Claim Missing Document
Check
Articles

GAMIFIKASI PEMBELAJARAN PERUBAHAN IKLIM MENERAPKAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL DAN LITERASI SAINS Yolanda, Yaspin; Pribadi, Imam Arif
Pascal: Journal of Physics and Science Learning Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/pascal.v9i1.11121

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengukur literasi digital dan literasi sains mahasiswa dengan menerapkan gamifikasi pembelajaran berbasis masalah (PBL). Sampel penelitian melibatkan 30 mahasiswa mahasiswa Pendidikan fisika Universitas PGRI Silampari di semester V yang diambil secara Purposive Sampling yang mengambil mata kuliah media pembelajaran di semester genap. Penelitian selama satu semester dari Agustus 2024 s.d. Januari 2025. Jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan triangulasi yakni tes literasi digital, tes literasi sains, survey dan wawancara. Selanjutnya data hasil temuan di deskripsikan berdasarkan tahap indentifikasi kebutuhan, tahap reduksi data, tahap penyajian data dan tahap simpulan. Untuk mengukur peningkatan kompetensi literasi digital mahasiswa menggunakan uji N-Gain Skor. Hasil asesmen awal dan akhir penelitian menunjukkan bahwa terdapat (1). Peningkatan literasi digital mahasiswa dengan N-Gain 0.89 kategori tinggi. (2). Peningkatan literasi sains mahasiswa dengan N-Gain 0.82 kategori tinggi. Sehingga gamifikasi pembelajaran berbasis masalah mampu meningkatkan literasi digital dan literasi sains mahasiswa. Selanjutnya gamifikasi pembelajaran berbasis Problem Based Learning mampu keterlibatan mahasiswa dalam menemukan solusi, sehingga mereka lebih aktif, termotivasi dan bertanggung jawab atas proses pembelajaran.
Asesmen Diagnosis Keterampilan Proses Sains Siswa Pada Materi Gelombang Cahaya Menggunakan Model Problem Based Learning Vanesa, Elka; Yolanda, Yaspin
Kappa Journal Vol 9 No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/kpj.v9i1.28621

Abstract

Pra penelitian ini dilakukan bertujuan (1). Untuk mendiagnosis keterampilan proses sains (KPS)  sebagai data empiris yakni analisa kebutuhan awal dalam menyusun lembar kerja berbasis Problem Based Learning topik gelombang cahaya. (2). Untuk mencari solusi dalam menyelesaikan hambatan-hambatan belajar dalam meningkatkan keteremapilan proses sains siswa. Adapun pra penelitian ini dilaksanakan pada Juli s.d November 2024 di  SMA Negeri 4 Lubuklinggau yang melibatkan 40 siswa kelas XI IPA. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode random sampling. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dan pengambilan data menggunakan  tes diagnosis KPS, lembar pengamatan saat praktikum dan Focus Group Discussion (FGD). Data yang diperoleh dikumpulkan dan direduksi, diverifikasi selanjutnya di display dalam tabel dan grafik. Hasil pra penelitian menunjukkan bahwa (1) Rata-rata keterampilan proses sains siswa berkemampuan tinggi 44,08% dengan kategori cukup, siswa berkemampuan sedang 35,38% kategori kurang dan siswa berkemampuan rendah 25,73% dengan kategori sangat kurang, sehingga perlu adanya intervensi khusus dalam meningkatkan KPS siswa dalam belajar bersama guru dan teman sejawat dengan melakukan remediasi pembelajaran. (2). Berdasarkan hasil FGD yang melibatkan guru fisika di sekolah dalam mengatasi hambatan belajar KPS siswa dengan cara membiasakan eksperimen di setiap topik materi, menggunakan model pembelajaran kolaboratif yang berpusat pada siswa, memberikan penguatan pemahaman konsep siswa dengan mengintegrasikan KPS dalam materi dan soal berbasis masalah.  
ANALISA KETERAMPILAN KOLABORASI MAHASISWA MENGGUNAKAN ALUR MERDEKA MATA KULIAH FISIKA DASAR MATERI KAPASITOR yolanda, yaspin
Al-Khazini Vol 3 No 1 (2023): April
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-khazini.v3i1.36701

Abstract

This study aims to measure collaboration skills that appear in the realm of knowledge, skills and affective. Learning with independent flow approach, acronyms starting from self, concept exploration, collaboration space, guided reflection, contextual demonstration, understanding elaboration, connection between material, and real action. The research method using descriptive methods aims to answer or describe the state of collaboration skills of students of physics education at the PGRI Silampari university, Lubuklinggau city, which are taught in an independent flow. The object of research is 25 first semester students who are taking basic physics courses in the odd semester of the 2022/2023 period. The research instrument was in the form of a test in the realm of knowledge and non-test in the form of the domain of skills and attitudes. Instruments in the form of tests and non-diagnosis tests of collaboration skills. The descriptive data analysis technique aims to explain the data that has been obtained after collecting data on collaboration skills for all students. The results showed that the average achievement of collaboration skills in the realm of knowledge was 72.5% of students understood the concept and 27.5% had difficulty analyzing mathematical calculations in finding the measured quantity. The average achievement of student collaboration skills in the realm of skills is 45% of students are skilled as expected, 25% are skilled and 20% are starting to be skilled and 10% of students are not yet skilled. The average achievement of collaboration skills in the realm of attitude shows that 53.75% of students are developing as expected, 18.75% are developing and 27.5% are starting to develop.
ANALISIS KETERAMPILAN PROSES SAINS FISIKA MAHASISWA MATERI ALAT-ALAT OPTIK Yolanda, Yaspin
Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Vol 7, No 1 (2022): Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, UM-Tapsel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/eksakta.v7i1.1-13

Abstract

The low science process skills of students taking optical-tools courses are caused because 65 percent of students do not understand the technical instructions for using optical instruments, students' low skills in applying concepts, skills in drawing conclusions, skills in solving hypotheses, skills in interpreting data into the experimental table is still very low, because during lectures they are only glued to learning in class. Furthermore, students only learn theory without doing practical activities regarding the material being studied, so students are not directed to apply aspects of science process skills. Based on the problems above, this study aims to determine (1) the availability of students' physics science process skills on optical instruments, and (2). The solution given in solving the problem of students' physics science process skills. The research was conducted from January to d. May 2021. The subject is physics education student STKIP PGRI Lubuklinggau. The data collection process includes a diagnostic test of the Science Process Skills (KPS) aspect, observation through student worksheets during practicum and interviews. The results of the study are the results of the study are the availability of students' physics science process skills on optical instruments material, namely 82% observation, 85% classification, 87% interpretation, 84% prediction, asking 90% questions, hypothesizing 80%, planning experiments 95%, using 90% of tools and materials, 85% of concepts applied and 87% of communication. Furthermore, the solution to solve the problem of availability of aspects of physics science process skills for students of physics education for optical instruments at STKIP PGRI Lubuklinggau is to train and be trained with students' physics process skills approach so that the availability of aspects of students' science process skills can emerge. 
Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa Sebagai Implementasi Pembelajaran Berbasis Proyek Yaspin Yolanda; Akhmad Budi Mulyanto; Muhammad Tarmizi
Jurnal Pendidikan Pemuda Nusantara Vol. 6 No. 1 (2024): Edisi Maret 2024
Publisher : STKIPM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56335/jppn.v6i1.181

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 2 Lubuklinggau yang dilatarbelakangi (1) masih rendahnya pengetahuan siswa tentang dampak pemanasan global, (2) masih rendahnya kepedulian siswa dalam aksi nyata untuk menurangi resiko pemanasan global, selanjutnya (3) pembelajaran fisika selama ini sangat membosankan. Tujuan penelitian ini mengukur keterampilan berpikir kreatif siswa setelah menerapkan Project Based Learning (PjBL). Penelitian semu eksperimen ini melibatkan 40 siswa kelas X. Indikator keterampilan berpikir kreatif dalam penelitian ini adalah Kelancaran (Fluency), keluwesan (Flexibility), orisinalitas (Originality), dan elaborasi (elaboration). Instrumen yang digunakan berupa angket, pedoman wawancara dan LKPD. Analisa dilakukan secara deskriptif kuantitatif. hasil penelitian menunjukkan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif mengalami peningkatan pada indikator fluency dengan gain skor 34, indikator flexibility dengan gain skor 39, indikator Originality dengan gain skor 20, indikator elaboration dengan gain skor 16. Sehingga N-gain 0.61 kategori sedang sehingga pembelajaran fisika topik pemanasan global menggunakan pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa.
PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING (PjBL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA Hartanti, Desfirda; Yaspin Yolanda
Jurnal Pendidikan Pemuda Nusantara Vol. 6 No. 2 (2024): Edisi November 2024
Publisher : STKIPM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56335/jppn.v6i2.183

Abstract

Project Based Learning (PjBL) merupakan pembelajaran di mana siswa terlibat langsung dalam pembuatan suatu proyek. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya peningkatan kemampuan berpikir kreatif setelah menggunakan penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) Hasil pengujian hipotesis menggunakan lembar observasi, dan angket yang menunjukan bahwa model penerapan model PjBL digunakan sangat baik. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket kemampuan berpikir kreatif.. Berdasarkan penilaian angket kemampuan berpikir kreatif mengalami peningkatan pada indikator fluency dari 67% dengan kriteria Cukup Kreatif menjadi 71% dengan kriteria Kreatif, indikator yang kedua yaitu flexibility dari 63% dengan kriteria Cukup Kreatif menjadi 70% dengan kriteria Kreatif,, indikator yang ketiga yaitu Originality dari 70% dengan kriteria Kreatif menjadi 78% dengan kriteria Kreatif, indikator yang keempat yaitu Elaboration dari 68% dengan kriteria Kreatif menjadi 70% dengan kriteria Kreatif
The Utilization of Artificial Intelligence (AI) in Physics Learning for Physics Education Students Arini, Wahyu; Yolanda, Yaspin; Gumay, Ovilia Putri Utami
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 5 (2025): May
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i5.11552

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of utilizing Artificial Intelligence (AI) in physics learning for students in the Physics Education program. The research employed a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The sample consisted of 24 students selected through purposive sampling. Data were collected using physics understanding tests administered before (pretest) and after (posttest) the implementation of AI-based learning. Data analysis involved paired sample t-tests to determine significant differences between pretest and posttest scores, as well as N-Gain calculations to measure the improvement in student learning outcomes. The results revealed a significant improvement in students' physics comprehension after applying AI-based learning, with average pretest and posttest scores of 62.08 and 81.25, respectively. The paired t-test yielded a t-value of 17.82 with a p-value < 0.001, indicating a highly significant difference. The average N-Gain score of 0.53 reflects a moderate improvement in learning outcomes. These findings suggest that integrating AI in physics education can enhance both the learning process and student achievement. This study recommends that educational institutions and instructors adopt AI technology in teaching methods to optimize students competency attainment.