Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN SARI BUAH ANGGUR (Vitis Vinifera L) DALAM PENGENCER SITRAT-KUNING TELUR TERHADAP KUALITAS SEMEN CAIR BABI PERSILANGAN LANDRECE X DUROC Boimau, Juanttri; Kune, Petrus; Lawa, Alvrado Bire; Uly, Kirenius
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 10, No 1 (2026): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v10i1.21838

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penambahan level sari buah anggur (SBA) dalam pengencer Sitrat-kuning telur (S-KT) guna mempertahankan kualitas spermatozoa babi persilangan landrace x duroc selama penyimpanan. Penelitian ini menggunakan semen segar yang berasal dari seekor babi persilangan landrace x duroc yang berumur 1,5 tahun dalam kondisi yang sehat dan sudah terlatih dalam penampungan semen. Penelitian ini dirancang menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri dari lima perlakuan dan lima ulangan yakni: P0 = S-KT, P1: S-KT + SBA 3%, P2: S-KT + SBA 6%, P3: S-KT + SBA 9%, P4: S-KT + SBA 12%. Semen yang telah diencerkan disimpan dalam styrofom box pada suhu 18-20oC.Variabel yang diuji meliputi: motilitas, viabilitas, abnormalitas, dan daya tahan hidup spermatozoa. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan Analisis of Variance dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P3 pada jam pengamatan ke-60 menghasilkan kualitas spermatozoa dengan perbedaan nilai yang signifikan (P0,05) dibandingkan perlakuan lainnya dengan nilai motilitas: 57,00%, viabilitas: 66,50%, abnormalitas: 5,10%, dan daya tahan hidup spermatozoa: 56,28 jam. Simpulan dari penelitian ini adalah penambahan sari buah anggur dengan level 9% dalam pengencer Sitrat-kuning telur memberikan respon yang terbaik dalam mempertahankan kualitas spermatozoa babi persilangan landrace x duroc.
Correlation Between Chest Girth, Body Length, and Body Height on Wither Weight of Rote Sheep Ewes Setyani, Ni Made Paramita; Nalley, Wilmientje Marlene; Hine, Thomas Mata; Riwu, Agustinus Ridlof; Uly, Kirenius; Kune, Petrus; Bette, Yustiany Yuliana; Lawa, Alvrado Bire; Mulik, Simon Edison; Banamtuan, Adyanto Nessy; Riwu, Roni Markus Jami; Zulfa, Yanna Nailla; Listyadi, Rut
Journal of Tropical Animal Science and Technology Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Tropical Animal Science and Technology
Publisher : Animal Husbandry Study Program, Faculty of Agriculture, Timor University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jtast.v8i1.10617

Abstract

This study aimed to analyze the relationship between linear body measurements including chest girth (CG), body length (BL), and wither height (WH) and body weight (BW) in Rote sheep ewes across different age groups to determine the most reliable predictor of body weight. The research employed a quantitative method through direct field measurements and weighing. Data collected including vital statistics (CG, BL, WH) and BW from Rote sheep ewes categorized into three age groups (I0, I2, and I4). The data were analyzed statistically using correlation coefficient (r), the coefficient of determination (R²), and bias analysis to evaluate the accuracy of weight estimation. The results revealed that chest girth exhibited the highest correlation with body weight, particularly in the I0 group (r = 0.93; R² = 86.05%), indicating a strong positive relationship and high predictive accuracy. Body length showed a moderate relationship (r = 0.87; R² = 76.11%) in the same group, while wither height demonstrated a relatively weaker correlation (r = 0.73; R² = 53.94%). Across all age groups, the predictive strength of body measurements decreased with increasing age, suggesting that skeletal growth contributes less to body weight variation in mature sheep. In conclusion, chest girth was identified as the most accurate and reliable linear measurement for predicting body weight in Rote sheep ewes, particularly in younger age groups, and can therefore be used as a practical and non-invasive tool for estimating livestock weight.
Analisis Kualitas Semen Beku Babi Landrace dalam Pengencer Vitasen dengan Konsentrasi Dimethyl Sulfoxide yang Berbeda Lamunde, Yunita; Marawali, Aloysius; Uly, Kirenius; Setyani, Ni Made Paramita
Jurnal Sains Peternakan Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Sains Peternakan Vol. 13 No. 2
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v13i2.12174

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas semen beku babi landrace dalam pengencer vitasem-kuning telur (V-KT) dengan konsentrasi Dimethyl sulfoxide (DMSO) yang berbeda. Semen segar yang menjadi materi penelitian berasal dari empat ekor babi Landrace jantan berumur 2 hingga 3 tahun dan dikoleksi menggunakan metode penampungan manual (glove hand method). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan sehingga terbentuk 16 percobaan. Adapun perlakuan yang dimaksud adalah: P1=V-KT+ 3% DMSO, P2=V-KT+ 6% DMSO, P3=V-KT+9% DMSO dan P4=V-KT+ 12% DMSO. Semen setelah dibekukan disimpan didalam nitrogen cair bersuhu sangat rendah, yaitu -196℃. Evaluasi terhadap kualitas semen beku dilakukan 24 jam setelah pembekuan. Hasil analisis data penelitian memperlihatkan bahwa perlakuan P1 dengan penambahan 3% DMSO memiliki nilai yang tinggi yaitu, motilitas (32,32±2,98%), viabilitas (64,46±6,38%), abnormalitas (9,27±1,68%) dan nilai recovery rate (40,39%). Disimpulkan bahwa penambahan DMSO 3% dalam pengencer V-KT mampu mempertahankan motilitas  setelah thawing yaitu 32,32±2.98%.
OPTIMALISASI LIMBAH PERTANIAN SEBAGAI PAKAN BERKELANJUTAN MELALUI PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PETERNAK DOMBA DI KABUPATEN ROTE NDAO Benu, Imanuel; Jelantik, I Gusti Ngurah; Mullik, Marthen Luther; Mulik, Simon Edison; Nguru, David Agustinus; Ndun, Alberth Nugrahadi; Turupadang, Welem; Uly, Kirenius
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37374

Abstract

Abstrak: Ketersediaan pakan berkualitas merupakan salah satu kendala utama dalam usaha penggemukan domba di Kelurahan Mokdale, Kabupaten Rote Ndao, terutama pada musim kemarau. Permasalahan ini diperparah oleh belum optimalnya pemanfaatan limbah pertanian sebagai sumber pakan alternatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam mengolah limbah pertanian menjadi pakan ternak melalui penerapan teknologi fermentasi, silase, dan amoniasi. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan pendidikan dan pelatihan yang dilanjutkan dengan praktik langsung serta pendampingan berkelanjutan berbasis Participatory Rural Appraisal (PRA). Kegiatan ini melibatkan 15 orang peternak domba yang terdiri atas 10 laki-laki dan 5 perempuan. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sekitar 80% peserta mengalami peningkatan pemahaman terhadap teknik pengolahan limbah pertanian menjadi pakan ternak. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara lebih efisien serta mendukung keberlanjutan usaha peternakan domba di wilayah Kelurahan Mokdale.Abstract: The availability of high-quality feed remains a major constraint in sheep fattening systems in Mokdale Village, Rote Ndao Regency, particularly during the dry season. This challenge is exacerbated by the underutilization of agricultural residues as alternative feed resources. This community service program aimed to enhance farmers’ knowledge and practical skills in processing agricultural waste into livestock feed through the application of fermentation, silage, and ammoniation technologies. The program was implemented using an education- and training-based approach, followed by hands-on practice and continuous mentoring within a Participatory Rural Appraisal (PRA) framework. A total of 15 sheep farmers (10 men and 5 women) participated in the activities. Activity evaluation was carried out through pre-test and post-test measurements. Evaluation results indicated that approximately 80% of participants demonstrated improved understanding of techniques for processing agricultural residues into sheep feed. Overall, the program contributed to promoting more efficient utilization of local resources and supporting the sustainability of sheep production systems in Mokdale Village.