Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Perilaku Caring dengan Kepuasan Pelayanan pada Pasien Kusta di UPTD Puskesmas : The Correlation between Caring Behavior and Service Satisfaction, which Simultaneously Affects Leprosy Patients at UPTD Community Health Center Moch. Fathul Ulum; Suhari; Erna Handayani; Alwin Widhiyanto
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI JANUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.221

Abstract

Pendahuluan: Pasien kusta merupakan kelompok yang rentan mengalami stigma sosial dan diskriminasi, sehingga membutuhkan pelayanan kesehatan yang holistik, tidak hanya berfokus pada aspek medis tetapi juga menekankan pentingnya perilaku caring dari tenaga kesehatan. Perilaku caring yang ditunjukkan secara konsisten dapat membentuk persepsi positif pasien terhadap kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku caring dengan kepuasan pelayanan yang berpengaruh secara simultan terhadap pasien kusta di UPTD Puskesmas Tunjung,  Lumajang, Jawa Timur.. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional dan melibatkan 34 responden yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman’s rho. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa hampir separuh responden (44,1%) menilai perilaku caring perawat dalam kategori kurang, dan persentase yang sama juga menunjukkan bahwa responden merasa kurang puas terhadap pelayanan yang diberikan. Uji korelasi Spearman menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku caring dengan kepuasan pelayanan pasien. Kesimpulan: Hasil ini sejalan dengan teori yang menyatakan bahwa hubungan empatik, komunikasi efektif, dan kepedulian perawat memiliki kontribusi penting dalam meningkatkan kepuasan pasien. Peningkatan kompetensi caring pada tenaga kesehatan sangat diperlukan sebagai  strategi peningkatan mutu pelayanan, termasuk pasien kusta.
Pengaruh Pemberian Posisi Pronasi terhadap Perbaikan Pola Nafas dan Peningkatan Saturasi Oksigen pada Pasien Anak dengan Acute Upper Respiratory Infection : The Effect of Prone Positioning on the Improvement of Breathing Pattern and Increase in Oxygen Saturation on Pediatric Patients with Acute Upper Respiratory Infection in the Bougenville Ward of Dr. Haryoto Regional Hospital, Lumajang Istiqomah; Widya Addiarto; Suhari; Zainal Abidin
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI JANUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.222

Abstract

Pendahuluan: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian anak di negara berkembang. Anak-anak lebih rentan mengalami komplikasi ISPA karena sistem imunnya belum sempurna, seperti gangguan ventilasi yang ditandai dengan napas cepat dan penurunan saturasi oksigen. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan adalah posisi pronasi, yaitu posisi telungkup yang membantu ekspansi paru dan distribusi oksigen lebih optimal. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh posisi pronasi terhadap frekuensi napas dan saturasi oksigen pada anak dengan ISPA di Ruang Bougenville RSUD dr. Haryoto, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Metode: Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 25 pasien anak yang dipilih secara accidental sampling. Intervensi dilakukan selama 1 jam, dengan pengukuran sebelum dan sesudah menggunakan pulse oximeter. Hasil: Terjadi peningkatan signifikan pada rata-rata saturasi oksigen serta pola napas menuju normal, dengan hasil uji statistik nilai signifikansi untuk pola nafas  0,001 dan saturasi oksigen  0,001.Kesimpulan: Intervensi pemberian posisi pronasi pada pasien anak dengan ISPA efektif memperbaiki pola dafas dan saturasi oksigen.
Hubungan Antara Status Gizi Dengan Proses Penyembuhan Luka Diabetes Mellitus Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Islam Lumajang: The Correlation Between Nutritional Status and the Wound Healing Process in Patients with Diabetes Mellitus in the Inpatient Ward of Islamic Hospital of Lumajang Awalani Riska; Suhari; Nafolion Nur Rahmat; Iin Aini Isnawati
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI JANUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.228

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolik kronis yang dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk luka diabetik yang sulit sembuh. Proses penyembuhan luka pada pasien diabetes sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan proses penyembuhan luka pada pasien diabetes mellitus di ruang rawat inap Rumah Sakit Islam Lumajang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross- sectional dan desain deskriptif korelasi. Populasi penelitian mencakup seluruh pasien diabetes mellitus di Rumah Sakit Islam Lumajang, sedangkan sampel berjumlah 30 pasien diabetes mellitus dengan luka yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner Subjective Global Assessment (SGA) dan lembar observasi Bates-Jensen Wound Assessment Tool (BWAT) untuk menilai proses penyembuhan luka. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden dengan status gizi baik mengalami proses penyembuhan luka yang lebih cepat. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara status gizi dengan proses penyembuhan luka diabetes mellitus (p-value < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa status gizi yang baik berperan penting dalam mempercepat penyembuhan luka pada pasien diabetes mellitus. Oleh karena itu, intervensi gizi harus menjadi bagian integral dari perawatan pasien diabetes yang mengalami luka.
Pengaruh Edukasi Diet DASH dengan Media Flipchart Terhadap pengendalian Hipertensi di UPTD Puskesmas Sumbersari.: The Effect of DASH Diet Education with Flipchart Media On Hypertension Control in Sumbersari Health Center Ema Permatasari; Rizka Yunita; Suhari; Dodik Hartono
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI JANUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.229

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi salah satu faktor resiko tertinggi penyebab utama kematian. Edukasi memberikan dampak positif dalam menurunkan tekanan darah. Diet DASH merupakan salah satu upaya pengendalian hipertensi. Penggunaan media edukasi mempengaruhi hasil yang ingin diperoleh. Media Flipchart efektif dalam pemberian edukasi dan memudahkan dalam memahami apa yang disampaikan kepada penderita hipertensi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Edukasi Diet DASH dengan Media Flipchart Terhadap pengendalian hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain pre eksperimental dengan pendekatan pre–post test design. Populasi dalam penelitian ini yaitu penderita hipertensi usia 35-59 tahun di UPTD Puskesmas Sumbersari. Jumlah responden sebanyak 44 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Pengendalian Hipertensi dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan dalam kategori pengendalian hipertensi yang sebelumnya hanya ada 10 responden dengan kategori baik. Setelah dilakukan edukasi terjadi peningkatan pengendalian hipertensi yaitu 28 responden dengan kategori baik. Untuk pengendalian hipertensi kategori cukup dan kurang mengalami penurunan, dari 14 dan 20 responden menjadi 8 masing-masing 8 responden. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang diberikan berpengaruh positif dalam meningkatkan pengendalian hipertensi pada responden. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -3,797 dengan nilai signifikansi Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,000. Karena nilai signifikansi lebih kecil dari α = 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara pengendalian hipertensi sebelum dan sesudah edukasi. Peneliti menilai bahwa pemberian edukasi diet DASH dengan media flipchart mempunyai pengaruh yang baik terhadap pengendalian hipertensi. Edukasi yang diberikan secara berkelanjutan kepada penderita hipertensi maka semakin banyak penderita hipertensi yang terkendali.
Hubungan Spiritualitas dan Self efficacy terhadap Resiliensi Perawat IGD RSUD dr. Haryoto Lumajang : Correlation between Spirituality And Self efficacy on Resilience Emergency Nurse of Public Hospital of dr. Haryoto Lumajang Yuliati Fatimah; Iin Aini Isnawati; Suhari; Erna Handayani
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 2 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.234

Abstract

Pendahuluan: Resiliensi adalah kemampuan mengendalikan diri, menyelesaikan masalah dengan baik, dan mampu mengelola stres dengan mengubah cara berpikir ketika menghadapi masalah sehingga dapat menggunakan cara-cara yang efektif untuk bertahan hidup. Untuk memiliki kemampuan Resiliensi  salah satunya diharapkan memiliki tingkat spiritualitas dan self efficacy yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan tingkat Spiritualitas dan self efficacy terhadap resiliensi perawat IGD RSUD dr. Haryoto Lumajang Metode: Desain penelitian ini menggunakan analisis korelasi dengan pendekatan cross sectional, dengan responden perawat IGD RSUD dr. Haryoto Lumajang sebanyak 20 responden, metode pengambilan sample yaitu total sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan di analisis dengan menggunakan spearman rho. Hasil: Berdasarkan hasil data didapatkan Spiritualitas sedang sebanyak 16 (80%) responden dan spritualitas tinggi ada 4 (20%) responden, sedangkan Self efficacy dan Resiliensi semuanya menunjukkan hasil tingkat tinggi yaitu 20 (100%) responden. Data Analisis menggunakan spearman rho di dapatkan nilai p X1 terhadap Y 0,008 < 0,05 dan X2  terhadap Y <0,001 yang artinya H1 diterima, sehingga ada Hubungan Spiritualitas dan Self efficacy terhadap Resiliensi  Perawat IGD  RSUD dr. Haryoto Lumajang. Kesimpulan: Hasil penelitian ini ada Hubungan Spiritualitas dan Self efficacy terhadap Resiliensi  Perawat IGD  RSUD dr. Haryoto Lumajang, disarankan kepada rumah sakit untuk memberikan jadwal bimbingan spiritual atau pelathan emosi untuk meningkatkan relisiensi perawat  atau petugas lainnya.
Pengaruh Premature Infant Oral Motor Intervention (PIOMI) Terhadap Peningkatan Intake Oral Pada Bayi Prematur Di Ruang Neonatus RSUD Dr. Haryoto Lumajang: The Effect of Premature Infant Oral Motor Intervention (PIOMI) on Increasing Oral Intake of Premature Infants in the Neonatal Care of Dr. Haryoto Lumajang Public Hospital Ervina Almeliayanti; Rizka Yunita; Suhari; Ainul Yaqin Salam
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 2 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.236

Abstract

Penyebab utama keterlambatan pemulangan bayi prematur dari rumah sakit adalah kurangnya pemberian makanan secara mandiri. Penyebab bayi prematur mengalami hambatan ini meliputi tonus postural yang tidak memadai, tidak adanya refleks menelan, ketidakmampuan melakukan self-regulation, serta kondisi fisiologis yang tidak stabil. Masalah yang timbul dari keterampilan minum per oral pada bayi prematur menyebabkan pencapaian pemenuhan nutrisi yang tidak optimal. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Pengaruh Premature Infant Oral Motor Intervention (PIOMI) Terhadap Peningkatan Intake Oral Bayi Prematur di Ruang Neonatus RSUD Dr. Haryoto Lumajang.  Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Pra-Experiment pendekatan One Group Pretest Posttest Design. Populasi penelitian ini adalah bayi prematur usia gestasi 32-34 minggu di Ruang Neonatus RSUD Dr. Haryoto Lumajang sebanyak 30 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Pegambilan data menggunakan Lembar observasi. Analisa data menggunakan uji T-Test. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh PIOMI terhadap peningkatan intake oral bayi prematur. Rata-rata intake oral pretest 5.067 dan postest 32,17. Terdapat perbedaan yang signifikan terhadap peningkatan intake oral bayi prematur dengan nilai P= 0.000<0.05. Metode dengan 8 langkah gerakan PIOMI mampu meningkatkan jumlah intake oral bayi prematur secara signifikan. Selain pada kemampuan mengisap, tapi juga pada kenaikan berat badan serta memperpendek masa perawatan.
Pengaruh Terapi Walking Exercise Terhadap Perfusi Perifer Pasien Diabetes Mellitus Di Posyandu Desa Pronojiwo: The Effect of Walking Exercise Therapy on Peripheral Perfusion in Patients with Diabetes Mellitus at the Posyandu of Pronojiwo Atik Fitri Ningsih; Suhari; Nafolion Nur Rahmat; Ainul Yaqin Salam
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 2 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.237

Abstract

Pendahuluan: Perfusi perifer yang terganggu merupakan salah satu komplikasi yang sering dialami oleh pasien diabetes mellitus akibat kerusakan pembuluh darah perifer. Gangguan ini meningkatkan risiko ulkus diabetikum hingga amputasi jika tidak ditangani dengan baik. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan aliran darah perifer adalah intervensi walking exercise. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi walking exercise terhadap perfusi perifer pasien diabetes mellitus di Posyandu Desa Pronojiwo. Metode: Penelitian ini menggunakan metode pre-experimental design dengan pendekatan one group pre-test and post-test design. Jumlah sampel sebanyak 31 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu pasien diabetes mellitus yang mengalami ulkus diabetikum. Pengukuran perfusi perifer dilakukan menggunakan metode Ankle Brachial Index (ABI), dan data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, hampir seluruh responden memiliki ABI kategori abnormal, yaitu 90,3% (kiri) dan 83,9% (kanan). Setelah diberikan intervensi walking exercise, mayoritas responden menunjukkan perbaikan menjadi kategori normal, yaitu 64,7% (kiri) dan 54,8% (kanan). Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan antara nilai ABI sebelum dan sesudah intervensi baik pada ekstremitas kiri (Z = -4,123; p = 0,000) maupun kanan (Z = -3,464; p = 0,001). Kesimpulan: intervensi walking exercise berpengaruh signifikan terhadap peningkatan perfusi perifer pasien diabetes mellitus. Temuan ini sejalan dengan literatur yang menyatakan bahwa aktivitas fisik teratur dapat meningkatkan sirkulasi darah dan memperbaiki fungsi vaskular.
Efektifitas Terapi Jus Carota Sativa Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien HipertensiDi Desa Sukorejo. Kec Kunir. Kab Lumajang: Effectiveness of Carota Sativa Juice Therapy on Lowering Blood Pressure in Hypertensive Patients in Sukorejo, Kunir, Lumajang. Laila Ainun Nafi’ah; Rizka Yunita; Suhari; Nafolion Nur Rahmat
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 4 (2026): EDISI APRIL
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i4.296

Abstract

Latar Belakang: Wortel (Carota sativa) adalah sayuran yang mudah diperoleh dan mengandung berbagai zat gizi penting, terutama kalium. Kalium berperan dalam membantu vasodilatasi pembuluh darah, sehingga berpotensi menurunkan tekanan darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah pengaruh terapi jus wortel terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi, diwilayah puskesmas Kunir lumajang. Metode: Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 27 juni sampai 07 juli 2025 mengunakan metode eksperimen dengan rancangan desain One-Group Pretest-Posttest. yang berjumlah 49 orang sample dipilih menggunakan Teknik Non-probability Sampling sebanyak 30 sampel. Data dianalisa menggunakan Uji statistik Wilcoxon Sign Rank Test. Hasil: Rata-rata tekanan darah sistol sebelum diberikan wortel rebus penderita hipertensi yaitu 151,13 mmHg, sedangkan rata-rata tekanan darah diastolik 93,55 mmhg. Rata-rata tekanan darah sistol penderita hipertensi sesudah diberikan wortel rebus yaitu 124,35 mmHg dan tekanan darah diastol 83,87 mmHg. Nilai p value 0,000.    Kesimpulan: Ada pengaruh pemberian jus wortel terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi atau terapi jus carota sativa efektif menurunkan tekanan darah pasien hipertensi. Penelitian ini memberikan bukti potensial untuk penggunaan jus carota sativa sebagai intervensi non-farmakologis dalam menurunkan hipertensi.
MANAJEMEN KESEHATAN KELUARGA PADA PASIEN YANG MENDERITA HIPERTENSI DI MASA PANDEMI COVID-19: STUDI KASUS Suhari Suhari; Raden Endro Sulistyono; Rizeki Dwi Fibriansari
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v7i2.352

Abstract

ABSTRAKPeningkatan penyakit tidak menular (PTM) menjadi tantangan kesehatan di dunia dan Indonesia dalam menjaga kualitas kehidupan pasien. Salah satu PTM, yaitu hipertensi telah menjadi masalah keluarga dalam melakukan perawatan dan pengelolaan kesehatan pasien di rumah serta proses penyembuhan, apalagi pada situasi pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Tujuan penelitian: Menggambarkan asuhan keperawatan pada klien yang mengalami hipertensi, khususnya pada aspek manajemen kesehatan keluarga melalui kunjungan rumah. Keluhan utama pasien: Ny. R (70 tahun) jarang memeriksakan kesehatan ke puskesmas karena adanya kondisi pandemi dan kesulitan transportasi. Ny. R telah menderita hipertensi sejak 10 tahun yang lalu, sering merasakan kepala terasa berat, tetapi ia tidak tahu cara mengatasinya. Ny. R juga kurang menerapkan protokol kesehatan (memakai masker) dan kurang mendapat dukungan keluarga. Masalah keperawatan manajemen kesehatan keluarga tidak efektif disebabkan oleh kompleksitas program perawatan. Hasil: Intervensi keperawatan melalui kunjungan rumah efektif mengatasi masalah keperawatan, yaitu manajemen kesehatan keluarga tidak efektif.  Diskusi: Melalui kunjungan rumah, perawat dapat memberikan intervensi, yaitu dukungan koping keluarga dalam menfasilitasi pengambilan keputusan jangka panjang, pemenuhan kebutuhan dasar, dan memberikan informasi fasilitas perawatan kesehatan yang dapat dijangkau oleh keluarga. Kesimpulan: Perawat kesehatan komunitas berperan dalam meningkatkan motivasi dan mengembangkan sikap pasien untuk menggunakan fasilitas perawatan kesehatan. Upaya promotif dan preventif yang dilakukan melalui kunjungan rumah dapat mengendalikan faktor risiko hipertensi pada lanjut usia (lansia). Kunjungan rumah yang mematuhi protokol kesehatan efektif dilakukan di masa pandemi Covid-19 karena pasien lansia merasa lebih nyaman.Kata Kunci: Covid-19, hipertensi, keluarga Family Health Management in Hypertensive Patients During the Covid-19 Pandemic: A Case Study ABSTRACTThe increase in non-communicable diseases (NCDs) is a health challenge in the world and Indonesia in maintaining patients' quality of life. Hypertension, one of the NCDs, has become a family problem in caring for and managing patients' health at home and in the healing process, especially in the Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) pandemic. Objective: To describe nursing care for hypertensive clients, especially in family health management through home visits. Primary complaint: Mrs. R (70 years old) rarely went to the Public Health Centre to have her health examined due to the pandemic and transportation difficulties. Mrs. R had been suffering from hypertension since 10 years ago and often had a heavy head feeling, but she did not know how to manage it. Mrs. R also did not apply health protocols (wearing masks) and lacked family support. Family health management nursing was ineffective due to the complexity of the care program. Results: Nursing interventions through home visit has an effect to overcome nursing probem, which was ineffective family health management.  Discussion: Through home visits, nurses can make interventions, namely family coping support in facilitating long-term decision making, meeting basic needs, and providing information on health care facilities that families can reach. Conclusion: Community health nurses play a role in increasing motivation and developing patient attitudes to use health care facilities. Promotive and preventive efforts made through home visits can control risk factors for hypertension in the elderly. Home visits that comply with health protocols are effective during the Covid-19 pandemic because elderly patients feel more comfortable.Keywords: Covid-19, Hypertension, Family