Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

EDUKASI PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK SEBAGAI ECO-ENZYME UNTUK PRODUK KESEHATAN BAGI MASYARAKAT RAWA KOPI-DEPOK Rahmi, Eldiza Puji; Revina, Rika; Farkhani, Aulia
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 6 No. 3 (2023): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v6i3.26792

Abstract

Waste from the production process in the community around Rawa Kopi, Depok, is one of the problems in their environment that requires further processing. Eco-enzyme is a potential organic waste processing technology and can be an effort to achieve the 12th SDGs goal regarding sustainable production and consumption patterns. This technology involves a fermentation process of organic waste combined with brown sugar/molasses and air in a certain ratio. The eco-enzyme liquid produced is an active ingredient that can be used for various purposes. This community service activity aims to provide outreach and education in utilizing waste, especially organic waste, which can be processed into eco-enzymes for the community around Rawa Kopi, Depok. The activity began with giving a pretest, then socialization about eco-enzymes through lectures and interactive discussions. Evaluation is carried out on the process, including attendance, enthusiasm/enthusiasm, participants' responses to training activities, and post-test material education. The results of the activity will provide knowledge to utilize organic waste around us into eco enzymes, which can then be further utilized into materials such as fertilizer, disinfectant, hand sanitizer and others. Community knowledge and understanding in utilizing organic waste around us into eco enzymes can increase after the activity. The results of the activity were able to provide knowledge about degenerative diseases and the use of Indonesian medicinal plants for degenerative diseases. Community knowledge and understanding of degenerative diseases and recognizing and utilizing plant medicines can increase significantly (p<0.001) after the activity up to 77.57%. ABSTRAK; ABSTRAK Limbah dari proses produksi pada UMKM masyarakat sekitar Rawa Kopi, Depok, menjadi salah satu permasalahandi lingkungan mereka yang memerlukan pengolahan lebih lanjut. Eco-enzyme adalah salah satu teknologipengolahan sampah organik yang potensial dan dapat menjadi salah satu upaya mencapai tujuan SDGs ke-12terkait pola produksi dan konsumsi yang berkelanjutan. Teknologi ini melibatkan proses fermentasi sampah organikyang dikombinasikan dengan gula merah/molase dan air dengan perbandingan tertentu. Cairan eco-enzim yangdihasilkan merupakan bahan aktif yang dapat digunakan untuk berbagai kepentingan. Kegiatan pengabdian kepadamasyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi dan edukasi dalam memanfaatkan limbah terutama limbahorganik yang dapat diolah menjadi eco-enzyme bagi masyarakat sekitar Rawa Kopi, Depok. Kegiatan dimulaidengan pemberian pretest, selanjutnya sosialisasi mengenai eco-enzyme melalui ceramah dan diskusi interaktif.Evaluasi dilakukan terhadap proses yang meliputi kehadiran, semangat/antusiasme, dan respon/tanggapan pesertaterhadap kegiatan pelatihan, serta posttest materi edukasi. Hasil kegiatan diharapkan mampu memberikanpengetahuan untuk memanfaatkan sampah organik di sekitar kita menjadi eco enzyme yang selanjutnya dapatdimanfaatkan lebih jauh menjadi bahan-bahan seperti pupuk, desinfektan, hand sanitizer dan lain-lain.Pengetahuan dan pemahaman masyarakat dalam memanfaatkan sampah organik di sekitar kita menjadi eco enzymebisa meningkat setelah kegiatan. Hasil kegiatan mampu memberikan pengetahuan tentang pemanfaatan limbahorganik sebagai eco-enzyme untuk produk kesehatan. Pengetahuan dan pemahaman masyarakat meningkat secarasignifikan (p<0,001) setelah kegiatan hingga 77,57%.
Edukasi Pemanfaatan Daun Mangrove (Rhizophora Sp.) Sebagai Tanaman Obat Antikolesterol di Kelurahan Pulau Panggang Kepulauan Seribu Ade Abiyyatun Mahdiyyah; Andiri Niza Syarifah; Primayanti Nurul Ilmi; Rika Revina; Imam Prabowo
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 2 (2025): Februari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hiperkolesterolemia merupakan gangguan metabolisme lemak yang ditandai dengan meningkatnya kadar kolesterol total dalam darah melebihi batas normal. Di Indonesia, penyakit ini sering terjadi pada usia 65- 74 tahun yaitu sebanyak 38,2%. Hiperkolesterolemia dapat menyebabkan berbagai penyakit kardiovaskular. Sehingga diperlukan penanganan yang tepat untuk mengobati penyakit ini. Salah satu masalah Kesehatan di Kelurahan Pulau Panggang Kepulauan Seribu adalah banyaknya Masyarakat yang mengalami hiperkolesterolemia dan hipertensi serta Masyarakat memiliki keterbatasan dalam menjangkau fasilitas pelayanan kesehatan. Mayarakat desa juga belum masifnya pengetahuan terkait tanaman obat yang memiliki efek terapi menurunkan kadar kolesterol, seperti daun mangrove yang banyak terdapat di sekitar pulau panggang. Daun Mangrove merupakan salah satu bagian tanaman yang memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi. Daun mengrove memiliki senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, saponin, tanin, alkaloid, terpenoid. Sehingga Daun mangrove memiliki manfaat sebagai aktivitas antikolesterol. Tujuan pengabdian Masyarakat ini adalah memberikan edukasi kepada Masyarakat di Pulau Panggang tentang potensi Daun Mangrove (Rhizophora Sp.) Sebagai Tanaman Obat untuk pencegahan dan pengobatan kolesterol. Kegiatan diawali dengan pemberian Pre-test kepada 56 orang masyarakat desa, kemudian dilakukan penyuluhan dan diakhir dengan pemberian Post-test. Kegiatan ini juga melakukan pemeriksaan kesehatan gratis yang bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Farmasi UPN Veteran Jakarta. Hasil pengabdian Masyarakat menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan masyarakat setelah pemberian edukasi pemanfaatan daun mangrove sebagai tanaman obat untuk pencegahan dan pengobatan hiperkolesterolemia. Hasil pemeriksaan kesehatan juga menunjukkan 78,57% warga mengalami hiperkolesterolemia dan 48,21% warga memiliki tekanan darah tinggi. Hal ini menunjukkan penyakit hiperkolesterolemia dan hipertensi merupakan penyakit tertinggi yang diderita oleh Masyarakat Kelurahan Pulau Panggang
Optimization of Ultrasonic-Assisted Extraction Parameters and Antibacterial Activity of Zanthoxylum acanthopodium D.C against Cutibacterium acnes Rahmi, Eldiza Puji; Pasaribu, Rini Sarah; Harfiani, Erna; Revina, Rika; Septama, Abdi Wira
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol. 22 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v22i2.5932

Abstract

Acne is a disease that has affected many populations globally. One of the causes of acne is the presence of acne-causing bacteria, namely Cutibacterium acnes, which is reportedly resistant to several antibiotics. Andaliman fruit (Zanthoxylum acanthopodium DC.) is traditionally used by Indonesian people as a spice which has antibacterial potential. This study aims to evaluate the antibacterial activity of the ethanolic extract of Andaliman fruit against C. acnes using the microdilution method. The extraction method for andaliman fruit was the Ultrasonic-Assisted Extraction with variations in frequency (30, 40, and 50 kHz) and duration (10, 15, and 20 minutes). Phytochemical screening showed the presence of flavonoids, alkaloids, tannins, steroids, and saponins in the extract. The results showed the antibacterial activity of Andaliman fruit extract against C. acnes, with the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) observed in the extract with a frequency of 40 kHz and an extraction duration of 10 and 15 minutes at a concentration of 5000 ppm. However, the Minimum Bactericidal Concentration (MBC) test showed negative results, indicating that Andaliman extract did not have a bactericidal effect on these bacteria. Statistical analysis using the Kruskal–Wallis and Dunn tests revealed significant differences (p < 0.05) between extraction treatments and the positive control in MIC and MBC values. These findings indicate that the ethanolic extract of andaliman fruit possesses inhibitory but not bactericidal activity against C. acnes, suggesting its potential as a natural anti-acne agent for further formulation and mechanistic studies.
Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat Pangkalan Jati terhadap Kadar Kolesterol dengan Tanaman Herbal Wafa; Rika Revina; Ariska Anggarany; Citra Ayu Aprilia; Hany Yusmaini
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 9 No. 02 (2025): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v9i02.3519

Abstract

Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Kota Depok, didominasi oleh penduduk lanjut usia yang rentan terhadap penyakit degeneratif akibat tingginya kadar kolesterol. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai upaya penurunan kadar kolesterol secara alami melalui pemanfaatan tanaman berkhasiat. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi edukatif mengenai bahaya kolesterol tinggi serta manfaat tanaman seperti jahe, daun salam, daun sirsak, daun alpukat, dan daun kelor, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif dan pemeriksaan kadar kolesterol. Kegiatan dilaksanakan pada 26 September 2024 dengan jumlah peserta sebanyak 50 orang. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat, dengan penurunan kategori pengetahuan rendah dari 60% menjadi 10%, serta peningkatan kategori pengetahuan tinggi dari 10% menjadi 50%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan edukasi mengenai pengelolaan kolesterol melalui pemanfaatan tanaman herbal ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat lanjut usia di Kelurahan Pangkalan Jati. Peningkatan pemahaman ini diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku menuju pola hidup sehat sebagai upaya pencegahan penyakit tidak menular.