Articles
Stress Response Variability in Preschoolers with Developmental Language Disorder: Genetic and Environmental Interactions
Syukrianti Syahda;
Zakkiyatus Zainiyah;
Dewi Anggriani Harahap
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 5 (2025): May
Publisher : Postgraduate, University of Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jppipa.v11i5.11175
Children with Developmental Language Disorder (DLD) show a high prevalence of psychological problems, yet understanding of individual variability in stress responses is limited. This study looked at how genetic and environmental factors affect stress responses in 200 preschool children (ages 3–6) from a PAUD in Bangkinang, Indonesia, including 100 with Developmental Language Disorder (DLD) and 100 without. Children with Developmental Language Disorder exhibited significantly greater cortisol reactivity (over 50% AUCi, p < .001), more pronounced decreases in heart rate variability (p < .001), and markedly higher anxiety spikes (p < .001) compared to control subjects. The multivariable regression analysis indicated a significant interaction between environmental and genetic variables (p < .001), collectively explaining 42% of the variation in cortisol reactivity. Cluster analysis revealed three distinct groups characterized by varying genetic and environmental risk factors: moderate responders (53%), severe stress (25%), and resilient individuals (22%). Our findings indicate that genetic and environmental factors interact in complex ways to alter the stress response of DLD, thereby supporting the development of intervention plans tailored to individual risk profiles.
Booklet-based menstrual hygiene education and its effect on knowledge and attitudes of women
Harahap, Mustika Hana;
Harahap , Afrida Sriyani;
Harahap , Dewi Anggriani
MEDISAINS: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Kesehatan Vol. 23 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30595/medisains.v23i3.27923
Background: Menstrual hygiene is a crucial aspect of reproductive health, particularly for women of reproductive age (WRA) in correctional institutions where access to health education is often limited. Purpose: This study aimed to evaluate the effectiveness of booklet-based education in improving knowledge and attitudes of WRA regarding menstrual hygiene at the Women’s Correctional Facility in Pekanbaru City. Method: A quasi-experimental one-group pretest–posttest design was conducted involving 70 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using validated questionnaires and analyzed with the Wilcoxon Signed-Rank Test. Results: Respondents’ knowledge increased from 68.6% to 95.7%, and positive attitudes from 71.4% to 95.7% after the intervention (p < 0.001). Conclusion: Booklet-based education significantly improved menstrual hygiene knowledge and attitudes among incarcerated women, supporting its use as a sustainable and scalable reproductive health education strategy in correctional facilities.
Gambaran Kepatuhan Diet pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II di Desa Tarai Bangun Wilayah Kerja Puskesmas Tambang Kabupaten Kampar Provinsi Riau
Sari, Win;
Kusumawati, Nila;
Harahap, Dewi Anggriani
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 5 (2026)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v2i5.392
Ketidakpatuhan dalam pengaturan diet dapat menyebabkan ketidakstabilan kadar glukosa darah dan memicu komplikasi diabetes. Survei diet total Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan menunjukkan bahwa 47,7% penderita DM tidak menjalankan diet diabetes yang disarankan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepatuhan diet pada penderita DM Tipe 2 di Desa Tarai Bangun Wilayah Kerja Puskesmas Tambang Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 05-15 Juli 2025 di Desa Tarai Bangun. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita DM di Desa Tarai Bangun Wilayah Kerja Puskesmas Tambang sebanyak 262 orang dengan sampel sebanyak 158 orang, diperoleh menggunakan metode simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner sedangkan analisa data yang digunakan adalah analisa univariat. Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat bahwa dari 158 orang penderita DM sebagian besar tidak patuh dalam menjalani diet yaitu sebanyak 101 orang (63,9 %). Saran diharapkan tenaga kesehatan harus lebih sering memberikan edukasi kesehatan tentang program dalam terapi diet bagi penderita DM dan kepatuhan mengkonsumsi obat secara teratur dan mematuhi diit DM agar dapat menghindari terjadinya komplikasi.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG PAP SMEAR DENGAN PEMERIKSAAN PAP SMEAR DI POLIKILINIK RAWAT JALAN OBSTETRI DAN GYNEKOLOGI RSUD ARIFIN ACHMAD PEKANBARU RIAU TAHUN 2014
DEWI ANGGRIANI HARAHAP
Jurnal Mitrasehat Vol. 5 No. 1 (2015): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51171/jms.v5i1.157
Masalah kesehatan reproduksi yang dihadapi oleh wanita pada saat ini adalahmeningkatnya infeksi pada organ reproduksi, yang pada akhirnya menyebabkan kanker,salah satunya adalah kanker serviks yang merupakan penyebab kematian nomor keduapada wanita. Tujuan penelitian untuk menganalisa hubungan Pengetahuan dan Sikap ibutentang pap smear dengan Pemeriksaan Pap Smear di Poliklinik Rawat Jalan Obstetri DanGynekologi RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau tahun 2014. Desain penelitian analitikdengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian seluruh wanita yang sudahmenikah yang melakukan pemeriksaan ke Poli Obgyn RSUD Arifin pada bulan Mei 2014.Sampel yang digunakan sebanyak 108 sampel, dengan teknik pengambilan sampel quatosampel. Alat ukur yang digunakan adalah quesioner dan lembar checklist. Analisa yangdigunakan univariat dan bivariat. Analisa bivariat dilakukan dengan mengadakan uji ChiSquare,dengan tingkat kepercayaan 95 %. Berdasarkan uji chi square diketahui bahwaada hubungan yang bermakna antara pengetahuan (p value = 0.000)dan sikap (p value =0.000) ibu dengan pemeriksaan Pap Smear di Poliklinik Rawat Jalan Obstetri DanGynekologi RSUD Arifin Achmad Provinsi. Diharapkan kepada wanita yang sudahmenikah dan mempunyai anak agar giat mencari informasi tentang pemeriksaan papsmear sehingga akan memperbaiki pengetahuan dan sikap tentang pemeriksaan papsmear.
PKM SKRINING TUMBUH KEMBANG BALITA DI POSYANDU DESA BUKIT KRATAI KABUPATEN KAMPAR
Syukrianti Syahda;
Dewi Anggriani Harahap;
Fitri Apriyanti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 6 (2025): Vol. 6 No. 6 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cdj.v6i4.49498
Masa depan suatu bangsa tergantung pada optimalnya keberhasilan anak dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan. Pada tahun pertama kehidupan, sejak janin dari dalam kandungan sampai anak berusia 2 tahun adalah periode yang sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Diperkirakan, di negara-negara yang tingkat defisit pembangunannya mempengaruhi lebih dari 20% populasi orang dewasa, perekonomian nasional mungkin akan terkena dampak negatif. Dampak negatif dari perawakan pendek pada perempuan antara lain adalah hilangnya kesehatan reproduksi, kelangsungan hidup, dan stunting pada anak-anak mereka. Skrining tumbuh kembang merupakan hal yang sangat penting diperlukan untuk membantu dalam mengidentifikasi permasalahan atau penyimpangan dalam aspek pertumbuhan dan perembangan anak terutama pada masa awal- awal kehidupan. Apabila ditemukan ada penyimpangan, maka perlu dilakukan tindakan secara dini untuk memperbaikinya dengan memanfaatkan plastisitas otak sehingga penyimpang tersebut tidak semakin berat bahkan kembali normal. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode ceramah dan demonstrasi. Ketercapaian tujuan pelatihan dapat dikatakan baik (80%). Ada peningkatan pengetahuan dari peserta tentang skrining tumbuh kembang balita. Ketercapaian target materi yang telah direncanakan dapat dikatakan baik (80%). Kemampuan peserta dalam penguasaan materi dapat dikatakan baik (75%). Perlunya monitoring, evaluasi dan pendampingan secara rutin sehingga ibu memiliki pengetahuan, kesadaran dan pemahaman tentang manfaat skrining tumbuh kembang pada balita.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG ANEMIA DI PUSKESMAS RUMBIO JAYA 2024
Maysah Naziroh;
Dewi Anggriani Harahap;
Yusnira Yusnira
Evidence Midwifery Journal Vol. 4 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/emj.v4i3.45538
In Indonesia, the maternal mortality rate (MMR) is one of the indicators of the success and health status of mothers. According to the World Health Organization (WHO) in 2020, around 41.8% of pregnant women worldwide experience anemia, mainly due to iron deficiency. Data from the 2018 Riskesdas stated that 48.9% of pregnant women in Indonesia with anemia experienced anemia. This study aims to determine the Description of Pregnant Women's Knowledge About Anemia at the Rumbio Jaya Health Center in 2024. The design of this study used analytical observation with a Descriptive design. Respondents in this study were 74 pregnant women. The sampling technique used was Incidental Sampling. The results showed that the level of knowledge of pregnant women about anemia at the Rumbio Jaya Health Center was mostly in the category of not knowing, which was 25.7%, and knowing as much as 74,.3%. Pregnant women who do not know with the highest percentage (54.1%) are about the causes and dangers of anemia and good knowledge with the highest percentage (54.1%) is about the signs and symptoms of anemia. It is expected that health workers at the Rumbio Jaya Health Center, especially TPG, will further improve the knowledge of pregnant women about anemia, especially about preventing anemia in pregnant women and pregnant women at the Rumbio Jaya Health Center who will further improve their knowledge about anemia and apply it to their daily lives so that mothers can avoid anemia
Hubungan Kepatuhan Minum Obat Anti Hipertensi Dengan Kualitas hidup Pasienhipertensi Di Desa Tarai Bangun Wilayah Kerja Puskesmas Tambang
Andez Fahreza;
Dewi Anggriani Harahap;
Nila Kasumayanti
Excellent Health Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Desember 2024
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70437/excellent.v3i1.121
Hipertensi merupakan masalah kesehatan serius yang tidak dapat disembuhkan. Penderita hipertensi memerlukan pengobatan seumur hidup untuk mengontrol tekanan darahnya sehingga mempengaruhi kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kepatatuhan minum obat anti hipertensi dengan kualitas hidup pasien hipertensi di Desa Tarai Bangun Wilayah Kerja Puskesmas Tambang. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan 06-16 Oktober 2023. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien hipertensi di Desa Tarai Bangun di Wilayah Kerja Puskesmas Tambang bulan Januari-Maret yang berjumlah 175 orang dengan sampel 122 orang. Adapun teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 72 orang (59%) memiliki kepatuhan minum obat anti hipertensi rendah dan sebanyak 65 orang (53,3%) memiliki kualitas hidup yang buruk. Ada hubungan kepatuhan minum obat anti hipertensi dengan kualitas hidup pasien hipertensi di Desa Tarai Bangun wilayah kerja Puskesmas Tambang tahun 2023 dengan p value 0,003. Bagi pasien hipertensi diharapkan untuk mampu meningkatkan kepatuhan minum obat anti hipertensi agar penyakit hipertensi dapat terkontrol.
Hubungan Kecemasan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Desa Tarai Bangun Wilayah Kerja Puskesmas Tambang Tahun 2023
Dika Yolanda;
Dewi Anggriani Harahap;
M Nizar Syarif Hamidi
Excellent Health Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Desember 2024
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70437/excellent.v3i1.129
Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting karena jumlah kasus dan prevalensi hipertensi terus meningkat selama beberapa dekade terakhir. Penderita hipertensi dapat disebabkan oleh faktor risiko yang tidak dapat berubah yaitu jenis kelamin, umur, dan faktor genetik. Kemudian faktor risiko yang dapat diubah yaitu kebiasaan merokok, obesitas, aktivitas fisik, konsumsi alkohol, pola tidur dan tingkat kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecemasan dengan kejadian hipertensi pada lansia di Desa Tarai Bangun Wilayah Kerja Puskesmas Tambang. Jenis penelitian ini adalah bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia usia ≥ 60 tahun di Desa Tarai Bangun Wilayah Kerja Puskesmas Tambang sebanyak 260 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling yaitu sebanyak 158 orang. Hasil penelitian ini didapatkan sebagain besar responden yang mengalami kecemasan sebanyak 95 orang (60,1%), sebagian besar responden yang mengalami kejadian hipertensi sebanyak 99 orang (62,7%). Setelah dilakukan uji chi-square didapatkan nilai p value 0,000 (≤ 0,05) artinya terdapat hubungan antara kecemasan dengan kejadian hipertensi di Desa Tarai Bangun Wiayah Kerja Puskesmas Tambang. Diharapkan pada responden untuk dapat menghindari faktor pemicu terjadinya peningkatan tekanan darah seperti kecemasan agar dapat menjaga tekanan darah tetap terkontrol.
Hubungan Pengetahuan Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Rumbio Jaya
Laila Silvi Hariani;
Dewi Anggriani Harahap;
Sri Hardianti
Excellent Health Journal Vol. 3 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70437/excellent.v3i2.145
One of the nutritional problems that occurs in pregnant women is anemia. According to the World Health Organization (WHO) in 2020, every year around 40% of pregnant women worldwide experience anemia, mainly due to iron deficiency. This anemia must be avoided by pregnant women because the impact of anemia on pregnant women themselves is miscarriage, bleeding during pregnancy, premature birth, fetal disorders, labor and postpartum disorders. The purpose of this study was to determine the relationship between maternal knowledge about nutrition and the incidence of anemia in pregnant women at the Rumbio Jaya Health Center UPT. This type of research is quantitative analytical with a cross-sectional design. The population in this study were all pregnant women in Trimester II and III in the Rumbio Jaya Health Center work area in June 2024, totaling 96 people. The sample in this study was the total population of 96 people. The data collection tool in this study used a questionnaire. This study used univariate and bivariate analysis with the chi square test. The results of the study showed that 52 respondents (54.2%) had less knowledge and 56 respondents (58.3%) experienced anemia in pregnant women. There is a relationship between knowledge and the incidence of anemia in pregnant women in the work area of Rumbio Jaya Health Center UPT with a p value of 0.001. It is expected that the Health Center will further improve education, counseling and monitoring for pregnant women related to Fe tablet supplementation as an effort to prevent anemia in pregnancy.
Massage Therapy Prenatal sebagai Intervensi Mengurangi Kecemasan pada Ibu Primigravida di Wilayah Kerja Puskesmas Bangkinang Kota, Provinsi Riau
Apriza Apriza;
Erlinawati Erlinawati;
Dewi Anggriani Harahap
Jurnal Sehat Mandiri Vol 19 No 1 (2024): Jurnal Sehat Mandiri, Volume 19, No.1 Juni 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33761/jsm.v19i1.1393
The unpreparedness of pregnant women in dealing with changes in pregnancy often causes stress and anxiety. Anxiety experienced by pregnant women has a negative impact on the health of the mother and fetus. The results of a survey of pregnant women at the Bangkinang Kota Health Center, many pregnant women experience anxiety due to psychological factors. The purpose of this study was to determine the effectiveness of Prenatal Massage Therapy in reducing anxiety experienced by primigravida pregnant women. Methodology: Quasy experiment with one group pretest-posttest design. Participants were 30 pregnant women. Data were collected by assessing the anxiety level using the HARS measurement tool and independent T test analysis. Results showed that the average anxiety level of pregnant women before massage therapy was 2.60 and the average level of anxiety for pregnant women after massage therapy was 0,90. The average difference between the anxiety of primigravida pregnant women before and after massage therapy was 1.7 with a SD of 0.466. The statistical test results obtained a p-value of 0.000. There is a significant difference in the average between primigravida pregnant women anxiety before and after receiving massage therapy. Conclusions: Massage therapy is recommended as an intervention to reduce anxiety in pregnant women. It is recommended for health workers to apply prenatal massage therapy as an alternative to reduce anxiety in pregnant women.