Claim Missing Document
Check
Articles

Penggunaan Bilingualisme pada Masyarakat Yang Berwirausaha Ratna Dewi Kartikasari
Pena Literasi Vol 2, No 1 (2019): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.2.1.47-54

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masyarakat yang sudah jarang memakai bahasa monolingual (1 bahasa). Namun dalam kehidupan sehari-hari, masih banyak masyarakat yang memakai dua bahasa (bilingual). Setidaknya masyarakat yang menggunakan bahasa daerah dan bahasa Indonesia. Penelitian ini dilakukan di daerah Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong. Hasil penelitian menunjukkan situasi kebahasaan pada masyarakat tutur daerah Jawa, Mandailing, Padang, dan Sunda di daerah Cilodong ditandai dengan adanya kontak bahasa yang menjadikan masyarakat tutur Jawa, Mandailing, Padang, dan Sunda di daerah Cilodong sebagai masyarakat yang bilingual. Data dari peristiwa tutur dalam berbagai ranah pada penelitian ini memperlihatkan bahwa kode yang berwujud bahasa yang dominan digunakan dalam komunikasi pada masyarakat tutur Jawa, Mandailing, Padang, dan Sunda di daerah CIlodong terdiri atas beberapa kode. Kode tersebut berupa Bahasa Indonesia (BI), Bahasa Jawa (BJ), Bahasa Mandailing (BM), Bahasa Padang/Minang (BP), dan Bahasa Sunda (BS).Kata kunci: bilingualisme , masyarakat tutur , kode bahasa.
PENGARUH MODEL RECEPTION LEARNING TERHADAP PEMBELAJARAN PUISI BERBANTUAN MEDIA TEKA-TEKI SILANG PADA SISWA KELAS X Lukman Hakim; Ratna Dewi Kartikasari
Pena Literasi Vol 4, No 1 (2021): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.4.1.29-36

Abstract

Puisi menjadi salah satu cara menyalurkan pikiran dan perasaan dalam bentuk karya sastra. Peneliti menggunakan model reception learning dan media teka-teki silang sehingga dapat merangsang dan menumbuhkan minat siswa dalam pembelajaran puisi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah true experimental design dengan menggunakan desain posttest-only control design. Model reception learning berbantuan media teka-teki silang ini memberikan pengaruh terhadap pembelajaran puisi, khususnya pada analisis unsur pembangun puisi siswa kelas X jurusan Matematika dan ilmu alam (MIA) 2 di SMA Nusantara Plus. Hal itu dapat dibuktikan dari hasil uji t dengan menggunakan SPSS 21, diperoleh nilai signifikansi < 0,05 yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hal tersebut diartikan bahwa model pembelajaran reception learning berbantuan media teka-teki silang berpengaruh terhadap pembelajaran puisi. Dengan menggunakan model dan media tersebut, kelas eksperimen memperoleh nilai rata-rata sebesar 78,52., sedangkan kelas kontrol memperoleh nilai rata-rata sebesar 69,28. Dapat disimpulkan bahwa nilai kelas eskperimen lebih besar dibandingan dengan nilai kelas kontrol.
Assalamuallaikum PERBANDINGAN TOKOH DAN PENOKOHAN DALAM FILM NINJA HATTORI-KUN DAN DORAEMON KARYA FUJIKO FUJIO Farica Farica Adhani; Ratna Dewi Kartikasari
MATAPENA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 5 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Islam Majapahit (UNIM) Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to compare the characters and characterizations between the Ninja Hattori-Kun film and Fujiko Fujio's Doraemon. This research is a qualitative research, while the object of the research is the film Ninja Hattori-Kun with Doraemon by Fujiko Fujio. The data in this study were obtained from character descriptions and characterizations from the two films. Data analysis was carried out using a structuralism approach developed by Ferdinand de Saussure. From the results of the discussion, it can be concluded that the duration of the two Ninja Hattori-Kun films by Fujiko Fujio is 35 minutes and the duration of the Doraemon film by Fujiko Fujio is 30 minutes. In the film Ninja Hattori-Kun by Fujiko Fujio has as many as 6 characters and in the film Doraemon by Fujiko Fujio has as many as 6 characters. Both have advantages, the main character is usually designed as a person with special talents and advantages. If Doraemon has a magic bag, Ninja Hattori has ninja moves. The advantages possessed by Doraemon and Ninja Hattori are used to help lazy children. When Doraemon helps Nobita, Ninja Hattori helps Kenichi. Nobita and Kenichi are said to be lazy and weak, so they rely on the hero's abilities. Both wear glasses. From this research, there are similarities and differences in the two literary works. Keywords: qualitative, descriptive, character, characterization, animation.
ANALISIS TINDAK TUTUR LOKUSI, ILOKUSI, DAN PERLOKUSI DALAM CERITA PENDEK LANGIT MAKIN MENDUNG KARYA KI PANJI KUSMIN: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Zaidan Almahdi; Ratna Dewi Kartikasari
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 2, No 2 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.2 MEI 2022
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i2.22093

Abstract

Sosiolinguistik dapat diartikan sebagai ilmu bahasa yang membahas keterkaitan berbahasa antara penutur dan mitra tutur. Terdapat gejala sosiolinguistik yang membahas mengenai tindak tutur dan peristiwa tutur. Ada tiga macam tindak tutur berdasarkan jenisnya dan dapat diketahui itu adalah lokusi, ilokusi dan perlokusi. lokusi dapat diartikan sebagai sebuah tindakan dalam sebuah tuturan yang berfungsi ataupun bermakna untuk menyampaikan informasi terterntu dan dapat dipahami. Ketika ada sebuah tuturan dan hanya menyampaikan informasi, maka tuturan itu tergolong dalam lokusi. Ilokusi juga dapat diartikan bahwa sebuah sebuah tuturan yang berguna untuk menyampaikan sesuatu dan biasanya digunakan dalam melakukan sebuah tindakan. Perlokusi sendiri juga dapat diartikan sebagai sebuah tindak tutur seseorang yang dapat memberikan dampak, daya pengaruh ataupun efek bagi yang mendengarkan. Cerita pendek sering kali disebut sebagai cerita yang dapat dibaca satu kali duduk, atau cerita yang cukup singkat. Cerita pendek Langit Makin Mendung, dipublikasikan pada Agustus 1968. Cerita pendek ini sempat menjadi kontroversial pada zamannya, karena isinya yang membahas mengenai peradaban Islam di Indonesia yang tidak sesuai ajaran Islam yang diajarkan oleh Nabi dan pemerintah Indonesia yang kurang baik dalam bekerja, sehingga menjadikan umat Islam marah dan merasa terhina, termasuk Presiden Indonesia saat itu Ir. Soekarno. Karena isi cerita yang dianggap menyinggung umat Islam dan menyindir kepemerintahan, penulis mencabut tulisannya dan meminta maaf melalui media masa. Dalam menemukan tindak tutur lokusi, ilokusi dan perlokusi pada Cerita pendek Langit Makin Mendung karya Ki Panji Kusmin digunakan metode deskriptif kualitatif dan pengumpulan data menggunakan studi pustaka. Terdapat tiga belas lokusi, sembilan ilokusi dan lima perlokusi dalam Cerita pendek Langit Makin Mendung karya Ki Panji Kusmin.Kata-kata kunci: Sosiolinguistik, tindak tutur, cerita pendek
PENERAPAN ASYNCHRONOUS LEARNING MENGGUNAKAN MEDIA DIGITAL BERBASIS GAMIFIKASI UNTUK GURU SEKOLAH DASAR Pratiwi Kartika Sari; Ratna Dewi Kartikasari; Iswan
Abdimas Awang Long Vol 4 No 1 (2021): Januari, Abdimas Awang Long
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1338.455 KB) | DOI: 10.56301/awal.v4i1.122

Abstract

Pada kondisi saat ini ketika terjadi Pandemi Covid 19 yang secara tiba-tiba, sehingga tiba-tiba pembelajaran harus dilakukan dengan jarak Pembelajaran dirumah pada saat ini memberikan tantangan bagi guru untuk tetap menjalankan proses pembelajaran kepada siswa. Kegiatan E-learning menjadi alternative pilihan utama sebagai penganti pembelajaran tatap muka. E-Lerning melingkupi penggunaan sumber belajar dan media digital. jauh tentunya Guru tidak serta merta mampu untuk melakukan E-Learning, guru diharuskan kreatif dalam memilih bentuk E-learning yang tersedia. Guru tidak harus merancang sumber belajar digital secara individu namun juga bisa memanfaatkan sumber belajar digital yang sudah tersedia. Aplikasi pembelajaran yang tersedia menjadi alternatif pembelajaran secara daring seperti Duolingo, aplikasi ini bisa digunakan oleh guru SD-SMA untuk pembejaran Bahasa. Aplikasi yang dipilih mengandung unsur Gamifikasi sehingga akan mendukung keterlibatan dan motivasi belajar siswa secara (synchronous learning).
Pengaruh Model Pembelajaran Aktif Tipe Card Sort Berbantuan Media Audiovisual Terhadap Kemampuan Menulis Naskah Drama Ratna Dewi Kartikasari; Maulida Qoriana
Almufi Jurnal Pendidikan Vol 1 No 2 (2021): Vol. 1, No. 2 Agustus (2021)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.675 KB)

Abstract

Pengaruh Model Pembelajaran Aktif Tipe Card Sort Berbantuan Media Audiovisual Terhadap Kemampuan Menulis Naskah Drama.
PERBANDINGAN MEDIA POWTOON DAN MIND MAP PADA PEMBELAJARAN MENULIS TEKS EKSPLANASI SISWA SMPN 85 JAKARTA Alin Delona; Ratna Dewi Kartikasari
Jurnal Ilmiah SEMANTIKA Vol. 3 No. 01 (2021): Agustus
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.543 KB) | DOI: 10.46772/semantika.v3i01.485

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pembelajaran bahasa Indonesia khusunya pada materi teks eksplanasi masih menggunakan metode pembelajaran yang masih monoton yaitu menggunakan metode ceramah. Penulis tergerak untuk mengetahui hasil belajar Siswa pada materi teks eksplanasi dengan menggunakan metode yang baru yang lebih fresh dengan media powtoon dan media mind map. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbandingan hasil belajar Siswa pada materi teks eksplanasi melalui media powtoon dan media mind map. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Hasil penelitian ini membuktikan penggunaan media mind map dan media powtoon. Hasil perbandingan antara thitung (13,611) lebih besar dari ttabel (1,6696) pada α= 0,05 yang artinya hasil pembelajaran siswa melalui pembelajaran powtoon lebih baik daripada hasil belajar menggunakan media pembelajaran mind map. Pada hal inilah dibuktikan nilai rata-rata nilai hasil belajar menggunakan media pembelajaran powtoon sebesar 92,00 lebih besar dari rata-rata nilai belajar menggunakan media pembelajaran mind map sebesar 89,06.
PENGARUH MEDIA IKLAN TELEVISI SIRUP MARJAN TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS CERPEN Ratna Dewi Kartikasari; Anggia Pratiwi
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua Vol 4, No 2 (2019): Metalingua, Edisi Oktober 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (922.264 KB) | DOI: 10.21107/metalingua.v4i2.6131

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan menulis cerpen siswa, sehingga peneliti tertarik untuk meneliti penyebab rendahnya keterampilan menulis cerpen siswa, serta memberikan solusi dengan menerapkan media iklan televisi dalam pembelajaran menulis cerpen. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk memudahkan, dan mendorong keterampilan menulis cerpen siswa menggunakan media iklan televisi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen, dengan hipotesis adanya pengaruh media iklan televisi terhadap keterampilan menulis cerpen siswa. Populasi penelitian ini ialah siswa kelas XI SMAN 1 Parung, tahun 2017/2018 berjumlah 324 siswa terdiri atas 9 kelas. Sampel dalam penelitian ini diambil menggunakan teknik Probability Sampling, dengan dibagi menjadi dua kelompok. Kelas XI ipa 2 Berjumlah 30 siswa, sebagai kelas eksperimen, dan kelas XI ipa 3 berjumlah 30 siswa, sebagai kelas kontrol. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, bahwa media iklan televisi berpengaruh terhadap keterampilan menulis cerpen siswa. Hal ini dapat dilihat berdasarkan kriteria pengujian thitung lebih besar dari ttabel yaitu (2,097 lebih besar dari 2,001). Terdapat perbedaan positif antara siswa yang menggunakan media iklan televisi dengan siswa yang tidak menggunakan media iklan televisi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak-pihak terkait memanfaatkan seperti, guru, siswa, serta peneliti selanjutnya.
RAGAM BAHASA PEDANGANG KAKI LIMA DI TERMINAL PURABAYA SURABAYA (SEBUAH KAJIAN SOSIOLINGUSTIK) Ratna Dewi Kartikasari
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua Vol 3, No 2 (2018): Metalingua, Edisi Oktober 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3825.674 KB) | DOI: 10.21107/metalingua.v3i2.7039

Abstract

PENGARUH MODEL CORE TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI BERBANTUAN MEDIA PADLET Ananda Restiana Khoirunisa; Ratna Dewi Kartikasari
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v7i2.279

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi mengakibatkan pembelajaran yang semula berpusat pada guru, kini berpusat pada peserta didik. Hal ini dikarenakan pembelajaran bersifat kontinu. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minimnya pemanfaatan model dan media pembelajaran khususnya berbasis teknologi pada pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi di masa pandemik Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran CORE berbantuan media Padlet terhadap kemampuan menulis teks laporan hasil observasi. Metode kuantitatif digunakan pada penelitian ini dengan menerapkan true eksperimental design. Data penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara dan tes yang selanjutnya diuji keabsahannya menggunakan uji validitas. Model CORE berbantuan media Padlet fokus pada penggabungan empat elemen, yaitu koneksi intelektual, organisasi penyampaian pesan, gambaran, dan peningkatan wawasan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh penggunaan model pembelajaran CORE berbantuan media Padlet terhadap kemampuan menulis teks laporan hasil observasi. Hasil uji hipotesis diperoleh: 1) Sig. kelas eksperimen 0.060 ≤ 0.05% dan thit 2.098 ≥ ttab 2.036, maka disimpulkan bahwa hipotesis diterima atau terdapat pengaruh pada kelas eksperimen. 2) Sig. kelas kontrol 0.932 ≥ 0.05% dan thit 1.124 ≤ ttab 2.036, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis ditolak atau tidak terdapat pengaruh pada kelas kontrol. Berdasarkan data yang diperoleh membuktikan bahwa model CORE berbantuan media Padlet berpengaruh baik terhadap pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi.