Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

STRATEGI PEMERINTAH DALAM MENGATASI KESENJANGAN EKONOMI KELUARGA DIKELURAHAN KABONENA KECEMATAN ULUJADI KOTA PALU Akbar Yasano; Syamsuri Syamsuri; Hairuddin Cikka
Journal of Islamic Community and Development Vol. 2 No. 2 (2023): Journal of Islamic Community and Development
Publisher : Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/jicd.v2i2.2533

Abstract

Pokok dari permasalahan ini adalah bagaimana strategi pemerintah dalam mengatasi kesenjangan ekonomi keluarga. Tujuan dari penelitian ini yaitu Untuk mengetahui strategi pemerintah dalam mengatasi kesenjangan ekonomi keluarga di Kelurahan Kabonena Kecamatan Ulujadi Kota Palu. Metode penelitian ini yang digunakan adalah studi lapangan yang menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, dengan melalui sumber data primer dan sekunder, data diperoleh melalui teknik observasi, interview (wawancara), dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Adapun pengujian keabsahan data dilakukan dengan cara trigulasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa strategi pemerintah dalam mengatasi kesenjangan ekonomi keluarga Rencana untuk menanggulangi kemiskinan dan menciptakan kesempatan kerja telah dilakukan pemerintah bersama dengan masyarakat melalui pembangunan pengembangan dan penyelenggara berbagai program-program penanggulangan kemiskinan. Program tersebut mencakup upaya-upaya baik melalui penyediaan kebutuhan pangan, layanan kesehatan dan pendidikan, perluasan kesempatan kerja, pembangunan pertanian, pemberian dana bergulir, sebagai modal usaha, pembangunan sarana dan prasarana dasar maupun pendamping usaha. Pemerintah telah berupaya keras untuk menanggulangi kemiskinan dan mengurangi pengangguran. Hal ini diwujudkan melalui pelaksanaan program-program penanggulangan kemiskinan khususnya program berbasis pemberdayaan masyarakat dan program peningkatan kemandirian masyarakat melalui pendamping usaha dibantuan kredit/modal kerja.
Motif Dakwah Punk Hijrah Perspektif Fenomenologi Alfred Schutz Firmansyah, Mursyidul Haq; Cikka, Hairuddin
Al-Mishbah: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Vol 20 No 2 (2024)
Publisher : Komunitas Dosen Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/al-mishbah.Vol20.Iss2.418

Abstract

Fenomena punk Hijrah membawa aroma baru pada komunitas sub kultur di Indonesia. Punk yang menjadi subkultur yang lahir dari sifat benci, melawan, tidak puas hati, dan tidak suka pada tempatnya, melahirkan Pribadi yang mendobrak kemapanan masyarakat mayoritas. Sedangkan hijrah adalah tren yang mengedepankan praktik kesalehan. Hal ini menjadi anomali jika diistilahkan pada punk hijrah karena keduanya adalah hal yang bertolak belakang. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gerakan punk hijrah di kota Palu Penelitian ini adalah penelitian kualitatif interpretatif yang menggunakan pendekatan fenomenologi Alfred Schutz, Fenomenologi dianggap relevan karena melihat fenomena masyarakat melalui kaca mata motif yang intersubjektif. Mayoritas informan dari memiliki motif personal yang mendasari mereka berhijrah, yang peneliti kategorikan menjadi empat yaitu kesadaran tentang Tuhan, terbebas dari tekanan dan depresi, dukungan orang sekitar, dan keinginan menjadi lebih baik di masa depan. Informan mengalami perubahan pola komunikasi yang signifikan pada komunikasi keluarga dan komunikasi sosial dalam komunitas. Citra diri informan yang dulu negatif berubah menjadi maknapositif, dan pengaruh positif itulah yang melandasi komunitas melakukan dakwah kepada punk lainnya.
Language Analysis of Sexism in Online Gender-Based Violence (KGBO) on Facebook Platform Reels in 2023 Ma’rifah Nurmala; Sari Wulandari; Hairuddin Cikka
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Vol. 6 No. 4: October 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v6i4.6299

Abstract

Online gender based violence (KGB Online) or sexual violence facilitated by technology, just like real world gender-based violence, the act of violence requires the deliberate intention of harassing the victim based on gender or sexuality. The Ministry of Women's Empowerment and Child Protection (KemenPPPA) revealed that 8.7% of women from 15 to 64 years old have experienced online sexual harassment. In fact, as many as 3.3% of women experienced it in the past year. This figure is based on the 2021 national women's life experience survey conducted by KemenPPPA and BPS. The previous studies results showed that social media gave birth to a new form of harassment that places women as objects due to the dominance of power built by patriarchal culture and has an impact on other forms of harassment such as malicious comments, hate speech, indecent image content and online harassment. This study was aimed at examining the language of sexism in the form of online gender-based violence (KGB Online) sourced from netizen comments on the reels platform on Facebook. Data collection was taken randomly using a qualitative approach with a document study method. Based on the results and conclusions, the language of sexism has a negative impact, which is mentally bad and degrading negative body image in general.
KERJA SAMA JURUSAN KPI UIN DATOKARAMA PALU DAN IKATAN DA’I MUDA INDONESIA (IDMI) SULAWESI TENGAH DALAM MENINGKATKAN MUTU DAKWAH PADA MASYARAKAT Hairuddin Cikka; Rahmat Dahrun; Sitti Akromah Saputri
Journal of Islamic Community and Development Vol. 3 No. 1 (2024): Journal of Islamic Community and Development
Publisher : Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, UIN Datokarama Palu.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/jicd.v3i1.3214

Abstract

Kerja Sama Jurusan KPI UIN Datokatarama palu dan Ikatan Da’i Muda Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah memegang peranan penting dalam rangka membina dan mengembangkan masyarakat di Kota Palu dan daerah sekitarnya. Pembinaan tersebut dilakukan, baik kepada anggota maupun kepada seluruh masyarakat di Kota Palu. Bahkan daerah-daerah sekitarnya pun mendapatkan pembinaan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya. Metode yang terapkan pun cukup beraneka ragam, seperti membentuk dan sekaligus membina masyarakat melalui kelompok-kelompok pengajian rutin, majelis taklim bagi perempuan dan juga memanfaatkan momen hari-hari besar Islam. Tidak terkecuali pelaksanaan safari ramadhan yang dilakukan setiap tahunnya. Peluang eksistensi kerja sama tersebut sangat baik untuk membina dan mengembangkan masyarakat Kota Palu.
Transformasi Pembelajaran Interaktif: Pelatihan Media Digital untuk Guru Sekolah Dasar di Era Kurikulum Merdeka Apriansyah, Deni; Awaludin, Dipa Teruna; M.Sabir; Cikka, Hairuddin; Sutarum, Sutarum
JIPITI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): Mei 2025 - JIPITI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : PT. Technology Laboratories Indonesia (TechnoLabs)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi pendidikan di era digital dan penerapan Kurikulum Merdeka menuntut guru untuk lebih adaptif dan kreatif dalam menyusun serta menyampaikan materi pembelajaran yang interaktif dan kontekstual. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru Sekolah Dasar dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana pembelajaran interaktif yang sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka. Kegiatan pelatihan dilaksanakan secara luring di salah satu gugus sekolah dasar di wilayah kembang sari, dengan peserta sebanyak 30 guru dari berbagai satuan pendidikan dasar. Metode pelaksanaan terdiri atas sosialisasi materi kebijakan Kurikulum Merdeka, pelatihan teknis penggunaan platform media digital seperti Canva for Education, Wordwall, dan Padlet, serta pendampingan dalam pembuatan dan implementasi media ajar digital yang mendukung pembelajaran berdiferensiasi dan berbasis proyek. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan terhadap pemahaman dan keterampilan guru dalam mengembangkan serta menggunakan media digital interaktif, yang ditunjukkan melalui peningkatan skor pre-test dan post-test, serta luaran berupa produk media ajar yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan peserta didik. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan dampak positif dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka dan mendorong transformasi digital di lingkungan pendidikan dasar. Keberlanjutan program ini diharapkan dapat diwujudkan melalui komunitas belajar guru dan integrasi dengan program sekolah penggerak di wilayah setempat.
Identitas dalam Pergolakan: Fenomenologi Hijrah pada Punk Muslimah Firmansyah, Mursyidul Haq; Hairuddin Cikka; Taufik
Musawa: Journal for Gender Studies Vol. 17 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak, UIN Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/msw.v17i1.3966

Abstract

This research aims to understand the hijrah experience experienced by Muslim punk women through a phenomenological approach. Hijrah, in this context, is not just a physical change or lifestyle, but an existential process in building a new meaning of life and identity. Muslim punks are at the crossroads of two culturally conflicting worlds: a punk subculture steeped in the spirit of resistance, and Islamic values that emphasize spiritual obedience. Through in-depth interviews with several participants, it was found that the process of migration involves identity conflicts, self-reflection, and complex negotiation of meaning. The informants did not necessarily abandon their old identities, but rather reconstructed punk values within the framework of religiosity. Critical spirit, honesty to oneself, and social awareness are maintained, but directed towards deeper spiritual struggles. The main findings show that hijrah is a medium of authenticity transformation, where Muslim punks try to live more honestly to their deepest beliefs. A new identity as a Muslim woman does not erase the past, but becomes a continuation of the process of more complete self-formation. Thus, hijrah is not a form of rejection of an old identity, but the discovery of a new meaning that comes from past experiences and current spiritual beliefs.
The Repositioning of the Islamic Boarding School Cultural Da'wah Movement in Spreading Wasathiyah Islamic Values Arif, Arifuddin M.; Cikka, Hairuddin; Zaifullah, Z.; Kahar, M. Iksan
Golden Ratio of Social Science and Education Vol. 2 No. 2 (2022): June - November
Publisher : Manunggal Halim Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52970/grsse.v2i2.128

Abstract

Pondok Pesantren As an indigenous institution engaged in education, it is a center for the effective spread of Islam in Indonesia. The performance of the Islamic boarding school da'wah movement in its socio-historical setting has enforced and maintained the values ​​of the Islamic tradition of Ahlussunnah wa al-jama'ah typical of Indonesia (Islam Nusantara). Its contribution is very large in enlightening the religious understanding of Muslims with its cultural strategies and approaches. As a religious and moral strengthening institution that exists and has a dialectic with the times, it must continue to adapt and reposition its educational and da'wah movement in accordance with the development trends of modern society and the challenges of globalization that have given rise to various configurations, including; advances in science and technology, communication technology, freedom to access knowledge and information, liberal, radical, intolerant attitudes and thoughts, and so on. The configuration of globalization above is an opportunity as well as a challenge for the Islamic boarding school da'wah movement in upholding Wasathiyah Islamic values ​​in Muslim society and the world. The Islamic boarding school da'wah movement must transform from a "cultural-conventional" da'wah pattern to a "cybernetic-global" da'wah pattern while still holding the principle of delivering moderate da'wah, namely; bi al-hikmah, bi al-mauidzah al-hasanah, and bi al-mujlah in ihsan.
Review of Islamic Law on Customary Law Values in Community in North Lore Utara And Lore Peore, Poso-Indonesia MS, Syaifullah; Cikka, Hairuddin
JUSTISI Vol. 9 No. 3 (2023): JUSTISI
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/jurnaljustisi.v9i3.2543

Abstract

Long before state law, customary law was in effect, and no ordinary or customary law itself taught deviant behavior. Customs correct the wrong and provide solutions to social problems. The custom in the Pekurehua area is called the Pekurehua Tawailia custom, which is divided into the four largest divisions, namely the Posamboko custom/marriage, the mpogalo galo custom, or social order, the mpowia custom or farming methods, and the ngkapate custom or death. The objective of this research is to analyze the Islamic Law on Customary Law Values in Community in North Lore Utara And Lore Peore, Poso-Indonesia. the method used by this research is Empirical juridical. The collecting data method is by the interview. The result of this research is the implementation of customary law values in North Lore and Lore Peore Districts, Poso District, is deeply ingrained in the region's historical, cultural, and religious contexts and The implementation of customary law values in the Napu Valley or Pekurehua region of Poso Regency is a complex interplay between historical traditions, cultural practices, and Islamic teachings Keyword : Islamic Law; Customary Law; Poso Indonesia.
Preaching Rhetoric and Friday Sermon Training for KPI Department students at UIN Datokarama and Mosque Takmir Cikka, Hairuddin; Adam, Adam; Hidayat, Mokh. Ulil; Alimuddin, Nurwahidah; Sabir, M.
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 1 (2026): Abdira, Januari
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i1.1566

Abstract

The Friday sermon and preaching rhetoric training program increased knowledge and understanding of the role of the imam and preacher in Friday prayers. This was demonstrated by the training's ability to improve participants' understanding of the etiquette of an imam and preacher, the pillars, requirements, and sunnah of a preacher, sermon preparation, Quranic recitation, and preaching rhetoric and performance during sermon delivery. Furthermore, and importantly, participants were able to select lecture and sermon content that aligns with moderate Islamic teachings and fosters national insight.
Communication Strategy of Islamic Religious Education Teachers in the Formation of Morals of Blind Students Wahyuningsih, Nur Eka; Kahar, M. Iksan; Cikka, Hairuddin
Al-Mishbah: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Vol 21 No 2 (2025)
Publisher : Komunitas Dosen Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/al-mishbah.Vol21.Iss2.525

Abstract

The communication strategy of Islamic Religious Education teachers in the formation of the morals of students with disabilities has a very important role, because the condition of intellectual limitations requires a special approach that adjusts to the abilities and needs of students. Teachers not only function as material presenters, but also as guides, motivators, and role models that can be imitated by students. Through the use of simple language, patient and repeated two-way communication, the use of visual methods and hands-on practice, and the provision of real examples in daily life, teachers are able to instill Islamic moral values more effectively. A personal, compassionate, and consistent approach is the key to success in internalizing morals in students with disabilities. Thus, the right communication strategy of PAI teachers will help shape the religious behavior, independence, and discipline of students with disabilities, as well as foster mutual respect, manners, and responsibility. This shows that the formation of morals is not only determined by the teaching material, but is greatly influenced by the communication pattern of teachers who are humane, patient, and full of example.