Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Health

Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Hipertensi dengan Pendekatan Terapi Non Farmakologis Setya Budi, Mohammad Farhan; Widada, Wahyudi
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 3 (2024): Mei
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i3.47

Abstract

Hipertensi merupakan satu kondisi yang mana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah sistolik hingga lebih dari 140 mmHg dan diastolik kurang dari 90 mmHg, hipertensi dapat dibagi menjadi dua jenis, antara lain hipertensi primer atau yang masih belum diketahui penyebabnya dan juga hipertensi skunder yang sudah diketahui penyebabnya. Dalam penelitian ini metode yang digunakan dalam pelaksanaan Karya Tulis Ilmiah ini adalah Case Study dengan objek penelitian dua orang klien. Dari penelitian yang telah dilaksanakan didapatkan hasil seperti penurunan tekanan darah, serta penurunan skala nyeri. Setelah dikakukan asuhan keperawatan pada klien Ny. S dan Tn. I dengan masalah keperawatan nyeri akut, di Kelurahan Tenggarang, Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, selama 3 hari pada tanggal 16 – 18 Mei 2023, didapatkan hasil penurunan dari tekanan darah dan juga penurunan skala nyeri pada klien. Kesimpulan dari penulisan Karya Tulis Ilmiah ini menunjukkan bahwa dengan mengkonsumsi minuman herbal seperti rebusan daun seledri cukup efeltik untuk menurunkan tekanan darah klien yang disertai nyeri.
Asuhan Keperawatan pada Pasien Hiperglikemia dengan Pendekatan Terapi Komplementer Madani, Ridho Fridayasano; Widada, Wahyudi
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 3 (2024): Mei
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i3.48

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit yang tidak dapat berjangkit. Terapi komplementer adalah pengembangan terapi tradisional, yang mencakup integrasi metode pengobatan modern dan bertujuan untuk mempengaruhi keharmonisan individu dari sudut pandang biologis, psikologis, dan spiritual. Beberapa hasil terapi terpadu ini telah lolos uji klinis dan dianggap setara dengan obat-obatan modern. Hal ini sesuai dengan pendekatan pengasuhan yang memandang manusia secara utuh dan mencakup aspek biologis, psikologis, sosial dan spiritual Penyakit ini memiliki tempat dengan kumpulan penyakit metabolik yang digambarkan oleh hiperglikemia kronis karena kelainan pada sekresi bergantungan pada insulin, sedangkan diabetes melitus tipe 2 tidak bergantungan pada insulin. Tujuan pada studi kasus ini bertujuan untuk membahas mengenai masalah pada asuhan keperawatan pada pasien yang mengalami Hiperglikemia dengan Ketidakstabilan Kadar Glukosa Dalam Darah di Kecamatan Kalisat. Metode yang digunakan yakni jenis terapi komplementer dari ramuan herbal. Hasil pada pasien hiperglikemia dengan perbandingan antara 2 klien didapatkan diagnosa yang sama yaitu ketidakstabilan kadar glukosa dalam darah. Kesimpulan yang bisa ditarik dari hasil studi kasus ini adalah asuhan keperawatan yang tepat akan membantu menyelesaikan masalah klien pada ketidakstabilan kadar glukosa dalam darah.
Asuhan Keperawatan pada Pasien Luka Bakar Derajat II dengan Diagnosis Keperawatan Nyeri Akut Rachma Dini, Tiara Mauliddiya; Widada, Wahyudi
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 3 (2024): Mei
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i3.49

Abstract

Nyeri luka bakar ini merupakan sensasi yang tidak menyenangkan akibat kerusakan pada jaringan kulit. Nyeri yang tidak dapat tertangani dengan baik dapat menimbulkan disabilitas pada pasien hingga menjadi risiko infeksi. Tujuan: pada studi kasus ini bertujuan untuk membahas mengenai masalah pada asuhan keperawatan pada pasien yang mengalami luka bakar derajat II dengan diagnosis keperawatan nyeri akut di Rumah Sakit Daerah Kalisat. Metode : studi kasus pada 2 pasien dengan luka bakar grade II B dengan luas luka bakar 18%. Hasil : pada pasien luka bakar ditemukan diagnosis nyeri akut dengan pemenuhan kebutuhan cairan. Menggunakan penanganan nyeri dengan teknik relaksasi napas dalam. Kebutuhan cairan yang digunakan ialah cairan ringer laktat (RL) dengan menggunakan rumur Park Land. Kesimpulan : perawatan pada pasien luka bakar derajat II dengan diagnosis keperawatan nyeri akut dilakukan secara holistik mulai dari pengkajian yang di dapatkan ialah luas luka bakar 18% di bagian perut 9% dan paha sebelah kiri 9%. Diagnosis keperawatan nyeri akut berhubungan dengan agen pencendera fisik (terbakar) ditandai dengan pasien tampak meringis kesakitan. Dan pada intervensi terapeutik yang diberikan teknik relaksasi napas dalam. Pada evaluasi yang di dapatkan yakni nyeri pasien luka bakar derajat II dari skala 7 turun menjadi skala 3.
Asuhan Keperawatan dengan Gangguan Mobilitas Fisik pada Klien CVA Infark (Cerebrovaskuler Accident) Anggraeni, Lusiana Dwi; Widada, Wahyudi
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 4 (2024): Agustus
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i4.53

Abstract

Cerebrovascular accident (CVA) infark adalah penyakit yang terjadi ketika Berhentinya pasukan darah yang menuju otak terganggu atau bahkan berkurang sehingga bisa Mengakibatkan jaringan otak mengalami kekurangan oksigen dan nutrisi. Penyakit ini dapat mengancam nyawa seseorang sehingga menyebabkan kecacatan yang permanen dalam otak. CVA meingakibatkan keirusakan disuatu bagian otak, diantaranya seipeirti gangguan mobilitas fisik. Gangguan mobilitas fisik meirupakan proseis keitika meinurunnya geirakan fisik pada tubuh seihingga meingakibatkan keiteirbatasan baik satu maupun leibih pada eikstrimitas. Desain penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Partisipan yang digunakan adalah 2 klien yang didiagnosis medis CVA infark dengan masalah gangguan mobilitas fisik. Data yang dikumpulkan yaitu hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil peneleitian dari pengkajian Tn. B dan Ny. S mengalami sulit menggerakkan ekstermitas sebelah kiri, diagnosis keperawatan pada TN. B dan Ny. S adalah gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan keirusakan neiuromuscular yang diitandaii deingan gangguan neiuromotoriik pada kliiein, intervensi keperawatan yang dilakukan adalah dukungan mobillisasi kepada pasien, implementasi keperawatan dilakukan selama 3x24 jam kepada ke dua pasien dan didapatkan evaluasi keperawatan terhadap klien 1 dan 2 setelah dilakukan asuhan keperawatan pergerakan ektermitas, kekuatan otot dan ROM meningkat dapat mencapai skor yang di targetkan. Kesimpulan dari penelitian ini intervensi dukungan mobilisasi tepat diberikan pada pasien stroke dengan masalah keperawatan ganggua mobilitas fisik, hal ini dibuktikan dengan tercapainya skor target yang ditentukan.
Asuhan Keperawatan pada Pasien Hipertensi dengan Penerapan Terapi Komplementer Bekam Fathonah, Lina Taniatul; Widada, Wahyudi
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 1 (2024): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i1.67

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit pembuluh darah yang mencegah darah memasok oksigen dan nutrisi ke jaringan tubuh sehingga menyebabkan jantung tidak berfungsi.Terapi tambahan yang saat ini sedang populer dan dipercaya oleh masyarakat umum untuk pengobatan hipertensi antara lain bekam. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk menunjukkan bagaimana asuhan keperawatan komplementer menangani kasus hipertensi di Curahdami Bondowoso. Metode : Desain penelitian adalah studi kasus. Penelitian dilakukan dari tanggal 21 Juni 2023 sampai 26 Juni 2023 di Curahdami Bondowoso. Ada dua sampel yang diambil secara purposive dari semua orang tua yang menderita Hipertensi. Format penelitian dan evaluasi keperawatan komplementer digunakan sebagai instrumen pengumpulan data. Pengukuran, Observasi, dan wawancara adalah studi pengumpulan data. Hasil pembahasan: setelah dilakukan pemeriksaan tanda- tanda vital pada Tn. H diketahui TD: 170/90 mmHg sedangan Ny. I 160/100 mmHg.
Pengaruh Dukungan Spiritual (Spiritual Support) terhadap Tingkat Kecemasan pada Pasien Pra Operasi di Ruang Bedah R.S.D Balung Prawiro, Mochammad Iqbal Yudo; Handayani, Luh Titi; Widada, Wahyudi
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 1 (2024): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i1.73

Abstract

Pra operasi merupakan masa sebelum dilakukannya tindakan pembedahan yang dimulai sejak di tentukannya persiapan pembedahan dan berakhir sampai pasien berada dimeja bedah. Pengaruh tindakan pembedahan yang dilakukan merupakan ancaman potensial maupun aktual terhadap intergritas seseorang yang dapat membangkitkan reaksi stres secara fisiologis maupun psikologis, salah satu upaya dalam menangani kecemasan menjalani operasi yakni dengan pemberian dukungan spiritual.Tujuan: Penelitian ini untuk mengidentifikasi perbedaan tingkat kecemasan pasien pra operasi sebelum dan sesudah diberikannya dukungan spiritual (Spiritual Support) di ruang bedah RSD Balung. Desain Penelitian: Desain penelitian menggunakan pra eksperiment dengan pendekatan pra test-post test one group design. Populasi pasien pra operasi sebanyak 138 pasien. Sampel yang digunakan sebanyak 30 responden. Sampling menggunakan non probabilty sampling dengan teknik quota sampling. Pengumpulan data dukungan spiritual menggunakan lembar SOP sedangkan tingkat kecemasan menggunakan lembar kuesioner. Analisis data menggunakan uji wilcoxon dengan tingkat signifikan (a=5% atau 0,05) apabila p value <0,05. Hasil: Hasil sebelum diberikannya dukungan spiritual mayoritas dalam kategori panik sebanyak 17 orang dengan prasentase 56,7%,dan sesudah diberikannya dukungan spiritual tingkat kecemasan pasien mengalami penurunan mayoritas kategori cemas sedang sebanyak 26 orang dengan prasentase 86,7%. Kesimpulan: Ada pengaruh dukungan spiritual terhadap tingkat kecemasan pada pasien pra operasi di ruang bedah Rumah Sakit Daerah Balung.
The Relationship Of Incident Insomnia With The Level Of Depression In The Elderly At Panti Sosial Tresna Wredha (PSTW) Jember Habiburrahman, Dwi; Sofia Rhosma; Wahyudi Widada
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 2 (2025): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i2.366

Abstract

Insomnia is a sleep disorder in the elderly that can cause depression. The prevalence of insomnia in the elderly is quite large, with 50% of the total elderly population experiencing insomnia. The aim of this study was to determine the relationship between the incidence of insomnia and the level of depression in the elderly at the Tresna Werdha Social Services UPT (PSTW) Jember. Correlational research design with a cross sectional approach. The population in this study were 62 elderly people at UPT PSTW Jember with independent daily activities. The sampling technique in research uses cluster sampling. The number of samples based on the results of the fraction per cluster formula calculation was 54 people. This research was conducted in October-November 2023. The data collection technique used a questionnaire. The relationship between the incidence of insomnia and the level of depression in the elderly at UPT PSTW Jember using Spearmen Rho statistical analysis. The research results showed that 43 elderly were women, 50 elderly aged 70-80 years, 51 elderly whose marital status was divorced and discontinued and 45 elderly did not go to school. The statistical test results show that ρ value = 0.000 with α = 0.05. This explains that there is a relationship between the incidence of insomnia and the level of depression in the elderly at UPT Social Services Tresna Werdha (PSTW) Jember.