Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Efektivitas Model Problem Based Learning Berbasis Outdoor Study terhadap Hasil Belajar Geografi Kelas X SMA Negeri 1 Majene Kusuma, Ananda Tryo; Maddatuang, Maddatuang; Hasriyanti, Hasriyanti; Amdah, Misdar; Abidin, Muhammad Rais
LaGeografia Vol 24, No 1 (2025): October
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v24i1.75983

Abstract

Geography learning requires a strong connection between theoretical concepts and real environmental conditions; therefore, an instructional model that provides direct learning experiences is needed. This study aims to determine the effectiveness of the Problem Based Learning (PBL) model integrated with Outdoor Study on the geography learning outcomes of tenth-grade students at SMA Negeri 1 Majene. A quantitative approach was employed using a Pretest–Posttest Control Group design, with the sample selected through purposive sampling. The research instruments included achievement tests, student response and activity questionnaires, and an N-gain analysis to measure learning improvement. The results indicate that the PBL model with Outdoor Study is more effective than conventional teaching, with an average score of 82.75 in the experimental class compared to 66.88 in the control class. The N-gain score of the experimental class reached 0.66 (high category), while the control class obtained only 0.14 (low category). Furthermore, students’ responses toward the learning model showed a positive category. Therefore, it can be concluded that the PBL model based on Outdoor Study is effective in improving geography learning outcomes.AbstrakPembelajaran geografi menuntut adanya keterkaitan antara konsep teoritis dengan realitas lingkungan, sehingga diperlukan model pembelajaran yang mampu menghadirkan pengalaman belajar secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model Problem Based Learning (PBL) berbasis Outdoor Study terhadap hasil belajar geografi siswa kelas X SMA Negeri 1 Majene. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pretest-Posttest Control Group, dan sampel ditentukan melalui teknik purposive. Instrumen yang digunakan meliputi tes hasil belajar, angket respon dan aktivitas siswa, serta analisis peningkatan nilai melalui perhitungan N-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL berbasis Outdoor Study lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional, dengan rata-rata hasil belajar 82,75 pada kelas eksperimen dan 66,88 pada kelas kontrol. Nilai N-gain pada kelas eksperimen sebesar 0,66 (kategori tinggi), sedangkan kelas kontrol hanya 0,14 (kategori rendah). Selain itu, respon siswa terhadap pembelajaran menunjukkan kategori positif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model PBL berbasis Outdoor Study efektif dalam meningkatkan hasil belajar geografi.
Evaluasi Kesesuaian Rencana Tata Ruag Wilayah (RTRW) Kota Makassar Tahun 2024 Mutia, Nurul; Abidin, Muhammad Rais; Yanti, Jeddah
Indonesian Journal of Fundamental and Applied Geography Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/a8mhsd72

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang disajikan secara deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi tutupan di Kota Makassar tahun 2024 dan tingkat kesesuaian dengan rencana tata ruang wilayah Kota Makassar tahun 2024. Metode yang diguanakan yaitu kuantitatif deskriptif, serta observasi. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa tutupan lahan Kota Makassar terbagi menjadi 6 kelas yaitu badan air, Kawasan terbangun, tambak, Semak belukar, mangrove dan sawah. Tutupan lahan yang mendominasi adalah Kawasan terbangun dengan luas 13.520,97 Ha dengan persentase 76,92% dan tutupan lahan yang paling sedikit adalah Semak belukar seluas 37,93 Ha dengan persentase 0,22%. Berdasarkan hasil dari overlay peta tutupan lahan dengan pola ruang Kota Makassar tahun 2024 diperoleh 15.565,74 Ha (68,90%) dan 2.011,26 Ha (8,90%) tidak sesuai dengan pola ruang yang telah direncakan serta seluas 5.015 Ha (22,20%) yang masih dalam prediksi kesesuaian. Dengan demikian, penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pemerintah serta masyarakat dalam memperbaiki ketidaksesuaian tata ruang, dan memastikan pembangunan Kota Makassar berjalan sesuai RTRW yang telah ditentukan.
Coral Reef Condition in the Waters of Karampuang Tourism Island, West Sulawesi Province Nur, Rahmi; Atjo, Andi Arham; Abidin, Muhammad Rais; Liani, Ahyani Mirah
Teknosains Vol 19 No 3 (2025): September-Desember
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v19i3.63270

Abstract

Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem pesisir yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi dan berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Perairan Pulau Karampuang di Provinsi Sulawesi Barat dikenal sebagai kawasan wisata bahari dengan potensi ekosistem terumbu karang yang cukup luas. Namun, aktivitas wisata dan tekanan lingkungan berpotensi memengaruhi kondisi terumbu karang di wilayah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi terumbu karang yang terdapat di perairan Pulau Karampuang. Penelitian ini berlokasi di Pulau Karampuang dengan mengambil enam titik pengamatan sebagai keterwakilan kondisi terumbu karang. Metode pengamatan yang digunakan yaitu dengan metode UPT (Underwater Photo Transect). Pada setiap stasiun penelitian dipasang transek sepanjang 50 m sejajar garis pantai, sepanjang transek tersebut dilakukan pengambilan foto bawah air secara sistematis dengan bidang foto berukuran 1 × 1 m sehingga diperoleh sejumlah foto yang merepresentasikan kondisi terumbu karang pada satu stasiun. Parameter utama yang dianalisis adalah persentase tutupan karang hidup (coral cover), yang dihitung berdasarkan kategori hard coral (HC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi terumbu karang hidup (coral cover) di Pulau Karampuang dalam kategori “Buruk” sampai “Baik”. Terdapat dua stasiun dalam kodisi baik, tiga dalam kondisi “Sedang” dan satu stasiun dalam kondisi “Buruk”. Berdasarkan variasi kondisi terumbu karang tersebut, diperlukan pengelolaan terumbu karang yang terintegrasi serta monitoring jangka panjang, terutama pada stasiun dengan kondisi sedang hingga buruk, guna mendukung upaya konservasi dan keberlanjutan ekosistem terumbu karang di Pulau Karampuang.