Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pengenalan & Edukasi Tentang Peningkatan Pengetahuan Keluarga Tentang Perawatan Anggota Keluarga Yang Beresiko Mengalami Serangan Jantung Di UPTD Puskesmas Gurah Kabupaten Vela Purnamasari; Wahyu Tanoto; Enur Nurhayati Muchsin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 7 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i7.2277

Abstract

Serangan jantung (infark miokard) adalah darurat medis serius saat aliran darah ke otot jantung terhambat, biasanya karena sumbatan plak di arteri koroner, yang menyebabkan kerusakan atau kematian otot jantung. Gejalanya meliputi nyeri dada kiri seperti ditekan, menjalar ke leher/lengan, sesak napas, dan keringat dingin. Penatalaksanaan non farmakologis dengan cara modifikasi gaya hidup dengan selalu menerapkan pola hidup sehat. Penerapan pola hidup yang sehat pada pasien beresiko terjadinya serangan jantung sangat dipengarungi oleh support yang diberikan oleh keluarga. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengenalan dan edukasi pada keluarga tentang pentingnya perawatan keliuarga pada pasien beresiko serangan jantung dirumah melalui pengenalan dan edukasi. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan melalui penyuluhan dengan melibatkan 27 keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan resiko terjadinya serangan jantung yang meliputi pasien hipertensi, hiperglikemia serta kolesterol tinggi. Pelaksanaan kegiatan pengabdian dilakukan dalam 2 sesi yakni : pengenalan dan edukasi tentang perawatan keluarga pada pasien beresiko serangan jantung. Tanya jawab hasil dari kuesioner yang telah di isi oleh responden. Hasil kegiatan pengabdian adalah terjadi peningkatan pengetahuan dan kemampuan keluarga dalam memahami tentang perawatan pasien beresiko serangan jantung di rumah yakni yang sebelumnya pengetahuan keluarga dari sebagian besar (59%) dalam kategori kurang (sebelum kegiatan) meningkat menjadi hampir setengah (44%) dalam kategori baik. Edukasi dan pengenalan dapat meningkatkan pemahaman keluarga tentang modifikasi gaya hidup dan tata cara perawatan anggota keluarga yang beresiko mengalami serangan jantung. Metode pengenalan dan edukasi dapat dijadikan sebagai salah satu media penyampaian informasi dalam peningkatan kemampuan keluarga dalam perawatan anggota keluarga beresiko mengalami serangan jantung dirumah.
EDUKASI KESEHATAN REPODUKSI PADA REMAJA Widyasih Sunaringtyas; Nove Lestari; Enur Nurhayati Muchsin; Ariani Sulistyorini
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 4 No. 3 (2026): Juni
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v4i3.4185

Abstract

Remaja pertengahan mengalami perubahan fisik yang semakin sempurna. Pada tahap ini remaja mulai mencari identitas diri, timbul keinginan untuk berkencan dengan lawan jenis, berkhayal tentang aktifitas sex. Selain itu cenderung berperilaku agresif yang ditandai dengan emosi berlebih dalam merespon kejadian. Perubahan fisik maupun emosi remaja memerlukan edukasi yang benar dan sesuai tahap perkembanganya agar remaja mempunyai pemahaman yang benar tentang kesehatan reproduksi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman remaja tentang kesehatan reprodukasi di SMAN 1 Plosoklaten. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini menggunakan metode edukasi tentang kesehatan reproduksi. Kegiatan dilaksakanan pada tanggal 9-12 Maret 2026 di SMAN 1 Plosoklaten Kediri, dengan jumlah 40 orang remaja. Instrumen yang digunakan untuk mengetahui peningkatan pemahaman menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan persentase. Kegiatan ini menjelaskan tentang perubahan sistem reproduksi, SADARI, Kebersihan sistem reproduksi, resiko sex bebas dan pernikahan usia dini. Metode yang digunakan untuk edukasi pemaparan materi dan simulasi. Untuk evaluasi dilakukan menggunakan google form. Hasil pemahaman sebelum edukasi menunjukkan nilai rata-rata 62,5 dan setelah dilakukan edukasi, hampir seluruhnya menunjukkan nilai baik, dengan rata rata 87, 6. Edukasi ini penting dilakukan secara konsisten agar setiap siswa siswi dapat menjaga kesehatan reproduksi dan mencegah perilaku negatf tentang sexual, baik oleh guru yang berkaitan dengan bidang ilmu atau PIC R.
Pelaksanaan Teknik Relaksasi Nafas Dalam Upaya Penurunan Nyeri Saat Dismenorea Pada Remaja Putri Enur Nurhayati Muchsin; Frisca Nanda Febriani
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 6 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v6i1.251

Abstract

Latar Belakang: Relaksasi nafas dalam merupakan teknik yang digunakan untuk mengurangi nyeri pada saat dismenorea. Penerapan teknik relaksasi nafas dalam harus sesuai dengan standart operasional agar hasil yang diharapkan dapat maksimal dalam mengurangi nyeri saat dismenorea. Banyak remaja putri yang tidak melaksanakan teknik relaksasi nafas dalam saat dismenorea. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan teknik relaksasi nafas dalam upaya penurunan nyeri saat dismenorea di Prodi D3 Keperawatan STIKES Karya Husada Kediri. Metode: Desain penelitian deskriptif, populasi penelitian 129 responden dan sampel 56 responden, teknik Purposive Sampling, instrument penelitian lembar checklist. Pelaksanakan penelitian pada tanggal 27 April - 27 Maret 2023. Variabel penelitian ini adalah pelaksanaan teknik relaksasi nafas dalam upaya penurunan nyeri pada remaja putri. Hasil: 56 responden, menunjukkan bahwa hampir seluruh responden memiliki pelaksanaan baik sebanyak 82% dan sebagian kecil dari responden memiliki pelaksanaan cukup sebanyak 18%. Kesimpulan: Hampir seluruhnya mahasiswa putri melaksanakan tehnik relaksasi nafas dalam pada Dismenorea.