Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Implementasi Taksonomi Barrett untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas VII Umamy, Etty; Bactiar, Hamid; Nadhiroh, Khoirun; Mawadah, Ilma Maretiana; Farida, Umi
Ed-Humanistics : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 10 No 1 (2025): Ed-Humanistics
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Hasyim Asy'ari (Unhasy) Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/ed-humanistics.v10i1.8985

Abstract

Reading comprehension is an essential skill in education, yet it remains a challenge for many students in Indonesia. The low level of reading comprehension ability is often caused by the lack of instructional strategies that emphasize higher-order thinking skills. This study aims to analyze the effectiveness of implementing Barrett’s Taxonomy in improving the reading comprehension skills of seventh-grade students at SMP Negeri 11 Malang. The research employed Classroom Action Research (CAR) using the Kemmis & McTaggart model, consisting of two cycles. The participants were seventh-grade students, with data collected through pre-tests, post-tests, observations, and interviews. Data analysis was conducted using quantitative (t-test and effect size) and qualitative (thematic analysis) approaches. The findings indicate a significant improvement in students' reading comprehension after implementing Barrett’s Taxonomy, particularly in inferential, evaluative, and appreciative comprehension. The t-test results showed a significant increase in post-test scores compared to pre-test scores (t = 6.89, p < 0.05), with an effect size of 1.24, indicating a substantial impact on reading comprehension. Furthermore, observations and interviews revealed that this strategy enhanced students’ engagement in reading activities. In conclusion, Barrett’s Taxonomy is effective in improving reading comprehension skills and can serve as an alternative strategy for teachers to develop higher-order thinking skills in reading instruction.
Bentuk Tuturan Pembuka dan Penutup Pengamen di Bus Antar Kota (Bojonegoro-Surabaya) Umamy, Etty; Pangestutik, Dwi
Jurnal Likhitaprajna Vol 25 No 1 (2023): April 2023
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/likhitaprajna.v25i1.232

Abstract

Humans express ideas and thoughts through language. Language is clearly visible in a person's speech; this is closely related to his field or work. One type of utterance is the utterance delivered by buskers. The focus of this research is to study the forms of the opening and closing speeches of buskers on inter-city buses (Bojonegoro-Surabaya). This iresearch is iqualitative iresearch iwith a icase study type. The idata isources ifor ithis iresearch iare the ispeeches of istreet isingers iand the contexti of the isituations ithat iinfluence ithem. Data icollection isi done iby recordingi, observingi, and itaking notes. iData ianalysis itechniques in ithis istudy used an iinteractive imodel iconsisting of idata icollection, idata ireduction, idata presentationi, iand idrawing iconclusions. What can be concluded is that the form of opening speech in busking activities includes greetings, apologies, and conveying hopes. While the form of closing speech in busking activities includes saying greetings of thanks, apologizing, expressing hopes, and conveying appeals.
Penguatan Nasionalisme Melalui Pengenalan Tokoh Sejarah di SDN 1 Kemantren Jabung Kristiawan, Indria; Mukhlishin, Muh Irfan; Kustyarini, Kustyarini; Umamy, Etty
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 1 (2025): Bulan September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i1.201

Abstract

Pelemahan semangat nasionalisme di kalangan siswa sekolah dasar menjadi tantangan nyata dalam dunia pendidikan saat ini. Minimnya pemahaman terhadap sejarah perjuangan bangsa serta kurangnya keteladanan yang dikenalkan dalam pembelajaran menyebabkan lunturnya rasa cinta tanah air. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menumbuhkan kembali nilai-nilai nasionalisme melalui pendekatan edukatif, interaktif, dan kontekstual. Mitra pengabdian adalah SDN 1 Kemantren Jabung, Kabupaten Malang. Metode yang digunakan mencakup penyusunan materi tokoh sejarah, penyampaian pembelajaran interaktif, pementasan drama sejarah, penggunaan media audiovisual, Lomba Cerdas Cermat Sejarah, Pameran Sejarah, dan ceramah inspiratif oleh narasumber. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan antusiasme siswa, penguatan pemahaman terhadap nilai kebangsaan, serta tumbuhnya sikap positif terhadap persatuan dan identitas nasional. Guru-guru juga menyambut baik metode ini sebagai inovasi pembelajaran yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan kreatif dan partisipatif dalam pembelajaran sejarah berpotensi besar dalam memperkuat karakter dan identitas kebangsaan siswa sekolah dasar. Hasil pengabdian ini penting untuk menjadi rujukan dalam pengembangan model pendidikan karakter berbasis sejarah di jenjang dasar.
PENDEKATAN HUMANISTIK DALAM PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA BERBASIS PSIKOSOSIAL LITERASI KUSTYARINI, K.; UMAMY, ETTY
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v4i4.3561

Abstract

Psychosocioliteracy-based education is a crucial aspect of the humanist approach to learning in schools, focusing on linking teaching material with students' real-life situations and sociological psychological conditions. This approach encourages students to connect their knowledge with their lives as family and society members. Learning outcomes occur naturally through student work and experience activities, rather than knowledge transfer. Psychosocial pedagogy is essential for character education, as it helps teachers improve their understanding of teaching and trace the quality of their teaching through critical reflection. Language learning should be comprehensive and integrated, involving careful selection of context and personal experience. This approach encourages students to develop reflective abilities and skills, fostering a supportive social environment and promoting a commitment to learning. ABSTRAKPendidikan berbasis psikososioliterasi merupakan aspek penting dari pendekatan humanis terhadap pembelajaran di sekolah, yang berfokus pada menghubungkan materi pengajaran dengan situasi kehidupan nyata siswa dan kondisi psikologis sosiologis. Pendekatan ini mendorong siswa untuk menghubungkan pengetahuan mereka dengan kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Hasil pembelajaran terjadi secara alami melalui kegiatan kerja dan pengalaman siswa, bukan transfer pengetahuan. Pedagogi psikososial sangat penting untuk pendidikan karakter, karena membantu guru meningkatkan pemahaman mereka tentang pengajaran dan melacak kualitas pengajaran mereka melalui refleksi kritis. Pembelajaran bahasa harus komprehensif dan terintegrasi, yang melibatkan pemilihan konteks dan pengalaman pribadi yang cermat. Pendekatan ini mendorong siswa untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan reflektif, menumbuhkan lingkungan sosial yang mendukung, dan meningkatkan komitmen untuk belajar.
Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi Melalui Media Interaktif untuk Meningkatkan Motivasi Belajar: Implementation of Differentiated Learning Through Interactive Media to Enhance Learning Motivation Nadhiroh, Khoirun; Farida, Umi; Maretiana Mawadah, Ilma; Umamy, Etty
Adjektiva: Educational Languages and Literature Studies Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/adjektiva.v8i2.5037

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran teks puisi melalui penerapan strategi pembelajaran berdiferensiasi yang dilengkapi dengan penggunaan media interaktif. Latar belakang dari penelitian ini adalah rendahnya minat dan motivasi siswa terhadap materi teks puisi dalam pelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Malang. Pendekatan yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart, yang mencakup empat tahap: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi, yang dilakukan dalam dua siklus. Subjek penelitian berjumlah 30 siswa kelas VIII. Data dikumpulkan melalui observasi, angket motivasi belajar, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam motivasi belajar siswa, yang tercermin dari peningkatan partisipasi aktif dari 55% di siklus I menjadi 85% di siklus II, serta peningkatan skor rata-rata angket motivasi belajar dari kategori sedang (68) menjadi tinggi (84). Selain itu, 87% siswa menyatakan bahwa media interaktif membantu mereka memahami materi puisi dengan lebih baik. Oleh karena itu, strategi pembelajaran berdiferensiasi yang didukung media interaktif terbukti efektif dalam menciptakan suasana belajar yang adaptif, kolaboratif, dan mampu meningkatkan motivasi belajar siswa.
Narasi Lokal dalam Buku Cerita Anak sebagai Media Internalisasi Nilai Demokrasi pada Siswa Sekolah Dasar Umamy, Etty; Rizqi Nur Abni, Septia; Izzah, Aqidatul
Ed-Humanistics : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 10 No 2 (2025): Ed-Humanistics
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Hasyim Asy'ari (Unhasy) Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/ed-humanistics.v10i2.10441

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran narasi lokal dalam buku cerita anak sebagai mediainternalisasi nilai-nilai demokrasi pada siswa sekolah dasar. Pendekatan penelitian yang digunakanadalah kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di tiga sekolah dasar di KabupatenMalang. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan dokumentasiyang dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwanarasi lokal mampu menjadi sarana efektif dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi sepertimusyawarah, menghargai pendapat, dan keadilan. Pembacaan dan diskusi terhadap cerita anak yangberakar pada budaya lokal membantu siswa memahami konsep demokrasi tidak hanya secarakognitif, tetapi juga secara afektif dan konatif melalui praktik musyawarah di kelas. Guru berperanpenting sebagai fasilitator yang menghubungkan pesan moral cerita dengan kehidupan nyata siswa.Temuan ini menegaskan bahwa integrasi narasi lokal dalam pembelajaran literasi sastra anak dapatmenjadi strategi inovatif dalam mewujudkan profil pelajar Pancasila yang demokratis, kritis, danberbudaya
Pengaruh Karakter, Motivasi, dan Lingkungan Belajar terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas VIII dalam Perspektif Ekologis pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Etty Umamy; Indria Kristiawan; Khoirul Efendiy
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 2024: SPECIAL EDITION: LALONGET V
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.17249

Abstract

This study aims to examine the influence of character, motivation, and learning environment on the creative thinking ability of eighth-grade students in Indonesian Language lessons at SMP Negeri 1 Jabung and SMP Negeri 1 Pakis, Malang Regency. Based on Bronfenbrenner's ecological theory (1979), which emphasizes the role of the learning environment, this research uses a quantitative approach with a descriptive correlational design, involving 231 students selected as samples using the Raosoft method. Data were collected through questionnaires and creative thinking tests, which were tested for validity and reliability. The analysis results indicate that students' character significantly influences creative thinking ability (t-statistic = 4.133, coefficient = 0.242), where positive character traits such as discipline and responsibility support creativity. Learning motivation also has a significant effect (t-statistic = 5.973, coefficient = 0.368), with intrinsic motivation playing a dominant role in enhancing creativity. Additionally, a conducive learning environment (t-statistic = 3.502, coefficient = 0.199) also supports the development of students' creativity. These findings emphasize the importance of developing character, motivation, and the learning environment to create conditions that foster student creativity, contributing to better educational policies.
The Use of Social Media in Indonesian Language Learning for Students at Lamongan Islamic University Emalia Nova Sustyorini; Etty Umamy
INFOKUM Vol. 14 No. 01 (2026): Infokum, January - February 2026
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58471/infokum.v14i01.3072

Abstract

This study aims to describe the use of social media in Indonesian language learning for students at Lamongan Islamic University and examine students' responses to its use as a learning medium. The study used a descriptive qualitative approach with students from two classes of general Indonesian language courses as subjects. Data were obtained through learning observations, semi-structured interviews, student response questionnaires, and documentation of learning activities through social media. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and continuous conclusion drawing. The results show that social media is used as a medium for communication and discussion, material delivery, and a means of practicing language skills, especially writing and speaking. The use of social media encourages increased academic interaction, active student participation, and learning motivation in Indonesian language learning. In addition, learning becomes more contextual and relevant to the characteristics of students as digital learners. The conclusion of this study shows that the integration of social media in Indonesian language learning contributes positively to the achievement of learning objectives and has the potential to be developed as part of an innovative learning model in higher education.
Analisis Dinamika Kepribadian Tokoh William dalam Novel William Karya Risa Saraswati Umamy, Etty; Sari, Reni Triwulan; Efendiy, Khoirul
LEKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2025): Oktober
Publisher : STKIP PGRI Ponorogo Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60155/leksis.v5i2.682

Abstract

Karya sastra seringkali menghadirkan kompleksitas psikologis tokoh yang dapat merefleksikan dinamika kepribadian manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kepribadian tokoh William dalam novel William karya Risa Saraswati dengan menggunakan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan teknik baca dan catat dalam pengumpulan data. Data berupa kutipan teks yang relevan dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh William mengalami distribusi energi psikis yang meliputi aktivitas berpikir, membedakan, dan mengingat. Energi tersebut dikelola oleh id, ego, dan superego yang secara bergantian memengaruhi sikap serta keputusan tokoh. Insting tokoh William ditunjukkan melalui insting hidup (life instinct) berupa dorongan mempertahankan hidup, berinteraksi sosial, berkarya melalui musik, dan cinta terhadap orang tua, sedangkan insting mati (death instinct) tampak dalam perilaku agresif, penghukuman diri, hingga sikap pasrah terhadap kematian. Selain itu, tokoh William juga mengalami tiga bentuk kecemasan, yaitu kecemasan realistis, kecemasan neurotis, dan kecemasan moral, yang memperlihatkan pergulatan batin yang kompleks. Temuan ini mengindikasikan bahwa novel William bukan sekadar karya fiksi, melainkan juga representasi konflik psikis manusia yang dapat dipahami melalui perspektif psikoanalisis. Penelitian ini diharapkan memperkaya kajian psikologi sastra dan membuka peluang penelitian lanjutan dengan pendekatan interdisipliner yang lebih luas.