Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Kepribadian Tokoh Aihara Kotoko dan Naoki Irie dalam Drama Mischievous Kiss: Love In Tokyo - Season 1 Rossa, Shafa Nabila; Aryani, Made Ratna Dian; Oeinada, I Gede
LANCAH: Jurnal Inovasi dan Tren Vol. 2 No. 2b (2024): Special Edition Juli
Publisher : Lembaga Otonom Lembaga Informasi dan Riset Indonesia (KITA INFO dan RISET) - Lembaga KITA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/ljit.v2i2b.2923

Abstract

Penelitian ini berjudul "Kepribadian Tokoh Aihara Kotoko dan Naoki Irie dalam Drama Mischievous Kiss: Love in Tokyo Season 1". Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi ciri-ciri kepribadian Aihara Kotoko dan Naoki Irie berdasarkan teori kepribadian Raymond Cattell (1950) dan konsep amae (甘え).Fokus penelitian ini terletak pada analisis tindakan, perilaku, dan interaksi kedua tokoh dalam konteks naratif drama. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk menggambarkan bagaimana penggambaran kepribadian keduanya memperkaya pemahaman teori Cattell dan konsep amae (甘え) dalam konteks karakter fiksi. Sumber data penelitian ini berasal dari episode-episode drama Mischievous Kiss: Love in Tokyo Season 1. Hasil analisis menunjukkan perbedaan dalam ciri-ciri kepribadian Aihara Kotoko yang awalnya ceroboh dan kurang pintar, mengalami perubahan menjadi lebih pintar dan teratur berkat bantuan Irie. Ini menunjukkan usaha keras Kotoko dan keinginannya untuk mendapatkan penerimaan dari Irie. Dan tokoh Naoki Irie, yang awalnya kurang ekspresif dan tidak terlalu peduli pada Kotoko, menjadi lebih peduli dan perhatian terhadapnya seiring dengan usaha dan dedikasi Kotoko. Ekspresi amae (甘え) pada Kotoko terlihat melalui berbagai tindakan, seperti ketekunannya dalam belajar demi mendapatkan pengakuan dari Irie yang merespons dengan menerima usaha Kotoko meskipun dalam bentuk sederhana, menunjukkan bahwa ia mulai menghargai dan menerima kehadiran serta usaha Kotoko dalam hidupnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakter Kotoko dan Irie mengalami perkembangan, memperlihatkan bagaimana kepribadian mereka saling mempengaruhi dan berkembang seiring waktu. Penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang kompleksitas karakter kepribadian dalam konteks budaya populer Jepang, serta kontribusi terhadap pemahaman teori-teori psikologi kepribadian yang digunakan. Penelitian ini juga menunjukkan bagaimana amae dapat berperan dalam dinamika hubungan interpersonal dalam konteks naratif.
Strategi penerjemahan istilah budaya pada novel laskar pelangi bab pertama karya Andrea Hirata ke dalam bahasa Jepang I Gede Oeinada
Jurnal Linguistik Terapan JLT Volume 8 No 1, 2018
Publisher : UPT P2M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang penerjemahan dengan menggunakan teks sumber (TSu) bahasa Indonesia dengan padanannya yakni teks sasaran (TSa) yang berbahasa Jepang masih sedikit dilakukan. Hal ini dikarenakan masih terbatasnya jumlah karya sastra Indonesia yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi serta mendeskripsikan strategi-strategi penerjemahan yang diterapkan oleh penerjemah ketika menerjemahkan istilah-istilah budaya Indonesia dalam novel best-seller berjudul Laskar Pelangi karya Andrea Hirata (2005) yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang oleh Kato Hiroaki (2013). Dengan mengetahui strategi-strategi tersebut akan mempermudah dan memberi panduan bagi penerjemah-penerjemah lainnya ketika akan menerjemahkan istilah-istilah budaya yang serupa nantinya. Metode penelitian yang dipergunakan adalah metode deskriptif kualitatif-kuantitatif. Sumber data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah novel Laskar Pelangi (2005) bab pertama karya Andrea Hirata yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang dengan judul Niji no Shonentachi (2013) oleh Kato Hiroaki. Strategi-strategi penejemahan istilah budaya didasarkan pada pendapat Mona Baker (2006). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua puluh data yang berkaitan dengan istilah budaya pada bab pertama novel Laskar Pelangi tersebut. Jumlah strategi penerjemahan yang diterapkan adalah tujuh strategi dari delapan strategi yang dikemukakan oleh Baker. Ketujuh strategi tersebut yakni: enam istilah budaya diterjemahkan menggunakan kata yang lebih netral; lima istilah budaya diterjemahkan menggunakan strategi adaptasi budaya; tiga istilah budaya diterjemahkan menggunakan kata umum; dua istilah budaya diterjemahkan menggunakan parafrasa dengan kata yang berkaitan; satu istilah budaya diterjemahkan menggunakan parafrasa dengan kata yang tidak berkaitan; satu istilah budaya diterjemahkan menggunakan kata pinjaman. Hanya satu strategi yakni menggunakan ilustrasi yang tidak ditemukan pada data. Dapat disimpulkan bahwa penerjemah lebih menerapkan strategi menerjemahkan menggunakan kata yang lebih netral dalam menerjemahkan novel Laskar Pelangi yang terkesan ditulis dengan gaya bahasa berbunga-bunga. Selain itu, strategi adaptasi budaya juga banyak diterapkan untuk menerjemahkan istilah-istilah budaya Indonesia ke dalam bahasa Jepang. Hal ini tentunya berkaitan dengan keberterimaan terjemahan istilah-istilah budaya tersebut oleh pembaca teks sasaran yakni masyarakat Jepang.
Metafora Konseptual dalam Majalah Niponica No. 33: Nihon No Bunka Wo Tabisuru Marco Antonio Barrera; I Gede Oeinada; Ketut Widya Purnawati
Jurnal Sakura : Sastra, Bahasa, Kebudayaan dan Pranata Jepang Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JS.2025.v07.i01.p10

Abstract

This study is titled "Conceptual Metaphor in Niponica Magazine No.33: Nihon no Bungaku wo Tabisuru." Conceptual metaphor is a form of mental construction derived from human experience. The features of metaphors are generally found in various informational media aimed at conveying information to be well understood. This study aims to describe conceptual metaphors in Niponica Magazine No.33. The method used in this research is descriptive qualitative analysis, with the theory applied being the conceptual metaphor theory by Lakoff & Johnson (1980) and the image schema theory by Croft & Cruse (2004). Based on the findings, there are three types of metaphors in a total of 13 data points: 4 structural metaphor data points, 4 orientational metaphor data points, and 5 ontological metaphor data points. There are 5 types of image schemas: Existence, Unity, Identity, Container, and Force. The use of metaphors in magazine writing not only serves as decoration but also deepens the understanding of the concepts conveyed.