Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Gambaran Pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) Tentang Test Inspeksi Visual Asetat (IVA) terhadap Perilaku Untuk Melakukan Test IVA Sagita Darma Sari; Anggi
Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja Vol. 5 No. 2 (2020): Cendekia Medika
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.222 KB) | DOI: 10.52235/cendekiamedika.v5i2.69

Abstract

Kanker serviks merupakan jenis penyakit kanker yang paling banyak di derita wanita, penyebab utama kanker serviks adalah Human Papilloma Virus (HPV).Faktor penyebab tingginya angka kejadian kanker serviks pada wanita adalah akibat rendahnya cakupan deteksi kanker serviks diantaranya adalah test PAP smear dan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) perilaku juga menjadi faktor penghambat WUS untuk melakuakn deteksi dini kanker servis dan salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku adalah pengetahuan, sikap, tingkat pendidikan, peran kader dan dukungan keluarga.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran pengetahuan wanita usia subur (wus) tentang test inspeksi visual asetat (IVA) terhadap perilaku untuk melakukan test iva. Metode penelitian ini menggunakan Kuantitatif dengan pendekatan cross sectional.Hasil penelitian ini terdapat 45 responden dengan persentase 45.9% yang mempunyai tingkat pengetahuan baik, Namun lain halnya dengan hasil penelitian pada perilaku wanita usia subur terhadap test IVA yang menunjukan bahwa dari 98 responden tidak ada yang pernah melakukan test IVA dengan persentase 100%.
Hubungan Pengetahuan Ibu terhadap Interprestasi Hasil KPSP Anak Usia 0-24 Bulan Sagita Darma Sari; Wera Astriani
Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan
Publisher : LPPM Akademi Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.493 KB) | DOI: 10.37402/jurbidhip.vol8.iss1.120

Abstract

The period of infancy and toddler is an important period in the growth and development of children. It is very important for parents to know the child’s developments as a basis for knowing further developments. The purpose of this study was to determine the relationship of maternal knowledge on the interpretation of the results of KPSP children aged 0-24 months at BPM Sagita Darma Sari Palembang. The design of this research is quantitative descriptive with cross sectional approach with a sample of 88 respondents selected by purposive sampling. Data collection by questionnaire and processed by Spearman rank test. The results of this study indicate that there is a significant relationship between mother's knowledge and KPSP interpretation of children aged 0-24 months whose p value = 0,000 is smaller than a 0.05 (p va). Researchers recommend that health workers, especially at BPM Sagita Darma Sari Palembang to further enhance the early detection of child growth and development, so that if there is a delay in the development of children can take precautionary steps earlier.
Hubungan Pendapatan Ekonomi Keluarga dan Tingkat Pendidikan Ibu terhadap Kejadian Stunting Sagita Darma Sari; Vika Tri Zelharsandy
Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan
Publisher : LPPM Akademi Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.952 KB) | DOI: 10.37402/jurbidhip.vol9.iss2.200

Abstract

Stunting or short is a condition that describes the nutritional status of undernutrition that has a chronic nature during the growth and development of children from the beginning of life which is presented with a z-score of height for age less than minus two standard deviations based on growth standards according to the World Health Organization. Objective: to determine the relationship between family economic income and maternal education level on the incidence of stunting. This study uses an analytical study method with a cross sectional approach. The data instrument used in this study is a checklist sheet. The sampling technique used was purposive sampling technique. The number of samples in this study were 30 toddlers who met the criteria. Analysis of the data used in the form of univariate and bivariate. The results of this study indicate that of the 30 respondents who have been collected data, the results of the p value of 0.131 are the relationship between family economic income and the incidence of stunting. The relationship between maternal education and the incidence of stunting with a p value of 0.003 based on the results of the chi-square value. Conclusion: There is no significant relationship between family economic income and the incidence of stunting, and there is a significant relationship between maternal education and the incidence of stunting.
Pengaruh Metode Bercerita Terhadap Peningkatan Konsumsi Sayuran Pada Anak Pra Sekolah (3-6 tahun) Apriyanti Aini; Sagita Darma Sari; Nersi Juliyani
Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja Vol. 7 No. 2 (2022): Cendekia Medika : Jurnal STIKes Al-Ma'arif Baturaja
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/cendekiamedika.v7i2.193

Abstract

Sayur merupakan salah satu kelompok makanan yang sangat baik untuk kesehatan anak usia pra sekolah dan sebagai sumber zat gizi bagi kesehatan manusia, kurangnya konsumsi sayur pada anak dapat berdampak buruk bagi tumbuh kembang anak. Karena anak bisa memiliki peluang besar untuk menderita gizi buruk. Pada dasarnya ada cara untuk meningkatkan konsumsi sayur pada anak yaitu mendongeng. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh metode mendongeng terhadap peningkatan konsumsi sayur pada anak usia prasekolah (3-6 tahun) di TK Arimbi Palembang 2022. Desain penelitian ini adalah desain Eksperimen. Sampel penelitian ini adalah anak PAUD usia 3-6 tahun yang diperoleh dengan teknik purposive sampling dengan populasi 30 anak PAUD dan sampel 15 anak. Kegiatan mendongeng diberikan 3 kali dalam 1 minggu kepada sample. Data dianalisis dengan menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum metode mendongeng digunakan, terdapat 8 anak (53,3%) dalam kategori cukup, dan 7 anak (46,7%) dalam kategori kurang. Sedangkan setelah dilakukan metode mendongeng, terdapat 9 anak (60%) dalam kategori baik, dan 6 anak (40%) dalam kategori cukup. Berdasarkan hasil analisis bivariat dengan uji-t diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 dengan p-value < 0,05 yang menunjukkan adanya hubungan yang sangat signifikan antara pengaruh metode mendongeng terhadap peningkatan konsumsi sayur.
Pemeriksaan Triple Elimination untuk Mencegah Penyakit Menular Seksual pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja PKM Saboking-King Palembang Sagita Darma Sari; Rini Anggeriani
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 4 No 4 (2022): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2022
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v4i4.1372

Abstract

Ibu hamil merupakan salah satu dari populasi yang berisiko tertular penyakit HIV/AIDS, Hepatitis, Sifilis yang dapat mengancam kelangsungan hidup, sehingga meningkatkan angka kesakitan dan kematian bayi, anak, dan balita. Infeksi HIV, sifilis, dan hepatitis pada anak lebih tertular dari ibu. Risiko penularan dari ibu ke anak untuk penyakit HIV/AIDS, Hepatitis B dan Sifilis sangatlah besar. Resiko penularan dari ibu ke anak untuk penyakit HIV/AIDS adalah 20%-45%, untuk Sipilis adalah 69%-80% dan untuk Hepatitis B adalah lebih dari 90%. Pemeriksaan Triple eliminasi merupakan pemeriksaan pada setiap ibu hamil terhadap HIV, Sifilis dan Hepatitis B dimana tujuannya untuk penurunan infeksi terhadap bayi baru lahir. Setiap ibu hamil diwajibkam untuk melakukam tes triple eliminasi untuk mencegah penularan penyakit HIV/AIDS, Sifilis dan Hepatitis B. Kementrian Kesehatan pada tahun 2017 merefleksikan kebijakan kriteria WHO yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan No 52 tahun 2017 tentang pelaksanaan tripel eliminasi penularan HIV, Sifilis dan Hepatitis B dari Ibu ke anak yang dilaksanakan oleh puskesmas. Peraturan tersebut merupakan suatu kebijakan terkait pelaksanaan eliminasi penularan HIV, Sifilis dan Hepatitis B dari Ibu ke anak yang berisikan mengenai pedoman dan strategi untuk melaksanakan upaya eliminasi penularan HIV, Sifilis dan Hepatitis B dari Ibu ke anak. Selain itu sebagai acuan dan pedoman bagi pemerintah dan tenaga kesehatan untuk melaksanakan kebijakan tersebut. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk ikut melaksanakan program pemerintah dalam memutus rantai penularan penyakit. Kegiatan ini dihadiri oleh 20 ibu hamil, hasil pemeriksaan HIV negative sebanyak 20 orang (100%), sifilis sebanyak 20 orang (100%), hepatitis B sebanyak 20 orang (100%).
Perbandingan antara Permen Jahe dan Permen Mint dalam Mengatasi Emesis Gravidarum pada Ibu Hamil Trimester I Sagita Darma Sari; Vivi Dwi Putri
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 13 No 3 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v13i3.1021

Abstract

Emesis gravidarum merupakan keluhan umum yang disampaikan kehamilan muda. Kehamilan menimbulkan perubahan hormonal pada wanita karena terdapat peningkatan hormon estrogen, progesteron dan dikeluarkan hormon gonodotropine plasenta. Perubahan hormon-hormon inilah yang menyebabkan timbulnya gejala pusing dan mual muntah terutama pada kehamilan trimester pertama. Jahe dan daun mint dapat mengurangi mual muntah karena mengandung minyak atrisi yang memblokir reflek muntah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan frekuensi mual muntah pada ibu hamil sebelum dan sesudah diberikan permen jahe dan permen mint. Metode penelitian ini adalah Quasi Experimental. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 20 orang ibu hamil yang mengalami emesis gravidarum yang berada di BPM Ferawati Palembang pada tahun 2021. Sebelum dibarikan perlakuan, ibu hamil diberikan kuesioner untuk mengetahui frekuensi mual muntah sebelum setelah itu masing – masing kelompok diberikan perlakuan selama 7 hari kemudian diukur kembali frekuensi mual muntah setiap responden. Analisis yang digunakan adalah analisis bivariat dengan uji indepent t-test untuk mengetahui rerata frekuensi mual muntah sebelum dan setelah dilakukan perlakuan. Hasil penelitian menunjukan nilai p value 0,000 < α 0,05, artinya ada perbedaan rata-rata frekuensi mual muntah antara kelompok permen jahe dan permen mint. Dengan mean rank (1,40) pada kelompok permen jahe dan (2,50) pada kelompok permen mint. Dengan demikian kelompok pemberian permen jahe lebih efektif dibandingkan dengan pemberian permen mint.
PENGARUH PENDAMPINGAN SUAMI SAAT PERSALINAN DENGAN LAMA KALA I PADA PRIMIGRAVIDA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ALANG-ALANG LEBAR PALEMBANG TAHUN 2016 Sagita Darma Sari, Ferdiana Setia Safitri Sagita Darma Sari, Ferdiana Setia Safitri
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 7 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Medical Sciences Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.432 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v7i2.117

Abstract

ABSTRAK Menurut data survey demografi kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, AKI di Indonesia sebesar 359/100.000 KH. Rata-rata kematian ini jauh melonjak dibanding hasil SDKI 2007 yang mencapai 228 per 100.000 kelahiran hidup. Penyebab langsung yaitu perdarahan (42%), eklampsia atau preeklampsia (30%), abortus (11%), infeksi (10%), partus lama atau persalinan macet (9%), dan penyebab lain (15%). pendampingan dan pemberian dukungan fisik, emosional, dan psikologis selama proses persalinan dapat mengurangi resiko persalinan dengan tindakan (forceps, vakum, maupun seksio caesaria), APGAR Score <7 lebih sedikit, persalinan menjadi lebih cepat, Kepuasan dan keyakinan ibu yang semakin besar dalam menghadapi proses persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendampingan suami saat persalinan dengan lama kala I pada primigravida. Penelitian ini menggunakan metode Analitik dengan pendekatan kohort. Jenis data yang di ambil adalah data primer dengan alat ukur lembar observasi pengambilan sampel dilakukan secara teknik “Purposive sampling dengan jumlah populasi sebagian besar ibu bersalin di Wilayah Kerja Puskesmas Alang-Alang Lebar Palembang Tahun 2016. Hasil bivariat terdapatnya pengaruh pendampingan suami saat persalinan dengan lama kala I (P Value= 0,000 < 0,05). Rata-rata ibu bersalin primigravida yang didampingi suami lama kala I 328 menit (5 jam 46 menit) dan ibu bersalin primigravida yang tidak didampingi suami dengan rata-rata lama kala I 620 menit (10 jam 20 menit). Dapat disimpulkan bahwa ibu bersalin primigravida yang didampingi suami mengalami persalinan kala I 328 menit (5 jam 46 menit) lebih cepat dibandingkan ibu bersalin primigravida yang tidak didampingi suami mempunyai peluang 620 menit (10 jam 20 menit) terjadi persalinan kala I lebih lama ABSTRACK According to demographic health survey data Indonesia (IDHS) in 2012 , AKI in Indonesia amounted to 359 / 100,000 KH . The average mortality is much increased compared to the results of the 2007 IDHS which reached 228 per 100,000 live births . The direct causes are haemorrhage ( 42 % ) , eclampsia or pre-eclampsia (30 %), abortion (11 %), infection (10 %), prolonged labor or obstructed labor (9 %), and other causes (15 %). mentoring and support the physical , emotional , and psychological during childbirth can reduce the risk of labor with action (forceps, vacuum, or section Caesaria), Apgar scores < 7 less , delivery is faster, satisfaction and confidence of mothers growing in the face labor. This study aims to determine the effect of assisting her husband with a long time of delivery of the first stage in primigravida . Analytical method used in this study with a cohort approach. The type of data taken is primary data observation sheet measuring instrument sampling done in the technique of "purposive sampling with a population of mostly women giving birth in Puskesmas Alang - Alang Lebar Palembang 2016 . Bivariate results of influence assistance at delivery with the old husband of the first stage ( P Value = 0.000 <0.05). The average maternal primigravid old husband who was accompanied by the first stage 328 minutes (5 hours 46 minutes) and maternal primigravid that are not accompanied by her husband with the average length of the first stage 620 minutes (10 hours 20 minutes). It can be concluded that the birth mothers who along with her husband primigravid experiencing first stage of labor 328 minutes (5 hours 46 minutes) faster than maternity primigravid unaccompanied husband had an opportunity to 620 minutes (10 hours 20 minutes) occurs first stage of labor longer.
Efektivitas Seduhan Teh Rosella Kering Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil Sagita Darma Sari; Marcatus Soleha; Indah Rahmadaniah
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 11 No 2 (2021): Jurnal Kebidanan : Jurnal Medical Science Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.354 KB) | DOI: 10.35325/kebidanan.v11i2.273

Abstract

Berdasarkan data hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2018, prevalensi angka kejadian anemia pada kehamilan di Indonesia sebanyak 48,9%. Faktor penyebab anemia pada ibu hamil adalah karena kekurangan zat besi dalam tubuh. Salah satu upaya untuk meningkatkan penyerapan zat besi didalam tubuh yaitu dengan cara meningkatkan asupan vitamin C. Rosella (hibiscus sabdariffa) merupakan tanaman herbal dengan kandungan vitamin C yang tinggi 9 kali lipat dari jeruk citrus dan 10 kali lipat dari buah belimbing. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektivitas seduhan teh rosella kering terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester II. Metode penelitian ini menggunakan Quasy Eksperiment dengan pendekatan non-equivalent control-group, Analisa data menggunakan analisis univariat, bivariat menggunakan uji t-test. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester II dengan jumlah 20 responden dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok eksperimen diberikan seduhan teh rosella kering dengan dosis 115,2 mg/kgBB/hari sedangkan pada kelompok kontrol diberikan tablet Fe 1x1/hari. Setelah 14 hari, maka akan dilakukan pemeriksaan kadar hemoglobin kembali baik pada kelompok eksperimen maupun pada kelompok kontrol. Hasil uji t-test dengan taraf signifikansi α = 0,05 didapatkan ( p value = 0,045) pada kelompok eksperimen dan (p value = 0,046) pada kelompok kontrol dengan nilai rata-rata terjadi peningkatan kadar hemoglobin pada kelompok eksperimen sebanyak 1.070 gr/dl sedangkan rata-rata peningkatan kadar hemoglobin pada kelompok kontrol 0.900 gr/dl sehingga dapat disimpulkan adanya efektivitas seduhan teh rosella kering terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester II.
Effectiveness of The Combination of Marmet Technique and Oxytocin Massage Against The Breast Milk Production of Mother Postpartum Sagita Darmasari; Indah Rahmadaniah
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 6 No. 3 (2019): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v6i3.123

Abstract

According to UNICEF improper Behaviourand less of knowledge contributed to the death of a child, one of them, namely the mothers do not realize the importance of breast feeding. According to Basic Medical Research percentage of breastfeeding pattern <1 hourin 2010 i.e. 29,3% and increased to 34,5% in 2013. The breastfeeding patterns 1-6 the first hour of the in 2010 as many as 40,7% and decreased to 35,2% in 2013. A few methods to help improve the ASI production such as oxytocin massage methods, marmet technique, warm compresses, massase rolling (back), breast care, and methods of SEMOS (Stimulation of Endorphin Massage, Oxytocin and Suggestive). This research aimed to know the effectiveness combination of the mermet technique and oxytocin message against the breast milk production of motherspostpartum. This research used quasi alphabets experiment withpost testmenthods only with control group design. The results of using independent T-bivariat test obtained p value 0,007 < α (0,05) which means therewas a significant influence between breast milk production of mother postpartum group intervene the breastmilk production of mother postpartum with control group with an average of breast milk production of 30 respondents were divided into two groups that was 15 respondents of the intervention group obtained 1,113cc whereas 15 respondents of control group obtained 0,547cc. The combination of the marmet technique and oxytocin massage and was effective to stimulatehormone prolactin spending that would stimulate the cells of the alveoli and contain myoepithelial for breast milk Production of mothers postpartum process on the first days after birth.
Effectiveness Combination of Hypnotherapy and Aromatherapy In Reducing Emesis Gravidarum Contesa, Lina; Sari, Sagita Darma; Rini Anggraeni
International Journal on Health and Medical Sciences Vol. 2 No. 1 (2023): December: Medical and Health Science
Publisher : Institute of Accounting Research and Novation (IARN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/healmed.v2i1.217

Abstract

More than 50% of 1st trimester pregnancies are accompanied by emesis. Nausea and vomiting in pregnant women is a physiological condition but can have a bad impact if it occurs continuously. The body will become weak, pale and lack fluids so that the blood becomes thick (hemoconcentration). This inhibits the supply of oxygen and nutrients from the mother to the fetus. Emesis can be treated with medication or vitamin B complex or vitamin B6. Non-pharmacological treatments include aromatherapy and hypnotherapy. The aim of this research is to determine the effectiveness of a combination of hypnotherapy and aromatherapy in reducing emesis gravidarum. Quasi experimental research method, one group pre and posttest design. The sample consisted of 30 pregnant women with emesis. Purposive sampling technique. data analysis using the dependent t test. Measuring the nausea scale with the Rhodes index obtained the average nausea and vomiting score before administering the combination aromatherapy and hypnotherapy based on the Rhodes Index in mothers, namely 21.1 and there was a decrease in the score after giving a combination of hypnotherapy and aromatherapy to 18.8. There is a gift effect combination of hypnotherapy and aromatherapy in reducing emesis gravidarum (p-value = 0.001). Based on the research results, it can be concluded administering a combination of hypnotherapy and aromatherapy is effective in reducing emesis gravidarum in first trimester pregnant women.