Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Effectiveness of Pineapple and Lemon Peel Extracts as Antimicrobial Paper Soap Irawati, Fitri; Nasution, Nabila Halim; Utami, Sari; Pratiwi, Nanda
JURNAL BIOSAINS Vol. 9 No. 3 (2023): JBIO : Jurnal Biosains (The Journal of Biosciences)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v9i3.45380

Abstract

Kesehatan masih menjadi masalah yang memprihatinkan di seluruh dunia. Hal ini juga didukung dengan respon berupa upaya mewujudkan pembangunan skala besar di bidang kesehatan dengan target pencapaiannya pada tahun 2030 yaitu Sustainable Development Goals, menjamin kehidupan yang sehat. Indonesia merupakan negara yang masih mengalami permasalahan lingkungan yang krusial, khususnya sampah. Salah satunya adalah limbah organik kulit buah nanas ( Ananas comosus L.). Penambahan ekstrak lemon ( Citrus limonL.) yang diformulasikan akan memberikan aromaterapi alami dan memberikan efek perasaan tenang. Di sisi lain, pengembangan sabun kertas merupakan inovasi efisiensi dan kemampuan untuk menciptakan kebiasaan mencuci tangan di masyarakat Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pembuatan sabun kertas dengan bahan alami yaitu limbah lemon dan nanas serta mengetahui bioaktivitas kombinasi tersebut sebagai antiseptik sabun kertas. Metode penelitian ini merupakan metode eksperimen dengan menguji aktivitas antimikroba yang dilakukan dengan metode difusi paper disc technique. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sabun kertas yang terbuat dari bahan alami kulit lemon dan nanas dapat direalisasikan dan memiliki efek antiseptik dengan zona hambat total rata-rata terhadap S. aureus.bakteri sebesar 5,7 mm dan terhadap bakteri E. coli sebesar 20 mm sehingga sabun kertas tergolong efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri patogen
PENDAMPINGAN NELAYAN DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN PENGOLAHAN TEPUNG IKAN DENGAN METOEDE PAR Novianty, Rina; Darwis, Rahma Hidayati; Hasni, Hasni; Utami, Sari
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v4i2.707-718

Abstract

Desa manera yang terletak di Kecamatan Salomekko Kabupaten Bone, merupakan daerah pesisir yang berada di sepanjang pesisir teluk Bone yang sebagian besar penduduknya menggantungkan hidup pada potensi hasil perikanan dan kelautan. Kebiasaan nelayan menumpuk begitu saja ikan tangkapannya di atas palka dengan es balok yang minim menyebabkan mutunya cepat merosot terutama pada musim tangkap, nelayan biasanya memperoleh ikan dalam jumlah besar. Sebagian membusuk saat sampai di daratan, akhirnya menjadi limbah yang mengganggu kebersihan dan keindahan lingkungan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat nelayan desa Manera dalam mengelola ikan dan limbah menjadi tepung ikan agar memiliki nilai tambah ekonomi. Metode pendampingan yang digunakan adalah  Partisifatory Action Riset (PAR), yang dimulai dengan riset pendahuluan, inkulturasi, pengorganisasian masyarakat, merencanakan dan melakukan berbagai aksi perubahan dan melakukan evaluasi serta refleksi. Manfaat yang diperoleh masyarakat adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan limbah ikan menjadi tepung ikan yang bernilai ekonomis. Selain itu, manfaat juga dirasakan oleh masyarakat nelayan baik ditinjau dari sisi ekonomi maupun lingkungan. Dari sisi ekonomi, pendapatan masyarakat dapat meningkat melalui pengolahan limbah ikan menjadi produk tepung ikan serta prospek usahanya masih cerah, sedangkan manfaat untuk lingkungan adalah mengurangi pencemaran lingkungan yang dapat menimbulkan berbagai penyakit karena semua sisa atau limbah ikan tidak terbuang percuma, tetapi dijadikan sebagai bahan baku pembuatan tepung ikan.
When the State Plays “Philanthropist”: Social Aid as an Instrument of Power Legitimacy Putra, Muhammad Deni; Rofiki, Akhmad; Argantara, Zaid Raya; Utami, Sari; Addiarrahman, Addiarrahman; Ondri, Dino
An-Nida' Vol 49, No 2 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/an-nida.v49i2.38327

Abstract

Social assistance, traditionally regarded as a governmental mechanism for advancing public welfare, frequently extends beyond its humanitarian role in practice and encompasses substantial political implications. Rather than exclusively targeting poverty reduction and inequality mitigation, social assistance is often employed strategically to legitimize and perpetuate state authority. This study critically investigates the reconstruction of social assistance policies as instruments of political domination, wherein the state is portrayed as a “benefactor” whose generosity elicits gratitude and loyalty. Utilizing a qualitative, literature-based methodology, the research identifies recurring patterns of politicization of social assistance across diverse contexts. The findings reveal that political legitimacy is constructed through multiple interconnected mechanisms: the selective allocation of aid serving as political patronage; the internalization of the state’s “savior” narrative via symbolic violence that redefines assistance from a citizen’s entitlement to a discretionary favor; limited political literacy that restricts critical public engagement; and the utilization of aid delivery systems to map, monitor, and consolidate grassroots political support. Consequently, social assistance often becomes a transactional tool fostering clientelistic relationships, undermining democratic participation, and exacerbating social inequality. This study highlights the imperative to reform social assistance governance by emphasizing transparency, accountability, and a rights-based framework, alongside efforts to enhance critical political literacy within society. Abstrak: Bantuan sosial yang secara konvensional dipahami sebagai alat negara untuk mensejahterakan masyarakat, dalam praktiknya sering beroperasi melampaui fungsi kemanusiaan dan menyimpan dimensi politik yang signifikan. Alih-alih semata ditujukan untuk pengentasan kemiskinan dan pengurangan ketimpangan, bantuan sosial kerap diposisikan sebagai instrumen strategis untuk melegitimasi dan mempertahankan kekuasaan negara. Penelitian ini bertujuan menelaah secara kritis bagaimana kebijakan bantuan sosial direkonstruksi untuk menopang dominasi politik dengan membingkai negara sebagai “dermawan” yang kebaikannya menuntut rasa syukur dan loyalitas. Menggunakan metode kualitatif berbasis studi literatur, penelitian ini mengidentifikasi pola politisasi bantuan sosial dalam berbagai konteks. Temuan menunjukkan bahwa legitimasi kekuasaan dibangun melalui beberapa mekanisme yang saling terkait: distribusi bantuan yang selektif sebagai sistem imbalan politik; internalisasi narasi negara sebagai “penyelamat” melalui kekerasan simbolik yang menggeser makna bantuan dari hak warga menjadi pemberian; rendahnya literasi politik yang membatasi kesadaran kritis masyarakat; serta pemanfaatan infrastruktur bantuan untuk memetakan dan mengonsolidasikan dukungan politik di tingkat akar rumput. Akibatnya, bantuan sosial cenderung berubah menjadi instrumen transaksional yang memproduksi relasi klientelistik, melemahkan partisipasi demokratis, dan memperdalam ketimpangan sosial. Studi ini menegaskan urgensi reformasi tata kelola bantuan sosial berbasis transparansi, akuntabilitas, dan pendekatan berbasis hak, disertai penguatan literasi politik kritis masyarakat.
Pengaruh Disiplin Kerja, Kepemimpinan Kepala Sekolah, dan Lingkungan Kerja Terhadap Motivasi Berprestasi Guru Dengan Perilaku Inovatif Sebagai Variabel Moderasi Utami, Sari; Kardoyo; Widiyanto
Business and Accounting Education Journal Vol. 6 No. 3 (2025): Business and Accounting Education Journal
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/baej.v6i3.40564

Abstract

Teachers play a very important role in the success of education because they not only have the responsibility of delivering lesson material, but also must be able to be mentors, motivators, and role models for students. Teachers must have the achievement motivation to so they can be role models for students to progress and ultimately have a positive impact on the quality of education. However, teachers' motivation to achieve is still low, as can be seen from the low participation in various competitions, self-development, and writing books or scientific papers and learning innovations. This study examines the influence of work discipline, principal leadership, and work environment on the motivation to achieve of public junior high school teachers in group 01 in Semarang Regency, with innovative behavior as a moderating variable. Using a correlational quantitative design with SEM-PLS analysis on 154 teachers from a population of 250, the results show a significant positive influence of the three independent variables on achievement motivation. Meanwhile, the moderating effect of innovative behavior strengthens the influence of principal leadership and work environment on achievement motivation and weakens the influence of work discipline on achievement motivation.