Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Analisis Faktor-Faktor Risiko Kejadian Dismenore Primer Pada Remaja Putri di Negara Berkembang dan Asia Tenggara : Sistematik Literatur Review (SLR) Chairy, Abdul; Jumhati, Siti; Dharmayanti, Ni Deni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v16i2.2432

Abstract

Latar Belakang: Dismenore primer merupakan masalah kesehatan yang umum dialami oleh remaja putri di berbagai belahan dunia, termasuk negara berkembang dan Asia Tenggara. Kondisi ini dapat memengaruhi kualitas hidup dan aktivitas sehari-hari mereka. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai faktor risiko yang berkontribusi terhadap kejadian dismenore primer pada remaja putri di negara berkembang dan Asia Tenggara berdasarkan studi-studi terkini. Metode: Kajian sistematik dilakukan dengan menggunakan pendekatan PICO dan menganalisis artikel-artikel yang relevan dari database elektronik seperti Science Direct, PubMed, Springer Link, Sage Pub, dan Google Scholar. Kriteria inklusi mencakup artikel berbahasa Inggris, full-text, dan dapat diakses secara gratis, dengan desain penelitian kualitatif, RCT, cross-sectional, quasi-experimental, dan meta-analisis dari tahun 2014 hingga 2024. Peneliti menggunakan metode PRISMA dalam analisis data. Hasil: Dari analisis, teridentifikasi sepuluh artikel relevan membahas faktor-faktor risiko sebagai kontribusi utama terhadap kejadian dismenore primer: Faktor psikologis: Stres dan kecemasan (5 artikel), Faktor sosial: Dukungan sosial dan status ekonomi (4 artikel). Faktor fisik: Pola makan dan aktivitas fisik (3 artikel). Faktor lingkungan: Faktor lingkungan yang memengaruhi kesehatan (2 artikel). Faktor genetik dan hormonal: Penelitian menunjukkan adanya kontribusi faktor genetik dalam 3 artikel.. Hasil menunjukkan bahwa 60% remaja mengalami dismenore, dengan faktor-faktor emosional dan gaya hidup yang signifikan. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor risiko dismenore primer sangat beragam dan dapat dipengaruhi oleh aspek psikologis, sosial, dan gaya hidup. Pendekatan holistik diperlukan untuk mengatasi masalah ini di kalangan remaja putri, termasuk pendidikan kesehatan dan dukungan emosional
Hubungan Ketidaknyamanan Dalam Kehamilan Terhadap Kualitas Tidur Ibu Hamil Trimester III di TPMB D Jakarta Susilawati, Dewi; Damayanti, Dewi Suri; Jumhati, Siti; Pustikasari, Atikah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v16i2.2753

Abstract

Abstract As pregnancy progresses, pregnant women tend to experience sleep problems. These sleep disturbances are generally caused by physical changes during pregnancy that trigger discomfort. In addition, pregnant women who have certain diseases are also at risk of sleep disorders. Poor sleep can cause complications in pregnancy. Research Objective: To determine the relationship between discomfort and sleep quality in third trimester pregnant women at TPMB ‘D’ Tebet South Jakarta. Research Methods: Descriptive quantitative with cross-sectional design. Sample 40 respondents with total sampling technique. The research instrument used a discomfort questionnaire and PSQI. Data analysis using Chi-square test. Research results: Most of the respondents experienced discomfort in the category of disturbance as many as 25 respondents (62.5%). Most of the respondents had poor sleep quality as many as 23 respondents (57.5%). Based on the Chi-square test, the p-value <0.000 is smaller than 0.05, it is concluded that there is a relationship between discomfort and sleep quality in third trimester pregnant women at TPMB D Tebet South Jakarta, thus Ha is accepted. Keywords : Pregnant women, discomfort, sleep quality
Pengaruh Pemberdayaan Status Gizi Dengan Kejadian Preeklampsia Pada Ibu Hamil Trimester 3 Harahap, Erwinsyah Hasyim; Jumhati, Siti
Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jkmp.v4i1.2070

Abstract

Latar Belakang: Preeklampsia merupakan salah satu komplikasi serius yang dapat terjadi selama kehamilan, terutama pada trimester ketiga, dan memiliki dampak yang signifikan terhadap kesehatan ibu hamil dan janin. Pemberdayaan status gizi dapat menjadi faktor yang berpotensi mengurangi risiko preeklampsia dengan meningkatkan pengetahuan dan praktik gizi ibu hamil.Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan two-group pretest posttest, melibatkan 64 responden ibu hamil yang dipilih secara purposive. Kelompok intervensi menerima pemberdayaan terkait dengan status gizi, sementara kelompok kontrol tidak menerima intervensi. Data pengetahuan ibu hamil tentang status gizi dikumpulkan sebelum dan setelah intervensi, dan dianalisis menggunakan Uji t-dependent/Paired T-Test.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan ibu hamil tentang status gizi setelah mendapatkan pemberdayaan. Terdapat peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan ibu hamil tentang status gizi dari pretest ke posttest, baik di kelompok intervensi maupun kontrol. Analisis statistik menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan tentang gizi terkait dengan penurunan risiko kejadian preeklampsia pada ibu hamil trimester 3.Kesimpulan dan Saran: Pemberdayaan status gizi dapat berperan dalam mengurangi risiko preeklampsia pada ibu hamil dengan meningkatkan pengetahuan dan praktik gizi. Implikasi klinis dari temuan ini menyoroti pentingnya pemberdayaan status gizi dalam upaya pencegahan preeklampsia pada ibu hamil. Hasil ini memberikan dasar bagi pengembangan intervensi yang lebih efektif dalam menjaga kesehatan ibu hamil dan janin.
PENGARUH PEMBERIAN AIR KELAPA MUDA TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA MENOPAUSE DENGAN HIPERTENSI DI KELURAHAN TAMANAN KECAMATAN MOJOROTO KOTA KEDIRI Fatimah, Sundari; Jumhati, Siti; Pustikasari, Atikah; Damayanti, Dewi Suri
Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jkmp.v3i1.2766

Abstract

Wanita menopause memiliki tekanan darah yang lebih tinggi. Hal ini menyebabkan hormon pada ovarium dapat memodulasi tekanan darah. Minuman air kelapa muda merupakan salah satu solusi yang dapat digunakan untuk menambah asupan Kalium agar dapat menyeimbangi kadar Natrium sehingga tekanan darah kita terjaga. Air kelapa muda ini mempunyai kalium sebesar 290 mg per 100 ml. Jumlah tersebut termasuk tinggi sehingga dapat digunakan sebagai terapi pada pasien hipertensi untuk mengontrol tekanan darahnya agar tidak terlalu tinggi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis Pengaruh Pemberian Air Kelapa Muda Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Menopause Dengan Hipertensi di Kelurahan Tamanan Kecamatan Mojoroto Kota Kediri. Tahap penelitian adalah (1) mengambil data penelitian dengan data primer menopause atau observasi secara langsung, (2) kegiatan penelitian dan apabila responden setuju maka diberikan perlakuan pemberian air kelapa muda serta dilakukan pengukuran tekanan darah pada menopause dengan hipertensi sebelum dan sesudahnya, (3) analisis data. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dan Metode yang digunakan quasy eksperiment. Responden dalam penelitian ini adalah menopause yang mengalami hipertensi di Kelurahan Tamanan Kecamatan Mojoroto Kota Kediri. Teknik sampling penelitian ini adalah Total Population. Data yang dikumpulkan meliputi data primer menggunakan lembar observasi dan hasil penelitian dianalisis dengan Uji T sampel berpasangan. Teknik analisis yang digunakan yaitu analisis univariat, dan bivariat. Hasil Penelitian menunjukkan (1) Tekanan darah responden sebelum diberikan air kelapa muda yaitu nilai mean sistolik sebesar 165,00 mmHg dan mean diastolik sebesar 111,25 mmHg, (2) Tekanan darah responden sesudah diberikan air kelapa muda yaitu nilai mean sistolik sebesar 146,25 mmHg dan mean diastolik sebesar 98,13 mmHg, (3) Ada pengaruh pemberian air kelapa muda terhadap perubahan tekanan darah pada menopause penderita hipertensi dengan selisih sistolik sebesar 18,750 mmHg dan selisih diastolik sebesar 13,125 mmHg. Dari data di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa kelompok intervensi yang diberikan air kelapa muda mengalami penurunan hipertensi dibandingkan kelompok kontrol yang tidak diberikan air kelapa muda. Diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai informasi untuk para menopause agar dapat mengkonsumsi air kelapa muda secara rutin untuk membantu mengontrol tekanan darah pada menopause sehingga dapat mengurangi angka kematian yang disebabkan oleh hipertensi. Kata Kunci: Air Kelapa Muda, Hipertensi, Tekanan Darah, Menopasue.
The Effectiveness of the Snakes and Ladders Game in Improving Knowledge, Attitudes, and Behavior in Preventing Anemia in Adolescent Girls Prahastuti, Brian Sri; Jumhati, Siti; Kurnia, Ai Lela
Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jkmp.v5i2.3058

Abstract

Anemia among adolescent girls remains a significant public health concern, with a prevalence of 36% in Sukabumi District in 2024. The main contributing factors include iron deficiency, unbalanced dietary patterns, and limited nutritional knowledge. Engaging educational interventions are urgently needed to improve adherence to anemia prevention programs, particularly iron supplementation, free health screenings for adolescents, and the Free Nutritious Meal initiative. This study examined the effectiveness of a modified snakes-and-ladders–based educational game incorporating anemia-related content. A quasi-experimental quantitative design with a two-group pretest–posttest approach was employed, involving 80 adolescent girls in 2025. Data analysis utilized normality testing (skewness), paired t-tests, independent t-tests, and the N-Gain test. The mean knowledge score increased by 2.3 points, attitude score by 3.3 points, and behavior score by 2.4 points. Paired t-test results in the intervention group showed significant improvements in knowledge (p = 0.001), attitudes (p = 0.001), and behaviors (p = 0.001) before and after the intervention. Similarly, the control group demonstrated differences in knowledge (p = 0.001), attitudes (p = 0.001), and behaviors (p = 0.001) over time. Post-intervention independent t-tests indicated significant differences between the intervention and control groups in knowledge (p = 0.001), attitudes (p = 0.001), and behaviors (p = 0.001). The N-Gain analysis revealed an average score of 58,4% (moderately effective) in the intervention group and 23% (ineffective) in the control group. These findings indicate that the educational snakes-and-ladders game is moderately effective in enhancing knowledge, attitudes, and behaviors related to anemia prevention. It is recommended that the Health and Education Offices integrate this game into extracurricular programs and school-based health checks as a complementary strategy to the Free Nutritious Meal initiative.
The Relation of Food Taboo, Diet Patern and Anaemia Among Pregnant Women in Puskesmas Cipayung Prahastuti, Brian Sri; Jumhati, Siti; Meilani, Reni
Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jkmp.v5i2.3066

Abstract

Anemia is a global public health problem. The prevalence of anemia in pregnant women in Indonesia reaches 27.7%, while anemia in third-trimester pregnant women at the Cipayung Community Health Center in January–May 2025 was recorded at 14.35%. Several factors influence the incidence of anemia in pregnant women, including sociocultural factors, diet, income, and knowledge. A good diet for pregnant women should include sources of carbohydrates, protein, fat, vitamins, and minerals, tailored to the needs of the pregnancy. This study aims to determine the risk factors for anemia in pregnant women due to the influence of cultural taboos and dietary patterns. This study design uses a quantitative analytical method with a cross-sectional approach. This study was conducted in July 2025, the population was pregnant women who underwent ANC examinations at the Cipayung Community Health Center with a sample of 105 respondents. Data analysis of this study began with univariate data analysis, simple correlation tests, using the Chi-square method and subsequent analysis using multiple logistic regression tests. The results of the multivariate analysis study showed that the cultural variables of food taboos (p.value = 0.003 with OR 5.569), dietary patterns (p.value = 0.043 with OR 2.759) were associated with the incidence of anemia in pregnant women, nutritional adequacy (p = 0.003; OR = 5.113) was associated with the incidence of anemia. Suggestions for education to be carried out in the 20-35 year age group about dietary patterns and cultural food taboos.
The Relationship Between Credentials and SOP Compliance with the Performance of Other Health Workers at Balaraja Regional Hospital Sutanto; Djaali, Nur Asniati; Jumhati, Siti
Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jkmp.v5i2.3155

Abstract

According to data from the Balaraja Regional Hospital's quality subcommittee, there has been a decline in the performance of other healthcare workers, including miscommunication, lack of patient information, errors in medication inventory records, and inadequate staffing to handle certain medical devices or procedures. This can significantly impact the overall quality of healthcare services provided to patients. Aims To determine the relationship between credentials and compliance with SOP on the performance of other healthcare workers at Balaraja Regional Hospital. This type of research is an observational analytic with a cross-sectional approach. The sample of this study was 115 non-medical and non-nursing personnel at Balaraja Regional Hospital. The sampling technique used a stratified random sampling method. Data were analyzed bivariately using the chi-square test and multivariate analysis using multiple logistic regression. There is a significant relationship between credentials variables and the performance of other healthcare workers after being controlled by education with a p value of 0.004 (p < α 0.05) and there is a significant relationship between compliance with SO0P on the performance of other healthcare workers after being controlled by education with a p value of 0.020 (p < α 0.05). Based on the characteristics of the respondents, most were female, aged >35 years and had a Bachelor's degree. Most respondents performed well, and had competent credential assessments and complied with Standard Operating Procedures. There was a significant relationship between the credential variable and the performance of other health workers at Balaraja Regional Hospital after being controlled by education. It was also known that there was a significant relationship between the SOP compliance variable and the performance of other health workers at Balaraja Regional Hospital after being controlled by education. The most dominant variable related to the performance of other health workers at Balaraja Regional Hospital was credentials. Improve the credential system by adjusting the instrument and credential planning according to competency development, maintaining a credential sub-committee that assesses competency objectively by training credential assessors. Conduct regular socialization of SOP, provide clear, concise, and easy-to-understand SOP.