Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Uji aktivitas penyembuhan luka sayat menggunakan sediaan patch ektrak etanol daun jambu biji (psidium guajava l.) secara in vivo Hafidz, Mulyadi Dai Muhammad; Rizkulloh, Lina Rahmawati; Nofriyaldi, Ali
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52216/jfsi.vol8no2p100-107

Abstract

The ethanol extract of (Psidium guajava L.) leaves, containing key phytocmhemicals such as tannins, flavonoids, and saponins, has demonstrated potential in enhancing wound repair. This research aimed to formulate a transdermal patch and investigate its in vivo wound-healing activity. Extraction was carried out through maceration of the simplicia using 96% ethanol as the solvent. Patches were formulated with HPMC and PVP, containing 2.5%, 5%, and 10% extract (F1, F2, F3). Physical evaluation (homogeneity, pH, thickness, adhesion) was performed. Rabbits (n=5) with a 2 cm dorsal incision were treated daily with patches (F1-F3), A negative control was represented by a (patch without extract) while the positive control used (povidone-iodine). Wound length was measured for 7 days. All evaluations met the physical requirements except pH at (F2: 6,6±0,1; F3: 6,8±0,1). F3 (10% extract) showed the highest wound healing activity, reducing wound length to 2 mm on day 7, significantly better than the control (7 mm) and lower concentrations (F1: 4 mm; F2: 3 mm). Guava leaf extract patches were effective at healing incised wounds, with concentration-dependent efficacy.
Formulasi Sediaan Mouthwash Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata L.) dengan Penambahan Variasi Konsentrasi Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera L.) sebagai Antibakteri Nofriyaldi, Ali
Journal of Islamic Pharmacy Vol 10, No 2 (2025): J. Islamic Pharm.
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jip.v10i2.32475

Abstract

Karies gigi adalah suatu kondisi kronis yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans yang dapat menyebabkan timbul plak gigi yang berlubang. Daun sirsak dan daun kelor mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan mouthwash kombinasi ekstrak daun sirsak dan daun kelor serta aktivitas antibakterinya terhadap Streptococcus mutans. Metode ekstraksi dengan maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Skrining fitokimia meliputi uji alkaloid, tanin, flavonoid, terpenoid, saponin, dan polifenol. Formulasi mouthwash ekstrak daun sirsak dikombinasikan dengan ekstrak daun kelor dengan tiga variasi konsenstrasi yaitu F1 (2,5%), F2 (5%), dan F3 (10%). Evaluasi sediaan mouthwash meliputi uji organoleptik, pH, bobot jenis, dan viskositas, sedangkan pengujian antibakteri menggunakan metode sumuran. Hasil penelitian menunjukkan senyawa yang terdapat pada daun sirsak yaitu tanin, alkaloid, steroid, favonoid, saponin, dan polifenol, sedangkan daun kelor mengandung alkaloid, polifenol, tanin, favonoid, dan saponin. Hasil evaluasi sediaan mouthwash menunjukan ketiga formula memenuhi persyaratan. Uji aktivitas antibakteri pada ketiga formula mempunyai nilai diameter zona hambat 9,75 ± 0,06 mm (F1), 12,46 ± 0,003 mm (F2), dan 14,27 ± 0,008 mm (F3). F1 termasuk dalam kategori sedang, sedangkan F2 dan F3 termasuk kategori kuat. Dapat disimpulkan bahwa penambahan ekstrak daun kelor pada sediaan mouthwash ekstrak daun sirsak dapat meningkatkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Streptococcus mutans. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak daun kelor, maka semakin meningkat nilai zona hambat antibakterinya.