Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

INTEGRASI NILAI KARAKTER MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA ERA SOCIETY 5.O DI SEKOLAH DASAR Farhurohman, Oman; Anggita Citra, Ririn; Afinatussakinah, Sri
Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/ibriez.v9i2.620

Abstract

Karakter dikehidupan saat ini sangatlah menggelisahkan terutama di dunia pendidikan oleh karena itu perlu edukasi sejak dini setelah banyak kejahatan yang saat ini beredar, baik di platform media masa (offline) ataupun (online). Penelitian ini bertujuan untuk memastikan bagaimana penanaman nilai karakter dapat diterapkan melalui pendidikan pancasila era society 5.0 di sekolah dasar provinsi Banten. Metodologi penelitian kualitatif diterapkan dengan model penelitian lapangan (field research) dan studi kasus deskriptif, metode ini menghasilkan data deskriptif dari pengamatan langsung, wawancara, serta dokumentasi. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa penanaman nilai karakter melalui pembelajaran pendidikan pancasila era society 5.0 di sekolah dasar provinsi banten sangat memberikan dampak yang besar bagi pembentukan karakter generasi muda yang berakhlak kuat dan mampu menghadapi tantangan zaman. Implementasi nilai karakter dilakukan melalui tiga aspek utama: moral knowing (pengetahuan moral), moral feeling (perasaan moral) dan moral behavior (perilaku moral), yang diwujudkan dalam kegiatan belajar mengajar, kegiatan ekstrakurikuler dan interaksi sosial. Penelitian ini juga di harapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan pendidikan karakter di sekolah dan membantu guru dan orang tua dalam mengembangkan nilai karakter pada siswa.
Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Sekolah Dasar melalui Metode Aktif dan Inovatif Salsabilla, Ayesha Malika; Cahya, Intan Nur; Latipah, Tasya; Farhurohman, Oman
ARZUSIN Vol 5 No 4 (2025): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/arzusin.v5i4.6028

Abstract

The quality of learning at the elementary school level in Indonesia continues to face various challenges, one of which is the dominance of traditional teacher-centered instructional methods, resulting in low student motivation, participation, and critical thinking skills. This study aims to explore and analyze the effectiveness of implementing active and innovative learning methods that are relevant in the context of primary education to enhance learning quality. A library research method was employed by analyzing various scholarly articles and documents related to active and innovative learning in elementary schools. The findings indicate that instructional strategies such as Project-Based Learning, Problem-Based Learning, Discovery Learning, and cooperative approaches like Think-Pair-Share have proven effective in improving learning outcomes, critical thinking skills, creativity, and student motivation. Additionally, the integration of technology through interactive digital media and gamification approaches also contributes positively to increased student participation and the creation of an enjoyable learning environment. These results affirm that active and innovative learning plays a significant role in improving the quality of primary education. The study recommends ongoing teacher training and the provision of supporting facilities as essential prerequisites to ensure that student-centered methods are implemented effectively within Indonesia’s basic education system.
Pengaruh Kemampuan Berpikir Kritis terhadap Model Pembelajaran Problem Based Learning di Sekolah Dasar Ramadhani, Nadira Novia; Mafudoh, Mafudoh; Farhurohman, Oman
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i2.15139

Abstract

Pendidikan merupakan peran yang sangat penting dalam kehidupan ini, karena melalui pendidikan kita dapat memperoleh pengetahuan yang memiliki nilai dan manfaat. Ilmu dapat diartikan sebagai pengetahuan yang diperoleh melalui proses pembelajaran, sedangkan pendidikan adalah proses yang digunakan untuk memperoleh pengetahuan tersebut. Belajar, pada dasarnya, adalah proses di mana kita mengalami dan mengembangkan keterampilan baru. Pendidikan merupakan faktor kunci dalam mengembangkan potensi peserta didik. Salah satu aspek penting dalam pendidikan adalah pengembangan kemampuan berpikir kritis. Berpikir kritis Merujuk pada suatu proses kognitif yang terstruktur dan holistik yang melibatkan analisis mendalam terhadap suatu subjek dengan memanfaatkan sejumlah informasi yang relevan. Berpikir kritis merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh siswa agar mereka dapat mencerminkan bukti secara reflektif, produktif, dan evaluatif. Model pembelajaran berbasis masalah (PBL) merupakan suatu pendekatan dalam pemecahan masalah proses belajar di mana guru menghadirkan suatu masalah yang memiliki relevansi dengan kehidupan nyata kepada siswa secara terstruktur. Para siswa kemudian diberi instruksi untuk memecahkan masalah tersebut dengan mempertimbangkan berbagai perspektif yang ada. Dalam konteks ini, guru sangat berperan di dalam pendidikan sebagai fasilitator yang membimbing siswa dalam proses memecahkan masalah dan mendorong mereka untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis mereka. Penggunaan model pembelajaran berbasis masalah telah terbukti dalam pembelajaran sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, memicu rasa ingin tahu mereka dalam mencari informasi, serta mendorong kolaborasi dalam kelompok kerja.
Penggunaan Media Canva Untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Kelas III Sekolah Dasar Nurpiani, Rika; Anggraeni, Sri Rahayu; Farhurohman, Oman
Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 8, No. 3 (Juli 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v8i3.3561

Abstract

Prestasi akademik siswa dipengaruhi oleh faktor-faktor baik internal maupun eksternal. Salah satu faktor internal yang memainkan peran penting ialah minat belajar. Peserta didik sering mudah bosan ketika proses pembelajaran sedang berlangsung dikarenakan kurangnya minat belajar. Maka dari itu sebagai pendidik kita harus mampu menghadapi tantangan tersebut dengan menggunakan media pembelajaran yang menarik salah satunya yaitu canva. Canva adalah sebuah aplikasi desain online yang menyediakan berbagai macam opsi desain. Tujuan dari tinjauan pustaka ini untuk menganalisis artikel ilmiah yang membahas tentang penggunaan canva sebagai media pembelajaran untuk peserta didik terutama dalam meningkatkan minat belajar pada kelas III Sekolah Dasar. Metode yang digunakan adalah metode tinjauan pustaka yang mengambil referensi dari artikel di Google Scholar. Artikel ilmiah yang menjadi bahan tinjauan ini dipilih dari periode lima tahun terakhir. Kemudian, peneliti membaca, mengevaluasi dan menganalisis informasi yang terdapat di dalamnya. Dari enam artikel yang diperoleh menyatakan bahwa aplikasi canva yang digunakan sebagai media pembelajaran dapat meningkatkan minat belajar siswa.
Permasalahan Pembelajaran IPS yang Terdapat di SD : (Studi Kasus: SDN Ciwaktu) Afinatussakinah, Sri; Nurzahra, Siti; Farhurohman, Oman
Pendagogia: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 4 No 1: April 2024
Publisher : Educational Consultant & Counseling Career (EC3) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research is to find the problems that exist in the implementation of social studies learning in elementary schools. This research uses a qualitative method with a case study approach. This research was conducted at SDN Ciwaktu in the city of Serang using the interview method with teachers at SDN Ciwaktu. The results of this research show that students have problems both from external factors, namely school and family factors, and internal factors consisting of intelligence, interests, talents, motivation, emotion and mental health. The most important thing is the teacher's lack of ability to choose learning methods and media that suit the character of each student.
Pendampingan Guru dalam Penyusunan Bahan Ajar Kurikulum Merdeka: Pengalaman Madrasah di Banten Farhurohman, Oman; Sabri, Sabri; Hanafi, Hanafi; Purwanti, Dewi; Nurbayinah, Siti; Aditiya Subagja, Muchamad
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 4 No. 2 (2024): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v4i2.493

Abstract

The problems teachers at MIN 1 Serang face in preparing teaching modules for the Merdeka Curriculum include difficulties in designing and creating the modules and a lack of experience implementing them in the classroom. This activity aimed to assist teachers in overcoming these challenges, particularly in designing and creating teaching modules for the Merdeka Curriculum. The method used was Participatory Action Research (PAR), which involved four stages: preparation and coordination, implementation, mentoring, and program evaluation. The mentoring process began with the preparation and coordination stage, which included identifying needs and planning activities at the school. Subsequently, the implementation phase involved intensive training to understand the Merdeka Curriculum and techniques for creating teaching modules, followed by in-depth mentoring to prepare Merdeka Lesson Plans. During the mentoring process, participants were encouraged to think critically and comprehensively when designing teaching materials. The results of this activity showed positive changes, where participants could understand the Merdeka Curriculum materials and successfully create teaching modules per the curriculum's standards. The evaluation at the end of the activity demonstrated success in achieving the mentoring objectives. Keywords: Teacher assistance, Implementation of Merdeka Curriculum, Teaching modules Abstrak: Problematika yang dihadapi oleh guru-guru di MIN 1 Serang dalam penyusunan modul ajar Kurikulum Merdeka meliputi kesulitan dalam menyusun dan membuat modul ajar, serta kurangnya pengalaman dalam mengimplementasikannya di kelas. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk mendampingi guru dalam mengatasi permasalahan tersebut, khususnya dalam menyusun dan membuat modul ajar Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), yang melibatkan empat tahapan: persiapan dan koordinasi, pelaksanaan, pendampingan, serta evaluasi program. Proses pendampingan dimulai dengan tahap persiapan dan koordinasi, yang mencakup identifikasi kebutuhan dan perencanaan di madrasah. Selanjutnya, pelaksanaan pendampingan dilakukan melalui pelatihan intensif untuk memahami Kurikulum Merdeka dan teknik penyusunan modul ajar, diikuti dengan pendampingan intensif dalam penyusunan RPP Merdeka. Selama proses pendampingan, peserta diajak untuk berpikir kritis dan menyeluruh dalam merancang materi modul ajar. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya perubahan positif, di mana peserta mampu memahami materi Kurikulum Merdeka dan berhasil membuat modul ajar sesuai dengan ketentuan kurikulum tersebut. Evaluasi di akhir kegiatan menunjukkan keberhasilan dalam pencapaian target pendampingan. Kata kunci: Pendampingan guru, Implementasi Kurikulum Merdeka, Modul ajar
The Effectiveness of Social Studies Learning based on Local Wisdom on Strengthening the Character of Elementary School Students Latifah, Azizah; Fitriani, Aulia; Farhurohman, Oman
Passikola: Jurnal Pendidikan Dasar & Madrasah Ibtidaiyah Vol. 2 No. 2 (2025): November, Passikola: Jurnal Pendidikan Dasar & Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Jurusan Tarbiyah dan Keguruan, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/passikola.v2i2.1856

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of Social Science (IPS) learning based on local wisdom in strengthening the character of elementary school students. The method used is Systematic Literature Review (SLR) on various relevant national researches. The results of the study show that the application of local cultural values through folklore, traditional games, and culture-based media is effective in increasing social understanding and instilling the character of mutual cooperation, responsibility, and love for the homeland. This approach makes learning more contextual and meaningful according to students' lives. However, its implementation still faces obstacles, such as limited teacher competence, lack of local teaching materials, and school policy support. Therefore, teacher training, the development of contextual learning resources, and the synergy of schools and communities in preserving cultural values are needed.
Pengaruh Penerapan Model Discovery Learning Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa pada Pelajaran IPAS Soyhah, Elsa; Hanafi, Hanafi; Farhurohman, Oman
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (JP-IPA) Vol 6, No 2 (2025): November 2025
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jp-ipa.v6i2.692

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of the discovery learning model on students' critical thinking skills in the IPAS (Science and Social Studies) subject, specifically on the topic of the States of Matter and Its Changes.The research method employed was a Quasi-Experimental design using the Non-equivalent Control Group Design. The study was conducted in the 4th grade of Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah Ciwaru, where students were divided into an experimental group (receiving the discovery learning treatment) and a control group. The object of this research was the students' critical thinking skills. Data collection techniques included essay tests in the form of pretest and posttest, as well as observation. Data analysis was performed quantitatively using the t-test to determine the significance of the difference in the mean scores of the pretest and posttest between the two groups. The results showed a significant increase in critical thinking skills in the experimental class. The mean posttest score for the experimental class (86.63) was substantially higher compared to the control class (63.27). Based on the t-test analysis, the difference in the pretest and posttest scores between the two groups was significant, with a significance value (2-tailed) of 0.000 (p 0.05). The conclusion of this study is that the implementation of the discovery learning model is effective and can improve the critical thinking skills of 4th-grade students on the topic of the States of Matter and Its Changes.
PEMANFAATAN LINGKUNGAN SEKITAR SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SD/MI Kholisatul Asna, Rizka; Anggraeni, Anggi; Ayu Perdani, Puti; Farhurohman, Oman
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 11 (2025): November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran IPS di SD/MI memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan sosial, berpikir kritis, dan pemahaman siswa terhadap lingkungan sekitar. Lingkungan sebagai sumber belajar memberikan pengalaman nyata yang dapat menghubungkan konsep materi dengan kehidupan sehari-hari. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar IPS dalam rangka meningkatkan hasil belajar siswa SD/MI. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan mengkumpulkan, menganalisis, dan membandingkan berbagai referensi seperti buku, jurnal, dan temuan penelitian terdahulu yang relevan dengan topik. Hasil analisis menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis lingkungan mampu meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan pemahaman konsep siswa karena mereka terlibat langsung dalam kegiatan observasi, eksplorasi, dan interaksi dengan fenomena sosial di sekitar mereka. Selain itu, pendekatan ini mendorong siswa mengembangkan pola pikir kritis, kreativitas, serta kemampuan sosial melalui pengalaman belajar kontekstual. Namun, pemanfaatan lingkungan juga memiliki kendala seperti kondisi lingkungan yang berubah, perbedaan karakteristik geografis, serta kebutuhan persiapan dan kompetensi guru yang lebih kompleks. Secara keseluruhan, pembelajaran berbasis lingkungan terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPS, dengan catatan adanya dukungan dari guru, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar pembelajaran kontekstual dapat diterapkan secara maksimal dan berkelanjutan.
Pencak Silat As a Character Building Strategy for Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Serang Students; Thomas Lickona's Perspective Anggita Citra, Ririn; Khaeroni, Khaeroni; Farhurohman, Oman
AT-THULLAB : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 9 No 1 (2025): At-Thullab : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/atl.v9i1.2375

Abstract

Juvenile delinquency is currently rampant in society. There are many cases such as brawls, acts of violence, and truancy at school; for this reason, character formation in children is very important to be implemented from an early age. The study aims to analyze the strategy of instilling character values through extracurricular pencak silat at MIN 2 Serang, an Islamic elementary school in Serang, Banten. MIN 2 Serang was chosen as the location of the study because it has shown a positive impact on the formation of student character through pencak silat activities, which are part of the local culture of Banten. This study uses a qualitative approach with a descriptive case study method, and this study found that instilling character values is carried out through three stages: moral knowing, feeling, and doing. The results of the study indicate that the Character Value Instillation Strategy instilled by the trainer, namely using the Moral Knowing Strategy, fosters discipline, Moral Feeling instills empathy, and Moral Doing instills the value of responsibility, but from this instillation, there are supporting factors, including adequate facilities. At the same time, challenges such as the distance of students' homes become obstacles to character formation. This study contributes to developing a character education model rooted in local culture.