Claim Missing Document
Check
Articles

PRA PENELITIAN SEBAGAI ANALISA KEBUTUHAN LKPD FISIKA MATERI HUKUM NEWTON BERBASIS SCIENTIFIK UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP rafifah, sayyidatur; Yolanda, Yaspin
Jurnal Luminous: Riset Ilmiah Pendidikan Fisika Vol. 6 No. 1 (2025): Januri 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/luminous.v6i1.17486

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengamati dan menganalisa kebutuhan awal siswa dalam mempelajari konsep hukum newton Siswa kelas X MA Mifftahussalam Kecamatan. Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas. Pemilihan sampel menggunakan Purposive Sampling dilakukan pada semester ganjil tahun ajaran 2024/2025 pada bulan September s.d Oktober 2024. Analisa data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Adapun siswa kelas X sebagai objek penelitian berjumlah 30 siswa. Berdasarkan hasil pra penelitian diatas, menunjukkan bahwa rata-rata semua siswa persentase 72,29% dengan kategori setuju dengan adanya pembelajaran yang menggunakan lembar kerja berbasis scientifik sehingga mampu membangun kolaborasi siswa dalam diskusi kelompok dan melatih keterampilan komunikasi saat menyampaikan hasil diskusi kelompok di depan kelas. Selanjutnya berdasarkan hasil wawancara guru mengenai kebutuhan lembar kerja berbasis scientifik disarankan untuk menggunakan alat-alat sederhana, atau menggunakan alat yang tersdia di laboratorium untuk melakukan eksperimen hukum 1, 2 dan 3 Newton dan sebaiknya saat membentuk kelompok, siswa berkemampun tinggi menjadi ketua kelompok untuk memudahkan siswa saat diskusi kelompok, sehingga muncul tutor
Feasibility Analysis of Inquiry-Based Physics Teaching Modules to Improve The Collaboration Skills of Class XI MAN 2 Lubuklinggau Yuniar, Yurike; Lovisia, Endang; Yolanda, Yaspin
Equator Science Journal Vol. 2 No. 1 (2024): Equator Science Journal (ESJ)
Publisher : CV. Dharma Samakta Edukhatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61142/esj.v2i1.111

Abstract

The aim of this research is to determine the feasibility of an inquiry-based teaching module to improve the collaboration skills of class XI students at MAN 2 Lubuklinggau. The research method used is the 4D development model consisting of 1) Define, 2) Design, 3) Develop and 4) Disseminate. The instrument used to answer the research objectives is the feasibility sheet consisting of a media expert validation sheet, a language expert validation sheet and a material expert validation sheet. The data in this study were analyzed using the Widoyoko formula. Based on the data obtained from the results of the feasibility of inquiry-based teaching modules, a score of 51 was obtained from media experts with a very good classification, a score of 73 from language experts with a very good classification, and a score of 47 from material experts with a very good classification. So the inquiry-based teaching module is declared very suitable for use and able to improve students' collaboration skills.
Profil Keterampilan Proses Sains (KPS) Mahasiswa Fisika pada Materi Listrik Magnet Yolanda, Yaspin
JIPFRI (Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika dan Riset Ilmiah) Vol. 3 No. 2 (2019): JIPFRI (Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika dan Riset Ilmiah) - November 2019
Publisher : Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/jipfri.v3i2.533

Abstract

This study describes the profile of the science process skills (KPS) of STKIP PGRI Lubuklinggau students on magnetic electric material. The subjects of the research were the third semester students who took magnet electricity courses. Sampling was done by purposive sampling. The research method used was Qualitative Positive Descriptive Method. Data were analyzed qualitatively and quantitatively using an instrument in the form of a KPS diagnosis test. Based on the results of KPS research on student electricity magnet on the subject of Electric magnet, it can be concluded that (1) The skills of the science process of magnet electricity are skilled, and (2) The solution to solve the problem of availability of KPS aspects is to train and be trained with the KPS approach to magnetized student electricity so that the availability of KPS aspects can appear / available. The average percentage increase in KPS are, 82% observation skills, 80% classification skills, 85% interpretation skills, 78% prediction skills, 88% experimental planning or investigation skills, 87% skills using tools and materials, 80% skills in applying concepts or principles %, 85% communication skills, 84 question asking skills, and 79% hypothesized skills. The research findings indicate that there is a significant increase in 82.8%.
PENINGKATKAN LITERASI SAINS SISWA MENGGUNAKAN TES PISA DENGAN MENERAPKAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBANTUAN LMS Yolanda, Yaspin; Pribadi, Imam Arif
Pascal: Journal of Physics and Science Learning Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/pascal.v9i1.11161

Abstract

Permasalahan berawal dari rendahnya angka melek sains siswa dan indeks literasi sains siswa tergolong rendah di sekolah. Penelitian ini bertujuan (1). Mengukur literasi sains siswa dan (2) Mengindentifikasi upaya sekolah dalam menimgkatkan literasi sains siswa. Penelitian dilaksanakan dari Januari s.d Mei 2025 melibatkan 48 siswa jenjang SMP di Wilayah Kota Lubuklinggau. Jenis penelitian yakni penelitian kuantitatif eksperimen semu menggunakan One Group Pretest-Posttest Design. Penelitian ini menerapkan model pembelajaran kontekstual berbantuan LMS (Learning Management System) yang dilakukan secara hybrid (daring dan luring) dengan fitur materi PDF, video pembelajaran dan latihan soal-soal PISA. Instrumen yang digunakan berupa tes sains PISA (Programme for International Student Assessment). Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisa data menggunakan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi sains siswa kategori literasi nominal dengan capaian 80%, literasi sains siswa kategori literasi fungsional dengan capaian 80%, literasi sains siswa kategori literasi konseptual/prosedural dengan capaian 75% dan literasi sains siswa kategori literasi multidimensional dengan capaian 70% sehingga rata-rata nilai N-Gain sebesar 0,82 kategori tinggi. Selanjutnya berdasarkan hasil FGD bersama guru menghasilkan upaya sekolah dalam meningkatkan literasi sains siswa dengan cara (1). Memperbanyak latihan-latihan soal PISA tahun sebelumnya. (2). Menerapkan strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa, melibatkan siswa dalam kegiatan ilmiah. (3). Memanfaatkan teknologi informasi dan mengintegrasikan materi menggunakan lingkungan belajar yang mendukung untuk mengaitkan sains dengan kehidupan sehari-hari. (4). Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru melalui pelatihan menyusun soal -soal berbasis literasi sains.
PROJECT BASED LEARNING (PJBL) MATA KULIAH TELAAH KURIKULUM TOPIK PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN FASILITASI Yolanda, Yaspin; Mulyanto, Ahmad Budi
Pascal: Journal of Physics and Science Learning Vol 8, No 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/pascal.v8i1.9305

Abstract

Penelitian melibatkan 40 mahasiswa Pendidikan Fisika, dari bulan Januari s.d Mei 2024, dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman dan kompetensi pedagogik mahasiswa dalam pengetahuan perencanaan pembelajaran dan praktik pembelajaran. Jenis penelitian eksperimen dengan analisa deskriptif kuantitatif.  Fokus masalah yaitu peningkatan keterampilan fasilitasi sebagai calon guru. Instrumen yang digunakan adalah 1) Lembar observasi keterampilan mengajar untuk observer, dan 2) Instrumen refleksi six thinking hats. Implementasi PJBL dilakukan sebanyak 12 kali yakni 1 kali pengenalan proyek dan membangun kesepakatan kelas, 5 kali dilakukan pembimbingan kelompok oleh dosen, dan 6 kali exhibition proyek. Hasilnya yakni keterampilan saat membuka pelajaran, menyampaikan indikator, apersepsi dan dengan capaian terampil. Selanjutnya pada kegiatan inti keterampilan bertanya dan memberikan pertanyaan dan umpan balik, penggunaan media digitalisasi, keterampilan memantik materi, keterampilan dalam mengelola kelas dengan capaian terampil. Kegiatan penutup menunjukkan keterampilan dalam menarik kesimpulan (inferensi), memfasilitasi refleksi dengan capaian terampil. Sehingga terdapat peningkatan keterampilan fasilitasi mahasiswa dengan N-gain 0.80 kategori tinggi, selama exhibition enam kali pertemuan kategori terampil.
PENGEMBANGAN MODUL FISIKA BERBASIS PROJECT BASED LEARNING (PjBL) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 SALING TAHUN PELAJARAN 2023/2024 Milasari, Dian Indah; Sulistiyono, Sulistiyono; Yolanda, Yaspin
Pascal: Journal of Physics and Science Learning Vol 8, No 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/pascal.v8i1.9322

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran fisika berbasis project-based learning  (PjBL) dan mengetahui kelayakan modul yang dikembangkan serta untuk melihat peningkattan ketrerampilan berpikir kritis siswa kelas VII SMP Negeri 2 Saling tahun ajaran 2023/2024 dalam memahami materi fisika. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (RD) dengan model pengembangan Plomp lima tahap. Populasi dan subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII A SMP Negeri 2 Saling yang berjumlah 21 siswa yang dibagi menjadi dua kelompok, terdiri dari 9 siswa pada tes skala kecil dan 21 siswa pada tes skala besar. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket dan tes. Teknik analisis yang digunakan adalah dengan memeriksa kelayakan produk yang dikembangkan dan mengidentifikasi perbaikan pembelajaran. Kelayakan modul fisika yang diuji oleh validator ahli adalah 100 poin dengan kategori “sangat baik” untuk ahli materi, 67 poin dengan kategori “sangat baik” untuk ahli media pembelajaran, dan  35 poin dengan kategori “sangat baik”. Peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa terlihat pada hasil pre dan post test dengan N-Gain. Tes uji skala kecil menunjukkan peningkatan sebesar 0,5 dengan kategori sedang, dan tes skala besar menunjukkan peningkatan sebesar 0,7 dengan kategori tinggi. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan modul fisika berbasis pembelajaran berbasis proyek dinilai layak digunakan dan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
GAMIFIKASI PEMBELAJARAN PERUBAHAN IKLIM MENERAPKAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL DAN LITERASI SAINS Yolanda, Yaspin; Pribadi, Imam Arif
Pascal: Journal of Physics and Science Learning Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/pascal.v9i1.11121

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengukur literasi digital dan literasi sains mahasiswa dengan menerapkan gamifikasi pembelajaran berbasis masalah (PBL). Sampel penelitian melibatkan 30 mahasiswa mahasiswa Pendidikan fisika Universitas PGRI Silampari di semester V yang diambil secara Purposive Sampling yang mengambil mata kuliah media pembelajaran di semester genap. Penelitian selama satu semester dari Agustus 2024 s.d. Januari 2025. Jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan triangulasi yakni tes literasi digital, tes literasi sains, survey dan wawancara. Selanjutnya data hasil temuan di deskripsikan berdasarkan tahap indentifikasi kebutuhan, tahap reduksi data, tahap penyajian data dan tahap simpulan. Untuk mengukur peningkatan kompetensi literasi digital mahasiswa menggunakan uji N-Gain Skor. Hasil asesmen awal dan akhir penelitian menunjukkan bahwa terdapat (1). Peningkatan literasi digital mahasiswa dengan N-Gain 0.89 kategori tinggi. (2). Peningkatan literasi sains mahasiswa dengan N-Gain 0.82 kategori tinggi. Sehingga gamifikasi pembelajaran berbasis masalah mampu meningkatkan literasi digital dan literasi sains mahasiswa. Selanjutnya gamifikasi pembelajaran berbasis Problem Based Learning mampu keterlibatan mahasiswa dalam menemukan solusi, sehingga mereka lebih aktif, termotivasi dan bertanggung jawab atas proses pembelajaran.
Asesmen Diagnosis Keterampilan Proses Sains Siswa Pada Materi Gelombang Cahaya Menggunakan Model Problem Based Learning Vanesa, Elka; Yolanda, Yaspin
Kappa Journal Vol 9 No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/kpj.v9i1.28621

Abstract

Pra penelitian ini dilakukan bertujuan (1). Untuk mendiagnosis keterampilan proses sains (KPS)  sebagai data empiris yakni analisa kebutuhan awal dalam menyusun lembar kerja berbasis Problem Based Learning topik gelombang cahaya. (2). Untuk mencari solusi dalam menyelesaikan hambatan-hambatan belajar dalam meningkatkan keteremapilan proses sains siswa. Adapun pra penelitian ini dilaksanakan pada Juli s.d November 2024 di  SMA Negeri 4 Lubuklinggau yang melibatkan 40 siswa kelas XI IPA. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode random sampling. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dan pengambilan data menggunakan  tes diagnosis KPS, lembar pengamatan saat praktikum dan Focus Group Discussion (FGD). Data yang diperoleh dikumpulkan dan direduksi, diverifikasi selanjutnya di display dalam tabel dan grafik. Hasil pra penelitian menunjukkan bahwa (1) Rata-rata keterampilan proses sains siswa berkemampuan tinggi 44,08% dengan kategori cukup, siswa berkemampuan sedang 35,38% kategori kurang dan siswa berkemampuan rendah 25,73% dengan kategori sangat kurang, sehingga perlu adanya intervensi khusus dalam meningkatkan KPS siswa dalam belajar bersama guru dan teman sejawat dengan melakukan remediasi pembelajaran. (2). Berdasarkan hasil FGD yang melibatkan guru fisika di sekolah dalam mengatasi hambatan belajar KPS siswa dengan cara membiasakan eksperimen di setiap topik materi, menggunakan model pembelajaran kolaboratif yang berpusat pada siswa, memberikan penguatan pemahaman konsep siswa dengan mengintegrasikan KPS dalam materi dan soal berbasis masalah.  
ANALISA KETERAMPILAN KOLABORASI MAHASISWA MENGGUNAKAN ALUR MERDEKA MATA KULIAH FISIKA DASAR MATERI KAPASITOR yolanda, yaspin
Al-Khazini Vol 3 No 1 (2023): April
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-khazini.v3i1.36701

Abstract

This study aims to measure collaboration skills that appear in the realm of knowledge, skills and affective. Learning with independent flow approach, acronyms starting from self, concept exploration, collaboration space, guided reflection, contextual demonstration, understanding elaboration, connection between material, and real action. The research method using descriptive methods aims to answer or describe the state of collaboration skills of students of physics education at the PGRI Silampari university, Lubuklinggau city, which are taught in an independent flow. The object of research is 25 first semester students who are taking basic physics courses in the odd semester of the 2022/2023 period. The research instrument was in the form of a test in the realm of knowledge and non-test in the form of the domain of skills and attitudes. Instruments in the form of tests and non-diagnosis tests of collaboration skills. The descriptive data analysis technique aims to explain the data that has been obtained after collecting data on collaboration skills for all students. The results showed that the average achievement of collaboration skills in the realm of knowledge was 72.5% of students understood the concept and 27.5% had difficulty analyzing mathematical calculations in finding the measured quantity. The average achievement of student collaboration skills in the realm of skills is 45% of students are skilled as expected, 25% are skilled and 20% are starting to be skilled and 10% of students are not yet skilled. The average achievement of collaboration skills in the realm of attitude shows that 53.75% of students are developing as expected, 18.75% are developing and 27.5% are starting to develop.
ANALISIS KETERAMPILAN PROSES SAINS FISIKA MAHASISWA MATERI ALAT-ALAT OPTIK Yolanda, Yaspin
Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Vol 7, No 1 (2022): Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, UM-Tapsel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/eksakta.v7i1.1-13

Abstract

The low science process skills of students taking optical-tools courses are caused because 65 percent of students do not understand the technical instructions for using optical instruments, students' low skills in applying concepts, skills in drawing conclusions, skills in solving hypotheses, skills in interpreting data into the experimental table is still very low, because during lectures they are only glued to learning in class. Furthermore, students only learn theory without doing practical activities regarding the material being studied, so students are not directed to apply aspects of science process skills. Based on the problems above, this study aims to determine (1) the availability of students' physics science process skills on optical instruments, and (2). The solution given in solving the problem of students' physics science process skills. The research was conducted from January to d. May 2021. The subject is physics education student STKIP PGRI Lubuklinggau. The data collection process includes a diagnostic test of the Science Process Skills (KPS) aspect, observation through student worksheets during practicum and interviews. The results of the study are the results of the study are the availability of students' physics science process skills on optical instruments material, namely 82% observation, 85% classification, 87% interpretation, 84% prediction, asking 90% questions, hypothesizing 80%, planning experiments 95%, using 90% of tools and materials, 85% of concepts applied and 87% of communication. Furthermore, the solution to solve the problem of availability of aspects of physics science process skills for students of physics education for optical instruments at STKIP PGRI Lubuklinggau is to train and be trained with students' physics process skills approach so that the availability of aspects of students' science process skills can emerge.Â