Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL HUTAN LESTARI

POTENSI AGROFORESTRI UNTUK MENDUKUNG BIOPROSPEKTING Octavia, Anggi; Winarno, Gunardi Djoko; Iswandaru, Dian; Setiawan, Agus
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 11, No 4 (2023): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v11i4.70799

Abstract

Agroforestry is a land use system that combines forestry and agricultural plants on one land. The many types of plants cultivated on one agroforestry land can support a village if its use is carried out sustainably. One way to use it is to develop bioprospecting activities for plants for medicine, food and cosmetics. The aim of this research is to find out how to optimize agricultural land using an agroforestry system, find out the community's perception of land use using an agroforestry system, and find out the types of plants used to support bioprospecting. This research was conducted in May-June 2023. The research method was carried out by means of surveys, interviews and vegetation analysis. The research results show that the majority of people agree regarding the ecological, economic and socio-cultural benefits resulting from land use into an agroforestry system as a sustainable system. There are several types of plants on agroforestry land that have great potential to be utilized to support bioprospecting. The percentage of plant species that have bioprospecting potential for food is 37%, 37% for medicines and 26% for cosmetic ingredients. Through the development of bioprospecting plants, it is hoped that it will be able to help the community to optimize the use of agricultural land with an agroforestry system.Keywords: Agroforestry, Bioprospecting, Likert ScaleAbstrakAgroforestri merupakan sistem tata guna lahan kombinasi jenis tanaman kehutanan dengan tanaman pertanian dalam satu lahan. Banyaknya jenis tanaman yang dibudidayakan pada satu lahan agroforestri dapat menjadi penunjang desa apabila pemanfaatannya dilakukan secara berkelanjutan. Salah satu cara pemanfaatannya dengan melakukan pengembangan kegiatan bioprospecting tumbuhan untuk obat, pangan, dan kosmetika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk, mengetahui cara pengoptimalisasian lahan pertanian menggunakan sistem agroforestri dan mengetahui pesepsi masyarakat terhadap pemanfaatan lahan menggunakan sistem agroforestri, serta mengetahui jenis tanaman yang dimanfaatkan untuk mendukung bioprospekting. Penelitian ini dilakukan  pada bulan Mei-Juni tahun 2023. Metode penelitian dilakukan dengan cara survei, wawancara, dan analisis vegetasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat sebagian besar setuju terkait manfaat ekologi, ekonomi, dan sosial budaya yang dihasilkan dari pemanfaatan lahan menjadi sistem agroforestri sebagai sistem yang berkelanjutan. Terdapat beberapa jenis tumbuhan pada lahan agroforestri memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan guna mendukung bioprospekting. Dengan persentase jenis tumbuhan yang memiliki potensi bioprospekting pangan sebesar 37%, untuk obat 37%, dan bahan kosmetika 26%. Melalui pengembangan tanaman bioprospekting, diharapkan mampu membantu masyarakat untuk mengoptimalkan penggunaan lahan pertanian dengan sistem agroforestri. Kata kunci: Agroforestri, Bioprospekting, Skala Likert
ANALISIS PEMANFAATAN STRATA VERTIKAL VEGETASI OLEH SPESIES BURUNG PADA AGROFORESTRI BERBASIS KOPI DI AREA HUTAN KEMASYARAKATAN KPHL BATUTEGI: STUDI KASUS DI DESA PENANTIAN DAN SINAR BANTEN, KECAMATAN ULUBELU, KABUPATEN TANGGAMUS Arsyan, Chika Jenita; Iswandaru, Dian; Fitriana, Yulia Rahma; Darmawan, Arief
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 12, No 2 (2024): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v12i2.67458

Abstract

The use of vegetation stratification is closely related to the availability of food sources in that stratification, so that bird activity in utilizing existing habitat space can change, depending on the appearance of the habitat that provides food and other activity needs, such as for perching, nesting, monitoring prey, shelter, and rest. Habitat use can be described vertically which includes four levels, namely the ground surface and undergrowth (E), shrubs and bushes (D), lower canopy (C), middle canopy (B), and upper canopy (A). This research aims to analyze the abundance of bird species and their relationship in utilizing vertical strata of vegetation by bird species on coffee-based agroforestry land. The research was conducted on coffee-based agroforestry land in Penantian and Sinar Villages, Banten. The coffee-based agroforestry land is in the community forest area (Hkm), utilization block, KPHL Batutegi. Data collection was carried out using the point count method. The results obtained were analyzed quantitatively using the species abundance index and the vertical utilization of the canopy was analyzed descriptively. The research results showed that Penantian Village had 11 bird species from 11 families with a total of 82 individuals and Sinar Banten Village had 12 bird species from 11 families with a total of 87 individuals. The highest species abundance index in Penantian Village is the cucak kutilang (Pycnonotus aurigaster) and the cow swift (Collocalia esculenta) at 39% each. The highest abundance index in Sinar Banten Village is the kutilang cucak (Pycnonotus aurigaster) and cow swallow (Collocalia esculenta) with values of 39% and 34%. This shows that the cucak kutilang and the cow swallow are the birds most often found in the two villages. The vertical strata of vegetation used by various types of birds are canopy stratum C (4-20 m), D (1-4 m) and E (0-1 M), while canopy stratum A (30 m) and B (20-30 m) not found. This describes the condition of the vertical strata of vegetation in coffee-based agroforestry in the two villages which provides food sources, cover for shelter or nesting, and supports other activities only in these three strata.Key words: Agroforestry based-coffee, birds, species abundance, KPHL Batutegi, vertical strata of vegetation.AbstrakPenggunaan stratifikasi vegetasi berhubungan erat dengan ketersediaan sumber pakan pada stratifikasi tersebut, sehingga aktivitas burung dalam memanfaatkan ruang habitat yang ada dapat berubah-ubah, tergantung penampakan habitat yang menyediakan makanan serta kebutuhan aktivitas lain, seperti untuk bertengger, bersarang, mengawasi mangsa, berlindung, dan beristirahat. Penggunaan habitat dapat digambarkan secara vertikal yang meliputi empat tingkat, yaitu permukaan  tanah dan tumbuhan bawah (E), perdu dan semak belukar (D), tajuk bagian bawah (C),   tajuk bagian tengah (B), dan tajuk bagian atas (A). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelimpahan jenis burung serta hubungannya dalam memanfaatkan strata vertikal vegetasi oleh spesies burung pada lahan agroforestri berbasis kopi. Penelitian dilakukan di lahan agroforestri berbasis kopi Desa Penantian dan Sinar Banten. Lahan agroforestri berbasis kopi berada di area hutan kemasyarakatan (Hkm), blok pemanfaatan, KPHL Batutegi. Pengumpulan data dilakukan dengan metode point count. Hasil yang diperoleh dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan indeks kelimpahan jenis dan pemanfaatan vertikal tajuk dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan Desa Penantian terdapat 11 jenis burung dari 11 famili dengan total 82 individu dan Desa Sinar Banten terdapat 12 jenis burung darib11 famili dengan total 87 individu. Indeks kelimpahan jenis tertinggi di Desa Penantian adalah cucak kutilang (Pycnonotus aurigaster) dan walet sapi (Collocalia esculenta) masing-masing sebesar 39%. Indeks kelimpahan tertinggi di Desa Sinar Banten yaitu cucak kutilang (Pycnonotus aurigaster) dan walet sapi (Collocalia esculenta) dengan nilai 39% dan 34%. Hal ini menunjukkan bahwa cucak kutilang dan walet sapi adalah burung yang paling sering ditemukan di kedua desa tersebut. Strata vertikal vegetasi yang dimanfaatkan oleh berbagai jenis burung yaitu stratum tajuk C (4-20 m), D (1-4 m) dan E (0-1 M), sedangkan stratum tajuk A (30 m) dan B (20-30 m) tidak ditemukan. Hal ini menggambarkan kondisi starata vertikal vegetasi pada agroforestri berbasis kopi di kedua desa tersebut yang menyediakan sumber pakan, cover untuk berlindung atau bersarang dan pendukung aktivitas lainnya hanya pada ketiga strata tersebut.Kata kunci: Agroforestri berbasis kopi, burung, kelimpahan jenis, KPHL Batutegi, strata vertikal vegetasi.