Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan  Kualitas  Tidur Dengan Tekanan Darah  Pada  Lansia Hiperensi Di Desa  Batu Belah  Wilayah Kerja UPT Puskesmas Air Tiris Devi Nuryanto; Dewi Anggriani Harahap; Indrawati
Catha : Jurnal Penelitian Kreatif dan Inovatif Vol. 1 No. 4 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/catha.v1i4.80

Abstract

Hipertensi merupakan kasus paling banyak yang ditemukan saat ini dengan angka prevalensi 22% dari total penduduk dunia. Peningkatan tekanan darah penderita hipertensi dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor di antaranya kualitas tidur. Kualitas tidur yang buruk dapat menyebabkan perubahan fisiologis tubuh dimana sistem keseimbangan antara pengaturan sistem saraf simpatis dan parasimpatis terganggu, dan juga dapat mempengaruhi keseimbangan hormon kostisol di dalam tubuh sehingga cenderung terjadi peningkatan tekanan darah. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kualitas  tidur dengan tekanan darah pada lansia hipertensi di desa Batu Belah wilayah kerja UPT Puskesmas Air Tiris. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan cross sectional. Penelitian dilakukan di desa Batu Belah Wilayah Kerja UPT Puskesmas Air Tiris. Waktu penelitian dilakukan dari tanggal 8-12 Oktober 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia hipertensi usia 60-69 tahun periode Januari-April tahun 2022 di desa Batu Belah yang berjumlah 166 orang lansia, dengan jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 117 responden. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan Sphygmomameter. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Berdasarkan hasil analisis uji statistik Chi Square diperoleh nilai p value = 0,000 (<0,05) maka dapat disimpulkan ada hubungan  kualitas  tidur dengan tekanan darah  pada  lansia hipertensi di desa Batu Belah wilayah kerja UPT Puskesmas Air Tiris. Untuk itu masyarakat diharapkan dapat menghindari faktor risiko terjadinya hipertensi salah satunya faktor kualitas tidur dengan menerapkan kualitas tidur yang baik sehingga tidak menimbulkan hipertensi.
Factors Affecting The Incidence of Anemia in Pregnant Women at Rumbio Public Health Center, Kampar Regency: Multivariate Analysis Lubis, Erlinawati; Anggriani Harahap, Dewi; Anggraini Dhilon, Dhini
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol 8 No 3 (July 2025)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woh.vi.1489

Abstract

According to the WHO in 2014, as many as 40% of maternal deaths in developing countries are related to anemia in pregnancy. The prevalence of anemia in Indonesia is 50.9% among pregnant women. In Riau Province, the incidence of anemia among pregnant women is still relatively high at 37.1%. In Kampar Regency, the rate of anemia among pregnant women in 2016 was 16.03%, while in 2017 it rose to 32.59%. This study aims to analyze multivariate factors that cause the incidence of anemia in pregnant women at Rumbio Public Health Center, Kampar Regency. This type of research is quantitative analytic with a cross-sectional design. This study was conducted in March 2023 with a population of 385 pregnant women and a sample size of 78 people. The sampling technique used was purposive sampling. Bivariate and multivariate data analysis using chi-square statistical tests and logistic regression multivariate analysis. The results of bivariate analysis indicate that nutritional status, parity, and socio-economic variables are not significantly associated with anemia (p value> α 0.05), while the variables adherence to taking Fe tablets and age are significantly associated with anemia (p value < α 0.05). The results of multivariate analysis showed that the variable of adherence to taking Fe tablets was significant to anemia because the p value < 0.05, while the independent variable of age was not significant to anemia because the p value > 0.05. The OR value of adherence to taking Fe tablets is 67, meaning that people who are not adherent are more at risk of developing anemia. In conclusion, the variable of adherence to taking tablets is the variable most associated with the incidence of anemia in pregnant women. It is expected of pregnant women to be obedient and on time in taking Fe tablets to avoid the incidence of anemia in pregnancy.
Pengetahuan Lansia dalam Mengatasi Kekambuhan Rematik di Desa Kampa Wilayah Kerja Puskesmas Kampa Tahun 2022 Artanti, Lisa; Harahap , Dewi Anggriani; Safitri, Yenny
World Health Digital Journal Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v2i1.62

Abstract

Usia lanjut (lansia) dapat dikatakan sebagai tahap akhir dari perkembangan hidup manusia. Penuaan adalah proses yang terus menerus mengalami perubahan pada manusia yang secara alamiah dan tidak mungkin akan kembali. Rematik adalah suatu bentuk kekakuan, pembengkakan, nyeri dan kemerahan pada persendian dan jaringan di sekitarnya. Kekambuhan merupakan peristiwa berulang kali yang dialami pasien, yang berulang dan seringkali tidak menyenangkan. Faktor resiko rematik adalah infeksi, pekerjaan,  gangguan imunitas, kelenjar dan hormon, genetik, psikologis lingkungan,dan pola makan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan lansia dalam mengatasi kekambuhan rematik di Desa Kampa Wilayah Kerja Puskesmas Kampa. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia umur 60 tahun keatas yang menderita rematik di Desa Kampa sebanyak 35 orang dengan jumlah sampel adalah 35 orang, adapun teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total  sampling. Hasil dari penelitian ini sebagian besar  responden yang mengalami rematik adalah perempuan sebanyak 19 orang (54,3), sebagian besar responden berpendidikan SD sebanyak 12 orang (34,3),sebagian besar responden tidak bekerja sebanyak 19 orang (54,3),tingkat pengetahuan lansia sebagian besar kurang sebanyak 15 orang (42,8).
Gambaran Pengetahuan Penderita Gastritis tentang Gastritis Di Desa Koto Perambahan Wilayah Kerja Puskesmas Kampa Anum, Nurul Latifa; Harahap, Dewi Anggriani; Indrawati, Indrawati
World Health Digital Journal Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v2i2.68

Abstract

Gastritis is a non-communicable disease with a high incidence in Indonesia, including in Kampar Regency. Public knowledge about gastritis is an important factor in preventing and managing this disease. This study aims to determine the knowledge of gastritis patients in Koto Perambahan Village, the working area of ​​the Puskesmas Kampa in 2024. This study used a quantitative descriptive design with a sample of 55 gastritis patients selected using a simple random sampling technique. The instrument used was a questionnaire. The data were analyzed univariately and presented in the form of frequency distributions and percentages. The results showed that 22 respondents (40%) had good knowledge, while 33 respondents (60%) had poor knowledge about gastritis. It is recommended to provide regular health education to the public, especially gastritis sufferers, to increase knowledge and encourage preventive behaviors to prevent complications
Quasi-Experimental Investigation of Nutritional Interventions and Cognitive Advancement in Stunted Children Dewi Anggriani Harahap; Fitri Apriyanti; Syukrianti Syahda; Armiyati Nur; Mustika Hana Harahap
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 4 (2025): April
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i4.10973

Abstract

Childhood nutrition is essential for optimum growth and cognitive development, particularly in populations with a significant incidence of stunting.  This research used a longitudinal cohort design to evaluate the effects of nutritional treatments on children's growth and cognitive development.  A quasi-experimental design was used to compare children who underwent structured nutrition treatments—micronutrient supplementation, dietary variety enhancement, and maternal nutrition education—with those who did not receive the interventions.  A total of 128 children, aged 6 months to 6 years, were recruited using stratified random selection and observed at various time intervals.  The study findings indicated a significant reduction in stunting rates within the intervention group (from 35% to 20%) in contrast to the control group, which saw just a marginal decline (to 32%). Cognitive assessments using the Bayley Scales of Infant Development (BSID) and the Wechsler Preschool and Primary Scale of Intelligence (WPPSI) indicated superior results in the intervention group (p < 0.05).  Socioeconomic variables, notably maternal education and family income, impact the intervention's efficacy, highlighting the need for a comprehensive strategy that merges nutritional assistance with educational initiatives for mothers.  This research underscores the need of comprehensive, evidence-based dietary policy to enhance children's growth and cognitive development. 
Stress Response Variability in Preschoolers with Developmental Language Disorder: Genetic and Environmental Interactions Syukrianti Syahda; Zakkiyatus Zainiyah; Dewi Anggriani Harahap
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 5 (2025): May
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i5.11175

Abstract

Children with Developmental Language Disorder (DLD) show a high prevalence of psychological problems, yet understanding of individual variability in stress responses is limited. This study looked at how genetic and environmental factors affect stress responses in 200 preschool children (ages 3–6) from a PAUD in Bangkinang, Indonesia, including 100 with Developmental Language Disorder (DLD) and 100 without. Children with Developmental Language Disorder exhibited significantly greater cortisol reactivity (over 50% AUCi, p < .001), more pronounced decreases in heart rate variability (p < .001), and markedly higher anxiety spikes (p < .001) compared to control subjects. The multivariable regression analysis indicated a significant interaction between environmental and genetic variables (p < .001), collectively explaining 42% of the variation in cortisol reactivity. Cluster analysis revealed three distinct groups characterized by varying genetic and environmental risk factors: moderate responders (53%), severe stress (25%), and resilient individuals (22%). Our findings indicate that genetic and environmental factors interact in complex ways to alter the stress response of DLD, thereby supporting the development of intervention plans tailored to individual risk profiles.
Booklet-based menstrual hygiene education and its effect on knowledge and attitudes of women Harahap, Mustika Hana; Harahap , Afrida Sriyani; Harahap , Dewi Anggriani
MEDISAINS: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Kesehatan Vol. 23 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v23i3.27923

Abstract

Background: Menstrual hygiene is a crucial aspect of reproductive health, particularly for women of reproductive age (WRA) in correctional institutions where access to health education is often limited. Purpose: This study aimed to evaluate the effectiveness of booklet-based education in improving knowledge and attitudes of WRA regarding menstrual hygiene at the Women’s Correctional Facility in Pekanbaru City. Method: A quasi-experimental one-group pretest–posttest design was conducted involving 70 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using validated questionnaires and analyzed with the Wilcoxon Signed-Rank Test. Results: Respondents’ knowledge increased from 68.6% to 95.7%, and positive attitudes from 71.4% to 95.7% after the intervention (p < 0.001). Conclusion: Booklet-based education significantly improved menstrual hygiene knowledge and attitudes among incarcerated women, supporting its use as a sustainable and scalable reproductive health education strategy in correctional facilities.
Gambaran Kepatuhan Diet pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II di Desa Tarai Bangun Wilayah Kerja Puskesmas Tambang Kabupaten Kampar Provinsi Riau Sari, Win; Kusumawati, Nila; Harahap, Dewi Anggriani
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 5 (2026)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v2i5.392

Abstract

Ketidakpatuhan dalam pengaturan diet dapat menyebabkan ketidakstabilan kadar glukosa darah dan memicu komplikasi diabetes. Survei diet total Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan menunjukkan bahwa 47,7% penderita DM tidak menjalankan diet diabetes yang disarankan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepatuhan diet pada penderita DM Tipe 2 di Desa Tarai Bangun Wilayah Kerja Puskesmas Tambang Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 05-15 Juli 2025 di Desa Tarai Bangun. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita DM di Desa Tarai Bangun Wilayah Kerja Puskesmas Tambang sebanyak 262 orang dengan sampel sebanyak 158 orang, diperoleh menggunakan metode simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner sedangkan analisa data yang digunakan adalah analisa univariat. Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat bahwa dari 158 orang penderita DM sebagian besar tidak patuh dalam menjalani diet yaitu sebanyak 101 orang (63,9 %). Saran diharapkan tenaga kesehatan harus lebih sering memberikan edukasi kesehatan tentang program dalam terapi diet bagi penderita DM dan kepatuhan mengkonsumsi obat secara teratur dan mematuhi diit DM agar dapat menghindari terjadinya komplikasi.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG PAP SMEAR DENGAN PEMERIKSAAN PAP SMEAR DI POLIKILINIK RAWAT JALAN OBSTETRI DAN GYNEKOLOGI RSUD ARIFIN ACHMAD PEKANBARU RIAU TAHUN 2014 DEWI ANGGRIANI HARAHAP
Jurnal Mitrasehat Vol. 5 No. 1 (2015): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v5i1.157

Abstract

Masalah kesehatan reproduksi yang dihadapi oleh wanita pada saat ini adalahmeningkatnya infeksi pada organ reproduksi, yang pada akhirnya menyebabkan kanker,salah satunya adalah kanker serviks yang merupakan penyebab kematian nomor keduapada wanita. Tujuan penelitian untuk menganalisa hubungan Pengetahuan dan Sikap ibutentang pap smear dengan Pemeriksaan Pap Smear di Poliklinik Rawat Jalan Obstetri DanGynekologi RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau tahun 2014. Desain penelitian analitikdengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian seluruh wanita yang sudahmenikah yang melakukan pemeriksaan ke Poli Obgyn RSUD Arifin pada bulan Mei 2014.Sampel yang digunakan sebanyak 108 sampel, dengan teknik pengambilan sampel quatosampel. Alat ukur yang digunakan adalah quesioner dan lembar checklist. Analisa yangdigunakan univariat dan bivariat. Analisa bivariat dilakukan dengan mengadakan uji ChiSquare,dengan tingkat kepercayaan 95 %. Berdasarkan uji chi square diketahui bahwaada hubungan yang bermakna antara pengetahuan (p value = 0.000)dan sikap (p value =0.000) ibu dengan pemeriksaan Pap Smear di Poliklinik Rawat Jalan Obstetri DanGynekologi RSUD Arifin Achmad Provinsi. Diharapkan kepada wanita yang sudahmenikah dan mempunyai anak agar giat mencari informasi tentang pemeriksaan papsmear sehingga akan memperbaiki pengetahuan dan sikap tentang pemeriksaan papsmear.
PKM SKRINING TUMBUH KEMBANG BALITA DI POSYANDU DESA BUKIT KRATAI KABUPATEN KAMPAR Syukrianti Syahda; Dewi Anggriani Harahap; Fitri Apriyanti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 6 (2025): Vol. 6 No. 6 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i4.49498

Abstract

Masa depan suatu bangsa tergantung pada optimalnya keberhasilan anak dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan. Pada tahun pertama kehidupan, sejak janin dari dalam kandungan sampai anak berusia 2 tahun adalah periode yang sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Diperkirakan, di negara-negara yang tingkat defisit pembangunannya mempengaruhi lebih dari 20% populasi orang dewasa, perekonomian nasional mungkin akan terkena dampak negatif. Dampak negatif dari perawakan pendek pada perempuan antara lain adalah hilangnya kesehatan reproduksi, kelangsungan hidup, dan stunting pada anak-anak mereka. Skrining tumbuh kembang merupakan hal yang sangat penting diperlukan untuk membantu dalam mengidentifikasi permasalahan atau penyimpangan dalam aspek pertumbuhan dan perembangan anak terutama pada masa awal- awal kehidupan. Apabila ditemukan ada penyimpangan, maka perlu dilakukan tindakan secara dini untuk memperbaikinya dengan memanfaatkan plastisitas otak sehingga penyimpang tersebut tidak semakin berat bahkan kembali normal. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode ceramah dan demonstrasi. Ketercapaian tujuan pelatihan dapat dikatakan baik (80%). Ada peningkatan pengetahuan dari peserta tentang skrining tumbuh kembang balita. Ketercapaian target materi yang telah direncanakan dapat dikatakan baik (80%). Kemampuan peserta dalam penguasaan materi dapat dikatakan baik (75%).  Perlunya   monitoring,   evaluasi   dan  pendampingan   secara   rutin sehingga  ibu memiliki  pengetahuan,  kesadaran  dan  pemahaman  tentang  manfaat  skrining tumbuh kembang pada balita.