Claim Missing Document
Check
Articles

KARAKTERISTIK FISIK, KIMIA DAN ORGANOLEPTIK KOMBINASI SUSU KEDELAI DAN EKSTRAK KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) DALAM PEMBUATAN ES KRIM Ventina Simanjuntak; Dewi Fortuna Ayu; Evy Rossi
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v11i2.2010

Abstract

Es krim adalah salah satu jenis makanan beku yang sangat digemari oleh berbagai jenis kalangan masyarakat. Es krim umumnya dibuat dari bahan dasar susu sapi, namun dewasa ini penggunaan susu sapi sebagai bahan dasar es krim dapat digantikan menjadi susu kedelai. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh kombinasi es krim terbaik dengan menggunakan susu kedelai dan ekstrak kulit buah naga merah. Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga kali ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah kombinasi susu kedelai: ekstrak kulit buah naga merah, antara lain KN1 (100:0), KN2 (90:10), KN3 (80:20), KN4 (70:30), dan KN5 (60:40). Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi susu kedelai dan ekstrak kulit buah naga merah berpengaruh nyata terhadap total padatan, overrun, titik leleh, kadar lemak, kadar protein, aktivitas antioksidan, penilaian uji sensori terhadap warna, aroma, tekstur dan rasa. Perlakuan terpilih yaitu es krim perlakuan KN5 dengan nilai total padatan 36,49%, overrun 46,67%, waktu leleh 26,12 menit, kadar lemak 5,41%, kadar protein 2,19%, dan aktivitas antioksidan 99,11 ppm. Hasil uji deskriptif menunjukkan bahwa es krim memiliki warna sangat merah, berasa kulit buah naga, beraroma kulit buah naga dan bertekstur agak lembut, serta panelis menyatakan suka untuk penilaian keseluruhan es krim.
PRODUCTION NUGGET Of WHITE OYSTER MUSHROOM WITH ADDITION OF SNAKEHEAD FISH Mercia Yolanda Ashari; Usman Pato; Evy Rossi
Jurnal Sagu Vol 21, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.918 KB) | DOI: 10.31258/sagu.21.1.p.1-7

Abstract

The purpose of this research was to obtain the best combination for making white oyster mushroom nuggets with the addition of snakehead fish. This study was conducted by using a completely randomized design with four treatments and four replications. The treatments consisted of TG1 (100% white oyster mushroom : 0% snakehead fish), TG2 (90% white oyster mushroom: 10% snakehead fish), TG3 (80% white oyster mushroom: 20% snakehead fish), TG4 (70% white oyster mushroom : 30% snakehead fish). Data obtained were analyzed by using analysis of variance and followed by Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) at 5%. Result showed that the combination of white oyster mushroom and snakehead fish significantly affected moisture, ash, fat, protein, and fiber, and descriptive sensory assessment such as colour, flavour, aroma and elasticity of nuggets. The best treatment was TG4 (70% white oyster mushroom : 30% snakehead fish) with 54.91% moisture content, 1.71% ash, 12.62% fat, 35.24% protein, and 0.28% fiber. The overall sensory assessment of TG4 treatment was favored by panelists with a description of yellowish white color, a taste typical of snakehead fish, a little bit of typical smell of snakehead fish and white oyster mushroom and chewy texture.   
KARAKTEERISTIK MUTU NUGGET UDANG KERING DENGAN NANGKA MUDA Idwal Idwal Suripto; Evy Evy Rossi; Yelmira Yelmira Zalfiatri
Jurnal Sagu Vol 21, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/sagu.21.2.p.70-78

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan rasio terbaik terhadap mutu dan sensori nugget udang kering dengan nangka muda. Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan empat kali ulangan sehingga diperoleh 16 unit percobaan.  Perlakuan yang digunakan yaitu UN1  (70 % udang kering:30% nangka muda), UN2 (60% udang kering:40% nangka muda), UN3 (50% udang kering:50% nangka muda), UN4 (40% udang kering:60% nangka muda).  Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) atau sidik ragam. Jika FHitung ≥ FTabel akan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil sidik ragam menunjukkan rasio udang kering dan nangka muda memberikan pengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, kadar serat kasar, serta penilaian sensori secara deskriptif dan hedonik dan penilaian secara keseluruhan.  Perlakuan terpilih yaitu UN1 (70% udang kering:30% nangka muda) dengan kadar air 58,68%, kadar abu 4,44%, kadar lemak 4,14%, kadar protein 11,65%, dan kadar serat kasar 0,99%.  Penilaian sensori secara deskriptif  yaitu berwarna cokelat, sangat beraroma udang kering, sangat berasa udang kering, dan tekstur yang kenyal serta penilaian hedonik disukai oleh panelis.
Karakteristik fisiko-kimia dan sensori mayones dari minyak sawit merah dengan penambahan ekstrak jahe var. Rubrum [Characteristic physicochemical and sensory red palm oil mayonnaise addition extract ginger var. Rubrum] Farida Hanum Hamzah; Dewi Fortuna Ayu; Evy Rossi; Yossie Kharisma Dewi; Arya Dika
Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian Vol 28, No 1 (2023): Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian
Publisher : Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtihp.v28i1.18-29

Abstract

Mayonnaise is an oil in water (O/W) emulsion despite containing 70–80% fat and egg yolk.  The addition of extract ginger var. Rubrum serves as an ingredient that is able to cover the characteristic of mayonnaise of red palm oil taste and aroma and also contains high antioxidants.  The aim was to find the best mayonnaise of red palm oil with extract ginger var. Rubrum addition according to the SNI.  The experimental was arranged in a completely randomized design (CRD) with 3 treatments and replicated 3 times then continued tested using DNMRT at a 5% level.  The treatment was five-level extract ginger var. Rubrum addition: 0.5%, 1%, 1.5%, 2%, and 2.5%.  Parameters observed were moisture content, antioxidant activity, color with a colorimeter, and sensory evaluation on mayonnaise.  The result showed that the addition of extract ginger var. Rubrum significantly affected color, descriptive sensory assessments such as aroma, taste, and viscosity, hedonic assessments such as aroma and taste.  Whereas moisture content, color sensory assessment and hedonic viscosity were not significantly affected.  The best treatment was 2.5% addition of extract ginger var. Rubrum with a value of 25.83% moisture content, 87.45 ppm (strong) antioxidant activity, color with colorimeter L*: 55.27; a*: 11.36; and b*: 48.86 and preferred overall acceptance.
PENGARUH TEPUNG AMPAS KEDELAI DALAM PEMBUATAN FLAKES UBI JALAR MERAH Yanti Nopiani; Dewi Fortuna Ayu; Evy Rossi; Yelmira Zalfiatri; Siti Nurhajijah
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 24 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2023.024.02.3

Abstract

          Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan tepung ampas kedelai terhadap mutu flakes dari tepung ubi jalar merah.  Rancangan Acak Lengkap (RAL) digunakan dalam penelitian ini, dengan 6 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah penggunaan rasio tepung ubi jalar merah dan tepung ampas kedelai (w/w): UA0 (100:0%), UA1 ( 90:10%), UA2 (80:20%), UA3 (70:30%), dan UA4 (60:40%) dan UA5 (50:50%). Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan menggunakan ANOVA dan diuji lanjut dengan DNMRT pada taraf 5%. Rasio penggunaan tepung ubi jalar merah dan tepung ampas kedelai berpengaruh nyata terhadap kadar air, abu, lemak, protein, serat kasar, ketahanan renyah flakes di dalam susu, dan uji sensori secara deskriptif dan hedonik (warna, aroma, tekstur dan rasa). Flakes terpilih adalah perlakuan UA2 (80:20%) yang memiliki kadar air, abu, lemak, protein, serat kasar 5,30%, 3,87%, 1,83%, 6,52%, dan 5,59%, sementara lama kerenyahan di dalam susu selama 163 detik. Hasil uji deskriptif UA2 adalah flakes berwarna orange kecoklatan, memiliki aroma ubi jalar, bertekstur agak renyah dan memiliki rasa ubi jalar merah. Selanjutnya hasil uji hedonik UA2 menunjukkan bahwa panelis menyukai flakes dari segi warna, aroma, tekstur dan rasa.
Aktivitas antioksidan dan karakteristik sensori teh herbal daun sirsak dengan penambahan daun mint Dewi Fortuna Ayu; Hary Love Frendra Ramadhan; Evy Rossi; Imelda Yunita
Jurnal Litbang Industri Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : Institution for Industrial Research and Standardization of Industry - Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24960/jli.v14i1.8186.77-84

Abstract

Herbal tea is functional drinks made from ingredients that can provide benefits for health, one of them as a source of antioxidants.  This study aimed to obtain the best additional mint leaves on antioxidant activity and sensory characteristics of soursop leaves herbal tea.  The research was conducted experimentally using a completely randomized design with six treatments and three replications.  The data of antioxidant activity were analyzed descriptively, while moisture, ash, polyphenol, and the sensory characteristics of herbal tea were statistically analyzed using analysis of variance and followed by Duncan's multiple range test at 5% to determine the difference in each treatment.  The study's treatments of additional mint leaves were at levels 10, 20, 30, 40, and 50% of the soursop leaves weight (b/b).  The results showed that the additional mint leaves significantly affected antioxidant activity, moisture, ash, polyphenol content, and sensory  evaluation.  The best treatment was additional mint leaves of 50% which had 29.08 ppm IC50, 8.68% moisture, 7.97% ash, and 37.66% polyphenol content.  The herbal tea was brown, slightly unpleasant aroma, non-spicy taste, and overall assessment hedonically was favored by panelists with score of 4.04.
Karakterisasi Arang Aktif dari Tongkol Jagung dengan Variasi Konsentrasi Aktivator Natrium Klorida Nopiani, Yanti; Rossi, Evy; Arnas, Nurhapni
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 18, No 2 (2024): TEKNOTAN, Agustus 2024
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol18n2.9

Abstract

Tongkol jagung merupakan bagian tanaman tempat melekatnya biji jagung, dimana tongkol jagung masih memiliki nilai ekonomis yang rendah, Limbah tongkol jagung biasanya hanya dimanfaatkan untuk pakan ternak, bahkan banyak masyarakat yang membuang begitu saja tanpa diproses lebih lanjut. Limbah tongkol jagung ini akan bertambah seiring dengan meningkatnya kapasitas produksi jagung. Untuk menghindari hal tersebut, perlu adanya pemanfaatan tongkol jagung agar dapat mengurangi limbah lingkungan, salah satunya yaitu dengan menjadikan tongkol jagung sebagai bahan baku pembuatan arang aktif. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh konsentrasi aktivator NaCl terbaik dalam pembuatan arang aktif dari tongkol jagung yang sesuai dengan SNI 06–3730–1995. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan dan tiga ulangan sehingga diperoleh 18 unit percobaan. Perlakuan dalam penelitian adalah konsentrasi aktivator NaCl; K0 (konsentrasi NaCl 0%), K1 (NaCl 5%), K2 (NaCl 10%), K3 (NaCl 15%), K4 (NaCl 20%), dan K5 (NaCl 25%). Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan akan dilanjutkan dengan uji lanjut (DMRT) pada taraf 5% apabila Fhitung ≤ Ftabel. Berdasarkan data analisis hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peningkatan konsentrasi aktivator NaCl yang digunakan berpengaruh terhadap nilai kadar air, kadar abu, kadar zat mudah menguap, kadar karbon terikat, dan daya serap terhadap iodin arang aktif tongkol jagung yang dihasilkan. Perlakuan terbaik pada penelitian ini adalah K5 (konsentrasi NaCl 25%) dengan kadar air 7,68%, kadar abu 5,66%, kadar bahan mudah menguap 10,66%, kadar karbon tetap 76,33% dan serapan iodium 1159,02 mg/g.
Penggunaan Sari Kacang Tanah dan Pure Buah Kelubi dalam Pembuatan Es Krim Habsari, Narulita Adistia; Fitriani, Shanti; Rossi, Evy
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Agroindustri Halal 9(2)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v9i2.6043

Abstract

Ice cream is a frozen food product containing a minimum of 5% fat and 2.5% milk protein, which is obtained by heat-treating and subsequently freezing an emulsion of fat, milk solids and sugar, with or without other substances. This study aimed to obtain the best ratio of peanut juice and kelubi puree in making ice cream that meet the quality of SNI 01‒3713‒1995. The study was conducted using a completely randomized design (CRD) with four treatments and four replications. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) and then continued with Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at 5% level. The result showed that the ratio of peanut juice and kelubi puree significantly affected fat, protein, total solids, overrun, viscosity, melting time, and descriptive and hedonic sensory tests. The ratio of peanut juice and kelubi puree (92.5:7.5) was chosen as the best treatment, which had 5.62% fat, 5.83% protein, 144.03 ppm antioxidant activity, 35.44% total solids, 2950.85 cP viscosity, 43.16% overrun, and 13.26 minutes melting time with a description of ivory white color, peanut’s flavor, soft, and a little peanut taste. Panelists liked the hedonic assessment of color, aroma, softness, taste, and overall assessment. Keywords: ice cream, kelubi puree, peanut juice
Pemanfaatan kulit manggis dalam pembuatan es krim dengan variasi konsentrasi gum xanthan Rahmatun, Rahmatun; Pato, Usman; Rossi, Evy
Jurnal Sagu Vol 22, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/sagu.22.2.p.%p

Abstract

Es krim merupakan salah satu makanan semi padat berbahan dasar susu yang sangat digemari masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi gum xanthan terbaik sebagai bahan penstabil pada pembuatan es krim kulit manggis. Pembuatan es krim untuk menghasilkan warna yang menarik dan mengandung khasiat digunakan kulit buah manggis. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) non faktorial dengan enam perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan pada penelitian ini adalah penambahan konsentrasi gum xanthan yaitu P0 (0%), P1 (0,1%), P2 (0,2%), P3 (0,3%), P4 (0,4%), dan P5 (0,5%). Hasil penelitian dianalisis secara statistik menggunakan Analysis of Variance (ANOVA). Jika F hitung lebih besar dari F tabel, maka dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi gum xanthan berpengaruh nyata (P<0,05%) terhadap total padatan, waktu titik leleh, overrun, viskositas, dan uji hedonik yang meliputi rasa, kelembutan dan keseluruhan. Namun perlakuan konsentrasi xanthan gum berpengaruh tidak nyata (P<0,05) terhadap uji hedonik yaitu warna dan rasa. Perlakuan terbaik pada penelitian ini adalah penambahan xanthan gum (P5) 0,5% pada pembuatan es krim kulit manggis. Es krim kulit manggis mempunyai total padatan 39,80%, waktu leleh 15,08 menit, overrun 26,73%, viskositas 13.487,76 cP, dan skor hedonik panelis baik 
PENGEMBANGAN USAHA MINUMAN FUNGSIONAL BERBASIS PROBIOTIK (SOYGHURT) SEBAGAI PRODUK UNGGULAN DAN BERDAYA SAING Rossi, Evy; Ayu, Dewi Fortuna; Yunita, Imelda; Diana, Ayu; Siregar, Erpiani; Yusri, Jum’atri; Zarefar, Atika
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 6 (2024): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.6.407-412

Abstract

Functional drinks are growing rapidly with increasing public awareness of the importance of health and a healthy lifestyle, such as consuming functional drinks. Some of the most popular functional drinks today are probiotic drinks such as soyghurt. The objectives of this activity are 1) to socialize the importance of consuming functional drinks and provide knowledge about the benefits of functional drinks for health. 2) Diversification of Soy as a probiotic drink Soy with a variety of flavors and dishes that follow the current trend, with portable cup packaging. 3) Making the business unit of the Campus Intellectual Product Excellence Program (PUPIK) a business that meets GMP standards and has business legality so that it becomes a sustainable independent business and can enter the fung beverage industry market in Pekanbaru City. The active participation learning system method uses activity stages including preparation, procurement of raw materials, production, and marketing of functional beverage products. The results obtained are activities that have been carried out through the development of Campus Intellectual Product Enterprises (PUPIK) which are carried out by opening a Functional Food business outlet in the campus environment, participating in promotions through exhibitions and promotions through brochures and digital marketing.
Co-Authors ', Rahmayuni ', Suntoro Ade Syaputra Adiwirman Adiwirman Adiwirman Adiwirman, Adiwirman Afandi, Riyan Agung Kurniawan Ahmad Rifai Akhmad Ibrahim R. S. Hasibuan Akhyar Ali AKHYAR ALI Alfi Mawaddah Almasdi Syahza Almira Nugroho Ancela Rabekka Lingga Andarini Diharmi Andriani, Yulia Angga Pramana Anggi Febrian Sibuea, Anggi Febrian Anggita Yuni Aras Mulyadi Ardi, Febrian Arfendi, Arfendi Arnas, Nurhapni Arya Dika Astaria Pehulisa, Astaria Atika Zarefar Ayu Diana Bactiar, Alridho Benhard F Situmorang Budi Julianto, Budi BUNGA RIA YULIANA SIAHAAN Dan Mukmin Daniel Chandra Manurung Dede putra pranata Dedy Insan Desli Hernika Sari Siringoringo, Desli Hernika Sari Dewi Fortuna Ayu Dewi Pratiwi Dewi, Yossie Kharisma Djaimi Bakce Djaimi Bakce Dodi Saputra Dodi Saputra Dorlan Simamora Eka Saputri Empi Zulvarino Erpiani Siregar ESPE SIMANJUNTAK F. Hamzah FAHMI SEPTIAN SEMBIRING Faizah Hamzah Fajar Restuhadi Febria Martina Sari Febrianto, Wegi Eko Febriyani Febriyani Fitria Ulfah Apriani, Fitria Ulfah Gultom, Adi Hizkia Habsari, Narulita Adistia Hamzah, Farida Hanum Handarbeni, Rifqi Gusti HARUN SIANTURI Harun, Noviar ' Hary Love Frendra Ramadhan Haryadi &#039; Heri &#039; Idrus Hirdan Hirdan Idwal Idwal Suripto Imelda Yunita Imelda Yunita Iva Ancewita Saragih Jeki Daisa Jum'atri Yusri Jum’atri Yusri kartika, Nilda Kurnia, Deby Lela Natalia M. Bayu Purwanto Manik, Marjohan ' Marwita Marwita Megawati Saputri Meiyanni Adawiyah Mercia Yolanda Ashari Molerman &#039; Muhammad Akbar Hasibuan Muhammad Luthfi Netti Herawati Netti Herawati Nopiani, Yanti Noven Rae Pangga Noviar Harun Noviar Harun &#039; Harun Nuraisah &#039; R.Agung Surya Prabowo Rahma Dini Rahmatun, Rahmatun Rahmayuni &#039; Rahmayuni &#039; &#039; Rahmayuni Rahmayuni Rahmayuni Rahmayuni, Rahmayuni Ramayuni Ramayuni Rapidos, Rotua Raswen Efendi Rezita Azizah Rianida Yunaira Rici &#039; Mainaki Riftyan, Emma Rinaldi Satria Rizqi Yanra Rosnita Rosnita Roza Yulida Rudi Muslim RUSLI RUSTAM S.R. Damanik Sadzvirani, Sastiana Samuel &#039; Saparun Saparun Saputra, Niko Shanti Fitriani SIANTURI, HARUN SIMANJUNTAK, ESPE Siti Nurhajijah Suherni Safitri Rangkuti Syahrul Syahrul Syahrul Syahrul Syahrul Syahrul Turnip, Titus T USMAN PATO Utari &#039; Pratiwi Ventina Simanjuntak Widia Fitri Yansyah, Nofendri ' Yelmira Zalfiatri YULIANA SIAHAAN, BUNGA RIA Yusmarini Yusmarini Yusri, Jum’atri Zulfan Saam Zulfidin Zulfidin