Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

The DISCOURSE OF SEWAKA DHARMA IN THE TEXT OF KAKAWIN NĀGARAKṚTĀGAMA Ni'mah, Mamluatun; I Nyoman Suarka; I Gede Oeinada
Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol.15 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/kalangwan.vi.4338

Abstract

This research aims to determine the form of Mpu Prapañca's sewaka dharma discourse towards King Hayam Wuruk and the Majapahit Kingdom in the Kakawin Nāgarakṛtāgama text. Sewaka dharma discourse is a discourse about devotion or service on the path of truth towards something. This research uses Ferdinand de Saussure's semiotic theory to determine the signifying and signified aspects of Mpu Prapañca's sewaka dharma discourse towards King Hayam Wuruk and the Majapahit Kingdom in the Kakawin Nāgarakṛtāgama text. Next, at the stage of analyzing the data using descriptive analysis methods with content analysis techniques. Then, at the stage of presenting the results of data analysis using informal methods with inductive deductive techniques. The data source for this research is the Kakawin Nāgarakṛtāgama text. The results of this research are Mpu Prapañca's journey in dedicating himself to King Hayam Wuruk by following wherever King Hayam Wuruk went and dedicating himself to the Majapahit Kingdom by writing about its beauty and splendor in a literary work, especially the Kakawin Nāgarakṛtāgama text.  So you can find out about Mpu Prapañca's sewaka dharma discourse to King Hayam Wuruk and the Majapahit Kingdom.
Kepribadian Tokoh Aihara Kotoko dan Naoki Irie dalam Drama Mischievous Kiss: Love In Tokyo - Season 1 Rossa, Shafa Nabila; Aryani, Made Ratna Dian; Oeinada, I Gede
LANCAH: Jurnal Inovasi dan Tren Vol. 2 No. 2b (2024): Special Edition Juli
Publisher : Lembaga Otonom Lembaga Informasi dan Riset Indonesia (KITA INFO dan RISET) - Lembaga KITA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/ljit.v2i2b.2923

Abstract

Penelitian ini berjudul "Kepribadian Tokoh Aihara Kotoko dan Naoki Irie dalam Drama Mischievous Kiss: Love in Tokyo Season 1". Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi ciri-ciri kepribadian Aihara Kotoko dan Naoki Irie berdasarkan teori kepribadian Raymond Cattell (1950) dan konsep amae (甘え).Fokus penelitian ini terletak pada analisis tindakan, perilaku, dan interaksi kedua tokoh dalam konteks naratif drama. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk menggambarkan bagaimana penggambaran kepribadian keduanya memperkaya pemahaman teori Cattell dan konsep amae (甘え) dalam konteks karakter fiksi. Sumber data penelitian ini berasal dari episode-episode drama Mischievous Kiss: Love in Tokyo Season 1. Hasil analisis menunjukkan perbedaan dalam ciri-ciri kepribadian Aihara Kotoko yang awalnya ceroboh dan kurang pintar, mengalami perubahan menjadi lebih pintar dan teratur berkat bantuan Irie. Ini menunjukkan usaha keras Kotoko dan keinginannya untuk mendapatkan penerimaan dari Irie. Dan tokoh Naoki Irie, yang awalnya kurang ekspresif dan tidak terlalu peduli pada Kotoko, menjadi lebih peduli dan perhatian terhadapnya seiring dengan usaha dan dedikasi Kotoko. Ekspresi amae (甘え) pada Kotoko terlihat melalui berbagai tindakan, seperti ketekunannya dalam belajar demi mendapatkan pengakuan dari Irie yang merespons dengan menerima usaha Kotoko meskipun dalam bentuk sederhana, menunjukkan bahwa ia mulai menghargai dan menerima kehadiran serta usaha Kotoko dalam hidupnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakter Kotoko dan Irie mengalami perkembangan, memperlihatkan bagaimana kepribadian mereka saling mempengaruhi dan berkembang seiring waktu. Penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang kompleksitas karakter kepribadian dalam konteks budaya populer Jepang, serta kontribusi terhadap pemahaman teori-teori psikologi kepribadian yang digunakan. Penelitian ini juga menunjukkan bagaimana amae dapat berperan dalam dinamika hubungan interpersonal dalam konteks naratif.
Strategi penerjemahan istilah budaya pada novel laskar pelangi bab pertama karya Andrea Hirata ke dalam bahasa Jepang I Gede Oeinada
Jurnal Linguistik Terapan JLT Volume 8 No 1, 2018
Publisher : UPT P2M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang penerjemahan dengan menggunakan teks sumber (TSu) bahasa Indonesia dengan padanannya yakni teks sasaran (TSa) yang berbahasa Jepang masih sedikit dilakukan. Hal ini dikarenakan masih terbatasnya jumlah karya sastra Indonesia yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi serta mendeskripsikan strategi-strategi penerjemahan yang diterapkan oleh penerjemah ketika menerjemahkan istilah-istilah budaya Indonesia dalam novel best-seller berjudul Laskar Pelangi karya Andrea Hirata (2005) yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang oleh Kato Hiroaki (2013). Dengan mengetahui strategi-strategi tersebut akan mempermudah dan memberi panduan bagi penerjemah-penerjemah lainnya ketika akan menerjemahkan istilah-istilah budaya yang serupa nantinya. Metode penelitian yang dipergunakan adalah metode deskriptif kualitatif-kuantitatif. Sumber data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah novel Laskar Pelangi (2005) bab pertama karya Andrea Hirata yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang dengan judul Niji no Shonentachi (2013) oleh Kato Hiroaki. Strategi-strategi penejemahan istilah budaya didasarkan pada pendapat Mona Baker (2006). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua puluh data yang berkaitan dengan istilah budaya pada bab pertama novel Laskar Pelangi tersebut. Jumlah strategi penerjemahan yang diterapkan adalah tujuh strategi dari delapan strategi yang dikemukakan oleh Baker. Ketujuh strategi tersebut yakni: enam istilah budaya diterjemahkan menggunakan kata yang lebih netral; lima istilah budaya diterjemahkan menggunakan strategi adaptasi budaya; tiga istilah budaya diterjemahkan menggunakan kata umum; dua istilah budaya diterjemahkan menggunakan parafrasa dengan kata yang berkaitan; satu istilah budaya diterjemahkan menggunakan parafrasa dengan kata yang tidak berkaitan; satu istilah budaya diterjemahkan menggunakan kata pinjaman. Hanya satu strategi yakni menggunakan ilustrasi yang tidak ditemukan pada data. Dapat disimpulkan bahwa penerjemah lebih menerapkan strategi menerjemahkan menggunakan kata yang lebih netral dalam menerjemahkan novel Laskar Pelangi yang terkesan ditulis dengan gaya bahasa berbunga-bunga. Selain itu, strategi adaptasi budaya juga banyak diterapkan untuk menerjemahkan istilah-istilah budaya Indonesia ke dalam bahasa Jepang. Hal ini tentunya berkaitan dengan keberterimaan terjemahan istilah-istilah budaya tersebut oleh pembaca teks sasaran yakni masyarakat Jepang.
Penggambaran Hedgehog Dilemma dalam Anime Neon Genesis Evangelion Karya Hideaki Anno I Dewa Ketut, Aruna Jagathita; Ni Luh Putu Ari Sulatri; I Gede Oeinada
Jurnal Sakura : Sastra, Bahasa, Kebudayaan dan Pranata Jepang Vol. 8 No. 1 (2026): Vol. 8, No. 1, Februari 2026
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JS.2026.v08.i01.p05

Abstract

This study aims to describe the characteristics and contributing factors of the hedgehog dilemma in the anime Neon Genesis Evangelion.. The theories used in this research are the psychological approach to literature by Wiyatmi and the Fundamental Interpersonal Relations Orientation-Behavior (FIRO-B) theory by Schutz. This study employs the observational method and note-taking technique for data collection. The primary data source is the Neon Genesis Evangelion anime series. The collected data is analyzed using a descriptive analytical approach by Ratna (2004) and presented using the informal method also by Ratna (2004). The findings reveal the presence of the hedgehog dilemma in several behaviors described in the FIRO-B theory, including undersocial, autocratic, and overpersonal behaviors. The factors contributing to the hedgehog dilemma as depicted in the anime include: (1) unmet needs for selfacceptance, (2) unmet needs for control, and (3) past trauma. This study found  that  the hedgehog dilemma can be a limitation of interpersonal relationships and tends to occur in individuals whose interpersonal needs are not met.