhi hasil belajar mereka karena kurangnya motivasi dalam belajar. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui tentang pengaruh media pembelajaran visual terhadap motivasi belajar siswa pada pembelajaran pendidikan Pancasila Kelas 8 SMP Negeri 5 Mataram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi yang melibatkan guru dan siswa sebagai subjek penelitian Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media visual dalam proses pembelajaran memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar siswa. Media visual yang variatif dan menarik mampu membantu siswa lebih mudah memahami materi pelajaran menumbuhkan minat belajar yang lebih tinggi. Selain itu, guru juga lebih efektif dalam menyampaikan materi sehingga proses pembelajaran menjadi menyenangkan. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan media visual merupakan salah satu strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di tingkat SMP. Penelitian ini menyarankan agar guru lebih sering memanfaatkan media visual sebagai alat bantu pembelajaran guna meningkatkan kualitas dan has?l belajar siswa.
Membangun Identitas Kebangsaan di Tanah Rantau: Studi Kualitatif Adaptasi Sosial Mahasiswa PPKn Putri Edi, Maria Grace; Hadi, M. Samsul; Jumrawati, Jumrawati; Rosyidah, Feryna Nur; Hudori, Ahmad; Sopiani, Sopiani
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4406

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) yang merantau membangun identitas kebangsaan melalui proses adaptasi sosial di lingkungan kampus. Sebagai individu yang hidup dalam lingkungan multikultural, mahasiswa perantau menghadapi tantangan dalam menyesuaikan diri terhadap perbedaan budaya, bahasa, dan nilai sosial. Pendekatan penelitian ini memanfaatkan metode kualitatif dengan sifat deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan mahasiswa PPKn perantau di Universitas Mataram. Proses analisis dilakukan dengan mengadopsi model Miles dan Huberman, yang mencakup tahapan pemilahan dan penyederhanaan data, penyajian informasi secara sistematis, serta perumusan temuan sebagai bentuk penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses adaptasi sosial mahasiswa berlangsung melalui komunikasi lintas budaya, keterbukaan diri, dan keterlibatan aktif dalam kegiatan sosial di kampus. Proses ini tidak hanya membantu mahasiswa menyesuaikan diri secara sosial, tetapi juga memperkuat identitas kebangsaan yang berakar pada nilai-nilai Pancasila, semangat Bhinneka Tunggal Ika, dan rasa cinta tanah air. Faktor yang memengaruhi proses tersebut meliputi kesiapan mental, motivasi, dukungan sosial, dan lingkungan kampus yang inklusif. Dengan demikian, adaptasi sosial mahasiswa PPKn perantau menjadi sarana penting dalam membangun karakter kebangsaan yang kuat dan berkepribadian luhur.
Integrasi Experiential learning Berbasis Outbound pada Mata Kuliah Kewarganegaraan untuk Meningkatkan Civic skills Mahasiswa Jumrawati, Jumrawati; Putri Edi, Maria Grace; Hadi, M. Samsul; Alhudori, Ahmad
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4408

Abstract

Meningkatnya kompleksitas sosial, kemajuan teknologi, serta dinamika global abad ke-21 menuntut pembaruan pendekatan dalam pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi. Sebagai mata kuliah wajib kurikulum, Kewarganegaraan berperan tidak hanya sebagai sarana pemahaman konsep hak dan kewajiban warga negara, tetapi juga sebagai wahana pembentukan keterampilan kewarganegaraan (civic skills) yang mendorong mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dan konstruktif dalam kehidupan demokratis. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan integrasi experiential learning berbasis outbound dalam perkuliahan Kewarganegaraan serta mengidentifikasi civic skills yang berkembang melalui penerapannya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, serta analisis model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi experiential learning berbasis outbound berlangsung melalui siklus pengalaman konkret, refleksi kritis, konseptualisasi abstrak, dan eksperimen aktif yang terstruktur secara sistematis pada tahap persiapan, pelaksanaan, hingga refleksi. Mahasiswa menginternalisasi nilai kewarganegaraan melalui dinamika kelompok, permainan edukatif, dan simulasi peran. Civic skills yang berkembang mencakup berpikir kritis, komunikasi demokratis, kepemimpinan, kerja sama, pengambilan keputusan kolektif, serta partisipasi sosial-politik yang bertanggung jawab. Dengan demikian integrasi experiential learning berbasis outbound dalam Mata Kuliah Kewarganegaraan berfungsi sebagai pendekatan pedagogis reflektif yang mendorong pemahaman mendalam terhadap nilai demokrasi, keberagaman, dan tanggung jawab sosial, sekaligus membentuk profil smart citizen dan good citizen.
Upaya Pemenuhan Hak Pendidikan bagi Anak Penyandang Disabilitas di SLBN 1 Lombok Tengah Lestari, Nadila Risti Puji; Yuliatin, Yuliatin; Hadi, M. Samsul; Sumardi, Lalu
Journal of Civic Education Vol 9 No 1 (2026): Journal of Civic Education (IN PRESS)
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jce.v9i1.1227

Abstract

The purpose of this study is to describe efforts to fulfill the right to education for children with disabilities at SLBN 1 Central Lombok and to identify the challenges in fulfilling these rights. This study used a qualitative approach using a case study. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. Efforts to fulfill the right to education for children with disabilities include the implementation of an adaptive and flexible Independent Curriculum (Curriculum Merdeka), differentiated learning strategies, an emphasis on developing life skills, independence, and entrepreneurship, and providing opportunities to develop potential through academic, vocational, and personal development activities. Furthermore, the school provides facilities, learning equipment and aids, and supportive classroom environments, yet challenges remain, including a limited number of qualified educators for various types of disabilities, the diversity of student disabilities, and limitations in educational facilities and services, such as the lack of a LAS skills room and ongoing classroom renovations. Therefore, support from various parties is needed so that inclusive education at SLBN 1 Central Lombok runs optimally and sustainably.
Upaya Sekolah Dalam Penguatan Pendidikan Karakter Untuk Mengatasi Terjadinya Perilaku Bullying di SMP Negeri 13 Mataram Putra, Sonny Manggala; Haslan, Muhammad Mabrur; Hadi, M. Samsul
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/amzm6g33

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis upaya sekolah dalam penguatan pendidikan karakter untuk mengatasi terjadinya perilaku bullying serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat di SMP Negeri 13 Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, yang memungkinkan peneliti untuk menggali secara mendalam fenomena upaya penguatan pendidikan karakter di lingkungan sekolah melalui teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta diuji keabsahannya menggunakan triangulasi sumber, waktu, dan teknik, dengan teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah telah menerapkan berbagai upaya strategis dalam penguatan pendidikan karakter yang terbukti efektif menekan angka bullying, meliputi program dan kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) sebagai landasan kebijakan yang memperkuat tata tertib berbasis nilai; penerapan Budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun) yang berhasil menciptakan iklim sekolah lebih ramah dan positif; integrasi nilai karakter dalam pembelajaran khususnya mata pelajaran PPKn yang efektif meningkatkan pemahaman siswa tentang bahaya bullying dan pentingnya toleransi; workshop dan seminar anti-bullying dengan narasumber eksternal seperti kepolisian dan psikolog yang terbukti meningkatkan kesadaran kolektif warga sekolah; program sahabat karakter yang melibatkan siswa sebagai agen perubahan untuk mendeteksi dini potensi konflik; kampanye melalui media kreatif seperti poster dan video di media sosial yang berhasil mengkomunikasikan nilai-nilai anti-bullying secara visual; pelatihan bagi guru dan staf untuk menyamakan persepsi dalam penanganan kasus; serta kegiatan keagamaan (Imtaq) rutin yang memperkuat nilai religius dan empati siswa. Faktor pendukung keberhasilan ini terdiri atas komitmen pimpinan sekolah dan guru, kerja sama warga sekolah, serta dukungan orang tua, sementara faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu guru, kurangnya pemahaman sebagian pendidik tentang pendidikan karakter, serta kurangnya perhatian orang tua siswa secara langsung. Penelitian menyimpulkan bahwa penguatan pendidikan karakter berperan penting dalam membentuk perilaku positif siswa dan menekan bullying, dengan implikasi praktis bahwa sekolah perlu secara berkala mengadakan pelatihan peningkatan kapasitas guru dalam pengintegrasian nilai karakter serta mengoptimalkan program parenting yang melibatkan orang tua secara lebih intensif guna menciptakan sinergi antara pendidikan di sekolah dan di rumah, sehingga keberhasilan upaya ini menuntut kolaborasi berkelanjutan antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Penguatan Civic Skill dalam Good Citizenship Melalui Pembelajaran PPKn di SMP Negeri Satu Atap Batu Rintang Hadi, M. Samsul; Kurniawansyah, Edy; Basariah; Jumrawati; Amrullah, Muh. Khozin Arif; Nurhidayah, Cinta; Ramdhani, Rian Novia
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i1.18156

Abstract

Abstract: This study aims to determine the efforts of PPKn teachers in instilling Civic skills in Good Citizenship through PPKn learning to grade VIII students at SMP Negeri Satu Atap Batu Rintang, the research method used is descriptive qualitative. The research subjects were 22 people, 1 PPKn teacher and 21 grade VIII students. Data collection techniques used were observation, interviews, documentation, questionnaires. Data analysis used data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that: 1) the efforts of PPKn teachers in instilling civic skills in good citizenship to students are quite good, this is indicated by the efforts of teachers carried out in class, namely using varied learning methods. Involving students in completing individual and group assignments. Randomly selecting students to answer questions, 2) obstacles faced by PPKn teachers in instilling civic skills in good citizenship are, students who often come in and out of class so that they disrupt the teacher's concentration when explaining the material, students who only make other movements that disturb the concentration of other students, the lack of students' ability to obtain information about their assignments, the lack of a sense of responsibility in students to complete their assignments. Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengetahui upaya guru PPKn dalam menanamkan Civic skill Dalam Good Citizenship melalui pembelajaran PPKn terhadap siswa kelas VIII di SMP Negeri Satu Atap Batu Rintang, Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian berjumlah 22 orang, 1 orang guru PPKn dan 21 siswa kelas VIII. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara, dokumentasi, angket. Analisis data yang digunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) upaya guru PPKn dalam menanamkan civic skill dalam good citizenship terhadap siswa sudah cukup baik, hal tersebut ditandai dari upaya guru dilakukan di kelas yaitu menggunakan metode belajar bervariasi. Melibatkan siswa menyelesaikan tugas individu maupun kelompok. Memilih secara acak siswa untuk menjawab pertanyaan; 2) kendala yang dihadapi guru PPKn dalam menanamkan civic skill dalam good citizenship yaitu, siswa yang sering keluar masuk kelas sehingga mengganggu konsentrasi guru saat memaparkan materi, siswa yang hanya membuat gerakan lain yang menggangu konsentrasi siswa lainnya, masih kurangnya kemampuan siswa dalam memperoleh informasi mengenai tugasnya, kurangnya rasa tanggung jawab pada diri siswa untuk menyelesaikan tugasnya.
PENGARUH TEKNIK ART THERAPY TERHADAP PENGENDALIAN EMOSI MARAH PADA SISWA Wahyuni, Titi Eka; Astuti, Farida Herna; Hadi, M. Samsul
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i4.9814

Abstract

ABSTRACT Art therapy is a therapeutic approach that integrates artistic activities with psychological processes to help individuals express and manage emotions. Anger in students often arises as an emotional response to situations perceived as disturbing or uncomfortable, thus requiring appropriate interventions through guidance and counseling services. This study aims to determine the effect of art therapy techniques on anger among eighth-grade students at SMPN 5 Praya in the 2022/2023 academic year. The study employed a one-group pre-test–post-test design. The population consisted of 64 eighth-grade students at SMPN 5 Praya, while the sample included 7 students who demonstrated high levels of anger based on the pre-test results, selected through purposive sampling. Data were collected using questionnaires as the primary method, supported by observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted using a t-test to compare students’ anger scores before and after the implementation of art therapy. The results showed that the calculated t-value of 6.687 was higher than the t-table value at the 5% significance level of 2.447, indicating that the alternative hypothesis was accepted. These findings indicate that the application of art therapy techniques effectively helps students express emotions more positively and reduces their levels of anger. The implication of this study suggests that art therapy can be utilized as an alternative strategy within school guidance and counseling services to support students in developing more adaptive emotional regulation. ABSTRAK Art therapy merupakan pendekatan terapi yang menggabungkan aktivitas seni dengan proses psikologis untuk membantu individu mengekspresikan dan mengelola emosi. Emosi marah pada siswa sering muncul sebagai respons terhadap situasi yang dianggap mengganggu atau menimbulkan ketidaknyamanan sehingga perlu penanganan yang tepat melalui layanan bimbingan dan konseling. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik art therapy terhadap emosi marah pada siswa kelas VIII di SMPN 5 Praya Tahun Pelajaran 2022/2023. Penelitian menggunakan desain one group pre-test–post-test. Populasi penelitian berjumlah 64 siswa kelas VIII SMPN 5 Praya, sedangkan sampel penelitian berjumlah 7 siswa yang memiliki tingkat emosi marah tinggi berdasarkan hasil pre-test dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan angket sebagai metode utama serta observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai metode pendukung. Analisis data dilakukan menggunakan uji t untuk membandingkan skor emosi marah sebelum dan sesudah perlakuan art therapy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai t hitung sebesar 6,687 lebih besar dibandingkan nilai t tabel pada taraf signifikansi 5% sebesar 2,447 sehingga hipotesis alternatif diterima. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan teknik art therapy efektif dalam membantu siswa mengekspresikan emosi secara lebih positif dan menurunkan tingkat emosi marah yang dialami. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa art therapy dapat dimanfaatkan sebagai strategi layanan bimbingan dan konseling di sekolah untuk membantu siswa mengembangkan pengelolaan emosi yang lebih adaptif.