Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN E-MODUL LISTRIK STATIS BERBASIS KONTEKSTUAL SEBAGAI SUMBER BELAJAR FISIKA Yaspin Yolanda
Jurnal Luminous: Riset Ilmiah Pendidikan Fisika Vol. 2 No. 1 (2021): JANUARI 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/luminous.v2i1.5235

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh belum adanya E-Modul, ketidakpahaman siswa dalam menguasai konsep listrik statis, kesulitan siswa dalam operasi hitung seperti menyederhanakan pecahan mengubah satuan CGS menjadi KGS. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelayakan E-Modul ditinjau dari tingkat validitas, kepraktisan dan efektivitas penggunaan E-Modul. Teknik Pengumpulan data berupa angket dan tes hasil belajar. Analisis data ini dilakukan pada tahap pendahuluan, saat pengembangan E-Modul ajar, analisis data pada tahap validasi, evaluasi, dan revisi E-Modul, serta pada tahap implementasi E-Modul ajar. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, peneliti menyimpulkan bahwa hasil penilaian kelayakan kualitas E-Modul listrik statis berbasis kontekstual dikatakan valid dan memenuhi kriteria sangat baik dengar capaian adalah 84,83% (Sangat Baik). Untuk uji kepraktisan E-Modul yang dikembangkan. Hasil angket yang telah diisi oleh 31 siswa tersebut mendapatkan rata-rata skor 32,3% dengan kategori praktis. Selanjutnya efektivitas E-Modul berdasarkan hasil belajar siswa diambil dari nilai tes kemudian hasil dari skor akumulasi dianalisa diperoleh nilai N-GAIN sebesar 0,75 dengan kategori peningkatan tinggi, berdasarkan uji hipotesis efektivitas dengan  t tabel  dengan  dk= n – 1 = 31 – 1= 30  dengan α < 0,1 maka  thitung> ttabel yakni 1,988 > 1,650  maka Ha diterima dan Ho ditolak. Setelah ujian tes terdiri 10 soal. Dengan demikian E-Modul listrik statis berbasis kontekstual sudah dapat dikatakan valid, praktis dan efektif.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DAN RESPON SISWA TERHADAP PENGGUNAAN BUKU AJAR FISIKA TERMODINAMIKA BERBASIS KONTEKSTUAL Yaspin Yolanda; Muhamad Imaduddin
Jurnal Luminous: Riset Ilmiah Pendidikan Fisika Vol. 2 No. 1 (2021): JANUARI 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/luminous.v2i1.5190

Abstract

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara peneliti di MAN 1 Model Lubuklinggau yang menunjukkan bahwa mata pelajaran termodinamika masih belum bisa mengukur kemampuan kognitif siswa dalam mengerjakan soal-soal yang diberikan, dan 72,5 persen siswa mendapatkan nilai kurang memuaskan yakni mendapat nilai dibawah 60. Bedasarkan permasalahan diatas, pengembangan buku ajar ini bertujuan untuk mengetahui efek potensial buku ajar termodinamika yang sesuai dengan kebutuhan siswa pendidikan fisika STKIP PGRI Kota Lubuklinggau. Metode research and development yang digunakan menurut Borg dan Gall, karena sangat cocok untuk mengembangkan dan memvalidasi produk pendidikan. Adapun Tahapannya terdiri dari 10 langkah yakni (1) pengumpulan data, (2) perencanaan (3) pengembangan produk awal, (4) uji coba terbatas, (5) Revisi pertama, (6) uji coba kelas kecil, (7) Revisi kedua, (8) Uji kelas luas, (9) revisi akhir, dan (10) diseminasi produk. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan buku ajar mata kuliah termodinamika berbasis kontekstual pada semester ganjil serta sampel diteliti pada uji coba one to one, uji coba small group dan uji field test menunjukkan buku ajar termodinamika ini berbasis kontekstual adalah valid, praktis dan efektif dengan kategori baik. Hasil penilaian validator terhadap kualitas buku ajar fisika berbasis kontekstual dengan presentase 88,73%. Ketuntasan efektivitas pembelajaran secara klasikal sebesar 85,7% dan sangat efektif digunakan meningkatkan hasil belajar siswa dan respon siswa sangat baik.
Pendampingan Pembuatan Kompor Energi Alternatif Berbahan Bakar Limbah Serbuk Kayu dan Sekam Padi di Kelurahan TPU Keramat Cereme Taba Yaspin Yolanda; Ahmad Amin; Armi Yuneti
PKM Linggau: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal PKM Linggau (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.415 KB)

Abstract

Berdasarkan hasil observasi yang kami lakukan di Kelurahan TPU Keramat Cereme Taba adalah bagian wilayah di Kota Lubuklinggau, sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai pengrajin kayu dan petani sering menimbulkan permasalahan yakni semakin banyaknya tumpukan limbah serbuk kayu dan sekam padi yang belum adanya penanganan, selanjutnya mahalnya gas elpigi karena sulit dijumpai dan masyarakat. Adapun tujuannya pembuatan kompor hemat energi berbahan bakar limbah serbuk kayu dan sekam padi sebagai solusi mengatasi limbah. Metode pelaksanaan kegiatan berupa ceramah, demonstrasi dan praktikum secara langsung. Waktu pelaksanaan Maret sampai Juni 2021. Sasaran kegiatan ini adalah remaja dan ibu-ibu di kelurahan. Evaluasi peningkatan pengetahuan peserta dilakukan dengan pre- dan post-test setelah dilakukan sosialisasi. Evaluasi keterampilan peserta dilakukan pada saat demonstrasi langsung pembuatan kompor. Hasil pelaksanaan PKM menunjukkan keberhasilan karena terjadi peningkatan pengetahuanekitar 87,5 persen yakni terjadi (a) peningkatan pengetahuan peserta tentang kebermanfaatan limbah serbuk kayu dan sekam padi sebesar 89 persen. (b) Peningkatan pengetahuan saat demonstrasi media tentang efisiensi kompor serbuk kayu dan sekam padi (KOKADI) dibandingkan dengan Kompor Gas Elpigi sebesar 87 persen. (c) Peningkatan pengetahuan teknik perawatan kompor KOKADI sebesar 88 persen. Dan (d) Peningkatan keterampilan masyarakat tentang pembuatan kompor KOKADI sebesar 86 persen. Kegiatan pengabdian ini tergolong berhasil rata-rata peningkatan melebihi 70 persen yakni terjadi peningkatan sekitar 87,5 persen. Seluruh peserta menghadiri kegiatan PKM mulai dari pembukaan, kebermanfaatan limbah serbuk kayu dan sekam padi, simulasi pembuatan kompor KOKADI, dan mengamati langsung proses membandingkan efisiensi KOKADI dengan kompor gas Elpigi (KGE).
PENGEMBANGAN MODUL PENILAIAN TES DIAGNOSIS MISKONSEPSI MAHASISWA MATERI KOMPONEN ELEKTRONIKA TERINTEGRASI CRI Yaspin Yolanda
Jurnal Pendidikan Pemuda Nusantara Vol. 4 No. 2 (2022): Edisi November 2022
Publisher : STKIPM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56335/jppn.v4i2.133

Abstract

Penelitian ini diambil berdasarkan hasil observasi dan wawancara peneliti di Mahasiswa Pendidikan Fisika Universitas PGRI Silampari Semester V (Lima) TP 2022/2023 Universitas PGRI Silampari yang menunjukkan banyak mahasiswa mengalami miskonsepsi komponen elektronika yakni sebanyak 84 persen mahasiswa mengalami miskonsepsi konsep tentang kode warna resistor, 90% mahasiswa belum memahami membedakan rangkaian resistor yang disusun secara seri, paralel dan campuran, sebanyak 90 persen mahasiswa mengalami miskonsepsi mahasiswa tentang membaca alat ukur multimeter. Selanjutnya masih banyaknya mahasiswa yang kesulitan matematis dalam menentukan nilai tegangan, arus pada rangkaian resistor yang disusun gabungan seri-paralel menjadi daftar panjang permasalahan yang harus dihadapi dosen pengampu mata pelajaran. Minimnya keterbatasan modul elektronik yang mendeteksi miskonsepsi mahasiswa menuntut kami mengembangkan modul penilaian komponen elektronika. Tujuan Penelitian (1) untuk menganalisa miskonsepsi mahasiswa pada materi komponen elektronika setelah menerapkan model Inquiry dalam pembelajaran dan (2) untuk mengukur validitas dan kepraktisan modul elektronika komponen-komponen elektronika sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Penelitian ini semester ganjil yaitu pada bulan september sampai bulan desember 2022. Model penelitian dan pengembangan (research and development) menurut Borg dan Gall. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan modul penilaian miskonsepsi komponen elektronika adalah tingkat validitas dengan persentase 37,5% (valid), rata-rata respon mahasiswa field test 3,8 dengan kategori sangat praktis dan efektivitas modul penilaian miskonsepsi komponen elektronika terjadinya peningkatan jumlah mahasiswa yang paham konsep sebesar 95,03% (sangat baik). Efektivitas modul dilihat dari nilai tes mahasiswa setelah mengunakan modul penilaian miskonsepsi komponen elektronika yang mengikuti tes ada 40 mahasiswa, terdapat 2 mahasiswa yang miskonsepsi dan 38 mahasiswa dinyatakan paham konsep.
PENGEMBANGAN BUKU ELEKTRONIK (E-BOOK) PRAKARYA ELEKTRONIKA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN ABAD 21 TERINTEGRASI KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF MAHASISWA Yaspin Yolanda
PASCAL (Journal of Physics and Science Learning) Vol 6, No 2 (2022): Desember
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research started with the absence of E-Books that facilitate students in improving their creative thinking skills, the low cognitive understanding of students about relay components, infrared sensors and Arduino Uno need to be taught to students as new knowledge in the development of robotic-based technology, as well as students' weak skills in make electronics. This study aims to describe students' creative thinking skills. The research subjects were physics education students at PGRI Silampari University, from August 2022 to. January 2023. Kemp's model is used in this research and development. Diagnostic instruments in the form of tests and non-tests. Analysis using descriptive. The results of the study show that this E-Book is valid and practical so that it can facilitate students to work on electronics projects using relay modules, infrared sensors and Arduino Uno modules in assessing creative thinking skills with an average achievement of creative thinking skills of 58.9% of developing students. as expected, 15.6% developed and 13.3% started to develop and 12.2% did not develop.
PENGEMBANGAN E-MODUL GELOMBANG BUNYI BERBANTUAN APLIKASI PHYPHOX UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPA MAN 2 LUBUKLINGGAU Ramadhan Fitri Yani; Wahyu Arini; Yaspin Yolanda
Jurnal Perspektif Pendidikan Vol 17 No 1 (2023): Jurnal Perspektif Pendidikan Vol 17 No 1 Juni 2023
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpp.v17i1.2216

Abstract

The purpose of this development research is to (1) increase learning independence and (2) improve students' physics learning outcomes after participating in learning using the phyphox application-assisted sound wave e-module. This research is a development research with the ADDIE model. The subjects of this study were students of grade XI Science 1 MAN 2 Lubuklinggau. Data collection techniques are carried out in the form of validation sheets, learning independence questionnaires and learning outcomes tests. The validation obtained 0.82 material experts, media experts 0.85 and linguists 0.87. Thus, the phyphox application-assisted sound wave e-module is very feasible for use in the classroom. And the results of the analysis of increasing learning independence of 85% and the analysis of learning outcomes with questions that have pre-test and post-test learning results, obtained a Gain Score of 0.54 included in the medium category. . Based on the research data obtained, it can be concluded that the sound wave e-module assisted by the phyphox application can improve student independence and learning outcomes so that it can be used in learning activities.
PENERAPAN ALUR MERDEKA PADA MATA KULIAH TELAAH KURIKULUM BUKU TEKS FISIKA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOLABORASI DAN KREATIF MAHASISWA Yaspin Yolanda
PASCAL (Journal of Physics and Science Learning) Vol 7, No 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh capaian kompetensi keterampilan mahasiswa masih rendah dalam berkolaborasi, minimnya kreativitas, aktivitas mahasiswa dalam berkerjasama hanya saat berdiskusi materi saja, belum menunjukkan kerjasama yang solid dalam merancang modul ajar kurikulum merdeka. Tujuannya untuk meningkatkan keterampilan kolaborasi dan kreatif mahasiswa menggunakan alur merdeka, yang dipadukan  Project Based Learning (PjBL) sehingga mampu meningkatkan keterampilan abad 21. Subjek mahasiswa Pendidikan fisika Universitas PGRI Silampari. Metode penelitian deskriptif kuantitatif. Instrumen yang digunakan lembar observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil menunjukan Pertemuan open class 1, 2 dan 3 sebesar N-gain 0.92 menunjukkan keterampilan kolaborasi mahasiswa menggunakan alur merdeka terdapat peningkatan pada hasil skor N-Gain selama tiga kali pertemuan, yaitu kategori tinggi. Hasil yang telah diperoleh dapat diartikan bahwa penggunaan alur merdeka dapat meningkatkan keterampilan kolaborasi mahasiswa, apabila hasil lembar observasi awal lebih kecil daripada hasil dari lembar observasi akhir, maka dapat dikatakan bahwa keterampilan kolaborasi dan kreatif mahasiswa mengalami peningkatan.
PENGEMBANGAN BUKU REFERENSI RANGKAIAN RLC UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOLABORASI MAHASISWA SEBAGAI UNSUR KETERAMPILAN ABAD 21 yaspin yolanda; Apit Fathurahman
Jurnal Luminous: Riset Ilmiah Pendidikan Fisika Vol. 4 No. 1 (2023): JANUARI 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/luminous.v4i1.9760

Abstract

This research is motivated by the low level of student competency skills in collaborating when presenting the results they have learned, students are not yet skilled in interpreting the results of their findings so they are still hesitant in drawing conclusions. Furthermore, students' activities in collaborating, working together only when discussing material, have not shown solid cooperation in making simple electronics crafts. The aim is (1) to measure the validity, practicality and effectiveness of the product. (2) know collaboration skills. Research Location at PGRI Silampari University from January to July 2022. The subjects are third semester physics education students. The method used is research and development (research and development) ADDIE model. The instruments used are observation sheets, questionnaires and tests. Data analysis is in the form of quantitative descriptive. The research results show that this book is good to use. This book can facilitate students to work on electronic component questions contained in competency test questions. To see the feasibility of the book being developed, it is necessary to carry out a validation process. The overall validation results are valid with a validity level of 39.5% (valid). The average student response was 3.26 in the practical category and the effectiveness of learning using the collaborative method regarding the RLC series. There was an increase in learning outcomes and students' skills in using multimeter and oscilloscope measuring instruments of 85.13% in the category of increasing in the realm of knowledge and skills, then in the realm of The attitude shows that 50% of students are developing according to expectations, 25.6% are developing and 29.4% are starting to develop.
Lokakarya Peningkatan Kompetensi Guru Dalam Penyusunan Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Sebagai Implementasi Kurikulum Merdeka Yaspin Yolanda; Nur Nisai; Pujianto Pujianto; Aslia Aslia; Sukmaniar Sukmaniar
Kapas: Kumpulan Artikel Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/ks.v2i1.1829

Abstract

Lokakarya ini dilaksanakan 10-13 Mei 2023 yang melibatkan fasilitator berasal dari akademisi, guru komite pembelajaran, kepala sekolah dan pengawas. Tujuan lokakarya ini menguatkan pemahaman peserta dalam menyusun modul (P5) sesuai dengan kultur budaya sekolah dan kebutuhan peserta didik. Metode pendampingan dilaksanakan secara daring menggunakan alur “MERDEKA” yakni akronim dari elaborasi materi, ruang kolaborasi, refleksi, demonstrasi kontekstual dan aksi nyata. Capaian pengetahuan peserta diukur dengan instrumen pretest dan postest. Hasil menunjukkan (1) Peserta memetakan elemen dimensi dan capaian dimensi masing-masing fase menunjukkan 82% peserta berkembang sesuai harapan, 8% berkembang, 5% mulai berkembang dan 5% peserta belum berkembang. (2) Peserta mampu menyusun aktivitas dalam modul P5 dengan metode simulasi perancangan ide projek secara kolaboratif, 70% peserta berkembang sesuai harapan, 10% berkembang, 10%  mulai berkembang dan 10 % peserta belum berkembang. (3) Peserta mampu membuat rubrik penilaian P5, yakni 50% peserta berkembang sesuai harapan, 10% berkembang, 30%  mulai berkembang dan 20 % peserta belum berkembang. Selanjutnya (4) Peserta mampu membedakan pemahaman konsep P5 yang benar, yakni 60% peserta berkembang sesuai harapan, 20% berkembang, 10%  mulai berkembang dan 10 % peserta belum berkembang. Berdasarkan hasil tes, rata-rata ketercapaian pengetahuan peserta adalah 78% paham konsep, 22% belum paham konsep.
Lesson Study Mata Kuliah Telaah Kurikulum Buku Teks Fisika Untuk Meningkatkan Keterampilan Kolaborasi Mahasiswa Menggunakan Alur Merdeka Yaspin Yolanda; Endang Lovisia
MAGNETON: Jurnal Inovasi Pembelajaran Fisika UNWIRA Vol 1 No 2 (2023): MAGNETON: Jurnal Inovasi Pembelajaran Fisika | July 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/magneton.v1i2.2355

Abstract

This research is motivated by the low achievement of student competency skills in collaborating, student activities in collaborating only when discussing material, have not shown solid cooperation in designing independent curriculum teaching modules. The purpose of this study was to improve student collaboration skills through Lesson Study using independent flow, combined with Project Based Learning (PjBL) so as to enhance 21st-century skills. The sample of this study used purposive sampling with 40 physics education students at PGRI Silampari University—a quantitative descriptive research method. Data collection uses observation sheets, documentation, and interview guidelines. In open class meetings 1, 2, and 3 there was an increase in student collaboration skills using independent flow from meeting 1 to meeting 3 with an N-gain of 0.81 so the research results were in the high category.