Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Ekstraksi dan Uji Stabilitas Limbah Kulit Umbi Bit Merah (Beta Vulgaris L.) sebagai Alternatif Pewarna Alami pada Lipstick: Extraction and Stability Test of Red Bit (Beta Vulgaris L.) Umb Culk Waste as An Alternative Natural Color in Lipstick Nurwahidah, Andi Tenri; Moh. Firman Irwanto; Anisa Fitriyani; Ashar Prima; Fauziah H Wada; Amzal Mortin Andas
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 8 No. 01 (2025): Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijpnp.v8i01.3513

Abstract

Lipstick is a cosmetic that can be used to color the lips so that it adds to the beauty of the makeup on the lips. Red beetroot skin has a natural pigment content that can be used as a natural dye. The purpose of this study was to formulate and evaluate solid lipstick preparations from red beetroot skin extract (Beta vulgaris L.) as a natural dye. The research stages were sample collection, extraction, lipstick formulation and evaluation of the physical properties of the lipstick including organoleptic tests, homogeneity tests, spreadability tests, pH tests, melting point tests, irritation tests, and stability tests. The red beetroot skin lipstick formula consists of 4 formulas with variations in concentration, namely F0 (0%), F1 (5%), F2 (10%), F3 (15%). The resulting red beetroot skin extract is a thick extract that is dark brown in color and has a distinctive extract aroma with a yield of 46.69%. The resulting lipstick preparation is a homogeneous preparation with the colors of the F0, F1, F2, F3 formulas, namely bone white, brown, light brown, and dark brown. The evaluation results of lipstick formula F0, F1, F2, F3 obtained pH values ​​of 6.36-6.10; melting point 51°C-58°C and had good spreadability. The results of the stability test of lipstick preparations of all formulas at a temperature of 28°C were stable for 4 weeks of storage. The results of the irritation test using the patch test method on all lipstick formulas did not cause irritation. Based on the overall evaluation results, the red beetroot skin extract formulated in lipstick successfully met the standards for lipstick preparations, the red beetroot skin extract lipstick formulation provided good color at concentrations of 10% and 15%.   ABSTRAK Lipstick merupakan kosmetik yang dapat digunakan untuk mewarnai bibir sehingga menambah keindahan riasan pada bibir. Kulit umbi bit merah memiliki kandungan pigmen alami untuk dimanfaatkan sebagai pewarna alami. Tujuan penelitian ini adalah melakukan formulasi dan evaluasi sediaan lipstick padat dari ekstrak kulit umbi bit merah (Beta vulgaris L.) sebagai pewarna alami. Tahap penelitian adalah pengumpulan sampel, ekstraksi, formulasi lipstick dan evaluasi sifat fisik lipstick meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji daya oles, uji pH, uji titik leleh, uji iritasi, dan uji stabilitas. Formula lipstick kulit umbi bit merah terdiri dari 4 formula dengan variasi konsentrasi yaitu F0 (0%), F1 (5%), F2 (10%), F3 (15%). Ekstrak kulit umbi bit merah yang dihasilkan merupakan ekstrak kental berwarna coklat pekat dan memilik aroma khas ekstrak dengan rendemen sebesar 46,69%. Sediaan lipstick yang dihasilkan merupakan sediaan homogen dengan warna formula F0, F1,F2, F3 yaitu putih tulang, coklat, coklat muda, dan coklat tua. Hasil evaluasi sediaan lipstick formula F0, F1, F2, F3 diperoleh nilai pH 6,36-6,10; titik leleh 51°C-58°C dan mempunyai daya oles yang baik. Hasil uji stabilitas sediaan lipstick semua formula pada suhu ruang 28°C stabil selama 4 minggu penyimpanan. Hasil uji iritasi dengan metode patchtest pada semua formula sediaan lipstick tidak menyebabkan iritasi. Berdasarkan hasil evaluasi keseluruhan, ekstrak kulit umbi bit merah yang diformulasikan dalam lipstick berhasil memenuhi standar untuk sediaan lipstick, formulasi lipstick ekstrak kulit umbi bit merah memberikan warna yang baik pada konsentrasi 10% dan 15%.
Revitalisasi Perilaku Ibu: Mengoptimalkan Pengetahuan dan Pendekatan Praktis dalam Tatalaksana Diare Melalui MTBS Lisnawati, Lisnawati; Purnamasari, Anisa; Zoahira, Wa Ode Aisa; Nofitasari, Ari; Andas, Amzal Mortin
Omni Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Bantayang Omni Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65277/opm.v1i1.38

Abstract

Diare merupakan masalah kesehatan serius di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia. Penyakit ini menyebabkan angka kematian yang tinggi pada anak-anak akibat dehidrasi yang cepat terjadi jika tidak ditangani dengan benar. Oleh karena itu penting bagi perawat untuk memberikan edukasi berupa pendidikan kesehatan terhadap sikap ibu dalam penatalaksanaan diare di wilayah kerja Puskesmas Puuwatu Kota Kendari. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu balita dalam pencegahan diare melalui penyuluhan. Metode pelaksanaan yang digunakan ialah ceramah. Berdasarkan hasil kegiatan, terdapat peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan ibu tentang gejala diare, penilaian dehidrasi pada anak, serta langkah-langkah praktis dalam menggunakan MTBS. Selain itu terjadi perubahan positif dalam sikap dan pendekatan praktis ibu dalam menghadapi diare pada anak.
Pendampingan Caregiver dalam Penerapan Lansia Sehat Secara Holistik di Sentra Terpadu Lansia Puspitasari, Indah; Andas, Amzal Mortin; Soalihah, Maratun; Wada, Fauziah H; Prima, Ashar; Fauziah, Hani; Nurwahidah, Andi Tenri; Rahmawati, Syifa
Omni Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Bantayang Omni Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65277/opm.v1i1.40

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup lanjut usia Program Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup lanjut usia (lansia) melalui pendampingan kepada para caregiver dalam menerapkan prinsip-prinsip lansia sehat secara holistik di Sentra Terpadu Lansia. Pendampingan ini meliputi edukasi dan pelatihan tentang kesehatan fisik, mental, dan sosial lansia. Dengan pendekatan holistik, program ini berusaha untuk mengintegrasikan berbagai aspek kesehatan, termasuk nutrisi, aktivitas fisik, kesehatan mental, dan interaksi sosial, dalam upaya menciptakan lingkungan yang mendukung kesejahteraan lansia. Metode yang digunakan dalam program ini mencakup sesi pelatihan, workshop, dan pendampingan individual. Hasil yang diharapkan dari program ini adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan caregiver dalam merawat lansia, serta peningkatan kualitas hidup lansia yang diukur melalui indikator kesehatan fisik dan mental. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat menjadi model yang dapat direplikasi di berbagai sentra lansia lainnya untuk mencapai tujuan serupa.
Penguatan Kapasitas Ibu Melalui MTBS Lanjutan: Strategi Komunitas untuk Menurunkan Kasus Diare Berulang pada Balita Purnamasari, Anisa; Lisnawati, Lisnawati; Nazaruddin, Nazaruddin; Romantika, I Wayan; Andas, Amzal Mortin
Omni Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Bantayang Omni Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65277/opm.v2i2.61

Abstract

Kasus diare berulang pada balita masih menjadi masalah kesehatan utama di wilayah kerja Puskesmas Puuwatu, Kota Kendari. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya kapasitas ibu dalam penanganan awal diare di rumah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu melalui pelatihan berbasis Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) lanjutan sebagai strategi komunitas untuk menurunkan angka diare berulang pada balita. Metode pelaksanaan kegiatan ini yaitu edukasi dan pelatihan yang dilaksanakan melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok terarah (FGD), simulasi, dan studi kasus. Metode partisipatif digunakan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta. Sebanyak 45 ibu dan 12 kader kesehatan berpartisipasi dalam kegiatan ini di wilayah kerja Puskesmas Puuwatu, Kota Kendari pada Mei 2025. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan peserta, dari rata-rata skor pre-test 45,2 menjadi 87,4 pada post-test. Aspek yang mengalami peningkatan tertinggi adalah deteksi tanda bahaya dan praktik pemberian oralit. Selain itu, 88% ibu menyatakan siap menangani diare ringan di rumah. Kesimpulannya, pelatihan MTBS lanjutan tanpa pendampingan intensif terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas ibu dan kader secara mandiri, serta berpotensi menjadi strategi komunitas yang berkelanjutan dalam menurunkan kasus diare berulang pada balita.
DETERMINANTS OF LONELINESS, RESILIENCE, AND MENTAL HEALTH IN ELDERLY PATIENTS AT LONG TERM CARE IN JAKARTA : LONELINESS, RESILIENCE, AND MENTAL HEALTH Andas, Amzal Mortin; Romantika, I Wayan; Silaswati, Shinta; Prima, Ashar; Purnamasari, Anisa; Lisnawati, Lisnawati
INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT (IJHSRD) Vol. 6 No. 2 (2024): INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT
Publisher : STIKes Mandala Waluya Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36566/ijhsrd/Vol6.Iss2/251

Abstract

  Background: Elderly individuals in nursing homes often experience psychological challenges such as loneliness, decreased resilience, and mental health issues. Understanding the prevalence and determinants of these issues is essential for designing targeted interventions. This study aims to examine the prevalence of loneliness, resilience, and mental health issues among elderly patients at Long Term Care, and to identify the key factors influencing these variables. Methods: A cross-sectional study design was employed involving 126 elderly residents aged 60-90 years. Data were collected using validated instruments, including the UCLA Loneliness Scale, the Resilience Scale, and the General Health Questionnaire (GHQ-12). Demographic and clinical data, such as age, gender, education level, length of stay, marital status, income, and history of chronic diseases, were also recorded. Statistical analyses included descriptive statistics for prevalence and logistic regression to identify significant predictors of loneliness, resilience, and mental health. Results: The prevalence of loneliness was 58%, with a higher incidence among females and those aged over 70 years. Resilience was significantly lower in participants with chronic diseases and lower socioeconomic status. Mental health issues were identified in 45% of participants, with lower education levels, longer stays in the nursing home, and chronic illness as significant contributing factors. Logistic regression revealed that chronic disease history (OR = 3.32, p < 0.05) and length of stay >5 years (OR = 1.91, p < 0.05) were the strongest predictors of poor mental health outcomes. Conclusion: The study highlights the high prevalence of loneliness, reduced resilience, and mental health issues among elderly residents at Long Term Care. Chronic disease and prolonged institutionalization emerged as critical factors influencing psychological well-being. These findings underscore the need for targeted interventions, such as structured psychosocial therapies, to address these challenges and improve the quality of life of elderly patients.
Psychological Well-Being In Family Caregivers Of Stroke Patients Prima, Ashar; Iriani, Rida Dwika; Andas, Amzal Mortin
Nursing Genius Journal Vol. 1 No. 4 (2024): Nursing Genius Journal Vol. 1 No. 4 October 2024
Publisher : PT. Nursing Genius Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65874/ngj/v1.i4.2024.81

Abstract

Background – Stroke remains a major health concern in Indonesia, with rising morbidity and mortality rates annually. The psychological well-being of caregivers is crucial to ensure optimal care for their family members. Objective – This study aims to examine the psychological well-being of family caregivers of stroke patients. Methods – A quantitative descriptive approach was employed, with non-probability sampling. The study population consisted of 100 family caregivers of stroke patients from two regions (Bogor and Bekasi). Data were collected using the Ryff’s Scale of Psychological Well-Being (RPWB) questionnaire, comprising 18 statements representing six dimensions of psychological well-being. Results – The findings revealed that 68% of caregivers exhibited high psychological well-being, with an average score above 96.18. The dimensions were ranked from lowest to highest: purpose in life (48%), environmental mastery (54%), autonomy (58%), self-acceptance (68%), personal growth (68%), and positive relations with others (73%). The most dominant dimension was positive relations (73%), followed by self-acceptance and personal growth. Conclusion – Family caregivers of stroke patients generally demonstrate high psychological well-being.
PENGARUH PENYULUHAN DENGAN FILM ANIMASI TERHADAP PENGETAHUAN SISWA SDN 70 KENDARI TENTANG CUCI TANGAN Purnamasari, Anisa; Zoahira, Wa Ode Aisa; Yusnayanti, Cici; Lisnawati, Lisnawati; Romantika, I Wayan; Andas, Amzal Mortin
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v9i2.1216

Abstract

Background The World Health Organization (WHO) designated COVID-19 as a Pandemic. Hand washing behavior using soap is an effort that has a major impact in preventing infectious diseases such as diarrhea and ARI, as well as a Preventive Effort in Breaking the Chain of COVID-19 Spread, but hand washing is still not a habit in society, especially children. The purpose of this study was to determine the effect of counseling through animated film media on increasing students' knowledge about handwashing behavior with soap as a preventive effort in breaking the chain of the spread of COVID-19. Method This research is Pre-Experimental using the One group Pretest-Posttest Design without a control group. This research was conducted at SDN 70 Kendari in April 2021, while the instrument used was a questionnaire made by researchers. The population in this study was 182 students. The sampling technique used consecutive sampling with a total sample size of 120 students. Results The t-value is -22.514 with a p value of 0.000 <0.05 so it can be concluded that there is an effect of counseling through animated film media on increasing student knowledge about hand washing with soap behavior as a preventive effort in breaking the chain of COVID-19 spread. Conclusion There is an Effect of Counseling Through Animated Film Media on Increasing Student Knowledge Regarding Handwashing Behavior Using Soap as a Preventive Effort in Breaking the Chain of COVID-19 Spread.
PENGARUH HEALTH EDUCATION TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN LANSIA TENTANG MANFAAT VAKSINASI COVID 19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LASALIMU SELATAN KABUPATEN BUTON: Indonesia Lisnawati; Ari Nofitasari; Anisa Purnamasari; Cici Yusnayanti; Amzal Mortin Andas
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i1.422

Abstract

Pencapaian angka vasinasi pada lansia belum mencapai target yang telah di tentukan, hal ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan lansia tentang manfaat Vaksin Covid-19 terutama pada lansia di desa Lasalimu Selatan Kabupaten Buton. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Health Education terhadap Pengatahuan Lansia tentang manfaat Vaksin Covid-19. Metode Penelitian yang digunakan adalah one-group pre test and post test desing, dengan menggunakan kuesioner untuk menggetahui Pengaruh Health Education Terhadap Tingkat Pengetahuan Lansia Tentang Manfaat Vaksinasi Covid 19. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang berjumlah 546 orang di wilayah kerja Puskesmas Lasalimu Selatan Kabupaten Buton adapun sampel penelitian sebanyak 28 responden. Berdasarkan Uji Paired Sample T-test pada tabel 8 di atas, menunjukan tingkat pengetahuan responden sebelum dilakukan tindakan health education didapatkan nilai rata-rata yaitu 37,35 dengan nilai standar deviasi 6.595. Kemudian tingkat pengetahuan sesudah dilakukan tindakan health education didapatkan nilai rata-rata yaitu 79,75 dengan nilai standar deviasi 4,376 dengan interval kepercayaan 95% ( α = 0,05 ) didapatkan hasil nilai p value 0,000 ≤ 0,05 yang dimana Ho ditolak dan Ha diterima, berarti dalam hal ini menunjukan ada pengaruh health education terhadap tingkat pengetahuan lansia tentang manfaat vaksinasi covid-19 diwilayah kerja puskesmas lasalimu selatan kabupaten buton
PELATIHAN SATUAN TUGAS (SATGAS) REMAJA SIGAP PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL MENGGUNAKAN BONEKA (BOoklet daN pEta sKemA) H Wada, Fauziah; Puspitasari, Indah; Shoaliha, Maratun; Hasiolan, Mara Imbang Satriawan; Andas, Amzal Mortin
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 3 No. 06 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan seksual pada anak dan remaja merupakan permasalahan serius yang membutuhkan upaya preventif berbasis pendidikan dan pemberdayaan komunitas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam mencegah kekerasan seksual melalui pembentukan dan pelatihan Satuan Tugas (Satgas) Remaja Sigap menggunakan media edukatif inovatif BONEKA (BOoklet daN pEta sKemA). Metode pelaksanaan meliputi empat tahap, yaitu studi pendahuluan, persiapan, pelaksanaan, dan monitoring. Kegiatan dilaksanakan di SD Negeri Margahayu IX, Bekasi, dengan peserta perwakilan siswa dari setiap kelas. Media BONEKA digunakan sebagai alat bantu visual dan informatif dalam memahami jenis kekerasan seksual, faktor risiko, serta langkah-langkah pencegahan dan pelaporan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan sikap siswa terhadap isu kekerasan seksual, terbentuknya lima kelompok Satgas yang aktif melakukan edukasi sebaya, serta meningkatnya keberanian siswa dalam menyampaikan kasus atau tanda kekerasan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pelatihan dengan media BONEKA efektif dalam meningkatkan literasi, kesadaran, dan partisipasi remaja terhadap upaya pencegahan kekerasan seksual berbasis sekolah dan komunitas.
DEPRESSION LEVELS AMONG ELDERLY RESIDENTS IN A SOCIAL CARE INSTITUTION: A DESCRIPTIVE STUDY Karisatil A'la, Erna; Andas, Amzal Mortin; Prima, Ashar; Lanahdiayanna, Lu'lu'a
Nursing Genius Journal Vol. 2 No. 4 (2025): Nursing Genius Journal Vol. 2 No. 4 October 2025
Publisher : PT. Nursing Genius Care

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65874/ngj/v2.i4.2025.168

Abstract

Background:  Depression is a common mood disorder among the elderly, particularly those living in social care institutions. Factors such as social isolation, loss of family support, and chronic health conditions contribute to increased vulnerability. Understanding the level and characteristics of depression in this population is essential for developing targeted interventions. Purpose:This study aimed to describe the level of depression and its demographic characteristics among elderly residents at Tresna Werdha Budi Mulia 1 Social Care Institution. Methods:  A quantitative descriptive design was used with 162 elderly residents selected through purposive sampling. Data were collected using the Geriatric Depression Scale-15 (GDS-15) and a demographic questionnaire. Univariate analysis was performed using SPSS version 22.   Results:   The majority of respondents were female (59.3%), aged 60–74 years (66.7%), widowed (66.0%), and had a high school education (65.4%). Mild depression was the most prevalent (43.8%), followed by moderate depression (35.2%). A small proportion experienced severe depression (7.4%). Hypertension was the most common health complaint (45.7%).   Conclusion: Mild depression is prevalent among institutionalized elderly. Factors such as gender, marital status, length of stay, and health conditions may influence depression levels. These findings highlight the need for mental health screening and psychosocial support programs in elderly care institutions.